Tak Ada Alasan Untuk Bertahan

Tak Ada Alasan Untuk Bertahan
Ciuman Sayang.


__ADS_3

Baru saja Morgan ingin memjawab teriakkan mamanya, tapi sambungan telepon itu sudah terputus secara sepihak dari sisi lain.


"Pasti orang tua itu sangat marah, huh.. Terserahlah, toh yang menjalani pernikahan ini adalah aku dan dia. Selama dia masih ada disisiku, aku tidak akan melepaskannya. Walau apapun yang terjadi, aku akan tetap mempertahankannya." Guman Morgan sambil menatap istrinya, yang masih terlelap dibalik dinding kaca balkon.


Morgan kembali melihat layar ponselnya, masih ada beberapa panggilan takterjawab. Dan pesan baru yang membuatnya penasaran, ia pun langsung membuka pesan itu!.


"Morgan.., mungkin aku akan tiba satu minggu lagi. Kau harus menjemputku dibandara, kalau tidak!?. Aku akan langsung meminta media yang memberi tahumu, untuk menjemputku!." kata- kata dari pesan singkat itu.


Morgan tersenyum melihat pesan itu. "Dia masih saja sangat kekanak- kanakan.." Ucap Morgan tertawa kecil, karena melihat pesan singkat itu.


Morgan langsung menekan nama kontak yang memberinya pesan tadi, dan tidak menunggu lama panggilannya langsung terhubung.


"Hallo tuan muda, saya Asisten Pribadi Nona Bella." ucap orang diseberang telepon.


"Dimana Vania? aku ingin bicara padanya!." ucap Morgan datar.


"Nona muda sedang shooting foto, tuan muda." Jawab Asisten model Vania Bella itu, diseberang sana.


"Hm, baiklah. Sampaikan pada Vania, aku akan menjemputnya minggu depan dibandara." ucap Morgan.


"Baik tuan muda, akan saya sampaikan setelah Nona selesai shooting." jawap Asisten itu.


Morgan memutuskan sambungan teleponnya, dengan orang diseberang sana.


Ia kembali melihat panggilan yang tak tejawab lainnya, dan beberapa pesan dari Asistennya.


"Tuan, saya sudah ada didepan pintu."


"Tuan muda, saya sudah satu jam menunggu didepan pintu."


"Tuan!, apa anda ada didalam?."


"Tuan muda!, saya sudah 2 jam menunggu didepan pintu. Mungkin makanan yang saya bawa sudah tidak enak lagi, apa saya boleh pulang saja?." 😢😢

__ADS_1


Di saat Morgan sedang membaca semua pesan dari Asistennya itu, tiba- tiba dari belakangnya ada suara lain yang menyapanya.


"Tuan.., apa yang kau lakukan disini?." Suara wanita cantik itu menyapanya.


Morgan pun menoleh kebelakang, terlihat istrinya itu berdiri diambang pintu. Masih dengan selimut yang menutupi tubuh polosnya, yang ia pegang dengan kedua tangannya.


"Kau sudah bangun?, jangan keluar!. Anginnya sangat kencang dan hujannya masih sangat besar, kau bahkan tidak memakai apapun. Nanti masuk angin, ayo kita masuk!." jawab Morgan.


Mereka berdua pun masuk kedalam ruang kamar, dan Morgan langsung mengunci pintu yang menuju balkon.


Morgan berjalan kearah sofa lalu meletakan ponselnya dimeja, sedangkan Rossa langsung kembali duduk diatas tempat tidur mereka.


Melihat istrinya itu duduk diatas ranjang, Morgan pun berjalan kearah istrinya lalu duduk disamping istrinya itu.


"Kita belum makan malam, kau bersihkan dulu tubuhmu. Lalu kita makan malam dibawah, aku akan menunggumu dibawah hum?." Ucap Morgan dengan lembutnya pada Rossa, lalu mencium pipi istrinya dari samping.


Rossa yang menundukan kepalanya, hanya mengangguk tersipu malu. Ia merasa sangat canggung menghadapi suaminya, apa lagi menghadapi sikap Morgan yang sangat lembut padanya saat ini.


"Kenapa pipimu sangat merah, hum?. Apa kau malu atau!?, kau ingin melanjutkan yang tadi?." ucap Morgan. Ia langsung memeluk istrinya dari belakang, dan meletakan dagunya di bahu Rossa dengan sesekali mencium pipi istrinya itu.


Morgan terkekeh melihat kelakuan istrinya, ia merasa sangat lucu hingga ujung matanya berair karena tertawa.


