
Sore yang sangat berkesan untuk pasangan yang sedang di mabuk cinta itu. Arinka dan Renza sedang memakai pakaian basah. Keduanya sedang asyik berlarian di tepi pantai sambil menyiram satu sama lain.
Setelah sunset benar-benar menghilang, Mereka kembali ke kamar nya menaiki buggy car. Sebenarnya Renza sangat suka berjalan, tapi hari sudah petang makanya ia memutuskan meminta jemput menggunakan fasilitas resort.
Lampu mulai menyala, sepanjang jalan menuju kamar resort nya dihiasi lampu tumblr yang berkerelipan. Benar-benar suasana yang sangat romantis untuk pasangan yang sedang dipenuhi asmara.
Tak lama kemudian, mereka sampai dan turun dari Buggy car. Renza menggendong Arinka masuk ke kamarnya. Pakaian basah dan tubuh yang kotor akibat bermain air pantai dan terkena pasir membuat mereka ingin segera mandi.
"Aku ingin mandi di kolam," ucap Arinka.
"Ayo, kita mandi kolam. Apa Mimom tidak kedinginan? ini sudah malam," ucap Renza.
"Tidak, aku sangat ingin berendam di kolam, airnya benar-benar jernih. Lihat saja pemandangan yang menghadap kelaut itu dan suara ombak, sangat menggiurkan. Semalam hujan jadi sekarang saja." ucap Arinka tersenyum.
"Unchh, Mimom kau benar-benar menggemaskan." ucap Renza seraya mencolek hidung Arinka.
Arinka berjalan menuju kolam renang itu. Tiba-tiba datang layanan kamar. Pelayan datang membawakan makan malam. Renza menyuruh pelayan itu menata makanannya di meja dekat kolam renang.
Berenang berdua, makanan tersedia diatas meja dan lampu-lampu berkelipan. Benar-benar seperti yang diidamkan setiap pasangan yang sedang bulan madu. Terlihat di atas langit, bintang mulai bermunculan. Seakan menambah suasana romantis malam itu.
Renza membuka pakaiannya, ia hanya menggunakan celana saja. Sedang Arinka hanya kebingungan. ia harus berenang menggunakan apa, Renza tersenyum dan berkata, "Dalam koper ada baju renang, ayo sana ganti!"
Arinka mengernyitkan dahinya, kemudian ia berkata, "Bisakah aku memakai pakaian ini saja?"
"Uh, tidak bisa. Pakaian ini sangat kotor! Mimom harus berganti memakai memakai baju renang."
"Pasti akan sedikit aneh, aku belum pernah menggunakan baju renang," ucap Arinka tersipu.
"Kenapa malu? hanya ada aku suamimu disini, lagian biasanya aku melihat sem- ..." perkataan Renza terhenti karena Arinka langsung memotongnya.
"Iya, jangan diteruskan. Jika dalam keadaan normal pasti malu lah." Ungkap Arinka menaikan nada sedikit tinggi.
"Jadi biasanya kita tidak normal? ucap Renza terkekeh.
"Ishh, bukan begitu. Ya sudah aku akan segera kembali."
"Oke!"
Sebelum turun ke kolam, Renza membawa minuman dan cemilan ke tepi kolam. Mereka akan berendam cukup lama kali ini. Dan sekarang Renza telah turun dan berenang. Otot-ototnya benar-benar menggoda, apalagi bagian perut dan dadanya benar membuat speechless.
Arinka keluar dari kamar mandi, ia sudah menggunakan pakaian renang berwarna hitam yang sangat seksi. Arinka keluar dengan malu-malu. Renza yang menatapnya membulatkan mata sempurna. Pahanya yang putih mulus serta dadanya yang terisi penuh benar-benar mempesona.
"Wah, So beautifull," ucap Renza tersenyum.
"Aku berganti saja, aku malu diperhatikan seperti itu."
"Jangan malu, ayo sini!"
Arinka berjalan menunju kolam, kemudian ia duduk ditepi kolam seraya menurunkan kakinya bermain air. Renza mendekatinya dan menariknya masuk kedalam air.
"Sebenarnya aku tidak bisa berenang," ucap Arinka tertawa kecil.
"Tidak apa, Pipom akan mengajarinya nanti." Seraya memeluk Arinka erat.
Renza mulai mengajari Arinka berenang. Tubuh mungil Arinka itu bisa seenaknya ia angkat. Renza mendudukan Arinka ditepi kolam, sedang Renza masih didalam kolam. Renza terus memegang tangan Arinka dan mengecupnya.
Arinka meminum jus buah yang dibawa Renza ke tepi kolam itu. Arinka menatap langit yang bertabur bintang.
"Langitnya benar-benar indah," ucap Arinka seraya menenggakkan kepalanya.
