Suamiku, Cintai Aku

Suamiku, Cintai Aku
Chapter 26 : Renza vs Jefran


__ADS_3

Renza menatap Jefran dengan intens. raut wajahnya sangat kesal karena bertemu rival lamanya itu. sebisa mungkin iya menjawab pertanyaan dengan sopan tanpa emosi.


"Bisa kau perkenalkan istrimu padaku? ucap Jefran memulai pembicaraaan kembali.


Jadi dia tidak tau kalau Arinka itu istriku, maka mungkin dia akan menyangka kalau wanita dengan style payah iti istriku. tidak ada yang akan menduga.


"Huh, buat apa aku perkenalkannya kepadamu, kau bukan keluarga atau orang penting, bukan?"


"Kenapa? Kau takut kisah lama berulang kembali. Aku pikir kau akan menikahi Giska, kau kan tergila-gila kepadanya?" seringai Jefran


"Huh, Aku tak sebodoh itu. Selama ini aku hanya kasian kepadanya,dan aku tidak menusuk teman dari belakang, Pecundang!"


Mereka saling menatap dengan tajam seakan amarah tengah membara diantara mereka berdua.


Flashback on


Semasa kuliah Renza dan Jefran adalah teman dekat. mereka banyak menghabiskan waktu bersama, termasuk urusan wanita mereka saling becerita. kebetulan mereka mempunyai pacar masing-masing.


Renza mempunyai pacar bernama Sinta, Sinta itu sosok wanita yang cantik dan populer di kampusnya. dan juga seorang wanita yang baik. Renza sangat mencintainya.


Saat itu Renza adalah lelaki ramah, penyayang, dan lembut. sifatnya mendadak berubah setelah diputuskan oleh Sinta.


Semula, Renza menerima keputusan Sinta untuk berpisah tetapi karena alasan yang tidak masuk akal, ingin fokus kuliah saja, mana mungkin pikirnya. Lalu suatu hari ia tidak menyangka memergoki Sinta dan Jefran jalan berdua dengan mesra begandeng tangan layaknya orang kencan. padahal Jefran masih mempunyai pacar, dan pacarnya itu adalah Giska hanya saja hubungannya sudah renggang dan tidak baik. Renza sangat murka dengan kelakuan mereka berdua. kemudian Renza menghampiri mereka dan bertanya, Sinta yang sudah lelah merahasiakan hubungannya menjawab bahwa mereka sedang pacaran, dengan nada serak Renza memberikan selamat.


Jefran merasa tidak enak hati karena ketauan pacaran dibelakang Renza, padahal status Jefran masih pacaran dengan Giska. jika saja mereka jujur mungkin Renza akan membiarkannya. mereka berdalih saling mencintai sejak lama membuat Renza semakin terpukul, padahal Renza mencintai Sinta dengan tulus. Jefran memilih berkhianat kepada Giska, entah karena apa? mungkin karena ia mendengar rumor bahwa giska sering bergonta-ganti banyak pacar.


Giska yang notabene nya wanita matre mulai medekati Renza, Renza yang merasa kasihan karena Giska dicampakan, lama-lama rasa kasiannya itu berubah menjadi sayang. Renza kemudian pacaran dengan Giska untuk membuat Sinta cemburu. sangat lama mereka pacaran, gosip yang beredar tentang Giska diacuhkan oleh Renza. selama ia tidak melihat Giska berpacaran dengan lelaki lain didepan matanya tidak apa. berapa kali Renza ditinggal oleh Giska bepergian keluar negeri namun Renza masih setia kepadanya. Renza dan Giska sukses membuat Sinta cemburu, sempat Sinta memohon kepada Renza supaya memaafkannya dan menerimanya kembali. tetapi hati Renza sudah terlanjur retak.


Setiap kali memikirkan tentang Sinta, wanita yang telah meninggalkannya itu bersama lelaki lain yang tidak lain adalah teman dekatnya sendiri, Renza sangat marah, emosinya menggebu-gebu. Sinta mungkin tidak hanya menginginkan uang tapi keluarga yang lengkap, pasalnya keluarga Jefran lebih sukses dan bahagia dimasa itu karena mempunyai banyak Restauran hampir disetiap daerah. Sedangkan Renza hanya mengandalkan Neneknya saja, walaupun meraka sangat kaya tetapi Renza tidak mempunyai orangtua lagi. mungkin Sinta ingin keluarga yang utuh pikirnya. maka itu Renza sangat menyanyangi neneknya dan tidak berani membantah karena satu-satunya keluarga yang ia punya hanya neneknya.


Sejak saat itu kelakuan Renza berubah 98 persen dari dirinya yang dulu, tempramen dan suka mencaci mereka yang dibawahnya. ia juga tidak percaya bahwa ada wanita yang tidak mementingkan uang didunia ini. ia juga tidak percaya kepada siapapun selain Deni. makanya saat mendengar nama Jefran waktu itu ia sangat emosi, karena Jefran adalah satu-satunya orang terdekatnya waktu itu tetapi berkhianat.


Flasback off


***


"Kak Arin, coba kakak lihat lelaki yang ada dipojok dekat jendela sana? ya ampun tampan sekali, seksi dan melemahkan jantungku? sambil menunjuk kearah jendela.


