
SELAMAT MEMBACA
jangan lupa Ninggalin jejak yah 😘😘
.
.
.
meski Daddy Bastian punya keinginan besar untuk membatalkan pernikahan Balqis dan Devano, dan menikahkan Kiana dengan pewaris tunggalnya itu.
namun ia tidak bisa memutuskan secara sepihak! jika pihak perempuan tidak setuju.
dan benar saja! Papi tidak mampu meminta Balqis mengalah saat mendapati gadis itu meringkuk disudut ruangan menangis sesugukan..
gadis itu tidak memiliki siapa siapa lagi selain dirinya berbeda dengan Kiana yang sudah punya segalanya, ia terlihat begitu rapu dan tertekan dengan situasi ini. Papi tidak ingin gadis itu kembali depresi seperti saat kematian orang tuanya, lagian ini adalah kesalahan Kiana ia harus belajar menerima konsekuensi kesalahannya. begitu fikir papi.
saat Papi melangkah mendekatinya, gadis itu bangkit dan memeluknya.
"tenang Papi janji akan memberikan yang terbaik untukmu!"
gadis itu menggeleng, dan menangis seugukan dalam pelukan Papi. ini adalah pertama kalinya ia kembali menangis salama tinggal bersama mereka selama ini.
"Balqis ingin Devano menikahi Kiana pi!" ucap gadis itu. apa ini adalah permohonan?
"tapi kamu?" ada sedikit kelegaan dihati papi, balqis akan mengalah tanpa ia minta
"tidak apa apa Adek jadi madu Balqis!"
apa??? seperti disengat listrik ribuan volt ! jika papi Danu memiliki riwayat jantung mungkin ia sudah mati hari ini!
tadi pagi putri bungsunya memberikan kejutan luar biasa, sekarang putri sulung eks angkatnya itu meminta adiknya dijadikan madu.
kebaikan apa yang dilakukan Dad Bastian dimasa lalu hingga kedua putrinya terjebak pada putra Dad Bastian?!
__ADS_1
"Tapi Balqis, kamu tahukan itu tidak mungkin?!"
Balqis tidak bicara lagi dan meninggalkan pria berusia 40 tahun itu dengan rasa nano nano.
******
dua hari kemudian, Kiana mengurung diri dikamar.
Papi maupun Balqis belum pernah menemuinya, hanya Mami yang selalu menemaninya.
itulah seorang ibu, ia tidak akan mampu memberi banyak kebencian dan kemarahan pada darah daging yang pernah menyatuh dengan tubuhnya.
"bagaimana?" Dad Bastian bersama mom Elle sekarang dikediaman Wiryawan lagi. untuk meminta keputusan.
dan Mom Elle memilih menemui Kiana dikamar..
acara resepsi di undur lagian undangan juga belum disebarkan.
banyak kerabat yang sudah tahu tentang akan adanya pernikahan pada anak kedua pengusaha besar itu dan mereka bertanya tanya kenapa acara diundur dan undangan belum disebar!
"biarkan Devano menikahi keduanya!"
"apa?? apa sekarang kau sudah pintar membuat lelucon juga!" pekik Bastian mendengar keputusan Danu.
"pilihannya ada duakan? tapi, aku tidak bisa membujuk balqis untuk mengalah! kau tidak tahu mentalnya bisa terganggu jika aku membuatnya tertekan!"
"lalu apa mereka berdua mau dimadu?"
"Balqis yang memintanya!"
"waooow aku paham sekarang! trus kau sudah meminta persetujuan putrimu?"
entah mengapa Dad Bastian merasa Papi Danu ini lebih mampu dikendalikan putri angkatnya daripada putri kandungnya sendiri.
"dia tidak berhak memberi keputusan, ini semua salahnya dia hanya akan patuh dengan apa yang aku putuskan!"
__ADS_1
miris apa seburuk itu hubungan ayah dan anak ini sekarang?.
Papi Bastian menatap sahabat sekaligus calon bisannya itu merasa tidak percaya. usia mereka memang terpaut 5 tahun, itulah yang mungkin menyebabkan otak Dad Bastian sedikit lebih maju dan peka.
"baiklah jika itu maumu! aku hargai keputusan gila mu ini" Dad Bastian mengecilkan suaranya saat mengatakan gila.
"tapi, kau juga harus menghargai keputusanku!"
Papi Danu mengangguk dan menunggu kelanjutan ucapan Dad
"biarkan Balqis dulu menikah dengan Devano! aku tidak ingin Devano menikahi Kiana dalam keadaan hamil! tunggu hingga sebulan jika Kiana tidak hamil maka Devano segera menikahinya!"
"haa? kenapa begitu?"
meski papi Danu islam islam turun temurun namun ia sangat nihil dalam ilmu agama, dan Dad Bastian yang ternyata islam Muallaf lebih paham sedikit.
"aku ingin pernikahan mereka suci! bukankah saat wanita hamil tidak bisa dinikahi atau diceraikan?"
"jad_" Dad mengangkat tangannya melarang Papi memotong ucapannya.
"kuliah Kiana akan aku urus, dan dia akan tinggal bersama kami!"
"bagimana bisa begitu?!"
"jelas saja bisa, Kiana adalah anak aku juga biarkan Ellena yang merawatnya!"
untuk sekali ini Papi Bastian tidak ingin mengalah dengan manusia batu itu!
Haiii kak terima kasih sudah mampir di karya pertama Vie.
berhubung karena Vie lihat ada beberapa karya AUTHOR lain yang memiliki judul yang sama dengan cerita ini, jadi Vie akan ganti Judul dan sedikit merubah alur cerita dari rencana awal Vie...
VIE akan mengganti judul cerita ini menjadi "SIMPANAN KAKAK IPAR"
Terima kasih 😘😘😘
__ADS_1