
Kini Rossa dan Morgan sudah berada disamping mobil yang Asisten Jo bawa sedari tadi, Morgan membukakan pintu Mobil bagian belakang untuk wanita yang masih berstatus istrinya itu malam ini.
Tapi tidak tahu untuk masa yang akan datang, apakah takdir mempertemukan mereka kembali atau keduanya malah sama- sama memiliki cinta yang lain? Hanya Tuhan dan Authornya yang tahu.š
Perasaan Rossa saat ini sedang kacau, ia tidak tahu harus merasa sedih atau malah sebaliknya senang.
Karena disatu sisi Rossa merasa kekhawatirannya yang telah mengandung anak dari seseorang yang tidak ia kenali sama sekali itu terlindungi, tapi disisi lain hatinya telah hancur untuk yang kedua kalinya karena mencintai ditempat yang salah.
Rossa hanya termenung saat Morgan sedang membukakan pintu mobil untuknya, bahkan pandangan matanya kosong kesembarang arah.
Morgan yang melihat itu merasa ada sesuatu yang lain pada dirinya, ada rasa bersalah dan juga tidak ingin menceraikan istrinya itu. Tapi, ia harus melakukannya untuk memulai semuanya dari awal. Karena perasaannya pada Rossa juga tidak dapat ia sembunyikan, semakin hari semakin sayang. Dan semakin hari semakin merasa cinta, pada istri kontraknya itu.
Morgan menuntun Rossa masuk kedalam mobil, tanpa ada suara sedikitpun yang keluar dari mulutnya.
Jo yang duduk dikursi sopir merasa ada yang aneh pada kedua orang itu, yang saling diam- diaman tanpa suara. Tidak seperti saat ia mengantar obat tadi nyonya mudanya sangat khawatir pada pada tuan mudanya, yang terlihat babak belur seperti pemain tinju yang baru keluar dari ring pertandingan.
Rossa yang baru sadar sudah berada didalam mobil tersentak dari lamunannya, ia baru ingat tadi kalau Morgan mengatakan Asisten Jo yang akan mengantarnya pulang kevilla.
"Eh,.. ah maaf tuan aku melamun." Ucap Rossa mendongakan kepalanya melihat Morgan berada diluar, dari jendela mobil.
"Hmm.." Balas Morgan.
Dan mobil yang Rossa tumpangi pun berangkat menuju villa, yang munkin besok sudah tidak ia tempati lagi.
.
Sementara Morgan masih mematung melihat mobil yang membawa istrinya itu semakin menjauh, dan sampai tidak terlihat lagi dari pandangannya. Ia pun masuk kedalam Mobilnya yang ia bawa saat berangkat tadi bersama istrinya, kini Morgan menuju sebuah club untuk bertemu dengan teman- temannya untuk membahas sesuatu.
.
.
Rossa masuk kedalam kamar utama yang ia tempati bersama Morgan saat ini, dan mengganti pakaiannya dengan piyama panjang. Mencuci wajahnya serta memasang kembali skincare malam yang selalu ia pakai, setelah semua kegiatan yang ia lakukan selesai Rossa pun merebahkan tubuhnya kekasur king size yang empuk miliknya dan sang suami.
__ADS_1
Saat ini Rossa merasa kepalanya sangat sakit, munkin karena tadi terlalu banyak menangis saat ditaman. Dan membuatnya sedikit meringis karena kepalanya yang berdenyut, padahal dirinya sudah berbaring saat ini.
Karena sudah sangat mengantuk tanpa banyak berpikir lagi, ia pun langsung terlelap kealam mimpi bersama kepalanya yang masih berdenyut nyeri.
Sekitar beberapa jam lamanya Rossa tertidur, ia merasa ada seseorang memeluknya dari belakang dan membalikan tubuhnya kehadapan orang itu dan memeluknya kembali. Ada rasa nyaman yang Rossa rasakan karena menghirup aroma maskulin seseorang itu, dan membuat sakit kepalanya berkurang bahkan rasa nyerinya tak lagi ia rasakan saat ini. Tapi ia juga tidak dapat membuka matanya karena sangat mengantuk, untuk melihat seseorang itu yang memeluknya sangat nyaman.
.
Pagi pun menyapa dunia, dan ponsel Rossa dengan nyaringnya berdiring karena alaram yang selalu ia buat agar tidak terlambat berangkat bekerja. Ia bangun meraih ponselnya dinakas, dan mematikan alaramnya.
Saat Rossa ingin beranjak dan membuka selimutnya, betapa terkejutnya ia mendapati dirinya tidak memakai baju piyama dan pakaian dalam (Bh) yang jelas- jelas ia gunakan tadi malam. Tapi disaat ia membuka bagian bawahnya, terlihat celananya masih utuh. Membuat Rossa bernapas lega, karena tidak terjadi apa- apa tadi malam.