"Yang mana?" tanya Arinka karena pandangannya terhalang orang yang sedang makan.


"Itu disana, didepan Pak Jefran ada dua lelaki berjas hitam?"


"Astagaa..." terkejut

__ADS_1


"Kenapa? tampan bukan? sejak kapan restauran ini dipenuhi lelaki tampan? uhhh." Risa terkekeh


Kenapa dia ada disini, ya ampun kenapa mereka hobby sih mengejutkan seseorang. kenapa juga Pak Jefran duduk disana, jangan-jangan dia mau bilang kalau aku harus dipecat. tidak jangan berpikiran macam-macam.


Terlihat dari kejauhan Deni memanggil pelayan dengan mengangkat tangan, Arinka sangat panik karena semua pelayannya sedang mengantar pesanan ke meja pelanggan. Arinka pura-pura tidak melihat, ia segera berbalik badan.


"Rin, itu disana ada pelanggan yang memanggil, buruan kesana?" panggil Sari.


Ah, kenapa harus aku sih. Sial!


Arinka berjalan dengan sangat pelan, ia melihat Risa. dengan segera Arinka memanggil Risa menyuruhnya mendekat kemeja Tuannya itu. Risa menjawab dengan senang hati, Arinka lega dan memutar balikan badan.


Jadi dia bekerja seperti ini. gumam Renza


Jefran yang melihat Arinka berbalik segera memanggilnya, Risa yang sudah dihadapannya segera pergi mengambil daftar pesanan.


Astaga padahal aku sudah lolos, kenapa dipanggil lagi sih? aku kurang cepat tadi.


Arinka berjalan dengan senyuman ramah, karena akan melayani pelanggan.


"Arinka, tolong bawakan makanan yang terbaik direstoran ini" ucap Jefran tetapi Arinka hanya menundukan kepala dan segera ingin pergi.


"Hey, sebentar." ucap Renza


"Ada yang bisa saya bantu lagi, Pak?


Sialan! mau apa sih dia ini?


"Kau bisa duduk disini saja jangan kemana-mana? Aku ingin kau duduk melayani kami disini." ucap Renza tersenyum bahagia.


Drama apa lagi ini? gumam Arinka, Deni tersenyum lucu melihat Nyonya nya itu.


"Boleh juga" jawab Jefran dengan senyum semanis mungkin kepada Arinka.


Beraninya dia tersenyum begitu kepada istriku.Cih!


Arinka duduk diantara tiga lelaki yang sedang memandang dengan tatapan tajam.


"Aku belum menikah, dan aku juga sudah putus dengan Sinta dua tahun yang lalu? ucap Jefran membuka pembicaraan kembali.


"Cih! kau pikir aku penasaran tentang kalian? aku tidak mau membicarakan wanita itu lagi dan juga aku sangat muak melihatmu"


Kasar sekali sih Tuan Renza ini, ish ingin aku memukul mulutnya itu. apa salahnya menjawab ucapan Pak Jefran dengan sopan.

__ADS_1


"Aku pikir kau sangat ingin tau,haha. tapi kan kau sudah menikah ya? apa kau bahagia?"


Deni dan Arinka hanya saling mendengarkan dan melempar kode dengan bahu terangkat. Arinka sangat kebingungan dengan sikap mereka berdua.


"Aku sangat bahagia, dan lagi aku sangat mencintai istriku." ucap Renza dengan tatapan tajam kepada Jefran dan sesekali melirik Arinka menyerigai.


Aktingmu bagus sekali Tuan, Bahagia? yang benar saja? huh!


"Apa kau tidak masalah duduk disini mendengarkan kami" ucap Jefran menatap Arinka dengan senyuman.


"Iya, Pak tidak masalah. lagian saya juga tidak tau persoalannya."


"Baiklah, kau memang sangat bisa diandalkan" tersenyum manja.


Apa maksudnya bisa diandalkan? gumam Arinka sambil membalas senyuman Jefran


"Panas" ucap Deni keceplosan, seketika Renza menatap Deni dengan sinis.


"Maksudku minuman ini agak panas" memegang gelas didepannya sambil terkekeh.


"Jika Bapak tidak keberatan aku sebenarnya ingin kembali, karena aku baru saja datang, tidak enak dengan karyawan lain." ucap Arinka


Risa datang dengan membawakan beberapa makanan dan memandang Renza dengan senyam-senyum,


"Aku ingin membantu Risa membawa makanan lainnya" ucap Arinka seraya berdiri dari tempat duduknya.


"Tidak apa, Kau disini saja" ucap Jefran sambil memegang tangan Arinka.


Akan kupatahkan tangannya itu, aku bahkan belum pernah menyentuh tangannya kenapa dia berani sekali.


"Jangan pegang tangannya seperti itu!" teriak Renza


Sontak mereka yang berada di meja itu terperanjat, teriakannya keras bukan main, dengan cepat Arinka melepas tangannya dari pegangan Jefran.


**Bersambung...


Aku ingatkan lagi, jika suka sama Arinka dan Renza jangan lupa vote dan comment ya.


yang belum tekan ❤ silahkan tekan, jangan lupa like juga ya Readers 😊


dukungan kalian sangat menyemangatiku.


luv u 😘**

__ADS_1


__ADS_2