Suamiku, Cintai Aku

Suamiku, Cintai Aku
Chapter 14 : Tentang Giska


__ADS_3

"Kenapa sih Renza ga bisa dihubungi? Ada apa dengan Renza, apa dia sudah mulai luluh dengan si kampungan?"


Suara ponselnya berbunyi segera Giska menjawabnya


"Sepertinya ada yang memata-matai ku? Aku curiga itu orangnya renza"


"Apaaa, ga mungkin lah kan dia ga pernah tau hubungan kita, aku sudah menutupinya sebaik mungkin, kau juga jangan lagi menghubungiku"


"Tetapi bagaimana dengan hubungan yang pernah kita lakukan itu, jika kau hamil?"


"diam dan tutup mulutmu Agil, benar memang aku hamil, tapi ini bukan anakmu melainkan anak renza"


"Apaaa, kau ingin berbohong kepadanya,  itu anakku, aku tidak rela"


"Terserah! Jangan pernah menggangguku lagi, jika sampai ketauan aku tidak akan pernah memaafkanmu" mematikan ponselnya dengan kesal


"Siaalll!!"


Ponselnya berbunyi kembali menandakan pesan masuk


Aku akan mentransfer uang ke rekeningmu 25juta, jadi enyahlah dari hidupku


"Awas saja kau Giska aku tak akan semudah itu melepaskanmu, kau pikir ku lelaki macam apa yang dibayar,  aku akan membeberkan hubungan kita ini kepada Renza tersayangmu itu, kita lihat dia akan percaya aku atau kau" tertawa dengan kekesalan


Giska berkemas setelah mandi dan memakai pakaian yang paling cantik menurutnya, ia ingin menemui renza ke kantor.


Aku ga mau tau pokonya harus ketemu, tak akan aku biarkan kau jatuh cinta kepada Gadis kampungan itu dan melepaskanku, anak didalam perut ini yang akan menjadi senjatanya, haha


Sementara Renza masih sibuk dengan pekerjaannya yang menumpuk, tanda tangan persetujuan berkas-berkas penting menggunung di mejanya.


"maaf nona siapa? Jika tak berkepentingan dilarang masuk, Pak Renza sangat sibuk" ucap wanita di meja informasi itu


"sepertinya ada seseorang pak, saya akan keluar untuk melihatnya"


"hmm" jawab renza singkat


Sudah kuduga pasti wanita ular ini, bersenang-senanglah sebentar lagi rahasiamu akan terbongkar


"Ada apa nona Giska kemari? Pak renza sedang sibuk, tak bisa ditemui untuk saat ini" mencoba bicara seramah mungkin walaupun sebenarnya enggan


"ahh aku ingin menemuinya" lansung masuk tanpa persetujuan


"Sayang, apa kabar? Aku merindukanmu" seraya berjalan menghampiri Renza dan ingin memeluknya

__ADS_1


"Kenapa kesini? Jika orang-orang disini mengadu kepada nenek, kau akan kena masalah


"Ahh masa bodoh dengan nenek,aku kangen" menghampiri dan memeluk


Deni yang melihat giska memeluk renza sangat geram, ingin rasanya deni menyeret  wanita tak tau malu ini keluar untung saja renza masih menyukainya


"Jangan memelukku,  ini dikantor" tegas dan penuh penekanan


"Kenapa?  Kau tak suka lagi aku peluk?  Bagaimana dengan kehamilan ini,  ini anakmu"


Huft renza segera menutup mulut Giska, takut seseorang mendengar ucapan itu bisa-bisa Jabatannya menjadi ceo akan dilengserkan secara paksa oleh Dahlan.


"Kauu,  jangan bicara omong kosong disini?  Sambil berjalan menuju giska,deni hendak menyuruh giska keluar dari ruangan itu


"Haha, siapa yang bicara omong kosong? Kau sebaiknya jangan terlalu banyak ikut campur"


Kalau bukan karena kau wanita sudah habis kau, sialan


"Pak renza jika ingin membicarakan masalah pribadi sebaiknya jangan disini,ini kantor bagaimana jika ada seseorang yang mendengar?"


