Status Ayah Di Akta Anakku

Status Ayah Di Akta Anakku
53. Bertemu Asha


__ADS_3

Saat Aji turun dari mobil, dia menatap Asha dengan mata berkaca-kaca. Tidak menyangka akhirnya bisa bertemu dengan wanita itu setelah sekian tahun. Asha masih tetap cantik seperti dulu, tidak ada yang berubah sama sekali. Hanya sekali sekarang lebih sederhana mungkin karena tempat tinggalnya yang berada di pedesaan. Dulu saat bersama saja, sudah sederhana apalagi sekarang.


Perlahan pria itu melangkahkan kakinya, ingin sekali berlari dan segera memeluk sang istri. Namun, dia ingin menikmati momen ini. Apalagi Asha juga sedang memeluk sang putra, tidak menyadari keberadaan Aji di sana. Pria itu tidak ingin mengganggu interaksi anak dan ibu itu, hingga dia mendengar Khairi berbicara tentang dirinya.


Saat itulah Asha mendongakkan kepala dan tatapan mata keduanya. Terpancar rasa rindu yang begitu besar dari mata mereka masing-masing, tidak bisa dibohongi jika cinta itu masih ada dan sangat besar. Jarak mereka semakin menipis, hal itu membuat keadaan keduanya tidak baik-baik saja. Tubuhnya terasa begitu dingin, jantung pun berdetak tidak beraturan.


Begitu sudah dekat dan hanya tinggal beberapa langkah, Asha justru memundurkan tubuhnya. Antara percaya dan tidak jika di depannya adalah benar-benar pria yang mengisi hatinya. Secara tidak sengaja, hampir saja Asha jatuh karena kakinya tersandung kursi. Untung saja Aji segera menangkap wanita itu dan memeluknya dengan erat.


Asha hanya diam mematung. Kedua tangannya pun dia biarkan menggantung di kedua sisi tubuhnya, tanpa membalas pelukan sang suami. Saat ini otaknya sedang tidak bisa berpikir dengan jernih, semua terasa seperti mimpi, sementara Aji terus memeluk sang istri. Meskipun dia tahu tidak mendapat sambutan, tapi pria itu tidak peduli.


Saat ini yang penting baginya adalah membawa Asha pulang. Dia akan berusaha sekuat tenaga agar bisa membawa wanita itu kembali ke tempat seharusnya. Akan Aji lakukan apa pun untuk sang istri. Jika memang wanita itu sudah tidak mencintainya, dia akan berusaha untuk mengejarnya. Anggap saja sebagai usaha untuk mendapatkan cinta karena dulu belum berusaha sama sekali, itulah tekad Aji.


Dulu dia tidak pernah berjuang untuk mendapatkan cinta istrinya. Sekarang pria itu memiliki kesempatan, Aji akan menggunakan semuanya dengan yang sebaik-baiknya. Kali ini apa pun akan dilakukannya.


"Maafkan aku atas semuanya, aku telah berdosa padamu, maafkan aku," gumam Aji terus menerus di sela pelukannya dengan sang istri.

__ADS_1


Bik Ika sendiri menatapnya dengan mata berkaca-kaca, tidak menyangka akhirnya hari ini datang juga. Telah lama dia menunggu, ternyata Tuhan begitu baik masih bisa memungkinkan mereka bertemu. Meskipun tidak tahu bagaimana hubungan nanti ke depannya.


Asha tersadar dari lamunannya. Dia segera mendorong tubuh Aji, air matanya pun tidak kalah derasnya. Antara bahagia sedih kecewa semuanya bercampur menjadi satu, tidak tahu harus bersikap seperti apa. Wanita itu tidak pernah menyangka jika akan bertemu dengannya lagi hari ini.


Entah apa maksud dari kedatangan pria itu, dia berharap kedatangannya bukanlah sesuatu musibah, yang nantinya akan memisahkan dirinya dengan Khairi. Asha tidak akan sanggup jika harus berpisah dengan putranya. Selama ini anak itulah sumber kekuatan dalam dirinya, entah bagaimana nanti jika harus terpisah.


"Mas, mau apa datang ke sini?" tanya Asha dengan suara bergetar.


"Aku sengaja ingin menemuimu, aku sudah mencarimu ke semua tempat, tapi tidak tahu di mana kamu berada. Kenapa kamu tidak pernah kembali ke rumah? Kedua orang tua kita menunggumu, mereka khawatir padamu, takut terjadi sesuatu," jawab Aji.


