Tak Ada Alasan Untuk Bertahan

Tak Ada Alasan Untuk Bertahan
Best Friend.


__ADS_3

"Sayang! kenapa kau cemberut?.." Tanya Morgan pada istrinya, padahal dirinya sendiri sudah tau kalau istrinya itu terlihat berbeda setelah beberapa wanita tadi menyapanya.


Morgan semakin mengeratkan genggaman tangannya pada jemari mungil istrinya, agar tidak terlepaskan.


"Sayang!." Ucap Morgan lagi pada istrinya, yang masih sama seperti orang merajuk.


"Aku tidak apa-apa! memangnya kenapa?." Ucap Rossa kembali bertanya pada suaminya, dengan posisi yang sama masih berjalan bergandengan tangan ditepi pantai.


Morgan tau kalau istrinya itu bukan seperti wanita lain, kalau cemburu langsung melontarkan kata-kata tidak baik sebagai ungkapan bahwa dirinya sedang cemburu.


Disini Morgan sudah bisa membaca karakter istrinya, kalau istrinya itu merasa tidak suka. Maka dia hanya diam, tanpa menghalangi atau pun memusuhi orang yang ia tidak sukai itu.


Morgan merasa bangga menemukan wanita berpikiran dewasa sebagai pendamping hidupnya, dan lagi baik hati serta tulus dalam menjalani hubungan. Meskipun usia istrinya itu masih sangat muda, dan berbeda 5 tahun lebih muda darinya.


Tapi istrinya itu seperti sudah sangat berumur, tidak manja, tidak bawel, tidak pernah menuntut apa pun darinya dan bahkan istrinya ini tidak pernah memintanya untuk berbelanja barang mewah dengannya. Seperti wanita-wanita yang pernah Morgan kencani, selalu membawa Morgan ke mall atau pun berkumpul bersama teman-temannya direstoran mewah dan perhiasan mahal lainnya.


Beberapa saat suasana hening menghampiri keduanya, mereka berdua masih bergenggaman tangan. Tapi hati dan pikiran mereka berdua disisi lain, sehinga saat itu juga Morgan langsung menghentikan langkahnya.


Dan Morgan menarik tangan istrinya agar lebih dekat lagi padanya, setelah posisi sudah cukup sesuai. Morgan pun langsung menggendong istrinya, ala bridal style. Agar orang-orang tau, kalau saat ini dirinya sangat menyayangi istrinya.


"Ehh, kenapa harus digendong?. Aku bisa jalan sendiri! lagi pula aku sangat berat. Apa kakimu tidak apa-apa?." Ucap Rossa pada suaminya, dan tangannya kini melingkar dileher suaminya agar tubuhnya sejajar dengan tubuh suaminya.


"Aku ingin membawamu kesesuatu tempat, apa kau tidak keberatan sayang!?." Tanya Morgan pada istrinya, dengan suara yang sengaja Morgan tinggikan.


Agar orang-orang tau, kalau dirinya dan Rossa adalah sepasang kekasih atau suami/istri lebih tepatnya.


"Kesesuatu tempat! dimana itu?." Ucap Rossa menatap wajah Morgan.. Yang semakin terlihat tampan, saat dilihat dari jarak dekat.


"Kau akan tau nanti, saat kita sudah sampai." Jawab Morgan dengan tersenyum juga pada istrinya, dan sesekali diperjalanan ia mencium kening istrinya dengan lembut.

__ADS_1


Disepanjang jalan ditepi pantai yang ramai itu, terlihat ada tempat yang paling ramai dan banyak orang-orang berkumpul ditempat itu.


Morgan yang kini masih menggendong Rossa dalam pelukkannya, juga menuju tempat yang paling ramai itu.


Terlihat ada sebuah panggung dengan ukuran lumayan lebar, dan beberapa kursi dan meja terlihat begitu rapi yang kini orang-orang duduki dengan teratur.


"Eeh, bukankah itu Jack!? Dan,, Silla!!." Ucap Rossa tercengang melihat orang-orang yang ia kenal, bahkan dirinya sampai lupa kalau saat ini sedang mengandung. Saat melihat sahabat karibnya itu sedang asyik mengobrol dengan temanya yang lain.


Rossa langsung refleks menurunkan kakinya kepantai, tanpa sempat Morgan lepaskan.


"Sayang ada apa! kenapa kau menjatuhkan kakimu?. Kau tau itu sangat bahaya! apa lagi saat ini kau sedang mengandung!?." Ucap Morgan dengan nada sedikit tinggi, karena dirinya juga sangat terkejut dengan aksi Rossa yang sangat spontan tadi!.


