Tak Ada Alasan Untuk Bertahan

Tak Ada Alasan Untuk Bertahan
Aroma Lavender


__ADS_3

Rossa terus berjalan masuk kedalam kampus nya yang sangat luas itu, beberapa mata yang melihatnya hanya menatapnya dengan diam.


Ada juga beberapa siswa dan siswi yang mengenalnya karena satu jurusan, langsung menyapanya.


"Ros-rossa?" tanya salah satu siswi menunjuk Rossa yang ingin melewati mereka.


"Hai wen!" sapa Rossa dengan senyum nya.


"Eeh, benaran Rossa?" tanya siswi itu lagi, setelah Rossa mendekat pada mereka. "Kamu beda banget hari ini, emang ada acara apa?" sambung nya penasaran, karena tidak biasanya ia melihat Rossa berpenampilan seperti saat ini.


"Enggak ada acara apa- apa.. Maaf ya, aku mau nyusul Silla dulu di taman belakang kampus. Duluan yaa." Ucap Rossa dengan senyumnya, seperti biasa ia lakukan pada teman- teman nya. Dan meneruskan langkah nya ketaman belakang kampus mereka, taman yang berjejer oleh beberapa pohon- pohon besar yang sangat teduh untuk para siswa dan siswi bersantai dan belajar bersama.


Dari kejauhan, Rossa sudah melihat Silla yang tengah duduk di sebuah kursi panjang dan sebuah meja panjang didepan nya.


Sahabatnya itu terlihat sangat kacau, dan sesekali melihat kearah laptopnya untuk mengetikan sesuatu. Mata Rossa tertuju pada seorang pria yang sedang duduk melipat kedua tangan nya didada, dihadapan sahabat nya itu.


Pria itu terlihat sangat dingin, dan tidak perduli dengan orang disekitarnya. Berwajah manis, tapi sangat datar.


Rossa tersenyum melihat kelakuan kedua adik kakak itu, karena tidak ada kesamaan diantara mereka berdua. Sifat yang sangat berbeda jauh, dan pendapat yang selalu berlawanan. Rossa pun semakin mendekat pada keduanya, dan ia menutup kedua mata pria itu dari belakang.


"Kau itu sudah berumur 19 tahun! tapi masih berkelakuan seperti anak kecil." Seru pria itu, masih dengan gaya duduknya yang tadi. Tanpa bergerak sedikitpun, walau pun Rossa sudah mengejutkan nya seperti saat ini sedang menutup kedua matanya.


Rossa hanya diam, dan memberi kode pada Silla agar tidak bicara dengan nya saat ini.

__ADS_1


"Kau pikir aku tidak tau itu kamu Rossa Ferdias?" tanya pria itu yang mencengkram sebelah tangan Rossa dan menariknya untuk duduk di samping nya.


"Ck, menyebalkan. Kenapa kakak selalu bisa menebak ku? paling tidak, coba lah berpura- pura tidak tahu kalau itu aku.! menyebalkan sekali." gerutu Rossa pada pria disamping nya itu.


"Heh, kau tau? semua orang didunia ini yang berani menutup mataku dari belakang itu hanya kamu!. Dan aroma Lavender ini begitu kuat, siapa lagi kalau bukan kau pelaku nya yang sangat menyukai bunga ungu itu?" jawap Samuel, kakak laki- laki Silla yang baru datang dari luar negeri itu.


"Sudah lah Ros, kau jangan meladeni muka datar ini.! Cepat bantu aku menyelesai kan ini dulu." seru Silla pada sahabatnya yang baru datang, dan melirik kakaknya yang hanya diam dari tadi melihatnya kesusahan.


"Dasar muka datar, hanya karena mau menemui Rossa dia datang kesini. Tapi tidak membantuku dari tadi menyelesaikan tugasku, awas saja kalau kau minta bantuan ku berikutnya." batin Silla mengomel melihat wajah datar kakaknya itu, sambil cemberut.


Kruuyuuk...


Suara nyaring itu terdengar dari perut Rossa, reflek saja kedua orang dihadapan nya melihat kearah perut yang Rossa gosok perlahan.


"Hehehe.. Sill, sepertinya kita harus kekantin dulu nih. Aku laper banget, Belum makan dari pagi." ucap Rossa cengengesan.


