
"Kenapa tidak ikuti saja dia sebentar? siapa tau itu penting!." Ucap Rossa pada suaminya, yang saat ini sedang menatapnya dengan mata agak disipitkan.
"Kenapa tidak menyebut namaku? kau sekarang tidak mau menyebutkan aku sebagai suamimu!?." Ucap Morgan malah sebaliknya bertanya pada Rossa, karena sedari tadi dada Morgan sudah bergemuruh melihat istrinya itu mengabaikannya.
"Haah." Seketika mulut Rossa terbuka, mendengar ucapan Morgan padanya.
Begitu juga 2 orang dihadapan mereka berdua, yang tidak lain adalah Silla dan Jack. Seperti kebingungan, mendengar ucapan Morgan pada istrinya.
"Apa maksudmu? ak-." Belum sempat Rossa meneruskan ucapannya, Morgan sudah mengangkat satu tangannya keatas sebagai tanda bahwa Rossa harus diam!.
"Sejak tadi kau mengabaikanku! dan sekarang kau menyuruhku untuk pergi meninggalkanmu bersama orang ini!?. Jangan harap aku akan meninggalkan kalian disini, tanpa pengawasanku!." Ucap Morgan menunjuk wajah Jack!. tepat dikening Jack!.
"Haah." Seketika mulut Rossa, Silla dan Jack terbuka bersamaan. Mendengar kata- kata yang Morgan ucapkan, pada Rossa istrinya.
"Astaga! ternyata dia cemburu padaku!?. Demi dunia, pria arogan ini sangat mencintai Rossa!?. Tapi,, apakah mereka sekarang benar -benar saling mencintai. Seperti dulu, Rossa selalu membicarakan Morgan padaku saat kami bersama!. Apakah itu berarti, kalau aku juga Rossa ceritakan kepada Morgan saat mereka bersama?." Batin Jack bertanya pada dirinya sendiri, dan ide konyol pun melintas diotaknya untuk menjahili Morgan sahabatnya itu.
"Eheem,, ah.. Rossa!, kau tadi pesan apa?. Aku ingat, makanan favoritmu dulu adalah ayam bakar madu yang pedas sedang kan?. Tadi aku sudah memesankannya untukmu, kita berdua bisa membagikannya pada Morgan dan nona Silla kalau mereka berdua ingin mencicipinya." Ucap Jack sengaja, agar Morgan bertambah cemburu dan merasa kalah darinya. Karena sedari mereka kecil dulu selalu bertengkar, pada sesuatu hal yang sepele saja.
Morgan semakin menyipitkan matanya menatap sahabatnya itu, yang kini manangkup kedua pipi menompang tangannya diatas meja sambil menunggu makanan mereka datang.
"Rossa sudah tidak menyukai makanan itu, dan juga madu terlalu manis kalau dimakan begitu saja dengan makanan. Tidak baik untuk kesehatannya, karena dia sedang mengandung anakku." Jawab Morgan dengan nada sombongnya didepan semua orang dihadapannya, dan orang yang sedang mendengarkan ucapannya semua melongo.
Karena baru pertama kali mendengarkan orang mengusumsi madu, tidak baik bagi kesehatan!.
Rossa dan Silla saling bertatapan mendengar ucapan Morgan, dan kening mereka saling terangkat karena bingung harus menjawab perkataan Morgan tadi!.
Lain halnya dengan Jack! ia malah ingin tertawa lepas mendengar ucapan Morgan tadi.
__ADS_1
Karena ia tau sahabatnya itu sedang cemburu, karena dirinya menawarkan Rossa makanan favorit istrinya.
"Astaga!! ternyata dia masih saja seperti dulu. Masih kekanak- kanakan, aku malah ingin menjahilinya kalau seperti ini.." Batin Jack menahan tawanya agar tidak kelihatan, dan menutup wajahnya dengan sebelah tangannya agar tidak terlalu nampak kalau dirinya menahan tawa.
"Mana ada makan madu tidak baik untuk kesetan? yang ada madu itu sehat! Dan bagus pula untuk ibu hamil, kau tidak tau betapa bagusnya madu itu untuk daya tahan tubuh!?." Jawab Silla pada Morgan, dan memperhatikan wajah suami sahabatnya itu.
"Aah benar, aku juga pernah mendengar itu saat sekolah dulu. Dan madu sangat baik untuk kesehatan,, terutama untuk ibu hamil seperti Rossa!." Tambah Jack lagi, sambil melirik Morgan disampingnya sambil tersenyum.
