
Kini Rossa dan Jack sudah berada di restoran dekat rumah sakit, mereka berdua makan seperti biasa. Agar orang - orang yang membuntutinya tidak curiga, kalau mereka berdua sudah mengetahui keberadaan mereka.
Dan benar saja, orang yang Jack katakan tadi juga berada di luar restoran menunggu mereka. Hingga membuat Rossa percaya, kalau orang- orang itu memang mengikutinya.
"Sekarang kau sudah percaya? dengan apa yang aku katakan." Tanya Jack pada Rossa, yang kini hanya mengaduk- aduk makanan dihadapannya.
"Hemm, aku tidak tahu apa yang mereka inginkan dariku. Bahkan aku sudah meninggalkan Alvan, sesuai dengan perkataan Mamanya. Tapi mengapa masih ingin mencariku, apa salahku padanya?." Ucap Rossa yang hanya memainkan makanannya tanpa dimakan.
"Bukankah kau istri Morgan, kenapa kau tidak tahu tentang masalah mereka?." Tanya Jack, manatap wajah Rossa yang sedikit pucat.
"Kau benar sahabat Morgan?." Ucap Rossa balik bertanya pada Jack.
Jack tertawa mendengar pertanyaan Rossa padanya, baginya itu sangat lucu sampai- sampai dirinya terkekeh.
"Kenapa kau tertawa? apa ada yang lucu!." Tanya Rossa.
"Ya, kau sangat lucu! Aku dan Morgan bersahabat sejak kecil, bahkan kami dulu selalu bersama saat masih anak- anak. Dan sampai remaja pun kami tetap bersama, hanya saja saat ini kadang- kadang tidak bisa bertemu karena sudah memiliki pekerjaan masing- masing." Jawab Jack yang menggelengkan kepalanya sambil tertawa.
"Berarti Jack juga berteman dengan Vania Bella itu? dan artinya Jack juga tahu pernikahan Morgan Dan Vania Bella!?" Batin Rossa, dadanya sedikit berdenyut nyeri saat membayangkan akan pernikahan 2 kekasih itu.
"Rossa, sekarang giliranmu. Bagaimana hubunganmu dengan Morgan? apakau mencintainya." Tanya Jack, karena menurut informasi yang Jack dapat, Saat ini hubungan keduanya tidak ada kelanjutannya lagi. Dan terlebih lagi, Rossa tidak tahu tentang Morgan yang kecelakaan beberapa hari yang lalu.
Rossa menarik napasnya dalam, lalu membuangnya kembali. Sungguh ia merasa dadanya sangat sesak, kalau harus mengingat perceraiannya dengan Morgan.
"Kami sudah bercerai, dan tidak ada hubungan lagi." Jawab Rossa.
"Apa kau tahu kalau Mor-" Ucapan Jack terputus.
Dan disaat Jack ingin memberitahukan tentang keadaan Morgan pada Rossa, ponsel Rossa berdering didalam tasnya. Rossa pun langsung membuka tasnya untuk mengambil ponsel yang masih setia berdering, dan menggeser layar ponselnya menerima panggilan.
(...........)
"Iya saya sendiri, ada apa ya sust?"
(...........)
"Apa?.. sa- saya akan se- segera kesana." Ucap Rossa dengan air mata yang tak terkendalikan. Lalu menutup ponselnya ingin segera bergegas untuk pergi, tapi Jack menahan tangannya untuk bertanya.
__ADS_1
"Kau mau kemana? apa yang terjadi!" Tanya Jack terkejut, melihat air mata Rossa yang sudah membajiri pipinya.
"Ibuku, di- dia tidak sadarkan diri." Ucap Rossa dengan tangisnya yang pecah, dan sudah sangat terburu- buru untuk pergi.
"Aku akan mengantarmu, ayo!." Ucap Jack menarik tangan Rossa berjalan keluar restoran menuju kedalam mobilnya.
.
.
Saat sampai didepan rumah sakit, Rossa langsung berlari menuju kamar Ibunya dirawat.
Rossa lupa, kalau saat ini ada kehidupan lain didalam rahimnya yang sedang ia kandung. Sedangkan Jack juga ikut berlari mengejar Rossa, karena khawatir melihat kondisi Rossa yang sedikit pucat.
Setelah sampai didepan ruangan Ibunya, Rossa melihat dokter Martin menutup wajah Ibunya dengan kain putih. Rossa pun meneriaki dokter Martin dengan tangisannya, yang sedikit histeris.
"Apa yang kau lakukan paman!?" Seru Rossa dengan suara sedikit serak.
Semua mata pun tertuju padanya, yang kini sudah berada didepan pintu ruangan.