"Aah,, maaf sayang.. Aku, aku refleks karena melihat Silla ada disini. Sebentar, aku mau menemuinya dulu!." Ucap Rossa, ia pun memalingkan tubuhnya untuk berjalan ingin menghampiri sahabat karibnya itu.


Tapi Morgan menggegam kembali tangan Rossa, sehingga Rossa pun terhenti untuk melanjutkan langkahnya.


"Aku akan menemanimu, ayo kita hampiri sahabatmu bersama." Ucap Morgan, karena dirinya juga melihat Jack ada disana. Membuat Morgan sedikit cemburu, karena saat ini Jack sedang tersenyum pada istrinya.


Setelah sudah sangat dekat dengan sahabatnya itu, Rossa pun langsung melepaskan tangan Morgan yang sedari tadi menggegam tangannya.


"Silla!!." Seru Rossa memanggil sahabat karibnya itu, dengan suara yang sedikit nyaring.


Silla pun langsung menoleh, pada arah suara yang tadi memanggilnya.


"Ros- Rossa?.." Ucap Silla terbata-bata.


Karena melihat wanita dihadapannya sedikit berisi, dan perutnya yang sudah sangat membesar.


Rossa pun mengangguk, setelah sahabatnya itu memanggil namanya.

__ADS_1


Silla pun langsung mendekat, lalu memeluk sahabatnya itu dan mencium semua wajah Rossa..


Karena mereka berdua sudah sangat lama tidak pernah bertemu, sejak Silla pergi menempuh pendidikan diluar negri.


"Rossa apa kabar? bagaimana keadaanmu? Dan,, kau sedang hamil!? Astaga! Omg.." Ucap Silla menyentuh dahinya, dengan kedua tangannya.


Karena cerita yang sempat ada Silla disisi Rossa saat itu adalah,, Rossa tidak tahu siapa pria pertama yang sudah menghancurkan masa depan sahabatnya itu.


Membuat Silla sedikit syok, kalau mengingat cerita yang pernah ia dan Rossa ceritakan dulu mengenai pria malam itu.


Karena selama ini ia dan Rossa sangat jarang sekali mengobrol, atau pun sekedar bertanya kabar lewat telepon atau pun chat.


"Ross, kau disini sedang apa? Dan dengan siapa kau kesini? ini sudah malam. Dan angin malam tidak baik untuk kesehatan kandunganmu, kau juga bisa terkena flu karena pakaianmu sedikit pendek." Ucap Silla pada sahabatnya itu, setelah begitu lama berpelukkan melepaskan rindu beberapa bulan ini.


"Aku disini sedang berlibur, dan aku kesini bersama suamiku Sill!."Jawab Rossa, masih dengan senyum yang mengembang bagaikan bunga yang sedang merekah.


"Berlibur? suami!?." Ulang Silla lagi, atas jawaban sahabatnya itu padanya.


"Apa maksud Rossa berlibur bersama suaminya Morgan Lois? yang terkenal dingin itu?. Apa hubungan mereka baik-baik saja? Ya tuhan.. Semoga saja Rossa selalu bahagia seperti ini, setelah menikah dengan pria itu. Rossa selalu terlihat sedih saat itu, apa lagi sekarang Ibunya Rossa sudah meninggal. Apakah Rossa berpura-pura bahagia? agar aku tidak banyak bertanya padanya saat ini!?." Batin Silla bergumam, karena dirinya memang tidak tahu tentang kehidupan sahabatnya itu setelah dirinya pindah keluar negeri.


Untuk sesaat pikiran Silla teralihkan, karena membanyangkan kehidupan sahabatnya itu bersama Morgan Lois. Yang terkenal sudah menikah beberapa bulan yang lalu, dimedia sosial bersama kekasih masa kecilnya.


"Eeh,, kenapa kau melamun? Apa ada sesuatu yang terjadi? hemm.. Bagaimana kalau kita jalan-jalan saja sambil bercerita, aku merindukan cerita-ceritamu.." Ucap Rossa kepada sahabatnya itu, yang kini terlihat tersenyum. Tapi terpaksa!, seakan ada beban yang baru saja hinggap padanya.


Karena tadi sahabatnya itu sangat ceria, tapi setelah bertemu dengan Rossa langsung terlihat sedih.


...☘☘☘...


...See you geng's 🤗...

__ADS_1


__ADS_2