Apa lagi sekarang, Rossa sedang dapat musibah yang sangat memukulnya karena ibunya masuk rumah sakit. Tapi Silla sedikit terkejut dengan penampilan Rossa hari ini, yang begitu berbeda dari biasanya.


"Setelah dua hari tidak bertemu, kenapa Rossa sangat berbeda? Apa dia menyembunyikan sesuatu dariku?" batin Silla terus berpikir akan perubahan sahabat nya itu.


Silla dan Rossa pun beranjak dari tempat nya duduk, bersiap- siap untuk ke kantin dan merapikan laptop nya untuk dibawa. Tapi, langkah kaki mereka berdua terhenti saat sebuah suara terdengar dari belakang.


"Kita makan diluar saja! aku sudah bosan makan di kantin kampus ini dari dulu." seru Samuel yang baru beranjak dari tempatnya duduk. "Ayo! apa yang kalian berdua tunggu lagi? Cepat kita makan diluar, tenang lah aku yang bayar tagihan nya." Sambung Samuel lagi.

__ADS_1


Sontak saja Rossa dan Silla saling menatap satu sama lain, dan menganggukan kepalanya masing- masing. Karena mereka berdua tahu, kalau kakak nya itu sangat tidak suka akan keramaian. Dan pastinya mereka akan makan direstoran mahal, akhirnya Rossa dan Silla bersorak ria. Karana akan makan, makanan enak siang itu.


Sesampai nya di restoran, mereka pun memesan makanan yang mereka inginkan masing- masing. Meskipun waktu berangkat tadi sempat ada perdebatan, antara Silla dan Samuel karena tempat yang Silla inginkan bertentangan dengan kakak nya itu.


Akhirnya Rossa harus angkat bicara, agar perdebatan antara adik kakak itu berakhir. Seperti hari- hari yang pernah mereka lalui bersama dulu, ketika Samuel belum berangkat ke luar negeri untuk melanjutkan sekolahnya.


Dan.. disini lah mereka sekarang, restoran seafood kesukaan Rossa dan Silla. Samuel yang sangat tahu kalau Rossa alergi terhadap udang dan kepiting, sangat malas membawa mereka kesini. Itu lah sebabnya ia berdebat dengan Silla, karena tidak mau kalau Rossa lupa akan alerginya melihat udang dan kepiting kesukaan Samuel dan Silla.


"Kau tadi pesan apa Rossa?" tanya Samuel lembut pada Rossa yang ada didepan nya sekarang.


"Aku tadi pesan kerang kak, ah sudah lama aku tidak makan kerang makanan favoritku." jawap Rossa tersenyum manis pada Samuel. Sambil menopang dagu dengan kedua tangan nya di atas meja, dan tidak sengaja matanya memandang kesembarang arah restoran itu.


Samar- samar Rossa melihat jawah yang sangat familiar baginya, yang tidak terlalu jauh dari meja mereka sekarang ini.


"Astaga!, mengejutkan orang saja." ucap Rossa reflek, karena melihat sepasang mata yang sangat tajam menatapnya saat ini.


Silla yang sedang membuka laptopnya melihat kearah Rossa, yang baru saja terkejut akan sesuatu. "Kau kenapa Ros? apanya yang mengejutkan?" tanya Silla melihat Rossa yang sedang melihat sesuatu kearah meja lain. Mata Silla pun mengikuti arah pandangan Rossa, pada meja yang tidak jauh dari mereka duduk.


"Ya ampun.." ucap Silla menutup mulutnya dengan kedua tangan nya. Karena melihat pria idaman ada di depan mata saat ini.


"Itu kan tuan muda Morgan.? Eh, siapa wanita cantik dihadapan nya itu? apakah kekasih baru nya lagi? Sepertinya mereka berdua makan siang bersama, uh so sweet banget sih." cerocos Silla sambil mengedipkan matanya beberapa kali, karena melihat sang wanita menyapu bekas makanan dipinggir bibir Morgan dengan sebuah tisu.


Sedangkan Samuel hanya memperhatikan wajah Rossa saat ini, yang terus memandang orang dibelakang nya. "Kenapa kalian berdua melihat orang seperti itu? apa kalian berdua juga ingin jadi pacar satu malamnya?" tanya Samuel yang sudah tahu tentang skandal tuan muda keluarga Lois itu.

__ADS_1



Mampir juga ke novel baru ku ini yaa, dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian disana. Semoga terhibur..😘


__ADS_2