
Sesampai nya dikantor, dari tadi Morgan hanya duduk bersandar dikursi kebesaran nya sambil memejamkan mata.
Pikiran nya selalu tertuju pada istrinya yang menangis saat ini, ia merasa sangat menyesal akan tindakan nya memperlakukan Rossa seperti itu.
"Oh Morgan!, kenapa kau seperti binatang?. Dia seorang wanita!, dia istrimu!" batinya emosi.
Braakk... praangk..
Suara gaduh dari dalam ruangan itu, seorang pengawal nya sedang berdiri didepan pintu itu sampai terkejut oleh suara- suara benda yang dihempaskan dengan sengaja.
"Sadarlah bajing*n, dari seribu wanita yang kau kencani. Hanya dia yang bisa kau sentuh tanpa rasa jijik atau pun mual, hanya dia! istrimu saat ini!." Oceh Morgan dalam hatinya, disela- sela benda yang ia hempaskan kelantai.
Morgan pun teringat akan ucapan nya pada Rossa, yang akan memberikan imbalan 2kali lipat tadi malam saat ia sedang emosi. Ia pun meraih ponselnya diatas meja, dan menghubungi seseorang.
"Ya tuan muda..?"
"Kau beli sebuah mobil keluaran terbaru, dan berikan padanya. Serta perhiasan atau pakaian bermerek lain nya, aku tidak perduli. Dan kau suruh orang untuk memasang cctv disetiap penjuru Villa golden, dan hubungkan ke ponselku." ucap Morgan yang sangat singkat dan padat! lalu memutuskan hubungan ponsel itu.
Asisten Jo yang masih mencerna perkataan tuan mudanya, hanya menggaruk kepalanya heran. Karena tuan mudanya itu terdengar sangat kesal, saat bicara padanya tadi.
"Bukankah tuan muda sangat khawatir dengan nyonya Rossa tadi malam, sampai- sampai dia tidak sadarkan diri dan dibawa kerumah sakit. Tapi begitu nyonya Rossa sudah ada disampingnya, kenapa tuan muda malah buru- buru pergi kekantor. Dan meninggalkan nyonya dirumah sakit sendirian saat ini, bukankan itu aneh?. Yang sakit malah pergi berkerja pagi- pagi, dan sang istri yang malah tinggal dirumah sakit.?" gumam Jo sambil berjalan dikoridor rumah sakit dengan membawa sebuah paperbag yang terdapat satu set pakaian untuk nyonya mudanya.
"Tuan muda bilang, "Berikan padanya" itu berarti nyonya Rossa kan?. Karena tuan muda juga sering menggunakan kata, "Dia" pada nyonya Rossa. Kenapa tuan muda tidak ucapkan saja namanya?, supaya aku tidak bingung!" gumam asisten Jo disepanjang jalan menuju kamar yang ditempati Rossa saat ini.
"Apa yang kau bingungkan?" tanya seseorang yang juga searah dengan asisten Jo saat ini.
Jo pun melihat kearah suara itu, terlihat dokter Gerry bersama seorang susternya juga ingin menuju tempat yang sama sepertinya saat ini.
"Apa anda akan pergi kekamar tuan muda Morgan?" ucap asisten Jo malah bertanya pada dokter Gerry.
"Hm, ada apa?bukan kah dia pasienku?" jawap dokter Gerry mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Begini tuan muda Gerry, tuan muda Morgan sudah pergi kekantor tadi pagi." ucap asisten Jo menjelaskan.
"Kenapa dia buru- buru kekantor?, bukankah dia masih sakit!. Bahkan tadi malam istrinya sangat khawatir, karena demam nya sangat tinggi." tanya dokter Gerry merasa aneh.
"Saya tidak tau pasti tuan muda, tapi saat ini hanya ada nyonya Rossa diruangan itu. Dan saya ditungaskan untuk mengantar pakaian ini, kepada nyonya Rossa." ucap asisten Jo menunjukan sebuah paperbag ditangan nya.
"Aneh sekali!, kenapa dia buru- buru pergi dari rumah sakit?." gumam dokter Gerry, yang masih bisa didengar oleh asisten Jo dan seorang suster disampingnya.