Ishh wanita ular ini, ingin ku robek mulut haramnya itu


"ayo nona giska keluar " ajak deni


Tolong sekali ini saja bersikap tegas Pak renza, dia ini wanita penipu, ingat ada seorang lelaki yang sering ditemuinya, sayang aku belum menemukan identitas lelaki itu


Suara ponsel berbunyi segera deni menjauh untuk mengangkat panggilan itu,


"hmm baiklah, terima kasih atas kerja kerasmu,cari secepatnya identitas dirinya, nanti pembayarannya akan saya transfer"


Giska yang kebingungan melihat senyum licik diwajah deni menjadi sedikit menciut dan ketakutan


Kenapa wajahnya mendadak berubah seperti itu, menatapku dengan tatapan licik, siapa sih yang menelpon, apa jangan-jangan dia mencari tau identitas Agil, tidak aku harus secepatnya membujuk renza agar menikahiku


"Aku ingin kau segera menikahiku sayang, aku tak ingin perutku semakin membesar, ceraikan kampungan itu, atau jika kasihan biarkan saja dia aku akan menjadi istri kedua mu tak apa, karena aku yakin kau sangat mencintaiku menyingkirkan si kampungan itu masalah gampang, lagian dia juga bilang tidak pernah mencintaimu sayang,malah dia akan berterima kasih jika kalian bisa berpisah"


apa dia berbicara seperti itu dihadapan giska, kenapa hati ini merasa tak nyaman dengan kata-kata giska itu, padahal mungkin saja itu hanya sekedar bualan.


"menikah? hah! apa kau waras, pak renza baru saja sebulan menikahi istrinya itu, wajar saja jika mereka belum saling mencintai"


Ide gila dari mana lagi ini, ingin menjadi istri kedua? Cih, dasar wanita licik dan gila harta


Deni semakin geram,ingin sekali dia membuka kartu giska, tetapi ia tahan ia ingin menunggu moment yang bagus, ia ingin membawa serta lelaki itu kehadapan renza suatu hari kelak.

__ADS_1


"cukup giska, jangan terlalu banyak bicara disini, apa kau yakin itu adalah anakku?" ucap renza dengan nada tinggi


"Aku yakin sayang, bukankah kau ingat malam itu kita melakukannya, apa kau ingin lari dari tanggung jawab, kau sudah tak mencintaiku lagi, hiks" jawab giska dengan tangisannya yang membuat Renza luluh


"Maaf tapi aku tak mengingatnya karena waktu itu kan aku dalam keadaan mabuk, aku harus berpikir dulu, urusan nikah bukan hal yang gampang, jika memang itu anakku,tak mungkin aku tak bertanggung jawab" sambil membolak balik berkas file dimeja


Aku sungguh muak melihat drama ini, kasian kau Arinka dipermainkan oleh dua orang yang tak berperasaan ini, aku lihat Renza sebenarnya sudah mulai membuka hati hanya saja masih malu-malu, tapi gara-gara wanita sialan ini dia menjadi goyah, huh bisa-bisa aku darah tinggi


"Baiklah sayang, bicaralah kepada nenekmu dulu" tersenyum penuh kemenangan


"hemm" jawab renza singkat


Deni pergi keluar ruangan meninggalkan Renza dan giska


Aku tak percaya renza semudah itu luluh dihadapan giska


"Oh ya sil, wanita yang didalam itu klien kami" berkata kepada wanita di meja informasi itu, kalau-kalau dia bergosip


"iya, pak deni" jawab sisil


Sisil segera menelpon seseorang dari ponselnya dengan cepat.


Deni kembali masuk kedalam ruangan melihat giska yang sedang memijat bahu renza, giska tertawa menatap kearah deni seakan itu tertawa ejekan.


"Kau pulang saja sayang, aku masih banyak kerjaan"


menjijikan sekali bicara sayang kepadanya


"baiklah sayang, jangan lupa bicarakan tentang kehamilan ini kepada nenekmu, bukankah dia akan senang segera menimang cucu"


"hemm"


sebentar lagi, tahan dan sabar, jika bukti sudah lengkap kau akan menangis menjerit dihadapanku


Giska sudah pergi dari kantor dengan perasaan yang sangat bahagia, sepertinya ia akan berhasil menjadi istrinya Renza walau hanya istri kedua,sedangkan renza masih dalam kekalutan.


"haha, semudah itu memperdaya kamu Renza, benar aku sangat mencintaimu tapi aku lebih cinta dengan hartamu, lihat saja jika kau tak menceritakannya kepada nenekmu aku sendiri yang akan bercerita"


Bersambung..


Vote jika suka dan tinggalkan comment, jangan hanya jadi pembaca gelap yang tak menghargai jerih paya penulis.


Luv u 😘

__ADS_1


__ADS_2