"Sayang.., kenapa kau sangat menggemaskan hum?. Rasanya aku jadi ingin sekali lagi, memakanmu." ucap Morgan. Ia pun memalingkan tubuh Rossa menghadapnya, dan mengangkat tubuh istrinya itu kepangkuannya.


Kini mata mereka saling bertemu, Morgan menyadari bahwa istrinya itu sangat Cantik. Bahkan tidak sedang berhias pun sangat cantik, mata Morgan tertuju pada bibir istrinya yang ranum seperti buah yang matang. Sungguh sangat menggodanya, apa lagi istrinya itu masih tidak memakai apapun saat ini.


Sedangkan Rossa setengah mati menahan malu, sebab kecanggungan nya membuatnya tidak bisa bicara sepetah kata pun pada suaminya itu. Apa lagi, perlakuan Morgan yang sangat lembut dan perhatian padanya. Membuat hatinya meleleh, sampai tak bisa berbicara sepatah kata pun.


Kini dengan berani, Rossa menatap mata suaminya. Bibir Rossa bergetar, jantungnya berdetak hebat. Sungguh ia terpana oleh ketampanan suaminya, dengan berinisiatif Rossa mengalungkan tangan dileher suaminya itu lalu memeluknya.


"Ada apa, hum..?." tanya Morgan pada istrinya. Ia mengelus punggung istrinya dengan perlahan, dan sesekali mencium aroma tubuh istrinya dari ceruk leher dan rambut yang terurai panjang itu.


Lagi- lagi Rossa hanya menggeleng, karena tidak mampu mengeluarkan suaranya.

__ADS_1


"Mulai malam ini, panggil aku suamiku!. Atau, panggil aku sayang." ucap Morgan lagi.


Rossa hanya diam, tidak bicara mau pun mengangguk seperti tadi.


"Apa kau mendengarku?" tanya Morgan. Ia mendorong sedikit tubuh istrinya, untuk melihat wajah yang selalu menghantui pikiran dan hatinya selama kepergiannya keluar negeri.


Rossa hanya menundukan wajahnya dihadapan Morgan, tanpa berani menatapnya lagi seperti tadi.


"Sayang.." ucap Morgan dengan lembut. Lalu menangkup pipi Rossa dengan kedua tangannya. Morgan mencium lembut kening istrinya, kedua matanya, hidungnya, pipi kiri kanan, dan yang terakhir bibir istrinya. Dengan lembut Morgan ******* bibir itu, sampai akhirnya ia puas lalu melepaskan nya dengan perlahan.


"Kenapa kau tidak bicara, apa ada sesuatu yang mengganggumu hum?." tanya Morgan masih menatap wajah istrinya.


Lagi- lagi Rossa hanya menggelengkan kepalanya, sebagai jawaban dari pertanyaan suaminya padanya.


Melihat istrinya seperti itu, Morgan tidak tau harus bicara apa lagi. Karena ia memang tidak pandai merangkai kata, apa lagi merayu wanita seperi menggombal dengan kata- kata receh lainnya.


Morgan kembali memeluk Rossa dengan erat, seakan- akan istrinya itu ingin meninggalkannya pergi jauh. Dan tak pernah kembali lagi kesisinya, ia sangat takut itu terjadi.


"Berjanjilah, berjanjilah padaku kau tidak akan meninggalkanku. Apa pun yang terjadi, bertahanlah!. Karena semua itu adalah suratan takdirku, aku juga tidak ingin hidup seperni ini" lirih Morgan pada istrinya.


Rossa hanya membalas pelukan Morgan padanya, pelukan yang sangat erat. Sampai- sampai dirinya sesak untuk bernapas, lalu mengelus punggung suaminya dengan perlahan.


"A- aku lapar, bagaimana kalau kita pergi kebawah untuk makan malam. Aku akan memasak sup untukmu, apa kau suka sup?." tanya Rossa pada suaminya.


Deg.. deg.. deg.. deg..


Tiba- tiba jantung Morgan berdetak kencang, hatinya terasa menghangat saat istrinya itu memperlakukannya dengan lembut seperti ini.


Morgan pun melepaskan pelukannya, dan mencium kening istrinya dengan sangat lama..


Ciuman yang menandakan rasa sayang itu berhasil membuat Rossa juga merasakan debaran yang sama seperti Morgan, Rossa hanya menutup matanya menghayati perannya sebagai istri saat ini.


.......

__ADS_1


.......


...Perjalanan cinta, baru dimulai..❤🔥...


__ADS_2