Suami Kaya Rayaku Yang Malang

Suami Kaya Rayaku Yang Malang
Bab 95 Berdebar


__ADS_3

Rion tersenyum pada Hani yang


menyapanya. Ada kehangatan dari pasangan berbahagia ini. Kulit Hani memang


lebih banyak kusam. Suaranya sudah mulai sedikit berubah. Senyumnya pun tak


seperti Hani yang ia kenal dulu. Belasan tahun di penjara membuatnya banyak


berubah.


Mereka segera pergi ke rumah Heri.


Rumah besar hasil jerih payahnya. Hani tersanjung dengan kerja keras Heri. Ia tak


mengira Heri sudah mulai mapan secara finansial dan kemandirian sebagai pria


dewasa. Hani nampak belum terbiasa dengan rumah mewah itu. Berada di ruangan


sempit menjadikannya seperti orang udik. Berada di penjara membuatnya ingin


memulihkan banyak waktu bagi dirinya. Hutang besar terhadap Lalita dan Heri


menjadi sebuah tujuan besar untuknya.


Heri mempersilahkan Hani dan yang


lainnya. Empat cangkir teh apel hanget siap untuk dinikmati bersama kue lemon


kesukaan Hani. Heri menunjukkan sebuah pintu yang tertutup. Itu adalah sebuah


ruang perpustakaan. Ia tahu bahwa dirinya dan Hani adalah penggila buku. Sehingga


rumah ini sengaja disiapkan untuk sebuah temat khusus untuk ratusan buku yang


ia beli.


“Kamu sudah sukses ya, Her,” kata


Hani. Heri hanya tersenyum. Heri menampik bila standar sukses tak dapat


digambarkan dengan kekayaan apa pun yang ia raih saat ini. “Kesuksesanku ada


saat aku bisa mengalahkan diriku sendiri jauh sebelum aku mendapatkan semua


ini, Kak. Saat aku sedih dan putus asa, aku hampir tidak tahu kemana arah


tujuanku. Namun, Tuhan memang penuh keajaiban. Aku bisa mengalahkan rasa takutku


untuk menghadapi semua ini. Dan kalo bukan karena Lalita, aku sampai sekarang


jadi orang yang gak punya motivasi. Dan satu lagi, dua orang hebat di depanku


ini seperti malaikat yang bener-bener ada di dunia. Mereka gak bakal dipisahin


dari kehidupanku. Sampai kapan pun aku gak bisa balas apa-apa. Tapi aku berharap


aku bisa jadi apa yang mereka butuhkan,” Heri berkata sampai matanya


berkaca-kaca.


Hani mengusap air matanya. “Lalita


gimana? Apa dia tahu kalo sebenarnya aku dan tito di penjara?” Neyza cepat-cepat


memberikan senyumannya kepada Hani. Ia tahu bahwa ia dan Rion berusaha


semaksimal mungkin untuk membesarkan Lalita sebagai pribadi yang luas hati. Neyza


meminta maaf secara pribadi bila banyak kekurangan selama membesarkan Lalita. Namun

__ADS_1


Hani berulang kali mengucapkan permohonan maafnya karena Neyza dan Rion sudah


mendapatkan banyak kerepotan karena Lalita.


Hani mengungkapkan


kekhawatirannya bahwa ia takut Lalita tahu tentang masa lalunya dan


membencinya. Rion lalu mencoba menenangkan Hani. Ia yakin bila Lalita tahu


tentang hal besar ini, ia mampu berpikiran lebih bijaksana.


Neyza dan Rion pulang. Mereka sudah


melakukan sebuah perjanjian bahwa Hani akan siap bertemu Lalita selama seminggu


ke depan. Neyza diam saja sepanjang perjalanan pulang. Rion mampu menangkap apa


yangs edang dipikirkan istrinya itu. Ia tak mampu menahan rasa khawatir Neyza


terhadap Lalita. Anak perempuan Hani itu adalah sejarah penting dalam


perjalanan hidupnya. Lalita adalah sebuah kelas kehidupannya yang pertama sebelum


Rui. Ia dan Neyza tak pernah membandingkan Lalita dan Rui. Mereka diperlakukan


sama oleh keduanya. Walau kadang ada waktu getir ketika Lalita beranjak dewasa,


ia bertanya karena bosa Hani tak kunjung menemuinya.


