Tak Ada Alasan Untuk Bertahan

Tak Ada Alasan Untuk Bertahan
Semakin Cantik.


__ADS_3

Rossa menoleh kearah lain, karena tidak bisa menyembunyikan rasa cangung dihadapan suaminya sendiri.


Apa lagi tangan Morgan yang masih menelusuri kaki jenjangnya, membuat Rossa menggigit bibir bawahnya menahan rasa aneh yang mengalir dalam tubuhnya. Padahal disaat Rommi yang memijat kakinya Rossa merasa biasa saja, tapi disaat suaminya sendiri seperti ada rasa lain dalam dirinya.


Rossa merasa seperti tersengat aliran listrik, yang membuat darahnya mengalir dengan cepatnya. Dan jantungnya yang tak henti- hentinya berdegup mengalun syahdu, seperti pertama kalinya mereka menikah saat itu.


"Astaga! ada apa dengan jantungku? Kenapa rasa ini muncul lagi kalau aku berdekatan dengannya disaat seperti ini! apa penyakit jantung Ibu bisa menurun untukku?.. Aah tidak- tidak, mana mungkin penyakit jantung bisa menurun!. Perasaan ini, membuat perutku seperti ada sesuatu yang berterbangan." Batin Rossa yang sekuat tenaga menahan perasaan aneh dalam dirinya, dan kini ia merasa tangan Morgan yang tadi masih memijat kakinya terhenti.


Rossa yang tadinya melihat kearah lain kembali melihat kearah suaminya, yang ternyata ada dihadapannya saat ini.


Dengan penuh keterkejutan mata Rossa membelalak sempurna! karena saat ia menoleh. Morgan langsung mencium bibirnya dengan sekilas, dan dengan sekejap mata saja tanpa aba-aba terlebih dahulu.


Rossa mematung saat hawa panas itu menerpa wajahnya, hawa panas yang membuatnya mabuk tapi bukan karena minuman. Melainkan napas pria yang sudah lama ia rindukan itu, membuatnya menahan napasnya sendiri karena terlalu menikmati ciuman sekejap itu tanpa sempat mengedipkan matanya.


Morgan yang masih melihat ekspresi istrinya membelalakan matanya ingin tertawa, tapi karena ciuman yang tadi hanya sepintas saja!. Membuat Morgan semakin menginginkan lebih dari itu saja, karena rasa rindunya tidak bisa terobati hanya dengan ciuman sesaat yang baru saja ia lakukan pada istrinya tadi.


Melainkan menghabiskan malam yang panjang, dan memadu kasih seperti malam yang pernah mereka berdua lakukan setelah menikah dulu.


"Sayang.." Ucap Morgan dengan lembutnya, dan meletakkan kedua tangannya menangkup pipi chubby istrinya.


"Aku sangat merindukanmu, apa kau juga merindukan aku!?." Tanya Morgan kembali, ditatapnya mata yang indah itu dengan pandangan mata yang berkabut kerinduan.


Karena saat ini Morgan merasa benar-benar seperti mimpi, mimpi indah yang ia dambakan bersama Rossa seumur hidupnya.


Dengan perlahan lagi wajah Morgan mendekati wajah wanitanya, dan matanya tertuju pada bibir ranum yang sedikit terbuka dihadapannya saat ini.

__ADS_1


Dan tak menunggu lama, kedua bibir itu kembali bertemu. Debaran-debaran yang bergejolak didadanya semakin bergemuruh, disaat dirinya melihat mata istrinya tertutup dan membalas ciumannya. Yang kini semakin menuntut saat merasakan sesuatu yang manis itu, kini berapa dalam pungutannya.


Detik demi detik berlalu menjadi menit, sesuatu yang lembut itu masih bertaut satu sama lainnya. Melepaskan rindu yang tertahan sekian lama terkubur didalam dada mereka, entah kenapa itu terasa masih kurang untuk Morgan.


Tapi Rossa sudah menggigit bibir bawah Morgan perlahan, karena ia sudah kehabisan napas yang sedari tadi ia tahan.


Dengan deru napas yang memburu, Morgan melepaskan ciuman kerinduan mereka berdua. Yang sudah lumayan lama, sampai-sampai Rossa merasa sudah kehabisan oksigen karena saking lamanya bibir mereka bertaut satu sama lainnya.


Kini Morgan menyatukan dahi mereka berdua, karena masih menormalkan napas yang memburu setelah melakukan hal yang sudah lama ia rindukan itu.


