SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
PENJELASAN PAPI


__ADS_3

HAPPY READING


.


.


.


.


sudah hampir sejam Devano menatap wanitanya yang tadi memucat itu, kini terlihat sudah kembali berwarna mungkin karena tekan suhu dalam ruangan itu yang sengaja dihangatkan.


jam sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari, namun mata Devano enggan untuk terpejam.


entah sudah berapa kali Devano mencium tangan putih yang begitu halus itu dengan sangat hati hati..


dengan ucapan terima kasih yang terus terucap dalam hati Devano karena wanitanya telah memberikan hadia terindah dalam hidupnya..


ingin sekali Devano merengkuh tubuh yang masih tertidur nyenyak itu, dan ingin sekali Devano mengusap perut yang masih datar itu..


namun tangan Devano bergetar ketakutan hanya dengan menyentuh tangan Kiana dengan pelan..


ia sangat takut jika menyakiti sang istri dengan sentuhannya.


hingga Mom Elle masuk mengusap pundaknya.


"nak!" ucap Mom Elle sedikit berbisik


"Mom?"


"Daddy sama yang lain sudah diluar!"


Devano mengangguk


"titip Kiana yah Mom!"


"iya sayang!"


*****


Daddy, Papi, Mami duduk dikursi tunggu.. dan dua orang pengawal berdiri disana.


"Maafkan Papi Van, karena Papi kalian harus menerima getah dari kesalahan yang papi buat!" ucap Papi benar benar merasa menyesal.

__ADS_1


Mami masih terlihat lemah dan berantakan, sedang bersandar dipundak Papi.


Devano hanya mengangguk karena iapun tidak tahu apa yang telah terjadi dimasa lalu orang tua mereka


namun ia sadar masa lalu tidak bisa dirubah namun masa depan masih bisa diperbaiki.


"maaf Pi, tapi sebenarnya apa yang telah terjadi?"


Papi membuang nafasnya kasar sebelum menatap Mami dan Daddy Bas bergantian.


ia merasa malu untuk mengatakan apa yang sudah terjadi.


"biar aku yang menjelaskannya!" ucap Daddy, membuat Devano menatapnya penuh tanya.


POV DADDY BASTIAN.


sekitar 22 tahun yang lalu.. aku, Danuenra, dan Mahendra sama sama menjadi pengusaha muda yang bersahabat tidak terpisahkan.


kami selalu menempel seperti perangko.


kami sama sama menjadi pengusaha muda yang cukup banyak digilai wanita, apalagi Si Danu..


saat itu aku dan Ellena sudah menikah, dan memiliki Devano kecil...


hingga Ningrum sahabat kecil Ellena hadir diantara persahabatan kami.


kedua sahabatku diam diam jatuh hati pada gadis cantik itu, namun untuk masalah perasaan baik Hendra maupun Danu tidak ada yang berani mengungkapkannya dengan jujur.


namun Ningrum sendiri sudah mengakui ketertarikannya pada Danuenra dihadapan Ellena sahabatnya.


bersamaan hari itu tiba tiba orang tua Mahendra datang meminan Ningrum, Ningrum tidak punya alasan untuk menolak Hendra yang mengajaknya bertunangan dulu, karena perasaannya pada Danuenra difikir tidak terbalaskan.


disinilah awal mula kehancuran persahabatan kami.."


"Cukup Bas biar aku yang mengatakanya!" sela Papi membuat Daddy berusaha menahan kembali sesak yang ia rasakan..


Daddy memang sepertinya tidak sanggup melanjutkan cerita yang akan mengingatkanya pada kejadian yang sudah ia coba untuk tidak diungkit lagi.


sedang Devano masih diam penasaran menunggu cerita selanjutnya.


Papi menarik nafasnya dalam dan membuangnya kasar sebelum mulai bercerita.


POV PAPI DANU

__ADS_1


Saat itu Hendra mengatakan pada kami jika ia harus melakukan perjalanan bisnis.


dan hanya kami yang dia percaya untuk menjaga dan menemani Ningrum, namun karena Ellena baru saja keguguran anak keduanya yang ditaksirkan seorang perempuan, Bastian harus fokus mengurus istrinya yang sangat terpukul apalagi kejadian itu membuat Ellena difonis tidak bisa mengandung lagi..


hari, pekan, dan bulan aku lalui hanya berdua bersama Ningrum, sedang Hendra belum juga kembali dan tidak pernah memberi kabar kepada kami.


dari sekedar menjemput dan mengantar Ningrum kembali hingga menemaninya makan dan berbelanja..


kedekatan kami itu ternyata memupuk perasaan yang sudah berusaha aku tutupi sejak awal.


hingga hari itu tiba...


hujan yang cukup awet membuat ku betah berlama lama dikediaman Ningrum yang memang saat itu tinggal sendiri..


petir dan badai membuat aku tidak bisa meninggalkan Ningrum yang terlihat ketakutan..


aku hanya mengikuti naluriku... aku ingin lebih dekat dengannya, melindunginya, dan memastikan dia baik baik saja.


hingga aku lupa siapa yang memulai..


dan kesalahan besar dimalam panjang itupun terjadi


aku baru tersadar dipagi hari saat Ningrum berada dalam pelukanku dengan pakaian kami yang sudah berserakan dimana mana.


jelas saja sebagai pria aku tidak ingin menjadi pengecut untuk orang yang aku cintai..


saat itu akupun bersikeras untuk bertanggung jawab dan memperjuangkan perasaanku walau Ningrum akan menolakku.


hari berlalu pekan, Ningrum mendiamkan ku dan tidak ingin menemuiku namun akhirnya aku tahu dari Bastian jika Ningrum telah mengandung anakku


Hendra belum kembali..


dengan dukungan Bastian tekadku pun membulat untuk menemui keluarga Ningrum diluar kota dan mengatakan apa yang telah terjadi diantara kami.


dan jalanku dipermuda karena orang tua Ningrum menerimaku, dan langsung memintaku menikahi Ningrum saat itu juga.


namun setelah menikah badai kembali menerjang, Hendra kembali dan sangat murka dengan penghianatanku..


aku memahami kekesalannya karena kesalahanku, namun aku juga tidak bisa melepaskan Ningrum dan buah cintaku.. apalagi aku sudah mengetahui isi hati Ningrum yang ternyata juga mencintaiku dari awal.


Hendra mulai mengganggu ketenangan rumah tangga kami, dari mulai merayu Ningrum agar meninggalkan ku, dan mengirim wanita bayaran untuk menjebakku meski rumah tanggaku sempat goyah namun semua itu mampu kami lewati dengan saling percaya..


hingga sikap otoriterku pun mulai terbentuk disana, aku mengekan Kiana kecilku, melarang ini melarang itu, selalu meminta orang untuk menjaga dan mengikutinya..

__ADS_1


iya aku takut... selain takut kepada kenekatan Hendra, aku juga takut dengan karma."


__ADS_2