
Rion menggeleng. Memastikan bahwa tuduhan Neyza tidak benar. Ia hanya tidak mau Lisa merasa terganggu dan berhutang kebaikan kepada Bili. Walau itu hal yang wajar. Seseorang bisa menjatuhkan hatinya pada siapa dan dengan siapa saja.
Keesokan harinya di kantor Rion. Setelah rapat dengan beberapa karyawannya, Bili masih berada di ruangan Rion membahas tentang laporan perusahaan. Rion sesekali melihat ponselnya. Ia nampak sedikit terburu-buru karena sebuah keperluan. "Ada acara habis ini?" tanya Bili sambil merapikan dokumen. Rion menjawab tidak. Namun ia menunggu Neyza menghubunginya untuk makan siang bersama. Rion bertanya kepada Bili perihal hubungannya dengan Lisa dan Shena. "Kira-kira diantara mereka berdua, lu milih siapa?" Bili nampak sedikit terkejut.
Membicarakan kedua perempuan itu rasa-rasanya sangat menggelikan untuk Bili. "Kok lu tiba-tiba tanya mereka? Ada apa?" Bili selesai merapikan kertas-kertas rapat tadi. Rion laku bersandar dan memberikannya secangkir teh hangat yang baru saja ia tuangkan. "Gue penasaran aja. Kalo sama Lisa gue yakin lu kayak Abang aja buat dia. Kalo gue gak salah lihat. Tapi kalo Shena gak tahu," Bili tersenyum. Ia beruntung karena Rion mengatakan hal yang selama ini ia simpan. Sesungguhnya ia tidak betul-betul menyukai Lisa seperti hal nya laki-laki dewasa menyukai perempuan dewasa. Namun sejak di Jepang. Memang ia lebih banyak bertemu dengan Lisa di apartemen Rion. Mereka saling berbagi cerita tentang Jakarta dan tentang perkuliahan. Wajar bila keduanya semakin dekat. Apalagi sejak kejadian yang hampir membahayakan nyawa Lisa, Bili merasa ia memang dibutuhkan untuk melindungi keluarga Rion. Umur yang terlalu jauh pun nampaknya juga menjadi kendala. Bili mempunyai kebutuhan pernikahan setelah ini. Dan tak mungkin pilihan itu jatuh pada Lisa.
Di satu sisi, Nama Shena juga kerap ada dalam pikirannya. Ia pun mencoba mencurahkan isi hatinya kepada sahabatnya itu. Bili juga tak ada rasa kepada Shena. Ia hanya sekedar membantu saat Shena memerlukan bantuan di hari pertama mereka bertemu. Tak heran, setelah kejadian yang smaa persis dialami oleh Lisa, Shena juga merasa banyak berhutang dan Bili pun sebagai manusia punya insting menolong yang kuat. Dengan cepat ia mampu pergi ke rumah Lisa tanpa berpikir panjang.
Bili mengusap wajahnya. Nampak ada yang bebas dalam batinnya. Rasa bingung yang menimpanya dalam beberapa hari terakhir. Ia tak pernah menyangkan serumit itu masalah hati terhadap perempuan.
Rion tertawa. Ia juga merasa lega karena bisa menyelesaikan permasalahan hati Bili. Ia memberikan masukan agara Bili segera 'bertindak tegas' kepada keduanya. Untuk tetap menjaga jarak dan komunikasi agar tidak diary ikan berbeda.
"Gue sering dihubungi Shena untuk makan di luar atau makan malam di rumahnya. Bareng Bokap Nyokapnya. Tapi gue gak ada kebutuhan khusus untuk memenuhi keinginan dia," Rion mengangguk setuju. Itu ia lakukan semata-mata agar Shena tidak berharap banyak kepada Bili.
Rion menyarankan agar Bili segera mencari seseorang yang lebih siap untuk ke jenjang pernikahan. Bili meminta doa agar harapannya segera terkabulkan.
__ADS_1
....
....
