
Kini Rossa dan Morgan sudah tinggal dirumah kecil, didekat pantai yang sengaja Morgan sewa dengan harga yang cukup menguras kantong bagi rakyat biasa.
Tapi tidak bagi Morgan, karena ini adalah bulan madu mereka yang pertama. Dirinya ingin membuat kenangan indah, yang tak pernah terlupakan oleh istrinya.
Istrinya yang saat ini tengah mengandung anaknya, dan akan menemaninya sampai tua nanti.
Hari pun sudah mulai hampir petang, Rossa yang saat ini masih berada diteras rumah kecil menghadap pantai itu. Masih asyik memandang matahari, yang tidak lama lagi akan tenggelam ditelan bumi.
Morgan yang baru selesai membersihkan dirinya dari kamar mandi, masih menggunakan handuk dipinggangnya.
Ia tersenyum puas melihat kearah istrinya, yang kini masih menikmati matahari yang hampir terbenam itu.
Setelah mereka berdua sampai dirumah kecil itu tadi, Rossa merasa sangat mengantuk. Sehingga mereka berdua memutuskan untuk tidur, sampai petang saat ini baru terbangun.
Setelah terbangun dari tidurnya tadi, Morgan tidak menemukan istrinya disampingnya. Yang biasanya selalu ia peluk dari belakang, kalau sedang tertidur.
Dan ternyata, istrinya itu sudah terlihat sangat cantik. Sedang duduk diteras rumah kecil mereka, sambil mendengarkan musik K-pop dan segelas susu dan beberapa cemilan lainnya.
Morgan pun langsung pergi kekamar mandi, membersihkan dirinya. Dan saat ini tengah mencari pakaiannya untuk dipakai, agar dirinya tidak kalah menawan dari istrinya itu.
"Apa kau suka pemandangan disini sayang!?." Tanya Morgan, yang kini sudah terlihat sangat tampan. Memakai pakaian ala pantai yang membuat dada Rossa kembali berdebar saat melihat suaminya itu.
"Emh, aku sangat menyukainya. Andai saja kita bisa tinggal disini, untuk melihat matahari terbenam setiap sore." Jawab Rossa, matanya masih tertuju pada matahari yang hampir terbenam itu.
"Baiklah, sebentar. Aku akan menyuruh Jo untuk membeli tempat ini." Ucap Morgan, yang kini kembali kedalam ruangan kecil itu untuk mencari ponselnya.
"Eeh, membeli!?" Ucap Rossa, yang munkin saja Morgan sudah tidak lagi mendengarnya.
__ADS_1
"Rumah ini memang sangat kecil, tapi semuanya sangat lengkap dan tersedia. Layaknya untuk bulan madu, tapi!. Apa dia benar-benar ingin membeli tempat ini? pasti harganya sangat mahal karena disini terlihat elite.." Gumam Rossa yang masih berpikir, karena tempat yang mereka tinggali sekarang memanglah level 1 diantara tempat lainnya.
Tidak lama setelah itu Morgan pun keluar lagi keteras rumah kecilnya, dan duduk disamping istrinya yang saat ini menatapnya.
"Ada apa? kenapa kau melihatku seperti itu sayang!?." Tanya Morgan pada istrinya Rossa, yang kini masih melihatnya.
"Kau tidak mau memintaku membuatkan minuman untukmu, atau aku tidak layak membuatnya untukmu?." Ucap Rossa, karena Morgan keluar membawa secangkir kopi hitam yang saat ini ia serumput.
"Uhuk.. uhuk.. uhuk.. uhuk.."
Mendengar ucapan istrinya itu Morgan langsung tersedak, kopi panas yang baru saja ia buat sendiri itu kini sedikit tumpah kecelana dan pakaiannya.
Karena ia memang sengaja tidak meminta Rossa membuatkan untuknya minuman, agar istrinya itu tidak terlalu kelelahan dan Morgan juga sengaja ingin memanjakan istrinya.
Untuk menebus waktu, yang pernah Rossa lewati tanpa dirinya beberapa bulan yang lalu.
"Meskipun rasanya sangat tidak enak, aku mencoba menebus waktu yang pernah terlewatkan tanpa adanya diriku disisimu sayang!. Aku tidak bermaksud lain, aku hanya ingin kau meresa nyaman disisiku!." Ucap Morgan, dan iapun meraih kedua tangan Rossa.
