Suamiku, Cintai Aku

Suamiku, Cintai Aku
Chapter 17 : Mencari pekerjaan


__ADS_3

Kenapa tiba-tiba dia menyuruhku tidur di ranjang sih, ada apa? Ah jangan membayangkan hal yang aneh-aneh deh rin, Menggeleng gelengkan kepala


Makan malam selesai dengan banyak percakapan yang seru, nenek murti dan bi yati pun sudah pulang, hari sudah lumayan larut, arinka yang sangat lelah habis berkemas dan memasak tadi merasakan kantuk yang luar biasa, dia naik keatas saat sudah selesai membantu bi Ami membersihkan meja makan.


Arinka merasa gerah, ia ingin mandi, sementara Renza masih duduk di ruangan kerjanya sambil membolak balikan berkas untuk di evaluasi, semenjak menjadi Ceo dia semakin sibuk.


Arinka teringat kembali kata-kata renza yang menyuruhnya tidur di ranjang, sambil mandi dia terus berpikir seperti orang linglung yang bicara berulang-ulang, selesai mandi arinka mengemas bantal dan berbaring disofa.


Aku sudah terbiasa tidur disofa ini jadi tidak perlu tidur diranjang itu, ranjang besar bahkan empat orang pun bisa tidur disitu, pasti enak ya tidur di ranjang yang empuk, ahh tidur saja jangan banyak berpikir


Renza masuk kedalam kamar setelah selesai mengurus pekerjaannya, nyatanya setelah menjadi ceo pekerjaan kantor pun masih di kerjakan dirumah, Arinka sudah terlelap dialam bawah sadarnya dan mungkin sudah bermimpi, lampu masih menyala terang benderang.


"Kau tidur saja di ranjang,  aku akan tidur diruang kerja?" ucap renza namun tak ada jawaban, renza mendekat kesofa dan benar arinka sudah tidur.


Wanita ini mudah sekali tertidur seperti tak ada beban dihatinya, apakah dia sesuka ini tinggal bersamaku?  Cih,


Dipandanginya wajah arinka dengan seksama, lalu ia tersenyum


Bagaimana dia bisa semanis dan semenggemaskan begini sih kalau tidur, ya ampun aku kan jadi ingin melihat wajahnya sangat dekat, apa dia juga mendengkur? Atau ngiler?  Haha, melihat dengan penasaran


Astagaa!!  Apa yang aku katakan,aku tarik kembali ucapanku,  apa aku sudah gila berkata begitu kepadanya? Huh!


Renza lalu mematikan lampu, dan menata bantal, segera ia berbaring, matanya masih melihat kearah arinka yang dengan nyenyaknya tidur disofa.


Dasar wanita keras kepala, aku suruh tidur diranjang malah tidur di sofa, seenak itukah tidur disofa?


Selang beberapa menit mereka berdua terhanyut kedalam mimpi, entah mereka bermimpi apa tidak hanya merekalah yang tau.


***


Pagi hari yang cerah seperti biasa, arinka sudah bangun dan menyiapkan sarapan, bi Ami tak lagi mencegah arinka karena bi Ami tau arinka pasti akan berbicara kalau dia sudah terbiasa, bi ami hanya membantu tanpa membantah.


Renza sudah bangun dan siap dengan pakaian kantornya, ia menggunakan jas hitam bergaris senada dengan celana panjangnya, sungguh tampan dengan tatanan rambut kesamping.


Sarapan sudah tersedia di meja, tak ketinggalan kopi panas, khas sarapan renza harus ada kopi panas walaupun kadang diminum kadang tidak.


Renza sudah duduk di meja makan begitupun arinka, pagi ini renza hanya ingin makan roti isi selai saja, arinka yang tidak terbiasa memilih minum teh saja, seperti biasa tak ada omongan yang ada hanyalah keheningan.


Deni sudah sampai di rumah Renza dan menunggu didepan, aktifitas rutin yang dilakukan deni saat dirumah nenek murti telah terhenti, karena deni tau renza sudah mempunyai istri walaupun deni sangat tau renza masih menganggap arinka itu sekedar pesuruh.


"Selamat pagi Nyonya Arinka" ucap deni


"selamat pagi juga pak deni" jawab arinka dengan senyuman yang merekah diwajahnya, renza yang melihat hanya bersikap datar sambil menyeruput kopi


Senyumnya terlihat manis, sialan! menatap deni saja dia sebahagia itu,apakah mereka ini saling menyukai?  hais bikin kesal saja

__ADS_1


"Tuan, hari ini aku akan mencari pekerjaan, aku akan pulang sebelum tuan sampai dirumah" tiba-tiba bicara hampir membuat renza tersedak


"hemm terserah" singkat padat jelas


Kenapa dia ingin bekerja? Padahal semua yang ada dirumah ini sudah lengkap, Atm sudah kuberikan, aku ingin mencegahnya tetapi Ah sudahlah


Renza melanjutkan makan roti dan meminum kopi, kemudian beranjak dari kursi dan bergegas meninggalkan rumah dengan mobilnya


"Kau dengar tadi sikampungan bilang ingin kerja?"