"Heum, Mimom juga sangat indah," ucap Renza yang memandangi Arinka tanpa henti.
"Ya ampun, itu langitnya bukan aku," ucap Arinka seraya memegang wajah Renza mendongakkan menatap langit.
"Iya, tapi saat ini Mimom lebih indah."
"Gombal!"
Renza menarik Arinka masuk kedalam kolam kembali. Tangannya mulai sulit dikondisikan dan meraba ke segala bagian tubuh Arinka.
"Sayang, ayo memainkan permainan?"
"Boleh."
"Jika tidak bisa jawab harus di hukum sesuai keinginan, ya?"
"Oke" ucap Arinka.
"Ayo bertanya saja?" ucap Renza tersenyum.
"Apa ya? aku bingung ... Ehm, Berapa banyak mantan pacarmu?"
"Mantan? tak tahu, aku lupa." ucap Renza tertawa.
"Ishh, sombong! kalau begitu kau harus di hukum." ucap Arinka mencebikkan bibirnya.
"Ayo berenang 2 kali bolak-balik."
"Ah, gampang."
Renza berenang mengerjakan hukumannya, sedang Arinka bertelekan tangan sebelah dilantai sembari meminum jus nya. Arinka melihat kunang-kunang berkelipan di atas. Benar-benar cantik.
"Sudah selesai," ucap Renza seraya menyisir rambut basahnya kebelakang.
Arinka sangat suka melihat rambut Renza basah seperti ini, sangat seksi dengan dada bidangnya.
Ahh, benar-benar seksi dan tampan jika rambutnya basah seperti ini.
"Sekarang giliranku, Apakah Mimom pernah berciuman sebelum bersamaku?"
Renza deg-degan mendengar jawaban Arinka. Sebenarnya ia tidak ingin menanyakan tapi ia sangat penasaran.
"Ehm ... jika tidak menjawab hukumannya apa?" ucap Arinka tersenyum.
__ADS_1
"Ishh, jawab saja ... jika tidak bisa menjawab, Aku akan memaksa bercinta disini, lagian aku dari tadi menahannya."
"Dasar mesum!" pekik Arinka.
"Biar saja, mesum kepada istriku memangnya salah."
"Tidak sih, tapi harus tahu tempat juga."
"Apa masalahnya? lagian disini hanya kita berdua. Bebas donk." Renza menyerigai licik.
"Huh, dasar!"
"Ayo jawab cepat, kalau tidak aku buka sekarang ya? mungkin pemaksaan lebih seru kali ya?"
"Isshh, Suami mesum. Sebenarnya Aku malu mengatakannya."
"Bikin bedebar saja, Buruan jawab."
"Tidak pernah. Ciuman pertamaku bersama pipom." ucap Arinka seraya membuang wajah kesamping.
Huh, aku lega. aku selalu menjadi yang pertama.
"Benarkah, pantas saja kau selalu tidak bisa bernafas jika aku cium terlalu lama." Renza terkekeh.
"Sial! bikin malu saja."
"Kau bisa mengutuk juga, sini mendekat aku ingin berbisik."
"Tidak, aku tidak mau."
"Aku tarik ya?" ucap Renza menyengir.
Arinka mendekatkan wajahnya ke kepala Renza, dengan cepat Renza mencium bibir itu sangat lama. Hingga akhirnya Arinka ditarik masuk kembali kedalam kolam.
Mereka melepaskan ciuman itu bersamaan, kemudian Renza tersenyum dan berkata, "Mimom, kau sudah sangat lihai. benar-benar menggoda."
Renza menjamah bibir ranum Arinka, tangan yang lainnya memegang kepala bersamaan telinganya. Renza benar-benar tergoda melihat dada tubuh Arinka yang putih mulus itu. Kemudian, Renza mencium kembali bibir ranum Arinka.
Tangannya mulai meraba sekujur tubuh Arinka. Renza mengangkat tubuh Arinka seraya menggendongnya. Namun bibir mereka masih saling menyatu. Renza menyandarkan tubuhnya di tepi kolam seraya menggendong Arinka. Posisinya sekarang Renza berdiri sedang, Arinka digendong menghadapnya seraya memangut bibir Arinka dengan menggebu.
Lama kelamaan ciuman itu dipenuhi gairah dan nafsu yang membara. Renza tak peduli dengan keadaan, dimanapun didalam kamar resort itu, jika ia ingin bercinta akan ia lakukan.
Arinka melepaskan ciuman itu seraya menghirup oksigen yang banyak. Renza tersenyum memandang wajah Arinka yang sudah memerah. Ia memeluk tubuh Arinka dengan rasa bahagia yang membuncah. Dan Arinka membalas memeluk Renza, sampai ia dapat merasakan ritme degup jantung Renza yang berdetak lebih cepat saat memeluknya.
