
HAPPY READING.
"Tidak ada yang paling kenal dengan dirimu selain dirimu sendiri!"
.
.
.
.
.
setelah kepergian Mami dan Kiana.
Papi duduk disamping Balqis yang sedang duduk menatap kosong meja yang ada didepannya.
sedang Daddy dan Devano duduk disofa lain berhadapan dengan Balqis dan Papi dan Aldo duduk di sofa tunggal memainkan ponselnya..
sebenarnya Aldo sangat malas berurusan dengan masalah pribadi sahabat sekaligus atasannya itu.
"ada apa Bas kamu meminta kita bertemu disini?" Papi penasaran kenapa besannya itu menghubunginya tadi pagi untuk bertemu di apartemen Balqis sepulang dari kantor.
flash back on.
Mami berjalan buru buru mengejar Kiana yang berlari ke toilet karena mual.. Papi yang juga khawatir ingin menyusul mereka, namun langkahnya terhenti saat ada notif pesan masuk dari Daddy Bastian.
"Danuenra aku ingin bicara masalah yang serius tentang anak anak kita bersamamu, kita bicarakan ini saat pulang kantor di apartemen Devano"
Masalah serius apa?
Papi mulai beropini yang tidak tidak... ia tahu Daddy Bastian tipekal pria dewasa yang humoris, jika ia sudah dalam mode serius berarti itu menyangkut masalah besar.
namun Papi juga sangat sangat sibuk dikantor ditambah hari ini ia berencana mengenalkan Kiana pada karyawan dan bawahannya.
__ADS_1
belum Papi membalas pesannya.. Daddy kembali mengirim pesan.
"Ini lebih penting dari uang perusahaanmu yang menguap jadi usahakan untuk datang dan jangan bawa Kiana!"
fikiran Papi langsung berkecamuk ditambah ia ingat kesehatan Balqis tidak baik belakangan ini.
Papi yang memang telah menghabiskan sarapannya memilih duduk di sofa ruang tamu yang lebih nyaman untuk bersandar dan berusaha menerawang apa yang akan dibahas Daddy Bas.
hingga menit berikutnya Mami dan Kiana sudah berdiri didekatnya dan mengagetkan Papi yang melamun.
Flash Back off
Daddy bukannya menjawab pertanyaan Papi, namun Devano sudah menatap tajam ke Balqis.
"ada yang ingin kamu katakan? atau aku yang akan mengatakannya??" ucap Devano tegas, ia sudah muak dengan Drama ini!
Papi merasa tekanan diruangan itu berubah mencekam.
Papi belum pernah melihat wajah Devano yang ternyata sangat horor saat menekan kemarahannya.
Balqis yang di introgasi seperti penjahat hanya tersenyum remeh kemudian menjawab.
Papi semakin dibuat bingung dengan situasi ini.
"aku lelah berurusan denganmu, jadi katakan siapa ayah anak itu?" tanya Devano datar, sambil meletekkan hasil medis diatas meja yang ada diantar mereka.
Balqis tidak terkejut ia hanya tersenyum lagi sebelum menjawab.
"aku tidak tahu, dan kau tidak usah mengurusiku lagi.. tunggu... memangnya kapan kau pernah mengurusiku??!" ucap Balqis dengan tenang
sedang papi sudah mengambil hasil medis itu,, membacanya seksama dengan tangan bergetar.
"siapa ayah anak itu Balqis?"
Kini Papi yang bertanya dengan nada yang membentak, membuat Balqis terkejut terperanjak dan satu tetes cairan bening berhasil jatuh dipipinya
__ADS_1
setelah 8 tahun diangkat menjadi anak ini adalah pertama kalinya Papi membentaknya.
tangan Balqis bergetar dan jari jarinya mulai saling meremas.
semua mata pria itu menatap Balqis menunggu jawaban wanita itu.
namun tiba tiba Balqis berdiri.
"aku tidak tau dan tidak mau tau! lagian apa peduli kalian padaku.. dan kamu Devano Edzar Djatmico aku sangat membencimu sangat membencimu!?" teriak Balqis histeris mulai mengeluarkan kemarahannya.
membuat ke empat pria itu sama sama terkejut dengan reaksi wanita itu.
"Balqis tenangkan dirimu!" Daddy Bas yang sedari tadi diam mencoba mendekat menenangkan wanita itu.
"kalian semua memang sama saja kalian semua hanya menyayangi kiana dan tidak pernah tulus menyayangiku.. kalian semua jahat! dan kamu aku membencimu... kamu pembunuh" maki Balqis menunjuk Papi
seperti langit runtuh menimpah tubuh Papi ia sangat terkejut dengan perkataan wanita yang dikenalnya sangat lembut dan penuh kasih sayang itu. Papi mengira ia sudah membuat Balqis memaafkannya.
"tidak seperti itu nak, kami hanya ingin tahu siapa ayah dari anak kamu supaya dia mempertanggung jawabkan perbuatannya! kami semua peduli padamu" Daddy mencoba membujuk..
namun Balqis semakin menjadi jadi dan merusak apa yang bisa dijangkaunya..
"Balqis!! hentikan!!! kau bisa mencelakai anakmu!" teriak Papi
"Aldo!" Devano memberi aba aba pada Aldo yang sedari tadi hanya diam menjadi penonton.
dengan sekali gerakan Aldo langsung memukul tengkuk Balqis dengan punggung tanggannya.. membuat Daddy dan Papi terkejut.
"Maaf" ucap Aldo santai menatap Daddy, saat Balqis sudah rerkapar dilengangnya.
"kau harus tanggung jawab kalau dia kenapa napa Do!" maki Daddy tidak habis fikir dengan kegilaan Aldo.
"tidak apa Dad.. biar aku yang tanggung jawab dia cukup cantik dan aku senang akan dapat bonus anaknya!"
"astaga!! bukan itu maksudku Do!!" pekik Daddy semakin keras.
__ADS_1
sebenarnya Aldo juga hanya asal bicara.. ia hanya ingin memecahkan suasana mencekam itu.
sebelum lanjut bagi votenya dulu dong kk 😘😘😘