SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
BOS CEREWET


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA..


JANGAN LUPA NINGGALIN JEJAK YAHH 😘😘😘


.


.


.


3 bulan Berlalu


POV KIANA


97 hari berada di negri yang identik dengan patung merlion ini tidak cukup mengurangi rasa sakit dan kecewaku pada diriku sendiri!


diriku yang tidak bisa menjadi sosok seperti kakak yang selalu sempurna dimata orang lain.


diriku yang bodoh terjebak perasaanku pada Devano, bahkan hingga saat ini dengan bodohnya rasa itu tidak jua berkurang sedikitpun


dan diriku yang tidak suci lagi, aku benci diri ini... aku benci kebodohan ini... aku sangat merutuki kesalahan besarku!


"hai girl... are you okey??"


"astaga jantung gue hampir copot!"


itu Alif dia asli indonesia sama kayak aku.. kami satu tim, dan dia atasan aku selama bekerja diperusahaan ini, yah perusahan kosmetik milik papi Roy.


aku dan Alif akan berbicara non formal jika hanya berdua.


"gue perhatiin sejak masuk lo selalu melamun sendiri, kenapa?"

__ADS_1


pria cerewet ini paling senang datang tiba tiba, dan merusak moodku yang memang sudah rusak sebelum aku bergabung diperusahaan ini.


"gue enggak apa apa bos! ehh gimana perencanaan pemasaran kosmetik baru kita diterima bos besar enggak?"


aku berusaha tersenyum padanya dan selalu berusaha kuat didepan siapapun, aku percaya lambat laun aku akan terbiasa dan melupakan segalanya.


"yah bos bilang lumayan, lo bisa presentasiin sendiri ide lo nanti di depan petinggi perusahaan!"


yah selalu saja lumayan, tidak bisakah ia bilang baik jika memang baik, dan buruk jika memang buruk...


tapi aku bersyukur selama kerja diperusahaan ini, pak Sam papi Roy sangat care dengan aku dan para karyawan, dia adalah atasan yang cukup ramah pada bawahannya..


dan terlihat tampan diusianya yang tidak muda lagi, heran saja bagaimana istrinya sampai bisa meninggalkannya dan memilih pria [sorry ] yang berhati dingin seperti bokap biologisnya Hilda.


"heii, gimana lo siap enggak?"


astaga nih anak lagi lagi ngagetin aku!


"ia bos gue siap, tenang aja kurang lebih 3 bulan disini uda terbiasa gue jadi tameng lo buat hadapin para petinggi perusahan!"


yah tapi, suatu kebanggaan juga sih buat anak baru seperti aku, bisa berhadapan langsung dengan petinggi perusahaan.


walau aku sadar tidak ada pengalaman dalam bidang ini.


"hehehe sorry Kia.. kalau sama lo tahukan si bos bakalan lunak! secara lo kan calon mantunya!" goda Alif..


yah Alif sialan ini selalu menggoda aku, mengira aku dan Roy sahabatnya sekaligus anak bos punya hubungan khusus.


Alif tahu aku berada disini karena rekomendasi Roy, dan Roy terang terangan minta Alif jagain aku selama disini. tentu saja otak dongkol pria itu akan mengira kami punya hubungan spesial.


namun aku juga sangat malas menjelaskan apapun padanya, yang ada dia akan tambah kepo!

__ADS_1


*****


POV AUTOR


"Ki lo uda siap?"


mereka berjalan memasuki ruang meeting


"siap bos!"


"oww iaa, usahain bos puas dengan kinerja kita yah bukan karena lo calon mantunya saja!" Alif mengacak rambut Kiana


"Bosss?!" Kiana melotot dan memutar matanya malas dan memperbaiki rambutnya.


"iya Ki soalnya didalam sana ada kolage Bos dari indo yang ikut meeting!"


"what? kok enggak ngomong sih!" Nyali Kiana langsung ciut.


"lo tenang saja! aku dengar ini bukan bidangnya juga, dia cuman penasaran dengan bisnis Kosmetik yang dijalankan bos.. mungkin kalau dia tertarik dengan hasil presentasi lo bisa sajakan mereka membeli produk kita dan kita tidak usa repot ropot memasarkannya one by one..!"


"hemm... okeyyy, bisakah bos saja yang persentasi?"


Kiana memales merasa lemas dan perasaan tidak enak.


"ayolah... kamu itu harus nurut sama atasan!" Alif menarik tangan Kiana masuk keruanagan yang sudah terisi beberapa orang itu di ikuti beberapa tim lainnya dan petinggi perusahan.


Alif menarik kursi untuk Kiana, dan menepuk pundak Kiana lembut.. yah agar Kiana tidak ngambek.


"semangat yah, abis ini gue teraktir deh!" bisiknya lagi tersenyum sebelum mengambil tempat duduk.


tanpa Kiana sadari disisi lain meja panjang itu, sepasang mata tajam menatap mereka seperti kobaran api yang siap membakar siapa pun yang menatapnya.

__ADS_1


Kiana merasa sangat gugup tidak seperti biasanya. tekanan atmosfer dalam ruangan ini terasa sangat berat...


"kenapa meeting kali ini ramai banget.. biasanya juga paling banyak 7-8 orang saja!" Kiana menunduk mengontrol rasa cemas dan gugup bersamaan.


__ADS_2