Arinka memejamkan matanya, menghirup aroma maskulin khas tubuh Renza dalam-dalam. Arinka benar-benar menjadi wanita yang diinginkan Renza saat ini Renza mengecupi tengkuk Arinka, tangannya mulai meraba area sensitif Arinka, sontak membuat Arinka mengerjap. Akhirnya, aktivitas bercinta akan mulai berlanjut.
Malam itu, lagi-lagi menjadi malam yang panjang bagi mereka berdua. Tiga hari di resort ini, Renza benar-benar memuaskan hasratnya kepada Arinka habis-habisan.
***
Pagi hari menyapa, matahari sudah sangat terang diluar sana. Arinka benar-benar lelah, tubuhnya merasa kehabisan tenaga setelah melakukan hubungan panas dua malam berturut-turut.
Arinka sangat enggan beranjak dari tempat tidurnya, tapi ini hari terakhir bulan madu mereka. Besok mereka akan segera pulang. Mereka akan melakukan aktivitas seperti biasa, Renza akan mulai bekerja.
"Morning juga."
"Ayo bangun!" ucap Renza seraya bangkit dari ranjangnya sembari mengecup keningnya dan kemudian berkata, "Kau benar-benar hebat semalam, terima kasih."
"Ehm, sudah seharusnya." ucap Arinka pelan.
Arinka berkata begitu karena dua malam ini Renza melakukan percintaan tidak cukup sekali, Arinka heran dia benar-benar sangat menggila. Tapi Arinka tidak menolaknya, ia memberikan service yang bagus untuk suaminya itu.
"Ayo bangun, masih tersisa satu hari lagi. Aku Benar-benar tidak ingin pulang, Aku akan berinvestasi di resort ini, benar-benar sangat indah."
"Aku ingin tahu, sebanyak apa sih kekayaan Fariq company itu?"
"Ehm ... nanti jika ada waktu, kita akan mengunjungi aset fariq company di bagian pusat pembelanjaan dan wisata."
"Oke."
"Ayo mandi dulu."
Renza berdiri dari kasur itu dalam keadaan bugil, sontak Arinka berteriak dan menutup wajahnya dengan selimut.
"Masih pagi, jangan seperti itu!" Teriak Arinka.
Renza hanya tersenyum kemudian memakai celananya dan masuk ke kamar mandi.
****
Hari ini, mereka akan mengikuti kelas couple di resort itu. Akan ada kelas membuat kue untuk pasangan. Arinka sangat antusias. Apalagi mereka akan membuatnya berdua pasti akan sangat berkesan.
Renza tak pernah melakukan hal sekonyol ini, membuat kue bersama pasangan. Renza sebenarnya menolak karena ia hanya ingin bermain-main di pantai menghabiskan waktu romantis berdua.
Arinka memilih membuat kue bolu coklat untuk Renza, beberapa pasangan membuat cupcake dan macam-macam. Renza alih-alih membantu malah membuat meja itu berantakan. Sesekali Renza menjahili Arinka seraya mencolekkan adonan kue ke pipi Arinka.
Setelah kue itu matang, Arinka segera memotongnya dan memberikannya kepada Renza. Arinka sangat bahagia melihat kue buatannya jadi dengan sempurna setelah dipandu oleh chef di resort itu.
"Enak," ucap Renza.
"Benarkah?"
"Hm, sangat enak."
"Pip, apa boleh jika setelah kita pulang nanti Mimom ikut kelas membuat kue."
Renza berpikir sebentar kemudian mengiyakan, Arinka kegirangan mendengarnya.
"Jika kau suka kenapa tidak?"
"Terima kasih," ucap Arinka seraya memeluk Renza. Renza terkejut melihat tingkah Arinka, benar-benar menggemaskan pikirnya.
"Setelah ini akan ketaman bunga," ucap Renza.
__ADS_1
"Wah, aku tidak sabar. yuk!"
Keluar dari tempat membuat kue itu mereka menyewa sepeda. Arinka tertawa melihat Renza menaiki sepeda.
"Apa kau bisa naik sepeda, sayang?"
"Bisa," jawab Arinka.
"Ayo naik."
Renza mulai mengayuh sepeda sedangkan Arinka duduk dengan santai dibelakang seraya memeluk Renza. Resort ini benar-benar indah, pemandangan yang bagus dan suasana nya sangat bersahabat. Setiap orang yang datang pasti enggan untuk pulang.
"Aku sangat bahagia pernah datang kesini!" teriak Arinka.
"Lain kali kita akan mengunjunginya kembali."
"Baiklah, janji ya?"
"Hemm, nanti kita akan ajak buah hati kita juga!"
"Oke." ucap Arinka seraya mengeratkan pelukan dipinggang Renza, Arinka mencubit manja membuat Renza tertawa kegelian.
