
Kini Jack dan Rossa sudah berada disebuah restoran mewah kelas atas, yang mana Rossa sendiri pun tidak pernah ketempat seperti itu sebelumnya.
Dengan gaya pakaiannya yang sederhana, Rossa merasa kurang percaya diri ada disamping Jack saat ini.
Karena orang- orang disekitar mereka semua terlihat sangat bergengsi, dari pakaian, tas, sepatu, dan aksesoris lainnya.
"Apa kau sakit, kanapa wajahmu sangat pucat?." Tanya Jack. Yang kini sedikit khawatir pada Rossa, sampai memegang dahi Rossa merasakan suhu badan wanita dihadapanya itu saat ini.
"Ah tidak, aku tidak apa- apa." Ucap Rossa tersenyum manis seperi biasanya.
Lagi- lagi dada Jack berdebar, melihat senyum wanita yang berada dihadapannya.
"Ehemm, baiklah." Balas Jack yang menetralkan perasaannya, lalu menurunkan tangannya dari dahi Rossa.
"Kau mau pesan apa? disini semuanya ada. Dan semuanya makanan favoritku, jangan sungkan." Ucap Jack pada Rossa, yang langsung dilirik oleh Rossa dengan bibirnya yang manyun.
"Enak sekali dia bilang jangan sungkan, seharusnya aku yang bilang begitu padanya!. Karena aku yang mentraktirnya saat ini, dan tempat ini terlihat sangat mahal!. Meskipun uangku banyak, aku juga perlu berhemat untuk anak- anakku nanti." Bantin Rossa, yang masih melirikan matanya pada Jack.
"Ada apa? kenapa kau melihatku seperti itu!?" Tanya Jack yang pura- pura tidak tahu, akan lirikan tajam Rossa padanya.
"Hump" Suara mulut Rossa yang langsung melihat buku menu dihadapannya saat ini.
Jack menahan tawanya, sunguh ia merasa wanita dihadapannya saat ini sangat lucu. Apa lagi saat Rossa mencibirkan bibir bawahnya dan meliriknya tajam, membuatnya sangat geregetan. Ingin sekali ia mencubit pipi wanita dihadapannya itu, karena gemas.
.
Kini makanan mereka sudah datang, seperti biasa. Rossa hanya memesan salad buah, dan cemilan lainnya untuknya makan. Dan selama makan keduanya hanya diam tanpa ada yang berbicara, karena Rossa memang sifatnya seperti itu kalau sedang makan.
Lain halnya dengan Jack, ia diam bukannya seperti Rossa. Melainkan terkesima melihat Rossa yang makan dengan anggunnya, dan sangat menikmati setiap suapan demi suapan yang ia makan.
Baru pertama kalinya Jack menjumpai wanita yang tidak terlalu perduli pada, bahkan dengan ketampanan dan kekayaan yang Jack punya Rossa sama sekali tidak tergoda. Membuatnya semakin penasaran akan Rossa yang menurutnya sangat menarik, dan ingin mengenalnya lebih dalam lagi.
"Kenapa kau hanya makan salad dan cemilan? apa kau mau berdiet dihadapanku?." Tanya Jack.
__ADS_1
Rossa hanya menggelengkan kepalanya akan pertanyaan Jack padanya, karena saat ini ia masih mengunyah salad buahnya.
"Lalu?" Tanya Jack lagi.
Rossa meraih gelas minumannya untuk ia minum, karena ia tidak bisa bicara kalau masih mengunyah makanan seperti orang lain yang makan sambil bicara.
"Selera makanku yang memang kurang baik akhir- akhir ini, mungkin karena me-" Ucapan Rossa terhenti saat ia sadar akan apa yang ingin ia ucapkan pada Jack, hampir saja ia mengucapkan dirinya mengandung pada orang yang baru ia kenali.
"Hum?" Suara mulut Jack berdengung memperhatikan wajah wanita dihadapannya.
"Ah tidak, bukan apa- apa." Ucap Rossa lagi dengan senyumnya.
"Katakan aaa.." Ucap Jack lagi.
"Aaa." Suara Rossa yang meniru perkataan Jack, dengan mulutnya yang terbuka.
Pas disaat mulut Rossa terbuka, disitulah Jack menyuapinya makanan miliknya dengan sendok.
