SIMPANAN KAKAK IPARKU

SIMPANAN KAKAK IPARKU
MUSUH TAKDIR


__ADS_3

HAPPY READING


"saat kita bijak memandang segala hal saat itulah kita menjauh dari prasangka buruk!"


.


.


.


.


.


.


hingga siang hari kondisi Kiana belum membaik terpaksa Mom Elle memanggil dokter Dian untuk ke rumah besar itu lagi.


Disalah satu kamar lantai satu.


"bagaimana keadaannya Dian?"


"telat makan dan banyak fikiran membuat asam lambungnya naik mbak, dan tekanan darahnya juga tinggi!" ucap Dok Dian menimpali pertanyaan Mom Elle.


"tuh kan sayang, kamu jangan terlalu banyak fikiran dehh sampai makan dan tidur kamu enggak dijaga!" Mom Elle tahu persis Kiana sampai tidak tidur semalam karena pengakuan Kiana sendiri.

__ADS_1


membuat Dok Dian menggeleng dan menyesalkan perbuatan Kiana.


"Seharusnya organ pencernaan menyiapkan energi untuk esok hari, malah disuruh bekerja untuk mencerna makanan saat itu. Alhasil, asam lambung kamu naik dan akhirnya membuat kurang tidur menjadi penyebab maag kamu kambuh keesokan harinya!"


meski didalam hatinya Dok Dian bingung dan bertanya tanya ada apa dengan keluarga Wiryawan, semalam ia datang melihat kondisi Balqis anak angkat Wiryawan yang berstatus istri Devano sekarang ia sudah disini lagi untuk mengecek kondisi anak kandung Wiryawan... kenapa kedua wanita itu sampai stres dirumah ini, bahkan salah satunya sampai pingsan semalam dan sekarang satunya sudah lemas tidak bertenaga.


namun mengingat keakraban kedua keluarga besar itu apa lagi sekarang menjadi besanan membuat Dok Dian cukup mengerti.


sedang Kiana yang sedang bersandar di sandaran tempat tidur itu sangat malas menanggapi apapun sekarang, ia memilih diam dan mendengarkan percakapan mom Elle dengan Dok Dian.


setelah memberi resep di kertas kecil untuk ditebus di apotek, Dok Dian pamit untuk kembali ke RS.


namun saat mengantar Mom Elle mengantar Dok Dian keluar, dengan langkah sedikit sempoyongan Kiana ingin mencari ponselnya untuk meminta Hilda menemuinya.


"bagaimana keadaan istri Devano Mbak?"


Mom Elle tahu yang dimaksud adalah Balqis, ia belum menjelaskan status Kiana sendiri karena tentu akan membuat banyak pertanyaan dikepala Dok Dian..


"Devano mengantarnya ke rumah sakit, sesuai anjuran kamu Dian!"


Dok Dian mengangguk.


"syukurlah, aku khawatir terjadi sesuatu dengan kandungannya.. anakmu itu benar benar nakal Mbak!" Dok Dian kesal jika mengingat kejadian semalam.


"iya aku juga sedikit kesal padanya! tapi, mau bagaimana lagi dia sudah dewasa aku dan Daddynya sudah tidak bisa terlalu banyak mencampuri rumah tangganya!"

__ADS_1


"tapi kalian juga harus menasehatinya Mbak, jangan sampai karena keegoisan Devano anaknya sendiri dalam bahaya.. lagian istrinya sudah hamil lalu kenapa Devano tidak bisa membuat istrinya bahagia dan merasa tenang! aku lihat semalam karena stres dan tekanan, istrinya sampai pucat seperti darah sudah berhenti mengalir di tubuhnya itu yang membuatnya pingsan hingga berjam jam untung tidak terjadi yang lebih mengerikan!"


ucapan Dok Dian dengan kesal dengan sedikit membuat tekanan agar Mom Elle bisa memperhatikan hubungan anaknya itu seperti suatu pukulan kasar di setiap titik tubuh Kiana yang sekarang juga mendengar percakapan mereka.


setelah rasa sakit dan cemburu menggerogoti hati dan kepalanya sekarang ia harus merasa menjadi orang yang paling bersalah sudah membuat kakaknya sendiri stres dan bisa menjadi penyebab anak tidak berdosa didalam perut kakaknya celaka.


Kiana meresot kelantai berusaha menguatkan hatinya, agar tubuhnya yang sudah semakin melemas itu memiliki tenaga untuk bangkit.


namun belum juga bangkit ucapan Mom Elle membuatnya semakin drop, seperti mendapat hantaman benda berat bekali kali didada dan kepalanya.


"keponakanmu itu sebenarnya tidak mencintai Balqis Dian, dia menikahi wanita itu karena wanita itu terlanjur mengandung anaknya!" ucap Mom Elle Lirih membuat Dok Dianpun ikut terkejut.


entah kenapa Mom Elle merasa harus mengatakan itu!


yah tanpa sepengetahuan Devano, Daddy Bastian dan Mom Elle sudah tahu alasan kenapa putranya itu ngotot memilih menikahi Balqis.


saat Kiana kabur melihat kegusaran putranya hingga tidak mempedulikan Balqis Daddy sadar perasaan yang ditutupi putranya selama ini. hingga ia penasaran dan mencari tahu apa yang membuatnya hingga ngotot menikahi Balqis.


sekarang Kiana tidak bisa berfikir normal lagi, otaknya mendadak buntu, dan hatinya jangan tanyakan.. ia tidak ingin mendengar hal yang lebih menyakitkan lagi hingga membuatnya mati muda karena penyakit yang menggerogot hatinya.


ternyata Devano si tampan yang dingin, jarang bercerita, berkarisma, seperti tokoh dalam novel fantasi yang sering di bacanya... ia puja puja selama ini hingga hatinya terjebak disana, ternyata tidak lebih dari seorang baJjingan. fikir Kiana.


"apa salahku sampai takdir begitu memusuhiku??"


Kiana meremmas dadanya bersamaan ia merasa gejolak diperutnya kembali di aduk.

__ADS_1


__ADS_2