Status Ayah Di Akta Anakku

Status Ayah Di Akta Anakku
84. Ingin bertemu


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Aji memulai pembicaraan.


"Aku ingin bertemu dengan Asha, hanya sebentar saja. Aku ingin meyakinkan hatiku, bahwa Asha benar-benar sudah tidak menginginkanku lagi. Jujur dalam hati, aku masih meyakini bahwa masih ada cinta di hati Asha untukku," pinta Arvin sambil menatap lawan bicaranya.


Aji berdecih kesal, bisa-bisanya ada orang yang sepercaya diri itu. "Kamu terlalu percaya diri. Asha sudah menjadi istriku. Kalaupun dia masih mencintaimu, tidak sepantasnya kamu berhubungan lagi dengannya karena kalian adalah masa lalu. Sekarang aku adalah masa depannya, tidak peduli bagaimana perasaanmu, yang paling penting adalah hubungan yang sah di antara aku dan Asha. Aku harap sebagai sesama pria kamu mengerti apa yang aku maksud. Aku tidak ingin mencari musuh jadi, lebih baik kamu lupakan saja apa yang sedang kamu lakukan hari ini. Pikirkan juga semuanya dengan baik-baik."


"Itu tidak semudah yang kamu katakan. Kamu jangan egois, aku dan Asha sudah menjalani hubungan bertahun-tahun. Saat Asha mengalami musibah itu, aku sedang dalam keadaan aku bingung harus melakukan apa. Sampai akhirnya aku sadar kalau aku masih sangat mencintai dan ingin memilikinya. Aku sungguh menyesal dan ingin kembali padanya. Aku mohon kembalikan Asha kepadaku."


Sontak ucapan Arvin membuat Aji emosi, padahal sedari tadi dia sudah sangat berusaha menahannya. Sepertinya Arvin juga orang yang tidak tahu diri.


"Kamu pikir Asha itu mainan, yang bisa kamu buang dan kamu minta seenaknya! Dia punya hati dan perasaan, tidak bisa seenaknya saja kau permainkan! Apalagi sekarang dia sudah menjadi istriku dan dia juga mencintaiku, mana mau dia kembali padamu. Seharusnya kamu berpikir dulu sebelum mengganggu rumah tangga orang lain. Jangan sampai aku melakukan sesuatu yang pasti akan kamu selesai seumur hidup. Aku tidak pernah main-main dengan apa yang aku katakan. Semoga saja kamu mengerti tanpa harus aku melakukan sesuatu."

__ADS_1


Arvin begitu terkesiap mendengar apa yang dikatakan oleh Aji. Dia tidak menyangka jika pria itu akan semarah ini. Padahal tadinya Arvin berpikir jika Aji akan melepaskan Asha begitu saja, mengingat pernikahan mereka didasari ketidakadaan cinta sama sekali. Sedikit banyak Arvin memang mencari tahu tentang rumah tangga Asha dan dia juga cukup terkejut karena mereka menikah atas perjodohan. Entah keluarga Aji tahu atau tidak mengenai kehamilan wanita itu sebelum menikah.


"Apa kamu takut jika Asha bertemu denganku dan dia lebih memilih kembali bersamaku?" Arvin sengaja mengejek Aji agar pria itu mau mempertemukan dirinya dengan Asha. Namun, hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan.


"Sudah aku bilang kalau Asha bukanlah boneka yang bisa kamu permainkan. Dia juga tidak pernah berniat untuk kembali padamu jadi, sebaiknya lupakan saja keinginanmu untuk kembali bersama dengannya," sahut Aji dengan sedikit kesal.


"Oh ya! Kalau begitu buktikan jika apa yang kamu katakan itu benar. Pertemukan aku dengan Asha, biar dia yang memilih."


"Aku hanya ingin memastikannya saja, apa yang kamu katakan itu benar atau tidak. Jika memang Asha sudah tidak memiliki perasaan apa pun padaku, aku akan mengalah dan tidak akan mengganggu kehidupan rumah tangga kalian lagi.


Aji menatap Arvin sejenak. Sebenarnya dia terlalu malas untuk melakukan hal yang tidak penting seperti ini, tapi demi menjaga keutuhan rumah tangganya, sepertinya dia harus menuruti permintaan Arvin.

__ADS_1


"Baiklah, nanti akan aku sampaikan permintaanmu pada Asha. Aku tidak bisa memaksanya jika dia tidak mau bertemu denganmu. Apa pun pilihannya kamu harus menerimanya."


Arvin mengangguk saja meskipun dia merasa ragu. Apalagi saat melihat keyakinan di wajah Aji, seketika nyalinya menciut. Pria itu takut jika Asha benar-benar tidak mau kembali bersamanya. Padahal Arvin sangat menginginkan kembali merajut kasih dengan wanita itu.


Setelah dirasa tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, Arvin pun pamit pergi dari sana. Dia meninggalkan nomor ponselnya pada Aji, untuk menggambarkan padanya jika suatu saat Asha mau bertemu dengannya. Meskipun kemungkinannya sangat kecil, tapi pria itu masih sangat berharap jika Asha mau kembali bersama dengannya. Mengingat bagaimana mereka dulu bersama.


Arvin pergi ke sebuah taman, di mana dulu dia sering menghabiskan waktu bersama dengan Asha. Pria itu merogoh sakunya dan mengeluarkan benda kotak di dalamnya. Ada sebuah cincin, sesuatu yang sengaja Arvin persiapkan saat kembali ke tempat tinggalnya lima tahun yang lalu. Dulu saat dia kembali ke sini, pria itu ingin menemui Asha dan mengatakan jika mau menerima keadaan wanita itu. Namun, sayang dia mendapatkan berita jika Asha sudah menikah.


Yang lebih parahnya lagi Asha tidak tinggal lagi di kota itu. Sungguhan sakit sekali hatinya. Arvin ingin mencari keberadaan wanita itu. Namun tidak pernah ditemukan, hingga akhirnya kemarin dirinya dipertemukan lagi dan dia tidak ingin kesempatan yang ada. Apa pun akan pria itu lakukan agar bisa bersama dengan wanita yang sangat dicintainya itu.


Asha adalah wanita yang baik, pasti rumah tangganya akan bahagia. Namun, saat melihat Aji yang begitu menjaganya Arvin jadi ragu. Apa lima tahun ini sudah menumbuhkan cinta di antara mereka? Sungguh dada Arvin merasa sesak. Apa dia rela melepas Asha?

__ADS_1


__ADS_2