Morgan juga membalas lirikan sahabatnya itu, yang kini masih menahan tawanya.
"Aku hanya tidak suka dia perhatian pada istriku, apa lagi kalau dia menceritakan masa lalunya bersama istriku!. Membuatku ingin menghajarnya saja, atau kau sengaja agar aku memberimu sesuatu yang bisa membuat mulutmu diam!?." Ucap Morgan sinis pada sahabatnya itu, yang kini tidak mampu lagi menahan tawanya hingga terbahak- bahak menertawai Morgan.
"Kau memang minta dihajar rupanya!." Ucap Morgan yang kini mulai beranjak dari tempat duduknya, tapi Rossa menyentuh tangan suaminya itu dan menggelengkan kepalanya agar tidak ada keributan.
"Apa?? aku hanya mengatakan kebenaran. Kenapa kau jadi marah padaku!, Rossa memang menyukai ayam bakar madu. Dan hanya kau yang tidak tau madu itu bagus untuk kesehatan, bukan malah sebaliknya.." Ucap Jack sambil tertawa lepas, karena puas mengerjai Morgan sahabatnya sejak kecil itu.
Hanya dengan ucapan lembut istrinya itu Morgan merasa sangat berarti dimata istrinya, dirinya merasa diperhatikan karena kelembutan suara Rossa saat ini padanya.
"Baiklah sayang, aku akan menuruti perkataanmu." Balas Morgan tersenyum pada istrinya, dan menggegam tangan istrinya yang tadi menyentuh lengannya.
Tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri mereka, yang tidak lain adalah kakaknya Morgan yang bernama Marissa.
"Hai semuanya,, apa kabar?." Ucap Marissa pada semua orang yang ia hampiri dimeja makan itu.
"Kakak!, kau disini juga!?." Tanya Morgan heran pada kakaknya itu, karena kakaknya Marissa memakai gaun dan perhiasan mahal lainnya disebuah pantai yang saat ini mereka kunjungi.
"Yaa, aku sedang mengunjungi sebuah pesta pernikahan seseorang disini." Jawab Marissa tersenyum manis pada semua orang, yang berada didepannya.
__ADS_1
"Oh iya Rossa! aku ingin mengajakmu kesesuatu tempat sebentar. Apa kau mau ikut, hanya sebentar saja." Ucap Marissa pada Rossa, yang saat ini terlihat bingung menatapnya.
"Tapi kami mau makan kak, sebentar lagi makanannya akan tiba!." Jawab Morgan pada kakaknya Marissa, yang sangat lemah lembut itu saat berbicara.
"Hanya sebentar saja sayang, tidak akan lama!." Ucap Marissa lagi dengan tersenyum sangat manis pada adik laki-lakinya tersebut.
"Tapi ka-." Ucapan Morgan terhenti karena Rossa, langsung menatapnya sambil tersenyum.
"Tidak apa-apa, aku akan ikut dengan kakak sebentar. Kalian makan saja dulu kalau aku belum juga datang, jangan menungguku yaa. Nanti makanannya dingin, jadi tidak enak." Ucap Rossa menatap suaminya dan kedua sahabatnya itu.
"Aku akan ikut denganmu sayang, ayo!." Ucap Morgan lalu beranjak dari tempat duduknya, dan menggegam tangan istrinya untuk berdiri.
"Eet,, hanya Rossa!. Kau tidak boleh ikut! kami hanya sebentar saja oke!." Ucap Marissa pada Morgan adik laki-lakinya itu.
"Tapi-." Ucapan Morgan lagi-lagi terhenti, karena Rossa menyentuh tangannya.
Rossa tersenyum manis pada suaminya, seakan mengatakan bahwa dirinya akan baik-baik saja.
"Aku akan cepat kembali kalau sudah selesai, aku akan baik-baik saja." Ucap Rossa pada suaminya, yang kini terlihat gelisah karena ingin mengikutinya.
Morgan hanya diam, saat istrinya itu sudah berbicara padanya.
"Ayo kak, aku akan mengikutimu." Ucap Rossa pada kakak iparnya, yang kini sudah tersenyum manis menunggunya.
"Sill, aku tinggal sebentar yaa. Jack! kalian makan saja dulu yaa. Aku akan kembali lagi nanti, sayang kau harus makan yaa kalau aku agak lama." Ucap Rossa pada suaminya, yang kini hanya terdiam melihatnya.
...☘☘☘...
__ADS_1