Jack yang baru sampai juga sangat terkejut dengan teriakan Rossa itu, lalu mengikuti Rossa dari belakang. Karena Rossa terlihat sedikit oleng, hampir terjatuh.
"Ibu, ibu bangun bu. Jangan diam saja, jawab Sasa bu." Ucap Rossa terus berulang, mengguncang tubuh Ibunya yang terkulai tak berdaya itu.
Tangis Rossa tak henti- hentinya, disamping sang Ibu. Membuat siapa saja iba padanya, karena saat ini Ibunya itu sudah tidak bernapas lagi.
"Paman, Ibu akan baik- baik saja kan. Ibu tidak apa- apa kan, ayo paman periksa lagi. Pasang alat- alatnya agar Ibu bangun." Ucap Rossa pada dokter Martin, disela tangisannya yang sangat terpukul.
Jack mendekat pada Rossa, lalu memeluknya dari belakang. Agar wanita itu tenang, tapi malah sebaliknya.
Rossa membawa Jack berkenalan pada Ibunya, dan saling berjabat tangan. Sementara Jack hanya menatap dokter martin, yang melihat itu menggelengkan kepalanya
"Rossa, kau harus kuat menerima ini. Munkin Ibumu sudah memilih jalannya sendiri." Ucap dokter martin, lalu memberi kode pada para bawahannya untuk membawa Ibunya Rossa keruangan yang lain.
Rossa semakin menjadi memeluk Ibunya, saat tim medis ingin membawa Ibunya itu berpindah ruangan. Rossa meraung tidak terima, dan malah menyuruh tim medis memasang alat- alatnya kembali ketubuh Ibunya yang sudah tidak bernapas lagi.
Jack memeluk Rossa dengan erat, agar wanita itu tidak meronta saat tim medis ingin membawa Ibunya keluar dari tempat itu. Tapi Rossa malah berteriak lagi mrmanggil Ibunya, dan meronta dalam pelukan Jack.
__ADS_1
"Ibu, Ibu jangan tinggalin Sasa sama Rommi bu.. Bagaimana kehidupan kami tanpa Ibu, jangan bawa Ibuku.. Aku mohon jangan bawa, jangan.." Teriak Rossa histeris, sampai akhirnya ia merasa kepalanya sangat sakit. Dan tak sadarkan diri terjatuh dalam pelukan Jack, yang sedari tadi memeluknya.
"Rossa, Rossa sa!?" Panggil Jack berulang kali, lalu mengangkat tubuh Rossa, ke sofa ruangn itu.
"Tuan muda Jack, bisakah anda membawanya keruangan dokter Jane?." Tanya dokter Martin.
"Bukankah itu ruangan untuk wanita hamil?." Ucap Jack malah bertanya.
"Benar tuan muda, ka- karena Rossa saat ini sedang mengandung." Jawab dokter Martin sedikit gugup.
"Apa!.." Seru Jack terkejut bukan main.
Karena mendengar Rossa yang tengah mengandung saat ini, dan mencari kebenaran diwajah dokter Martin atas ucapannya tadi.
"Rossa tengah mengandung tuan muda, Nanti akan saya jelaskan semuanya" Ucap dokter Martin lagi, dan Jack pun langsung membawa tubuh Rossa keruangan dokter Jane.
Disepanjang perjalanannya menuju keruangan dokter Jane, semua mata melihat kearah Jack.
Suara bisik- bisik mulai terdengar ramai ditelinga Jack, karena ia sadar. Saat ini dirinya telah menerobos Ruangan dokter Jane, tanpa mengantri .
Dokter Jane tercengang melihat Jack, karena pria itu saat ini telah menggendong seorang wanita.
"Tuan muda Jack, apa yang anda lakukan disini." Tanya dokter Jane.
"Ah iya, tadi Rossa pingsan Bi. Dan paman Gerdian memintaku untuk membawanya kesini, mungkin karena terlalu banyak menangis dan sangat terpukul." Ucap Jack.
"Baringkan saja dia disini tuan muda Jack, saya akan memeriksanya." Ucap dokter Jane menunjuk tempat pemeriksaan pasiennya.
Jack pun membaringkan Rossa dengan perlahan, lalu keluar pada ruangan itu agar dokter Jane memeriksanya.
.
Setelah beberapa saat tadi dokter Jane memeriksa tubuh Rossa, kini ia telah dipindahkan keruangan rawat inap vvip.
Jack pun masuk keruangan Rossa, dan menatap wanita yang terbaring lemah itu dengan rasa iba.
........
__ADS_1
.......
...See you all.🤧...