Tak Ada Alasan Untuk Bertahan

Tak Ada Alasan Untuk Bertahan
Tidak Mau Dia Tahu!


__ADS_3

"Gerry, kakiku tidak bisa digerakkan. Apakah aku lumpuh? aku sama sekali tidak bisa merasakannya!." Tanya Morgan pada dokter Gerry, yang melihatnya seperti berpikir.


"Sebentar, aku periksa dulu." Ucap dokter Gerry, yang mulai membuka kaki Morgan dari selimut.


Dokter Gerry mencoba memukul kaki Morgan, agar bisa merasakan sakit dari lutut sampai kepergelangan kakinya.


"Apa ini sakit?" Tanya dokter Gerry.


"Aku tidak bisa merasakan apapun, coba lebih keras lagi!." Ucap Morgan, yang kini berusaha menggerakkan kakinya sebisa mungkin.


Dokter Gerry bersiap- siap untuk memukul lutut Morgan lebih keras dengan sesuatu seperti palu ditangannya, karena tadi Morgan tidak merasakan sama sekali saat ia memukulnya dengan tenaga sedang.


Dan disaat sudah ingin menganyunkan tangannya, mata dokter Gerry malah bertemu pandang dengan Rossa yang kini telah melihat bingung kearahnya.


"Aku tidak bisa melakukannya sekarang Morgan, Rossa saat ini telah melihat kesini!." Bisik dokter Gerry, yang kini berpura-pura melakukan hal lain. Karena sepertinya Rossa sudah lama memperhatikan mereka.


Morgan pun memalingkan wajahnya melihat kearah istrinya secara perlahan, dan benar saja. Saat ini Rossa masih memperhatikan kearah mereka, dengan wajah yang terlihat bertanya-tanya.


"Gerry! aku tidak mau dia tau kalau aku lumpuh! Aku ingin cepat sembuh, agar bisa menemaninya." Ucap Morgan.


"Aku tahu, kalau begitu kau harus berusaha lebih keras lagi agar cepat bisa berjalan. Kau tahu kalau, Rossa saat ini sedang mengandung anak kembar!?" Ucap dokter Gerry.


"Apa! apa kau serius?" Tanya Morgan dengan mata yang berbinar, karena lagi-lagi dirinya diberikan kejutan yang sangat luar biasa dari dokter Gerry.


"Hemm, mereka ada 3 orang. Dan apa kau tahu? dengan kondisinya seperti itu Rossa masih bisa merawatmu. Selama ini dia selalu bercerita tentang anak- anaknya padamu, agar kau cepat sadar dan menemani mereka. Dia sangat kasihan, aku harap tidak terjadi apa-apa denganmu." Ucap dokter Gerry, yangn kini menutup kaki Morgan kembali dengan selimut.


Dada Morgan bergemuruh, desiran- desiran darahnya seakan mendidih mendengar kabar yang begitu membahagiakan itu.


Rasa bahagia yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, yang membuatnya ingin segera memeluk istrinya itu dan mencium semua wajahnya.


Tapi apa mau dikata, kakinya sama sekali tidak bisa ia gerakan karena tidak merasa seperti dirinya memiliki kaki saat ini.

__ADS_1


Tangis haru Morgan tidak dapat ia tahan, rasa cinta dan sayangnya seakan naik 100 kali lipat mendengar kabar bahagia yang dokter Gerry sampaikan padanya.


"Gerry, aku tidak mau dia kecewa melihatku lumpuh seperti ini. Aku ingin sembuh seperti semula, cepat cari solusi agar kakiku cepat berfungsi seperti semula." Ucap Morgan, dengan mata yang sudah memerah karena menangis haru melihat istrinya.


Apa lagi saat ini Rossa begitu terlihat cantik, walau tanpa make-up pun masih sangat cantik natural.


Yang membuat siapa saja melihatnya langsung jatuh hati, apa lagi saat ini Rossa terlihat chubby. Semakin menggemaskan dimata Morgan, dengan perut besarnya.


"Akan aku usahakan sebisa mungkin untuk mencari dokter terbaik, yang bisa menyembuhkanmu. Jangan cemas, semuanya akan baik-baik saja." Ucap dokter Gerry, memegang bahu Morgan agar bersabar dan berlalu pergi.


Mata Morgan kembali memanas, mengeluarkan air bening yang tidak mampu ia tahan. Karena saat ini dokter Gerry telah membuatkan susu ibu hamil untuk istrinya Rossa, karena dirinya juga sangat ingin membuatkan untuk Rossa yang saat ini telah mengandung anaknya.