"Bhahaha.. Enak tidak? aku tau kau pasti berdiet. Wanitakan suka begitu? apa lagi kalau didepan pria sepertiku ini yang sangat tampan." Ucap Jack yang masih terkekeh melihat wajah Rossa dihadapannya saat ini.
Rossa benar- benar ingin muntah saat ini, ia begitu geli dengan daging ikan yang Jack suapi padanya. Dengan tergesa- gesa Rossa pun berdiri dari tempat duduknya menuju toilet terdekat, tapi belum juga ia dapatkan. Rossa menahan mulutnya dengan tangan agar makanan yang ia makan tidak jadi keluar, begitu melihat ada tanda toilet Rossa langsung masuk kedalamnya dan memuntahkan semua yang ia makan tadi.
Sedangkan Jack hanya terpaku melihat kepergian Rossa yang sangat terburu- buru meninggalkannya, ia tidak tahu ada apa dengan wanita itu yang tiba- tiba pergi begitu saja..
Disaat bersamaan ponsel Rossa berdering di atas meja makan, dan nama si pemanggil adalah BERUANG KUTUB.
Jack mengerutkan keningnya melihat nama itu, ia sangat penasaran siapa orang yang bernama Beruang Kutub itu.
Setelah berdering begitu lama, panggilan itu pun berakhir. Tapi tidak lama setelahnya, lagi- lagi ponsel Rossa berdering dengan nama yang sama.
Dengan rasa penasarannya, Jack mengangkat ponsel Rossa dan menggeser benda bulat hijau itu dilayar pipih milik Rossa tanpa bicara sepatah katapun.
"Kau dimana? cepat kerumah sakit A sekarang juga." Suara laki- laki diseberang ponsel Rossa dengan suara yang sedikit serak, yang Jack angkat saat ini.
__ADS_1
Jack hanya diam, sampai ponsel Rossa berbunyi tut.. tut.. tut.. Yang diakhiri oleh orang diseberang sana tanpa dijawab apapun oleh Jack.
Jack meletakan kembali ponsel Rossa seperti semula ditempatnya, sambil bertumpu tangan diatas meja makan itu menunggu Rossa yang pergi tanpa pamit padanya tadi.
Tak berapa lama, Rossa pun lembali kemejanya dengan wajah yang sedikit memerah karena muntah terlalu banyak. Bahkan ini baru pertama kalinya ia muntah dimasa kehamilannya, jadi ia merasa sangat lemas dan sedikit pusing.
"Kau kenapa? kenapa wajahmu sedikit merah. Apa kau sakit? bahkan kau lebih pucat dari yang tadi!." Tanya Jack yang sedikit khawatir pada Rossa saat ini.
"Ah tidak, aku tidak apa- apa. Mungkin hanya terlalu kelelahan saja, sebentar lagi juga baikan." Jawab Rossa dengan senyumannya.
Dan itulah yang membuat Jack semakin tertarik pada wanita dihadapannya ini, tidak seperti wanita lain yang semakin ditanya semakin manja bahkan yang tidak sakit saja ingin sakit kalau ditanya.
"Kenapa kau sangat menutup diri? jelas- jelas kau saat ini sangat pucat dan lemas. Apa kau sudah punya cinta yang lain dihatimu saat ini? sehingga kau sengaja mendindingnya agar orang lain tidak masuk kedalam hatimu?." Batin Jack, yang kini melihat wajah Rossa memucat.
"Oh iya, tadi ada telepon dari seseorang. Aku lupa namanya, tapi dia bilang cepatlah kerumah sakit A sekarang juga." Ucap Jack yang baru ingat akan telepon tadi.
"Eh? siapa ya. Coba aku cek dulu, mungkin paman Martin." Sahut Rossa.
Belum sempat Rossa meraih ponselnya, ponsel itu sudah berdering diatas meja. Terlihat panggilan itu dari dokter Martin, yang baru saja Rossa bicarakan tadi.
Tanpa menunggu lama, Rossa langsung menggeser layar ponselnya untuk bicara pada orang diseberang telepon.
"Ya paman?" Tanya Rossa.
"Cepatlah kerumah sakit sekarang juga, Ibumu.. Dia sudah sadar, dan sekarang sudah mulai bisa berbicara!." Ucap dokter Martin yang juga meneteskan air mata, karena senang.
........
.......
...See you all😘...
__ADS_1