Yang menjadi pertanyaannya saat ini, apakah tadi malam itu suaminya? Dan yang melakukan semua tanda ditubuhnya, saat ini terlihat sangat banyak apakah suaminya tadi malam?
Karena Rossa sudah sangat mengantuk tadi malam, dan tidurnya juga sangan pulas sehingga tidak mampu membuka matanya.
Tapi saat ini tidak ada siapa pun disampingnya, hanya ada bekas selimut dan guling yang berubah tempatnya dari tadi malam saat dirinya akan tidur.
Dan terlihat ada selembar kertas di atas nakas yang sedikit menarik perhatian Rossa, ia pun meraih dan membaca isinya. Yang tidak lain adalah surat cerai, yang belum ada tanda tangan Morgan diatasnya.
"Ternyata dia begitu terburu- burunya ingin bercerai, bahkan aku saja belum sempat meminta perceraian ini dia sudah mengabulkannya. Tapi aku sangat bersyukur, dengan begini anak- anakku terlindungi dari apapun kemudian hari. Karena mau bagaimanapun, pernikahan kami hanya sebatas kontrak. Aku sangat berterima kasih padanya, karena dia yang sudah menolongku saat aku membutuhkan pertolongan saat itu." Batin Rossa.
.
.
Rumah sakit FL kota A.
"Bagaimana kondisinya paman Gerdian, apakah ada perubahan setelah dioperasi?" Tanya Morgan melihat seorang pasien dari kaca penghalang dalam ruangan Vip. Yang tidak lain adalah mertuanya, atau lebih tepatnya mantan mertuanya saat ini.
"Setelah melakukan operasi beberapa minggu lalu, keadaannya masih sama saja. Padahal operasinya sangat berhasil dan tidak ada tanda- tanda penolakan dari pasien setelah transplantasi jantung, dan kondisinya sangat stabil." Jawab dokter Martin Gerdian.
"Aku akan menemuinya kedalam, dan jangan sampai Rossa tahu kalau aku ada disini setiap hari. Karena setiap makan siang, aku akan kesini untuk menjenguknya. Masalah pembayaran perawatan ini sudah aku suruh Jo untuk mengatasinya, jadi Rossa tidak perlu lagi membayarnya setiap bulan." Ucap Morgan datar, dan hanya diangguki dokter Martin disampingnya.
__ADS_1
.
.
Apartemen FLM Chase.
Kini Rossa sudah pindah kerumah barunya, yaitu apartemen no 1 termahal dikota A yang hanya ditempati 10 orang saja.
Betapa dirinya sangat terkejut, karena tidak pernah terbayangkan akan mempunyai rumah mewah atas namanya sendiri saat ini.
Setelah membereskan semuanya yang dibantu beberapa pelayan yang Jo bawa, kini Rossa merasa sangat pusing. Bahkan wajahnya sangat pucat karena terlalu banyak berkeringat, membereskan perabotan rumahnya.
2 orang pelayan memapahnya duduk dikursi, agar Rossa bisa beristirahat untuk sejenak.
Dan kejadian itu pun membuat Jo sedikit merasa curiga pada nyonya mudanya itu, yang terlihat sangat pucat dan mengeluarkan keringat dingin didahinya. Jo pun membawakan segelas air putih, dan menawarkannya pada Rossa.
"Nyonya, silahkan minum air putih dulu." Ucap Jo menyodorkan sebuah gelas.
"Ah iya, terimakasih Jo." Balas Rossa.
"Sama- sama nyonya." Jawab Jo.
Rossa yang sudah menghabiskan air putih dengan sekali minum itu, mengerutkan alisnya mendengar ucapan Asisten Jo padanya.
"Aku bukan nyonyamu lagi, aku hanya orang biasa yang miskin bahkan kau saja lebih kaya dariku!." Ucap Rossa dihadapan Asisten mantan suaminya itu, karena tadi pagi Rossa sudah menandatangani surat perceraiannya dengan Morgan.
"Bagi saya anda tetaplah nyonya muda, nyonya." Jawab Jo.
"Terserah kau sajalah, tapi aku sangat ingin makan buah yang manis- manis saat ini. Atau salad buah, apa kau mau mencarinya untukku?" Tanya Rossa pada Asisten Jo.
"Pelayan akan membuatnya untuk anda nyonya, saya akan perintahkan mereka agar segera membuatnya." Ucap Asisten Jo menundukan lepalanya, berlalu pergi kedapur.
........
__ADS_1
.......
...Sudah up 1 chap kemaren jam 6 sore, tapi belum lulus review.𤧠mungkin barengan sama yang ini, jangan lupa dukungannya ya geng'sā¤...