"Aku hanya ingin-." Belum selesai Morgan meneruskan kata-katanya, Rossa sudah menarik satu tangannya dan meletakkan dibibir suaminya.
"Sssttt!."
"Suamiku, apa kau tau apa yang ingin aku lakukan dan cita-citaku setelah menikah membangun sebuah keluarga!?." Tanya Rossa pada Morgan, yang kini masih terdiam dihadapan istrinya.
Morgan hanya menggelengkan kepalanya saja, karena tidak tau apa yang ingin istrinya katakan padanya.
"Aku ingin melayani suamiku, memasakkan sarapan pagi. Dan makan bersama setiap pagi, siang dan malam. Mengantarmu berangkat kekantor setiap hari sampai didepan pintu, dan berbagi keluh kesah dimalam hari menjelang tidur. Itulah yang aku inginkan, agar hubungan kita tidak lagi kaku seperti dulu. Dulu kau pergi sebelum aku bangun, dan kembali disaat aku sudah tertidur. Aku tidak mau hal itu terjadi lagi! aku hanya ingin menjadi seorang istri yang baik untukmu dan menjadi seorang Ibu yang baik untuk anak-anak kita nanti." Ucap Rossa sambil meneteskan air matanya, karena mengingat kembali keluarganya yang dulu seperti itu.
__ADS_1
"Sayang!." Ucap Morgan dengan lembutnya, dan langsung memeluk istrinya yang terlihat sedih saat ini.
"Maaf kalau dulu aku sangat bodoh, dan tidak menyadari betapa berharganya dirimu bagiku sayang!. Mulai sekarang, apapun yang ingin kau lakukan. Lakukan lah, tapi kau harus menjaga dirimu dengan baik sayang!. Karena mereka ada bersamamu, kau harus menjaga mereka juga. Kalau kau mau memasak, aku akan menemanimu sampai kita makan bersama setiap hari dan sampai menutup mata nantinya." Ucap Morgan dengan nada sedikit lirih, karena dirinya juga sangat terharu mendengar cita-cita istrinya itu. Yang menurutnya sangat bijaksana, hanya saja ia abaikan dan menjadi sia-sia karena dirinya yang ingin berobat setelah menikah dulu.
"Ya, kau sangat bodoh!.." Ucap Rossa, yang masih berada dalam pelukkan hangat suaminya.
Morgan pun melepaskan pelukannya, lalu menatap wajah wanitanya dengan penuh tanya!.
"Hmm?." Mulut Morgan berdengung, menatap istrinya yang kini menyapu sisa airmata yang jatuh kepipinya sendiri.
"Tidak apa-apa, bagaimana kalau kita jalan-jalan saja?. Karena tadi matahari sudah terbenam, dan kita tidak bisa melihatnya karena asyik mengobrol." Ucap Rossa pada suaminya.
"Hmm, baiklah ratuku. Apapun yang kau inginkan, akan aku turuti! Asalkan jangan memintaku untuk pergi darimu, aku tidak mau!." Ucap Morgan, ia pun menggegam tangan istrinya erat untuk jalan-jalan dipantai saat malam hari.
Rossa sangat bahagia melihat pantai yang penuh lampu kelap kelip disepanjang jalan, ini baru pertama kalinya ia kepantai berdua dengan seorang pria. Yang tidak lain adalah suaminya sendiri, apa lagi saat ini Morgan menggegam tangannya erat dan sesekali tersenyum padanya.
Membuat dada Rossa lagi-lagi berdebar dibuatnya, tapi tidak hanya Rossa yang mengagumi paras tampan suaminya itu.
Beberapa wanita disepanjang jalan juga sepertinya sama seperti Rossa, yang terpesona melihat ketampanan suaminya itu.
Sehingga membuat Rossa sedikit cemburu, melihat beberapa wanita yang menyapa suaminya didepan dirinya sendiri.
Tapi begitulah Morgan, orangnya sangat dingin pada wanita lain dan tidak memperduli sama sekali!. Apa lagi saat ini ada Rossa disampingnya, membuatnya semakin tidak menyukai wanita lain selain istrinya sendiri.
...โโโ...
...See You geng's. ๐minta vote untuk hari senin yaa....
__ADS_1