"Kalau begitu saya akan menuju kamar nyonya Rossa dulu, tuan Gerry. Untuk menyerahkan pakaian ini." ucap asisten Jo menundukan kepalanya hormat dan berlalu pergi perlahan.
.
.
Sementara Rossa yang berada dikamar itu merasa bingung, sebab dari tadi dirinya tidak menemukan suaminya dimanapun saat ini.
Rossa tadi sengaja berlama- lama dibathroom, untuk mengguyurkan air hangat keseluruh tubuhnya. Terutama dibagian intinya yang sangat sakit saat ia berjalan, bahkan gaya nya berjalan saja bisa ditebak kalau ada sesuatu yang ia tahan.
"Kemana perginya Beruang Kutub itu, padahal tadi yang kulihat dia sedang tidur di tempat tidur ini." ucap Rossa yang merapikan ranjang pasien itu.
Tok.. tok... tok..
Suara ketukan pintu dari luar, yang membuat Rossa sedikit tersenyum. Karena mengira itu adalah suaminya, Rossa berpikir Morgan sengaja ingin mengerjai nya dan mengetok pintu agar Rossa membukakan untuknya. Ia pun beranjak, dan berjalan menuju kearah pintu ruangan Vip itu.
"Kamu dari mana sa-" ucapan Rossa terhenti, saat melihat orang yang ada didepan pintunya.
"Maaf nyonya, kalau anda lama menunggu. Ini pakaian anda, saya akan menunggu disini kalau anda sudah selesai." ucap asisten Jo menundukan kepalanya.
Rossa merasa kecewa, sebab orang yang ia harapkan tidak ada saat ini.
"Baiklah, oh ya Jo! dimana tuan muda?" tanya Rossa sengaja, karena dorongan perasaan nya yang ingin tau kemana suaminya sekarang.
__ADS_1
"Tuan muda sudah berangkat kekantor, nyonya muda." jawap asisten Jo.
"Hah.. bukan kah ia masih sakit Jo?, kenapa ia malah berkerja?." tanya Rossa yang tercengang, mendengar ucapan asisten suaminya itu.
"Saya juga tidak tau nyonya muda, tapi tuan muda tadi berpesan. Untuk menemani anda membeli sebuah mobil keluaran terbaru, dan beberapa pakaian yang anda perlukan." jawap Jo.
"Apa?, mo- mobil?" tanya Rossa terbata- bata.
"Benar nyonya, karena Pa Lim akan segera kembali kerumah utama. Dan saya juga akan menemani tuan muda pergi keluar negeri selama satu bulan." jawap asisten Jo, tanpa menatap wajah nyonya mudanya.
"Per- pergi? sa- satu bulan?" tanya Rossa merasa lebih syok lagi dengan suara bergetar.
"Benar." jawap Jo singkat. Karena sebelum ia sampai kedepan pintu tadi, Morgan menghubunginya agar menyampaikan keberangkatan mereka keluar negeri untuk urusan bisnis selama satu bulan lamanya.
"Kapan kalian berangkat?." lirih Rossa.
"Setelah selesai mengantar anda memilih mobil, nyonya." jawap Jo lagi sambil menunduk, ia merasa tidak berani mengangkat kepalanya untuk melihat raut wajah nyonya mudanya itu saat ini.
"Ehemp.." Rossa membenar kan suaranya yang tadi sedikit bergetar.
"Tadi kau bilang mobil keluaran terbaru kan Jo?" tanya Rossa tersenyum manis, dan bersuara sangat lembut.
Sontak saja asisten Jo langsung mengangkat kepalanya, untuk melihat raut wajah nyonya mudanya yang tertengar sedikit lebih baik dari yang tadi.
"Benar nyonya!." seru Jo.
"Aku bisa pergi bersama sahabatku untuk memilihnya, kau jangan khawatirkan itu. Kau pergilah untuk urusan bisnis, bersama tuan muda." ucap Rossa dengan senyumnya.
"Tapi nyonya, bagaimana kalau tuan muda bertanya pada saya. Apa yang nyonya beli itu baik atau tidak, dan keluaran terbaru atau tidak?." tanya asisten Jo yang mulai merasa, bahwa nyonya mudanya itu ada sesuatu yang mencurigakan.
.......
__ADS_1
.......
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa😍 Like, komen dan tekan Favorit agar tau up nya.. Terima kasih sudah mampir..😘