"Tunggulah aku sayang, aku akan segera sembuh. Akan aku turuti semua keinginanmu, apapun itu asal kau bahagia. Akan aku berikan segalanya padamu, dan anak-anak kita nanti."


Batin Morgan dengan air mata harunya, melihat sang istri yang tertawa lepas dihadapan kedua orang tuanya saat ini.


Tidak lama setelah itu, Rossa pun mendekat pada Morgan. Dan dengan cepatnya Morgan langsung menutup matanya, dan kembali seperti semula saat dokter Gerry meninggalkannya.


Tidak lupa Rossa juga berbicara pada Morgan, serta melanjutkan ceritanya yang sempat ia mulai sebelum kedatangan mertuanya tadi.


Hati Morgan terasa berbunga- bunga karena Rossa memanggilnya papi untuk anak-anaknya, sedangkan Rossa memanggil dirinya sendiri dengan sebutan mommy.


Ingin rasanya Morgan langsung memeluk dan mencium istrinya itu, tapi dirinya juga tidak mau kalau sampai Rossa melihat dirinya yang masih lumpuh untuk saat ini. Dengan sebisa mungkin Morgan menahan kerinduannya itu, pada istrinya sendiri yang kini ada didepan matanya.


Tapi semua keinginan Morgan itu malah Rossa yang melakukannya sendiri, termasuk mencium kening Morgan setelah selesai ia bersihkan wajahnya tadi.


.


.


Hari-hari pun berlalu, dengan kegiatannya menunggu sang suami dirumah sakit. Rossa membuka sebuah butik, dengan berbagai desain yang ia buat sendiri beberapa bulan yang lalu.

__ADS_1


Tapi ia tidak selalu ada dibutik, hanya Asistennya saja yang ia suruh menggantikannya. Karena Rossa tidak mau melewati perkembangan suaminya walau hanya beberapa jam saja, karena itu semua desainnya ia kerjakan dirumah sakit sambil menemani suaminya.


Tapi diam-diam Morgan dan dokter Gerry selalu berlatih untuk bisa berjalan kembali, dan tanpa orang lain tahu kalau dirinya sudah sadar dari komanya. Dan sedikit demi sedikit Morgan sudah bisa menggerakkan kakinya, dan belajar berjalan menggunakan tongkat saat tidak ada orang dalam ruangannya.


Sementara kandungan Rossa sudah menginjak 8 bulan, yang mana perutnya semakin membesar dan membuatnya semakin susah berjalan.


Morgan kadang- kadang tertawa lucu, saat melihat tingkah istrinya itu saat berjalan. Tapi disisi lain Morgan juga sangat ingin menggandeng tangan istrinya itu, agar bisa bersama- sama menghadapi kedatangan buah hati mereka yang tak lama akan segera datang dalam kehidupan nyata mereka.


Setiap malam Morgan selalu keluar ruangannya bersama dokter Gerry, agar melatih kakinya yang masih kaku bahkan tak mampu menahan tubuhnya sendiri.


Dengan sekuat tenaga Morgan menyakinkan hatinya, agar cepat bisa berjalan kembali demi istri dan anak-anaknya yang akan segera datang.


Tapi lagi-lagi ia terjatuh sampai- sampai kakinya terkilir karena memaksakan untuk berjalan tanpa bantuan tongkatnya.


Hal itu tidak membuat Morgan gentar, ia semakin semangat melatih kakinya agar bisa seperti semula.


Dan tanpa ia dan dokter Gerry sadari, Rossa selalu mengikuti mereka secara diam-diam ditemani pengawal yang Asisten Jo tugaskan bersama Rossa.


Awalnya Rossa hanya sedikit curiga karena dokter Gerry selalu bergumam saat berdekatan dengan suaminya itu, tapi kecurigaan Rossa semakin bertambah. Saat dokter Gerry selalu menyuruhnya tidur lebih awal, dengan alasan dirinya sedang mengandung.


Tapi disuatu malam, saat Rossa sangat ingin ketoilet membuang air kecil setiap waktu. Ia melihat suaminya itu duduk dari tidurnya, lalu berpindah kekursi roda yang dibantu dokter Gerry memepahnya.


Rossa tertegun ditempat tidurnya, melihat semua yang terjadi didepan matanya yang hanya berjarak 3 meter saja dari tempat Morgan dirawat saat itu.


Rossa merasa bahagia sampai menangis, tapi juga sangat marah karena Morgan merahasiakan semuanya ini darinya.


........


.......


...See you all. ...

__ADS_1


__ADS_2