
Morgan melepaskan ciuman sayangnya dari kening istrinya, ditatapnya lagi wajah istrinya dengan tersenyum.
"Baiklah, aku ingin makan sup buatanmu. Tapi pakai baju dulu, habis itu turun kebawah. Aku akan menunggumu dibawah, pakai piyama panjang ya!." ucap Morgan. Ia mengelus kepala istrinya perlahan, dan mencium lagi kening istrinya. Morgan pun beranjak dari ranjang, dan berlalu pergi keluar kamar.
Rossa hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya pada Morgan, ia memandang punggung suaminya itu sampai menghilang dibalik pintu kamar mereka.
Rossa beranjak dari tempat duduknya menuju bathroom, ia ingin membersikan diri dari sisa percintaan nya dengan suami tadi. Yang belum sempat ia lakukan karena tertidur, kelelahan.
Tidak butuh waktu lama, Rossa keluar dari bathroom menggunakan jubah mandinya. Kini ia menuju walk in closet, ruangan khusus untuk menyimpan pakaian dan aksesoris yang sudah sangat lengkap.
Disaat ia ingin masuk kedalam ruangan khusus untuk menyimpan pakaian dan aksesoris itu, ponsel Morgan berdering diatas meja beberapa kali. Rossa pun mendekati meja itu, dan berjongkok melihat nama kontak pemanggil. Namun belum sempat ia melihat, ponsel itu sudah tidak berdering atau menyala lagi.
Rossa mengangkat bahunya tanda tidak perduli, melihat ponsel itu yang sudah tidak menyala. Ia pun kembali berdiri dan melangkahkan kakinya ingin menuju walk in closet, tapi lagi- lagi ponsel itu bersuara seperti sebuah pesan baru!. Rasa penasaran Rossa kembali membuatnya berbalik arah menuju ponsel itu lagi, tertera dilayar kaca persegi panjang itu terlihat PESAN BARU DARI Cintaku.
Deg...
Jantung Rossa berdetak hebat, ia memperhatikan lagi foto kecil yang tidak terlalu jelas dilihatnya. Dan foto yang ia perhatikan itu adalah kekasih masa kecil suaminya, Vania Bella.
"Ha!." Suara tawa ironis yang keluar dari mulut Rossa, matanya mengadah kelangit- langit ruangan kamar itu. Sungguh ia tidak bisa berpikir, apa yang harus ia lakukan saat ini.
Disatu sisi, dirinya memang istri sah Morgan. Tapi disisi lain, Dirinya hanyalah Istri kontrak!. Yang tidak punya hak, ikut campur masalah pribadi suaminya. Termasuk masalah percintaannya dengan wanita lain, karena didalam kontrak pernikahan mereka memang akan berpisah sampai pada waktunya.
Rossa tertawa lagi dengan perlahan, apa yang ia harapkan lagi dari suaminya itu. Sudah jelas terlihat oleh matanya sendiri siang tadi, suaminya itu memeluk kekasih masa kecilnya itu disebuah taman rumah sakit luar negeri. Romor yang beredar dari masa kemasa di sosial media sudah menyatakan, bahwa cinta kedua insan itu tidak terpisahkan!.
__ADS_1
"Hahaha.. Rossa, Rossa!. Apa lagi yang kau harapkan darinya?, kau sudah mendapatkan uang yang banyak dari menjual tubuhmu. Untuk mempertahankan keluargamu dari kemiskinan, orang itu sudah membayarmu dengan mahal!. Sesuai dengan ucapan nya, aku sudah punya banyak uang sekarang. Jadi, jangan ikut campur masalah pribadinya. Cukup layani dia, dan lenyapkan perasaan bodoh yang selalu membuat luka dihatimu ini!. batinnya.
Layar ponsel itu lagi- lagi menyala dan berdering, dan nama yang memanggil adalah Cintaku.
Dan Rossa pun tidak dapat menahan tawanya, baru saja suaminya itu memintanya untuk bertahan!. Tapi, Apakah Ada Alasan Untuknya Bertahan sekarang?.
Airmata nya pun sudah tidak dapat lagi ia tahan, sekuat apapun ia menahannya. Dan berjanji pada dirinya sendiri, untuk tidak menangisi hubungannya dengan suaminya itu. Tetap saja airmata itu keluar dengan sendirinya tanpa diminta.
