Suami Kaya Rayaku Yang Malang

Suami Kaya Rayaku Yang Malang
Bab 11 Siapa kamu?


__ADS_3

Neyza mempersilahkn Ogi untuk masuk ke dalam ruang tamu. Sementara Neyza memanggil tante Dena yang masih makan bersama teman-teman yang lainnya.


Neyza : "Tante Dena. Ada yang nyari di ruang tamu?", bisik Neyza saat tante Dena sedang mengambil dessert di sebuah meja. Tante Dena tersenyum. Mengangguk. Neyza mengantar tante Dena ke ruang tamu.


Tante Dena : "Ogi. Susah nyari alamatnya?


Ogi berdiri dari tempat duduknya. Ia menyambut kedatangan mamanya dan memeluknya.


Ogi : "Gak kok, ma. Tadi juga ketemu satpam. Jadi gak nyasar." Ogi melirik Neyza dan Neyza hanya menahan malu. Wajahnya memerah.


Tante Dena : "Oia, kenalin. Ini Neyza."


Ogi : "Uda kenal, ma. Mama. Ini barang yang ketinggalan." Ogi memberikan sebuah tas kecil yang langsung diterima oleh tante Dena. Ia pun kembali berkumpul dengan teman-temannya meninggalkan Neyza dan Ogi sendiri.


Ogi : "Jadi nama kamu Neyza?"


Neyza : "Namamu Ogi."


Ogi : "Yaudah, Bu Neyza. Saya pamit dulu. Terima kasih sudah menjamu mama. Titip ya?"


Neyza : "Ish. Kamu pikir mama kamu barang?"


Ogi : "Kapan-kapan main ke sini ya?"


Neyza : "Kok sok akrab gitu, sih?"


Ogi : "Mamaku. Bukan aku."


Neyza : "Gak usah ijin kali. Sana pulang."


Ogi : "Ngusir-ngusir kok kayak sok akrab gitu sih?" Ogi tertawa karena membalikkan perkataan Neyza.


Ogi pun pamit. Neyza pun masuk ke dalam rumah.


"Halo, Wen.", sapa Neyza dalam sebuah telepon malam ini.


Weni : "Belum tidur."


Neyza : "Aku tadi ketemu cowok. Nyebelin."


Weni : "Sapa?"


Neyza : "Anaknya temennya mama. Ogi namanya."


Weni : "Ooo, aku pikir si Rion."


Neyza : "Kenapa jadi dia sih?"


Weni : "Biasanya yang kamu ceritain ya si Rion itu. Selalu nyebelin. Usil."


Neyza : "Gak. Ini beda"


Weni : "Bedanya?"


Neyza : "Orangnya tenang. Dan first impresion dia tuh. Entah. Beda aja."


Weni : "Ganteng"


Neyza : "No. He's sweet."


Weni : "Hmm... kamu Gak mungkin secepat ini suka sama dia."


Neyza : "Tapi aku penasaran."

__ADS_1


Weni : "Kamu cuman penasaran. Gak lebih. Gak biasanya kamu kayak gini."


Neyza : "Apaan sih, Wen?"


Weni : "Aku kenal kamu ya, Ney. Kamu kenapa?"


Neyza : "Gak tahu ah. Jadi bete deeeh, Weni. Besok lanjut lagi. Dadaaagh." Neyza menutup teleponnya dengan kesal. Weni memang seperti separuh jiwanya. Tapi kenapa hati Neyza juga ikut tak tenang?


Keesokan paginya, Bili sudah berada di rumah kontrakan Rion untuk menjemputnya ke kampus.


Bili : "Bre. Neyza gak kelihatan."


Rion : "Semalam habis dari kontrakan gue dia pergi. Kayaknya gak pulang semalam."


Bili : "Lhooo. Kemana dia."


Rion : "Gue bukan emaknya. Kalo dia datang lu tanya dari hati ke hati."


Bili : "Awas lu ye kalo suka ama dia terus bucin tanya-tanya dia belum pulang."


Rion : "Amit-amit, Bil. Galaknya melebihi emak yang tupperwarenya dihilangin anaknya."


Bili : "Karma lu. Awas nangis-nangis ke gue."


Rion : "Cerewet kayak emak-emak lu. Yuk cabut. Keburu datang tuh nenek bisa-bisa kita diteriakin."


[Di kantin kampus]


Bili : "Gue mau beli minum. Lu mau minum apa?"


Rion : "Yogurt dingin, Bil. Ni duitnya." Sambil memberikan selembar uang seratus ribu rupiah.


Bili : "Gue ada duit. Baru gajian."