Sesampainya di taman bunga, Arinka berlari dengan bahagia. Tawanya terdengar sangat keras. Arinka benar-benar suka disana. Seluas mata memandang penuh dengan bunga matahari yang berjajar.
Renza mengambil ponselnya, ia memotret Arinka yang sedang menciumi bunga matahari itu tanpa ia ketahui. Kemudian Renza mengejar Arinka yang berlarian di jalur-jalur bunga itu.
"Ayo kita selfie," ucap Renza.
Arinka mendekat dan berselfie dengan banyak pose berbeda. Renza menyuruh Arinka berdiri ditengah hamparan bunga itu dan memotretnya sangat banyak.
Disebelah kebun bunga matahari itu, terdapat perkebunan buah strawberry dan buah naga. Setelah puas, mereka pergi memetik buah naga dan strawberry.
Arinka menggigit langsung strawberry itu dari pohonnya, sedang Renza terus merekam Arinka. Arinka mengernyitkan keningnya dan memejamkan matanya setelah menggigit stawberry itu. Renza tertawa terbahak melihat tingkah istrinya itu.
Mereka benar-benar menghabiskan hari ini dengan sangat bahagia. Setelah memetik buah, mereka pergi lagi melihat pantai. Disana banyak bebatuan yang tinggi.
Renza dan Arinka duduk ditepi pantai sambil meminum kelapa muda. Renza mengambil ponselnya dan mengupload foto kebahagiaan mereka di instagram.
Tak lupa Renza memasang caption yang sangat romantis dibawah foto itu, "Karena kebahagiaanku hanya kamu, sayangku."
Tak lama setelah diupload, Renza mendapat beberapa komentar, salah satunya dari Deni.
"Wah, Bucin. kalian benar-benar menikmati hari yang indah ya?"
tulis Deni di kolom komentar itu. Renza tersenyum membacanya dan segera membalasnya.
"Mending bucin daripada Ngenes, haha."
Renza menunjukkan komentar itu kepada Arinka. Arinka tersenyum lucu melihatnya. Komentar dari Deni itu mendadak hilang. Renza tersenyum lagi melihat foto yang diupload nya. Lalu muncul notif komentar dari Sinta yang mengatakan "kamu benar-benar sudah bahagia sekarang tanpa aku."
Renza membalas komentar itu dengan singkat.
"Aku siapa? Kamu siapa?"
Ternyata selama ini, Sinta selalu Stalking di istagram mantan. Renza mengatakan kepada Arinka, jika Sinta ikut berkomentar, Renza tak tahu sama sekali kalau Sinta sudah mengikuti akunnya.
"Apa kau benar-benar sudah melupakannya, Pip?" tanya Arinka.
"Sudah, dia sudah lama pergi dari hatiku. Hanya kebencian yang masih melekat. Sudah, jangan menanyakannya. Ayo kita nikmati lagi hari ini sebelum benar-benar berakhir."
"Mmm .... "
"Ayo kita ke jembatan itu," ucap Renza seraya menggenggam tangan Arinka.
Mereka berjalan menyusuri jembatan, air dibawahnya sangat biru. Bahkan ikanpun jelas terlihat. Renza memeluk tubuh Arinka seraya mengecup pipinya.
"I love you," ucap Renza.
"I love you too," ucap Arinka pelan.
Untuk pertama kalinya Arinka membalas ucapan cinta dari Renza. Renza sangat bahagia mendengarnya.
"Apa barusan kau membalas ucapanku, sayang?"
"Mmm, iya."
"Selama ini aku hanya mengatakan aku mencintaimu, tapi belum pernah aku mendengar ucapan balasan cinta darimu. Bahkan sudah tak terhitung berapa kali kita bencinta, kau tidak mengatakannya."
"Sekarang aku sudah yakin, bahwa Pipom tulus mencintaiku."
"Buka lah hatimu padaku, aku akan selalu membahagiakanmu."
"Aku pegang kata-kata itu."
"Terima kasih, sayang. ucapkan lagi sekali lagi, aku ingin mendengarnya."
"Aku mencintaimu Renzaldi Al-Fariq."
"Aku juga sangat mencintaimu, Arinka larasati."
**Bersambung...
Lagi-lagi part bulan madu, apa kalian ingin part bulan madu 4 alias malam terakhir bulan madu mereka sebelum pulang? ππ komen dong?
Terima kasih atas like dan vote kalian, tanpa kalian aku bukan apa-apa. Terima kasih juga kalian selalu menjadi penyemangat bagiku.
Jangan lupa berkomentar ya? aku akan membacanya dengan senang hati π
Sekali lagi jangan lupa like yang banyak ya βΊπ
Salam sayang dari ku buat Readers tersayang β€β€
Luv u all ππ**
__ADS_1