Tak Ada Alasan Untuk Bertahan

Tak Ada Alasan Untuk Bertahan
Benda Pusaka


__ADS_3

Rossa mengerutkan keningnya, merasakan sesuatu yang lembut dan hangat di area dadanya. "Uumh.. uuh, eemh.." rancau nya.


"Kau sudah bangun.?" Suara bariton itu membuat Rossa segera membuka mata nya, dan sedikit terkejut melihat sosok pria ada diatasnya. Karana kesadaran Rossa belum sempat terkumpul sepenuh nya, membuatnya reflek mengangkat kakinya keatas. Dan membuat pusaka berharga milik Morgan, tertampar oleh kaki jenjang Rossa.


"Oowsst!! Kau mau membunuh ku? aw.. ssstt.." pekik Morgan memegang pusakanya yang sedikit nyeri, karena ulah Istrinya. Rossa yang baru sadar sepenuh nya dari mimpi indahnya, langsung duduk dan menatap Morgan dengan heran.


"Ada apa tuan? kenapa kau kesakitan seperti itu?" tanya Rossa keheranan, dan sangat bingung.


Morgan yang kesakitan merasa gemas dengan Istri nya itu, apalagi melihat wajah Rossa yang baru bangun tidur terlihat sangat cantik dan alami dimata Morgan.


Tiba- tiba muncul ide gila yang membuat Morgan menyeringai, melihat keadaan Istrinya yang begitu menggoda Ia pun memulai lagi aksi nya. "Kau mau tau kenapa aku kesakitan? hm.." tanya Morgan mendekatkan wajah nya kearah Istrinya yang masih kebingungan.


"Kau tadi menginginkan ku untuk melakukan itu, dan aku baru saja mau memulai nya. Kau sudah tidak sabaran,, dan ingin melakukan nya sendiri!. Aku keget dan kau menendang nya kerena aku lambat memulainya." ucap Morgan pura- pura kesakitan dan mengelus pusakanya, yang masih tertidur karena tendangan Rossa.


Rossa yang seorang polos hanya percaya, pada ucapan Suami nya yang seorang Beruang Kutup itu. Morgan menuntun tangan Istri nya untuk mengelus pusaka nya yang masih tertidur nyenyak.


Tangan Rossa gemetar menyentuh sesuatu yang besar itu, ia begitu geli untuk melihatnya apalagi untuk menyentuh nya. "Tu-tuan.. kenapa kau menyuruhku menyentuh nya? a-aku sangat geli.." ucap Rossa memalingkan wajahnya agar tidak melihat pusaka Morgan, wajah nya sudah memerah menahan malu.


Ini baru pertama kali nya Rossa melihat milik seorang pria, yaitu milik suaminya sendiri. "Yaa ampun!! kenapa semakin membesar? apa benda itu hidup?" batin Rossa yang melirik pusaka Morgan dengan ujung matanya.


"Sayang.. sekarang dia sudah bangun, ayo kita lanjutkan yang tadi!. Supaya Morgan jonior cepet ada disini." ucap Morgan yang menyentuh dan mengelus perut Rossa yang masih rata itu, tanpa ada penutup yang menghalangi tangan nya.


Rossa hanya diam mendengar perkataan Morgan yang sudah dua kali, membicarakan tentang anak kepada nya. "Kau menginginkan anak dariku, tapi yang kau sebut disetiap desahanmu nama wanita lain! sungguh memilukan." batin Rossa menutup matanya.

__ADS_1


Morgan berpikir Istrinya sudah menantikan sentuhan nya, karena sudah menutup mata. Ia pun mendorong tubuh Rossa kembali dangan perlahan, dan menaikinya keatas dengan ciuman lembut dipagi hari.


Rossa hanya pasrah menerima perlakuan Morgan pada nya, ia tidak mau ambil pusing tentang perasaan nya yang sakit dan mengganggu pikiran nya saat ini. Toh pernikahan mereka hanya kontrak, apa yang ia inginkan dari Morgan hanyalah uang untuk perawatan ibunya yang koma.


"Apa yang kau harap kan dari pria ini hanya lah uang Rossa, bukan perasaan nya. Jadi.. hilangkan semua pikiran mu tentang perasaan." batin Rossa bertekat. Ia pun membuka mata, dan melihat Morgan masih bermain diatas nya.