Bili : "Jadi kurir emak gue yang kateringnya sekarang mulai rame. Dia gak mau kalo gue gak dibayar. Belajar kerja."


Suasana kantin nampak ramai. Rion melihat sekeliling. Tak satu pun yang ia kenal. Mahasiswa muda dan beberapa mahasiswa dari jurusan lain juga ada.


"Gue gak suka sama dia. Tapi kalo buat nemenin waktu gue jenuh. Iya gue butuh teman perempuan." sebuah pembicaraan dari meja sebelah.


"Kasihan ceweknya lah. Lu pikir apaan anak orang lu gantung gitu.", seorang menimpali.


"Namanya juga anak muda. Pinginnya senang-senang dulu.", balasnya.


"Nih, minuman lu.", Bili memberikan minumannya kepada Rion.


Rion membuka yogurt dingin dan meminumnya.


Bili : "Lu jangan jadi tukang gosip ya? Sekalinya nguping aja serius kayak ujian."


Rion tertawa geli melihat respon Bili.


Bili : "Bre. Itu Hani, bukan?"


Rion : "Eh mana?"


Bili menunjuk arah Hani berdiri ditemani seorang pria. Rion menghela napas. Ia menghabiskan yogurtnya.


Bili : "Lu patah hati?"


Rion : "Gue habis nembak dia."


Bili : "Yaudah gue tahu kelanjutannya. Sabar. Lu bisa dapatin yang lebih baik lagi."

__ADS_1


Rion : "Siapa emang?"


Bili : "Neyza. Hahahhahha..."


Rion : "Idih."


Rion dan Bili sedang berjalan menuju perpustakaan. Seorang perempun diam-diam mengikuti mereka. Rion yang sadar ada yang mengikuti, mengambil jalan lain agar segera memutar balik dan....


Perempuan tadi berhenti. Ia sadar bahwa hanya Bili yang berjalan sendiri. Ia menoleh dan mencari keberadaan Rion. Ia kembali berjalan dan sesampainya di sebuah ruangan mendekati pintu masuk perpustakaan, Rion menarik tangannya. Perempuan tersebut terkaget. Ia tak menyangka Rion mengetahuinya.


Rion : "Ada perlu sama gue?"


"Hmm.. Iya harusnya. Kok lu tahu gue ikutin lu?"


Rion : "Lu gak expert. Buruan. Apaan?"


"Gue Ria. Gue cuma mau kasih tahu lu. Hati-hati sama cewek-cewek junior. Ada yang mau jebak lu kalo dia pura-pura hamil. Dia pingin lu jadi suaminya tapi pake cara instan."


Rion merasa heran dengan informasi itu. Ia merasa tak berinteraksi dengan siapapun.


Rion : "Lu sapa sih? Pake acara pake masker pake hoodie gitu."


Ria : "Ya gue kan takut ketahuan. Makanya gue nyamar."


Rion : "Nyamar lu gak asik."


Ria : "Gitu aja pokoknya. Gue cabut dulu."


Ria baru saja akan pergi namun Rion menahan dan membuka hoodie Ria dan membuka maskernya. Rion terkesima dengan wajah cantik Ria.


Ria: "Ih... Apa-apaan sih lu?"


Rion yang sempat terdiam akhirnya terkejut dengan perkataan Ria. Ria yang sebal dengan tingkah laku Rion cepat-cepat pergi meninggalkan Rion yang sepertinya sedang melamun tentang kehadiran Ria.


[Perpustakaan]


Rion menceritakan perihal yang terjadi padanya kepada Bili.


Bili : "Gue yakin itu ciwi-ciwi gak jelas yang ngejar-ngejar lu."


Rion : "Tapi, gimana si Ria tahu, sih?"


Bili : "Gue juga curiga tuh. Jangan-jangan dia yang rancang semua ini."


Rion : "Gimana kalo masa bodoh?"


Bili : "Ya gak perlu diremehkan juga, sih. Lu perlu waspada. Hindari kerumunan. Kelar ini langsung pulang."


Rion : "Gue cuma takut satu hal. Ria dalam bahaya kalo dia ketahuan bocorin ini."


Bili : "Kenal aja gak lu sama dia."


Rion dan Bili berjalan ke parkiran untuk segera pulang. Tiba-tiba...


"Rion. Mau kemana kamu?", seorang perempuan mencegahnya masuk ke area parkir. Rion dan Bili diam. Nampaknya semakin kemari kata-kata Ria nyata juga.


Rion : "Lu siapa?"


"Gak inget kamu malam itu..", bicaranya terputus. Ia menangis.


"Kamu jahat, Rion. Aku uda hamil.", Bili membuka mulutnya tak percaya.


Omongan Ria...

__ADS_1


__ADS_2