Asha menggeleng dengan cepat, masih teringat jelas bagaimana tekad sang papa untuk memisahkannya dan Khairi. Padahal saat itu dirinya sudah memohon agar tidak memisahkan dia dan sang buah hati, tetapi Papa Roni tidak mau tahu dan tetap pada keinginannya. Akhirnya Asha pun memilih mengalah dan pergi dari kehidupan mereka.


"Mama, kenapa usir papa? Papa 'kan baru pulang. Selama ini kita selalu menunggu papa pulang, kenapa sekarang saat Papa pulang malah Mama mengusirnya? Kalau papa pergi, aku juga akan ikut papa," ucap Khairi dengan mata berkaca-kaca.


Baru saja dia bahagia mendengar jika dirinya punya papa dan saat ini sedang bersama, tetapi sang mama malah tidak mau dan mengusirnya. Dalam hati, anak itu mengira jika mamanya masih marah pada sang papa, itulah kenapa Khairi tidak ingin mereka berpisah. Seperti keinginan papanya bahwa dia harus membantu Aji untuk mendapatkan maaf.

__ADS_1


Asha mendekati sang putra, berjongkok di depannya dan berkata, "Sayang, bukan seperti itu maksudnya. Sebenarnya dia itu bukan pa—"


"Asha!" sahut Aji dengan mata melotot, dia tidak ingin Khairi tahu jika terlahir tanpa seorang ayah. Apalagi jika sampai mengetahui asal usul keberadaannya, itu pasti akan sangat menyakitkan untuk anak itu. Aji sangat tahu bagaimana kehidupan istri dan anaknya selama ini tanpa dirinya. Bagaimana nanti mental Khairi saat mengetahui yang sebenarnya.


Pria itu pun meminta pada Bik Ika, yang baru dia sadari keberadaannya untuk membawa Khairi masuk ke dalam rumah. Aji akan bicara dengan Asha dari hati ke hati lebih dulu.


"Nggak mau! Aku nggak mau masuk ke rumah. Nanti papa akan pergi," tolak Khairi dengan terus bersembunyi di belakang Aji. Anak itu menarik baju papanya dengan kuat.


Aji pun memberi pengertian pada anak itu agar mau masuk ke dalam rumah. Dia janji akan menemuinya lagi nanti setelah berbicara dengan Asha. Dirinya akan ikut masuk ke dalam rumah juga. Akhirnya dengan bujukan Bik Ika dan juga Amira, Khairi pun mau masuk ke dalam rumah dan akan menunggu papanya di dalam.


"Apa kamu akan mengatakan yang sejujurnya pada Khairi? Bukankah selama ini kamu mengatakan jika aku ini papanya untuk menjaga perasaannya? Kenapa sekarang saat aku sudah datang kamu malah ingin menghancurkan semuanya? Tidakkah kamu berpikir tentang perasaan dan hatinya? Dia sudah cukup menderita selama ini, jangan ditambah lagi," ucap Aji dengan pelan meski hatinya saat ini sudah sangat emosi.


"Tahu apa kamu dengan penderitaan kami selama ini? Kami sudah terbiasa hidup bersama di rumah ini. Selama ini juga kami baik-baik saja, tidak kekurangan apa-apa. Justru kedatangan kamu ke sini malah mengusik kehidupanku. Bukankah kita sudah bercerai jadi, untuk apa lagi Mas datang ke sini? Lebih baik Mas pergi dan pura-pura tidak tahu keberadaanku. Aku harap Mas juga tidak memberitahu papa dan mama," ujar Asha dengan menggebu.


Meskipun dalam hatinya dia sangat ingin bertemu dengan kedua orang tuanya, tetapi akalnya menolak. Entah bagaimana keadaan mereka saat ini, Asha berharap mereka baik-baik saja. Selama ini wanita itu juga selalu bermimpi bertemu dengan papa dan mamanya, yang selalu meminta agar dirinya segera pulang, tetapi dia terlalu takut akan kenyataan yang ternyata tidak sesuai keinginannya.

__ADS_1


"Benarkah kalau kehidupanmu baik-baik saja? Lalu kenapa di sekolah Khairi justru harus dibully oleh teman-temannya? Bahkan mendapatkan perlakuan tidak adil oleh para gurunya."


Asha mengerutkan keningnya, dia tidak mengerti maksud pria itu dan bertanya, "Maksud kamu apa, Mas?"


__ADS_2