Setahun berlalu. Sebuah kotak berukuran sedang berhias bunga dan pita berwarna salem tergeletak rapi di rumah makan Neyza dan Rion saat pagi hari. Mereka berdua turun untuk melakukan sarapan Pagi dan melihat benda cantik yang mencurigakan. "Sayang, ini apa?" kata Neyza pada Rion. Suaminya masih asyik mengambil roti gandum. Ia menggeleng. "Aaaaaa...." Neyza berteriak. Rion terkejut dengan ekspresi Neyza.
Ia lalu memberikannya kepada Rion. Bola mata Rion membesar. Ia tak salah melihat. Undangan pernikahan Bili dan seorang yang ia kenal juga.
"Kok bisa Weni gak kasih tahu aku kalo dia jadi target Bili?" Neyza merasa kesal dengan undangan itu walau nampak bahagia. Rion tertawa. Ia hampir lupa untuk memasukkan roti ke dalam mulutnya. Bili juga tak menceritakan hal ini kepadanya. Ini sebuah kejutan yang sangat besar. Setahun lalu Rion memang pernah berpesan untuk Bili agar segera mencari perempuan yang pas untuknya. Namun nama Weni tak ada di kamusnya. Ia bahkan tertawa dengan kejadian ini. sementara Neyza masih berkutat dengan rasa sebalnya.
Jodoh itu rumit.
Rion dan Neyza mengajak Bili dan Weni ke sebuah restoran. Keempatnya baru saja bertemu. Duduk berpasang-pasangan. Saling menatap tak berbicara. Tak ada senyum dari Rion dan Neyza. Pun Weni dan Bili sedikit menyembunyikan rasa malu mereka. Hampir sekitar satu menit mereka hanya saling menatap hingga seorang pramusaji datang ke meja mereka dan memberikan daftar menu.
Rion dan Neyza tersenyum. "Kalian berdua, nih ya. Gak ada kabar apa-apa udah bikin orang kaget aja," kata Rion membuka pembicaraan. "Aku masih ada perlu sama kamu, ya. Jangan santai dulu," Neyza mengancam Weni. Sahabatnya hanya tersenyum sambil menggoda Neyza. Kemudian mereka berpelukan. Melampiaskan kebahagiaan yang tertunda.
__ADS_1
"Jadi, yang inisiatif buat deketin siapa?" Weni diam. "Ya masa aku, sih, Rion," Rion hanya mengangguk. "Iya, sih. Dia emang punya karisma di situ. Banyak yang klepek-klepek sih buat dia," Weni memandangi calon suaminya itu. Bili hanya mencoba menenangkan Weni. "Ujung-ujungnya kamu kan yang aku, pilih?" Neyza memanggil Rion. "Panas di sini. AC gak nyala, ya?" Neyza mencoba menggoda pasangan baru ini.
"Sejak lu bilang untuk cari calon bini. Gue secara gak sengaja ketemu Weni. Kita banyak ngobrol. Akhirnya kita sering tuh sharing masalah kantor. Terus, gue yang punya inisiatif tiga bulan lalu buat ngelamar dia. Surprise juga sih dia nerima. Tapi jujur gue gak pake ilmu pelet," Weni memukul lengan Bili. Semua orang tertawa.
Satu minggu setelah itu. Acara pernikahan Bili dan Weni berlangsung lancar dan khidmat. Mereka telah resmi menjadi suami istri Regina dan Ogi juga datang sebagai tamu. Regina telah mengandung dua bulan anak Ogi. Lisa juga datang sebagai tamu. Ia bersama seorang teman yang menemaninya.
Hari itu kehidupan nampaknya sedang dalam ketenangan.
(bersambung)
********Spoiler********
Untuk episode selanjutnya, Rui dan Lalita sudah beranjak dewasa. Hani dan Tito akan bebas dari masa tahanan.
Apa yang akan terjadi di kehidupan mereka selanjutnya?
__ADS_1
Terima kasih sudah mendukung kisah Rion, Neyza dan yang lainnya.