"Apa kau suka seperti ini sayang?" tanya Morgan yang memainkan kedua benda kenyal milik Rossa.


"Hummh.. Aku sangat menyukai nya tuan." ucap Rossa tersenyum manis. Membuat Morgan yang sudah menegang tidak sabar lagi ingin menerkam nya.


Dan mereka pun mengulangi lagi adegan tadi malam, yang membuat keringat bercucuran di pagi hari. Rossa begitu kelelahan melanyani Suaminya yang begitu perkasa, sampai- sampai ia kembali tertidur.


Morgan tersenyum melihat Istri nya yang tertidur pulas karena kelelahan oleh nya, ia kembali mengecup bibir Rossa dan mencium kening nya lembut. Hati Morgan menghangat akan kehadiran Rossa dalam hidupnya, tak pernah ia bayangkan kalau akhirnya ia bisa memiliki istri yang cantik dan sangat polos seperti Rossa.


Mata Morgan masih memandang wajah Istri nya yang tenang kala tertidur, rasa nya ia benar- benar tidak ingin meninggalkan Rossa pagi ini. Tapi, karena ada masalah tentang skandal nya. Morgan harus menyelesaikan nya hari ini, dan harus meninggalkan istri polos nya sekarang.


Setelah beberapa saat, ia pun selesai dari kamar mandi dan memasuki walk in closet untuk mencari pakaian nya.


Morgan pun kembali menuju ranjang, tempat istri nya tidur sangat nyenyak saat ini. Ia kembali mencium bibir istrinya dan sedikit meluma* nya, sungguh Morgan merasa sangat gila kalau tidak mencicipi bibit itu setiap melihatnya. "Sayang.. Aku pergi kerja dulu ya, kamu jangan kemana- mana. Oke!" Cup lagi- lagi Morgan mencium lembut bibir Rossa dan keningnya. Ia pun keluar dari kamar utama yang luas itu, dan menutup pintunya.


Sedangkan diluar kamar, sudah ada Asisten Jo dan Pa Lim yang menunggu nya.


"Selamat pagi Tuan muda.." ucap Asisten Jo dan Pa Lim bersamaan, saat melihat Morgan keluar dari kamarnya.

__ADS_1


"Pagi Jo, Pa Lim." Jawapnya dengan tersenyum menatap keduanya.


Asisten Jo dan Pa Lim saling menatap melihat perubahan tuan muda nya pagi ini, yang biasa nya ekspresi dingin dengan diam dan mengangguk kalau disapa. Tapi, pagi ini tuan muda nya terlihat sangat bahagia dan hangat. Membuat Asisten Jo dan Pa Lim pun tersenyum saling menganggukan kepala.


Mereka bertiga berjalan menuju meja makan, dan langsung di sungguhi secangkir kopi dan sarapan pagi nya seperti biasa Morgan lakukan kalau mau pergi ke kantor.


"Pa Lim.., Nanti kalau dia sudah bangun kau kabari aku. Dan katakan pada nya, kalau aku hari ini akan lembur." ucap Morgan disela makan nya.


"Baik tuan muda." jawap Pa Lim yang sudah tau kalau panggilan "Dia" itu berarti nyonya muda nya, yaitu Rossa.


"Tuan muda.. Apa anda mau melihat berkas tentang nyonya Rossa?" tanya Asisten Jo pada Morgan.


"Tidak!, itu tidak terlalu penting Jo." ujar Morgan menjawap, sambil menyeruput kopi panasnya.


"Tapi tuan mu-" ucapan Asisten Jo terhenti, kala tangan Morgan terangkat. Pertanda tidak boleh dibahas lagi.


"Bagaimana Janji makan siang dengan Anak Gadis Direktur Yan? apa sudah disiapkan tempatnya?" tanya Morgan mengalihkan pembicaraan mereka.


"Sudah Tuan Muda." jawap Asisten Jo menunduk kan kepala nya.


"Dan makan malam dipesta perayaan ulang tahun perusahaan kerja sama kita, Anda akan ditemani oleh Artis Bintang baru, Nona Molli. Sudah di jadwal kan jam 8 malam ini seperti yang ada ingin kan tadi malam." sambung Asisten Jo.


"Jangan salahkan aku, kalau anda terlambat mengetahui tentang nya tuan muda." batin Asisten Jo mengepalkan tangan nya kuat.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejak di empat kolom terakhir yaa..😍 See you..😘


__ADS_2