Sesak didadanya membuatnya sampai cegukan, ia mencoba menahan dadanya dan menekannya dengan tangan kuat beberapa menit. Tapi itu sia- sia, cegukan nya masih ada dan berlanjut.
"Hik! hik! hik!" suara cegukan Rossa.
Rossa pun menghapus airmata yang tadi jatuh membasahi pipinya, karena mengingat suaminya itu tengah menunggunya dibawah. Dengan cepat ia masuk kedalam walk in closet, untuk mencari pakaiannya. Dan setelah selesai mendapatkan pakaian panjang yang suaminya katakan, Rossa kembali kearah meja tempat ponsel suaminya tadi.
Rossa sangat penasaran, pesan apa yang membuat kekasih masa kecil suaminya itu menghubungi sampai beberapa kali sedari tadi. Ia menekan tombol power sambil duduk berjongkok, dan ponsel itupun menyala. Terlihat pesan singkat itu berjejer dengan beberapa pemberitahuan panggilan takterjawap lain nya.
Rossa membelalak melihat kata- kata dari pesan itu, kata- kata yang membuat jantungnya kembali berdetak kuat dan kembali membuatnya tertawa miris.
"Aku tau, kau pasti akan menjemputku minggu depan di bandara!. Tapi aku ingin menagih janjimu dulu padaku, Aku ingin melihat Villaku yang kau buat!. Bukankah kau bilang itu hadiah untuk pernihanku?, dan sekaranglah waktunya." kata- kata dari pesan itu.
Jedaaaar...
Bagaikan disambar petir disiang hari, bibir Rossa bergetar setelah membacanya. Ia tertawa lirih, dan air matanya berhasil lolos lagi dari netranya.
__ADS_1
"Ja- jadi.. mereka akan segera menikah?. Dan.. ini lah alasanya ingin mempertahankanku. Hanya untuk jadi orang ketiga di antara mereka berdua, dan pemuas napsunya?. Ternyata aku memang tidak pernah ada dimatamu, ternyata aku.. aaw.." pekik Rossa. Ia tidak mampu meneruskan kata- kata dalam hatinya, karena perutnya sangat sakit dan terasa melilit di dalam sana.
Rossa pun beranjak dari tempatnya berjongkok tadi, lalu menuju bathroom dengan perlahan.
.
.
Sedangkan di lantai satu, Morgan sudah memanaskan makanan yang Asisten nya tadi bawakan untuknya. Dan menyiapkan peralatan makan diatas meja, sambil dibantu oleh Asisten nya itu yang masih menggigil kedinginan. Dan sesekali bersin, karena masuk angin menunggu tuan mudanya membuka pintu.
"Hatchi!" suara Jo bersin.
"Perhatikan sikapmu, kearah mana kau bersin?. Jangan sampai kau menularkan bakterimu kemakanan ini, ah lebih baik aku panaskan lagi. Kau.., menjauhlah dari sini. Aku dan istriku ingin makan malam, menggangu saja." ucap Morgan pada Asisten nya itu. Morgan pun memanaskan lagi, makanan yang sudah tersaji diatas meja.
Sedangkan Jo, ingin kembali keruang tamu. Karena diusir dari ruang makan tadi, oleh tuan mudanya. Tanpa sengaja, Jo menendang sesuatu sehingga membuatnya hampir jatuh. Ia pun melihat kebawah, ada sepasang sepatu wanita dan tas kerja di atas lantai itu.
"Mungkin ini milik nyonya muda, tapi.. Kenapa tas kerjanya juga ada disini, apa nyonya lupa membawanya keatas?." gumam Jo. Ia pun meraih tas kerja itu dan ingin kembali keruang dapur, untuk memberitahukan pada tuan mudanya.
Baru saja Jo ingin meraih sepasang sepatu berhak tinggi itu, untuk menaruhnya ketempat sepatu didepan pintu. Tapi.., tangan nya sudah ditepis dengan kuatnya dari samping.
"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya seseorang disampingnya. Suara datar dan menekan itu berhasil membuat Asisten Jo terkejut, sampai- sampai membuat tas yang ia pegang mengeluarkan semua isinya dan berjatuhan kelantai.
.......
__ADS_1
.......
...Penjalanan cinta, baru dimulai..❤😢...