"Bisakah pak renza memanggilnya dengan sebutan arinka, atau istriku gitu?  Dia juga punya nama pak."


"Kauuuu, beraninya mengguruiku, siapa yang atasan disini? Aku kan."


"Maaf pak bukan maksud saya lancang."


"kau makin hari makin keterlaluan ya, apa aku sudah terlalu baik padamu, jadi kau berani membantahku" menatap deni tajam bahkan deni yang melihatnya menundukan pandangan.


"Maafkan sekali lagi pak."


"Ya sudah, apa kau dengar tadi aku berbicara?"


"ya pak saya dengar, apakah bapak tidak menyetujui kalau dia bekerja?"


Aneh, orang yang aneh dia yang bertanya soal arinka yang mau bekerja, ditanya balik malah bilang tidak peduli, sungguh besar gengsi mu pak, diembat laki-laki lain  nyesel, haha


"ya sudah, jika bapak tidak perduli tidak masalah kan? dia kerja apa tidak, mungkin dia hanya bosan dirumah"


"kenapa harus bosan, pekerjaan dirumah sangat banyak, apa aku harus memecat bi ami dan pak tino biar dia bisa bekerja sepuasnya dirumah."


"bukan begitu maksudnya Pak, mungkin nyonya arinka butuh teman, teman baru misalnya."


"dirumah juga ada bi ami, dia bisa berteman kan."


Huh, dasar dungu ga bisa ngerti apa? Dia bekerja karena dia tidak ingin memakai uangmu dan lagi dia sangat malas melihat wajahmu setiap hari, mungkin dia butuh suasana baru untuk menghibur dirinya.


Deni hanya mengangguk, tidak menjawab lagi perkataan bos nya itu.


"kita sudah sampai dikantor pak."


***


Arinka telah bersiap-siap dengan penampilan seadanya, dia bertekad ingin mendapatkan pekerjaan, arinka tau pekerjaan sangat sulit dan juga karena ijazah sma mungkin banyak yang tidak mau menerimanya, selama ini arinka hanya menjadi buruh cuci dan setrika saja.


Arinka masuk disebuah restauran yang bertuliskan mencari pekerja, dia ingin bekerja walau hanya menjadi tukang cuci piring saja.

__ADS_1


"permisi, apakah tulisan diluar itu benar? Restauran ini sedang mencari pekerja?"


"iya benar kak, ada apa? Apa kakak ingin bekerja disini" ucap seorang pelayan yang masih sangat muda.


"iya, saya ingin bekerja disini."


"Silahkan duduk dulu kak, tunggu disini sebentar, saya akan memanggil pak bos."


Arinka duduk dan menunggu dikursi sofa yang lumayan empuknya tapi tidak seempuk sofa tidurnya, selang berapa menit datang seorang pria tinggi, berkulit putih dan hidung mancung menyapanya dengan senyuman yang hangat.


"apakah anda yang ingin melamar pekerjaan disini?" menarik kursi sambil menatap arinka dari atas sampai bawah.


Arinka menganggukan kepalanya pelan sambil tersenyum polos.


"sebelumnya perkenalkan nama saya Jefran, saya pemilik restauran ini." menyodorkan tangan


"saya arinka." sambil menyambut jabatan tangan.


Ahh senyumnya sangat manis, dengan dua lesung pipi yang dalam batin arinka.


"Kebetulan kami memang sedang mencari pelayan, apakah anda berminat?"


"ya ya saya mau pak."


"Anda sangat semangat sekali nona" tertawa.


"aku suka orang yang bersemangat seperti ini, mengenai gaji anda akan digaji sebulan sekali."


"iya" menganggukan kepala.


"baiklah, jika anda berminat anda bisa bekerja disini mulai besok pagi pukul sembilan, diharapkan hari pertama jangan sampai telat."


"Terima kasih pak Jefran" senyum paling manis


"iya sama-sama."


"kalau begitu saya permisi dulu" beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar.


Sangat cantik dan berbeda, aku suka. ucap Jefran.


Bersambung...


Jangan lupa vote dan comment jika suka 😊


Luv u 😘

__ADS_1


__ADS_2