SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
BELUM ADA JUDUL


__ADS_3

satu pekan berlalu setelah Aldo sadar dari koma, sekarang ia terlihat semakin membaik dan ia sudah berada di ruang perawatan.


disana terlihat ramai dengan kedatangan Devano, Daddy Bas, Papi Danu, papah Lukman, Mam Sandra serta dokter cantik yang hampir setiap saat menemani Aldo.


topik pembicaraan mereka di dominasi dengan ceramah Daddy Bas untuk Aldo karena sudah berani main rahasia rahasian dengannya.


"oh Tuhan sebenarnya aku ini sudah mati atau masih hidup sih? rasanya seperti sedang di introgasi malaikat penjaga kubur saja!" gumam Aldo dengan suara kecil karena telinganya serasa sudah berdengung gara gara ocehan Daddy sedari tadi.


bahkan mengalahkan Papah Lukman yang notabenya ayah kandung Aldo.


"Ck! Aldo Daddy mendengarnya yah.." decak Daddy menjitak kepala Aldo


"Astaga.. setelah operasi jantung sepertinya kau juga harus menjadwalkan operasi otak untukku Clau!" gerutu Aldo menerima perlakuan Daddy membuat yang lain semakin tertawa


seperti itulah Aldo dan Daddy Bas yang memiliki karakter yang koncak, humoris namun ada waktu dimana mereka terlihat mengerikan.


"uncle Luk, kau yakinkan anakmu tidak tertukar dengan anak Daddy saat istri kalian lahiran!" sarkas Devano tak kalah menggelitik melihat perdebatan Aldo dan Daddy sedari tadi.


"kurasa juga seperti itu Van, namun mengingat kalian lahir diwaktu dan tempat berbeda membuatku masih berfikir" timpal Papah Luk yang notabenya pendiam dan sabarpun juga ikut terhibur suasana disana.

__ADS_1


ruangan itu benar benar di isi tawa dan kebahagiaan keluarga, terkecuali untuk Aldo. tidak ada yang bisa menebak hati pria itu kecuali othor 🤭


karena dibalik tawa pria itu dalam hatinya ada Aldo kecil yang berenang air mata karena merindukan Hilda yang tidak muncul sudah beberapa hari, dan juga ada Aldo kecil lainnya yang sedang terbakar cemburu karena ia yakin sekarang Hilda sedang bersama Zetno.


"hai are you okey?" tanya Clau pelan sambil menyentuh bahu Aldo saat melihat pria itu termenung sedang orang lain sibuk tertawa dan saling menimpali basa basi mereka.


"aku baik baik saja Clau" jawab Aldo menyentuh tangan Clau agar memindahkan tangan itu dari bahunya, karena sejujurnya Aldo merasa sangat risih


"hai.. kalian sudah datang sayang"


ucap Mamah Sandra sambil berdiri dari duduknya, berhasil mengundang perhatian orang orang yang sedari tadi bercengkrama tanpa menyadari kehadiran Hilda dan Zetno yang baru tiba.


"wahh.. wahh.. wahh.. keponakanku ini manis sekali, kemana mana selalu pergi bersama dengan calon istrinya." ledek Daddy Bas basa basi sambil menepuk bahu keponakannya sambil tertawa , ia belum tahu fakta terbaru hubungan Zetno dan Hilda.


Mamah Sandra, papah Luk, Zetno dan Hilda tersenyum canggung, ia belum sempat mengonfirmasikan pembatal rencana pernikahan Zetno dan Hilda kepada kerabatnya.


"oww iaa karena Aldo sudah sadar, jadi kapan acara pernikahan kalian dilanjutkan?" timpal Devano yang notabenya tidak suka mengurusi urusan orang lain tiba tiba ikut bertanya. hanya karena ingin memastikan sesuatu sambil melirik wajah asisten sekaligus sahabatnya yang sedang menatap Hilda tajam.


Devano sebenarnya sudah tahu jika pernikahan mereka dibatalkan, dari Kiana sang istri.

__ADS_1


"hay... nanti saja kalian membahas itu, mereka bahkan belum duduk!" ucap Mama Sandra menengahi melihat kecanggungan Hilda.


tiba tiba ponsel Devano berdering


"yah sudah, Aunti sepertinya aku tidak bisa tinggal mendengar pembahasan rencana pernikahan sepupuku, istriku sudah menelfon." ucap Devano mengerlingkan matanya


Mam Sandra dan yang lain mengiyakan


"titip salam buat istrimu, kapan kapan Aunti kesana bersama Hilda."


Devano mengangguk


"Van Papi boleh ikut denganmukan? papi ingin melihat keadaan Kiana." timpal Papi Danu


"kita pergi bersama, aku juga merindukan anak menantuku!" ucap Daddy Bas sebelum Devano memberi jawabannya.


Papi tadi kerumah sakit memang menggunakan mobil yang sama dengan Daddy.


"kenapa banyak sekali pria yang mencintai istriku?!" gerutu Devano posesif sambil berjalan keluar tanpa mendengar umpatan Daddy yang keberatan dengan ucapannya.

__ADS_1


__ADS_2