"Sayang! aku menginginkanmu." Bisik Morgan, dengan napas yang masih tidak normal dihadapan wajah wanitanya.


Rossa terdiam, ia tahu apa yang suaminya itu inginkan. Karena dirinya juga sama halnya seperti Morgan, yang kini juga menginginkan suaminya itu membelainya seperti dahulu lagi.


"Ta-tapi ini masih siang, a- ak-aku lelah!." Ucap Rossa, kerena merasa semakin gugup dan perasaan cangung menguasai jiwanya.


Membuat Morgan semakin menginginkan istrinya itu, saat ini juga!. Tapi Morgan juga tahu, pasti tidak mudah bagi Rossa membawa ketiga anaknya itu, yang kini berada dalam kandungan istrinya yang semakin membesar.


"Kalau begitu, kita tidur siang saja bagaimana!?." Tanya Morgan dengan lembutnya, dengan senyuman yang mampu membuat Rossa semakin berkeringat dingin saat melihatnya.


"Ba-baiklah, ta-tapi tadi kau mau mandi dulu kan? Mandi lah dulu, nanti aku siapkan makanan untuk kita berdua." Ucap Rossa, yang melihat arah lain saat mata mereka berdua bertemu.


"Tidak perlu, kau istirahat saja sayang.. Biar nanti pelayan saja yang melakukannya, kau jangan sampai terlalu lelah. Karena itu bisa mempengaruhi anak-anak kita, apa lagi kata Gerry kau pernah hampir keguguran." Ucap Morgan, dan tangannya kini menyentuh perut besar istrinya dengan lembut.


"Halo semuanya, apa kabar kalian disana?." Ucap Morgan yang kini meletakkan kepalanya diatas perut besar istrinya, dan membawa anak-anaknya berbicara.

__ADS_1


"Hei!.. Kalian nakal sekali ya!.." Ucap Morgan lagi, saat merasakan ada benjolan diperut istrinya yang mungkin saja itu adalah tendangan baby kecil. Sebagai jawaban atas pertanyaannya tadi, menyapa anak-anaknya.


"Apa mereka selalu seperti ini, setiap hari?." Tanya Morgan kembali menatap wajah wanitanya, dan Rossa hanya mengangguk sebagai jawaban pertanyaan suaminya.


"Apa itu sakit?." Tanya Morgan lagi!.


Rossa hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Apa benar tidak sakit?." Tanya Morgan lagi, karena tidak percaya akan jawaban istrinya.


"Hanya sedikit, dan itu juga bagus kalau mereka sering bergerak. Berarti mereka aktif dan sehat didalam sana, jangan cemas!." Jawab Rossa tersenyum manis pada suaminya.


"Sayang, aku tidak ingin kau meresa kesakitan lagi. Besok kita akan cek up kerumah sakit, dan sekarang kau harus beristirahat." Ucap Morgan, yang kini beranjak dari sofa dengan menarik tangan istrinya agar berdiri.


"Eh eh, kenapa kau mengangkatku?. Aku sangat berat, kakimu bisa sakit nantinya." Ucap Rossa yang kini sudah berada dalam gendongan suaminya, karena tanpa aba-aba Morgan langsung membawanya kearah tempat tidur.


"Nah sekarang tidurlah, aku akan membersihkan diriku terlebih dahulu Sebelum memelukmu." Ucap Morgan kembali mendekati wajah istrinya, saat meletakan Rossa diatas tempat tidur.


Dan wajah mereka berdua begitu sangat dekat, sampai-sampai Rossa dapat merasakan deru napas suaminya karena terlalu dekat dengan wajahnya.


"Kau semakin cantik sayang, orang-orang bilang kalau wanita hamil itu sangat pemalas merias wajahnya. Tapi dirimu begini saja sudah sangat cantik, apa lagi kalau kau meriasi wajahmu!? Aku tidak ingin kau berhias! biar begini saja sudah cukup. Dan kalau kau ingin berhias, itu hanya boleh didalam kamar bersama ku. Jangan sampai ada anjing liar yang melihatmu seperti ini." Ucap Morgan, yang kini semakin mendekatkan wajahnya pada istrinya.


Dan tanpa ada halangan lagi, kini mereka berdua lakukan hal yang sama seperti tadi saat disofa.


Dan....

__ADS_1


...☘☘☘...


...See you all 🤗...


__ADS_2