“Apa Mama Hani betul-betul


belajar di luar negeri?” begitu suatu hari membuat Neyza tak mempu menelan air


ludahnya sendiri. Ia pun bingung bagaimana memberikan jawaban yang lugas dan


logis kepada Lalita. Masa kritis Lalita memang penuh dengan kejutan saat


mereka? Bagaimana ia bisa berada bersama Neyza padahal ia punya orang tua


kandung? Neyza bahkan sempat menangis. Hampir tak mampu ia bertahan karena


merasa kasihan terhadap Lalita. Rion menyadari bahwa ini adalah jalan yang


mereka ambil. Dan tantangan itu pasti ada. Neyza kembali bangkit untuk melindungi


Lalita. Sumbangsih Neyza tak sedikit. Ia memenuhi ruang hati dan pikiran Lalita


bahwa Hani dan tito adalah orang-orang yang penuh dengan kasih sayang dan juga


tak sabar ingin bertemu dengan Lalita. Sugesti baik itu lah yang perlahan


membuat Lalita enggan untuk bertanya keberadaan Hani dan tito lagi.


Semua memang tak mudah. Pada akhirnya,


Neyza harus berbesar hati membiarkan Lalita kembali kepada Hani dan tito apa


pun kondisinya. Neyza dan Rion telah sampai di rumah. Lalita baru saja pulang


dari kampus. Anak perempuan yang beranjak dewasa itu tumbuh menjadi gadis yang


cantik dan pintar. Ia penuh dengan prestasi dan kejutan. Neyza tak menampik


akan ada waktu untuknya menerima sebuah kisah nyata mengenai kedua orang


tuanya.


“Hai, Ma!” kata Rui mencium kedua

__ADS_1


tangan orang tuanya itu. Lalita baru saja mengambil air minum di ruang makan. Mereka


duduk sebentar di ruang tengah sambil berbincang-bincang. Rui bercerita betapa


susahnya beradaptasi dengan kampus baru. Maklum, ia adalah mahasiswa baru. Lalita


berusaha membantu kebingungan adiknya itu. Menenangkan gadis remaja memang tak


mudah. Rui  bahkan berkali-kali bercerita


tentang seniornya yang sering bertanya perihal alMamaternya dulu. Lalita menggodanya


mungkin ia adalah orang yang ia sukai.


Lalita sekarang menjalani pendidikan


kuliahnya di salah satu universitas tinggi ternama, ia mengambil jurusan hukum


dan berniat menjadi seorang pengacara. Sedangkan Rui bersekolah di sekolah yang


berbeda dengan mengambil jurusan kedokteran. Ia sudah mengincar profesi itu


ketika ia baru masuk ke sekolah menengah atas. Ia pun ingin mengambil spesialisasi


tentang penyakit dalam setelahnya.


Pembicaraan itu menjadi waktu


yang sangat berharga untuk keempat anggota keluarga ini. Rui meminta ijin untuk


ke kamarnya. Sebuah tugas besar menantinya. Lalita menikmati satu gelas jus


buah naga yang baru saja diletakkan oleh seorang asisten rumah tangga.


“Ta, Mama punya berita  bagus,” kata Neyza. Tangannya menggenggam. Ia


tengah mengumpulkan keberanian untuk menyampaikan sebuah kejutan besar untuk Lalita.


“Minggu depan Mama Hani pulang,” Lalita tersedak. Senyum mengembang dari


bibirnya. “Serius, Ma?” ia menaruh gelas dan segera berlari ke pelukan Neyza.


Neyza dengan cepat memeluk Lalita.


Menahan sebuah air mata yang entah apa ia akan menjabarkannya. Bahagia atau kah


kesedihan? Rion mengelus pundak Neyza. Lalita bercerita betapa senangnya kabar


ini sampai ke telinganya. Ia lalu bertanya kepada Neyza hal apa saja yang perlu


ia ketahui tentang Hani. Apa saja makanan kesukaan Hani sehingga ia akan


membawanya saat bertemu dengan Hani? Neyza tertawa. Ia tak menyangka Lalita


sangat tertarik untuk bertemu dengan ibunya. Belasan tahun membesarkannya untuk


sebuah hasil. Menyayangi Hani kembali. Mengawali peran mereka sebagai ibu dan


anak yang sebenarnya.


Ah, Ta. Mama gak suka moment


kayak gini. Kamu bakal pergi dari rumah ini dan Mama gak suka mengenang Ta


suatu saat nanti. Tapi, semoga Ta dan Mama Hani bisa bekerja sama dengan baik


seperti Ta dan Mama selama ini.


Batin Neyza seperti ingin

__ADS_1


menangis kencang.


(bersambung)


__ADS_2