
Sesuai dengan yang Jack duga, Rossa dan adiknya Rommi mengalami mabuk perjalanan yang cukup parah.
Kini mereka sudah berada diapartemen Jack di negara J, karena Rossa sangat lemas bahkan untuk berdiri saja Rossa tidak mampu menompang tubuhnya sendiri. Tapi Jack dengan cekatannya merawat Rossa saat diperjalanan, dan selalu memberikan Rossa semangat agar dapat bertahan sampai negara J.
Jack dengan sabarnya membantu Rossa yang mengalami muntah berulang kali, bahkan sampai terkena pakaiannya Jack tetap setia untuk menggosok punggung wanita yang selalu ia rindukan itu.. Jack tidak terlalu khawatir pada Rommi yang juga sama halnya seperti Rossa, tapi kepada Rossa Jack sangat khawatir!.
Karena saat ini Rossa tengah mengandung, dan saat diperjalanan Rossa selalu muntah sampai tidak ada lagi yang ia keluarkan dari mulutnya.
Kini Jack membaringkan tubuh Rossa diatas tempat tidurnya dengan perlahan, karena Rossa baru saja tertidur saat sudah memasuki mobil dalam perjalanan menuju apartemen Jack tadi.
Rommi yang ingin protes melihat Jack mengangkat tubuh kakaknya tidak bisa mengeluarkan kata-kata, sebab ia terlalu lemas dan tidak berdaya kerena mabuk berat saat didalam pesawat. Dan akhirnya Rommi hanya diam membaringkan tubuhnya disofa ruang tamu apartemen Jack, yang begitu luas..
Jack keluar dari kamarnya tanpa menutup pintu, karena ia tahu Rommi akan semakin tidak menyukainya kalau ia menunjukan rasa inginnya pada Rossa. Karena sebab itulah ia harus bersikap slow, agar tidak terlalu nampak ingin memiliki Rossa seutuhnya.
Terlebih lagi sebelum mereka berangkat menuju jet pribadinya, Jack sudah menghilangkan jejak Rossa dari mata- mata yang selalu mengikuti Rossa selama ini. Dan Jack juga harus tega pada suruhan Asisten Jo, karena ia juga membekukan para pengawal bayangan itu dari Rossa.
Karena Jack tidak mau kalau sampai pengawal bayangan Asisten Jo itu tahu, dirinyalah yang telah membawa Rossa pergi dari negara A menuju negara J. Sebab Asisten Jo juga adalah teman Jack, yang memilih menjadi Asisten pribadi Morgan sahabat mereka itu.
"Lebih baik kau mandi dulu boy, supaya lebih segar dan rasa letihmu hilang. Di ujung sana ada kamar tamu, kau bisa istirahat dulu sebentar. Setelah itu kita makan, aku mau keluar sebentar. Oh iya, kalau Rossa bangun nanti katakan padanya kalau aku keluar sebentar. Oke!?" Ucap Jack pada Rommi, yang hanya berbaring terlentang disofa dengan tangan diatas kepalanya tanpa menjawab perkataan Jack padanya.
__ADS_1
Setelah Jack pergi, Rommi pun bangun dari sofa dan menuju kamar yang ditunjukkan Jack tadi padanya. Rommi melakukan hal yang dikatakan Jack tadi, agar dirinya tidak lagi merasa mabuk atau pusing akibat perjalanan jauhnya menuju negara J.
Setelah selesai melakukan kegiatan mandinya, Rommi kembali merebahkan tubuhnya ketempat tidur. Ia mengingat kembali perbuatannya sebelum berangkat kenegara J, untuk memberikan surat titipan Ibunya kepada orang yang mengaku sebagai suami kakaknya itu.
Tapi sayang, Rommi tidak bisa bertemu langsung pada orangnya. Karena Rommi menuju kekantor orang itu, dan meminta untuk bertemu pada orang yang ia cari yang tidak lain adalah Morgan. Setelah sekian lama Rommi menunggu, hanya bertemu dengan orang yang bernama Asisten Jo. Yang berwajah datar, dan sama sekali tidak bisa menunjukkan senyum diwajahnya.
Rommi bingung, apakah ia harus memberikan surat itu atau tidak pada orang yang bernama Asisten Jo!. Karena dirinya juga ingin berpamitan dengan orang yang mengaku sebagai suami kakaknya itu, yang tidak pernah datang lagi mengunjungi mereka setelah berita pernikahannya tersebar dimedia sosial.
Dan akhirnya, Rommi memutuskan untuk memberikan surat titipan Ibunya saja pada orang yang bernama Asisten Jo. Agar tugasnya selesai, dan dirinya tidak perlu lagi memikirkan orang yang mengaku sebagai suami kakaknya.
Tanpa banyak berkata, Rommi menitipkan surat itu pada Asisten Jo dan berlalu pergi dari kantor yang bernama FL Morgan Chase.
Kini Rossa sudah merasa lumayan membaik, dari mabuk beratnya dalam menempuh perjalanan jauh untuk pertama kalinya. Iapun membuka matanya dan mengerjapkannya beberapa kali agar penglihatannya membaik.
"Eh, ini dimana? Siapa yang membawaku kesini, dan.. Dimana Rommi dan Jack? aku harus keluar dulu untuk mencari mereka!" Ucap Rossa yang panik, karena baru bangun dari lelahnya perjalanan panjang mereka.
Rossa melihat pintu kamar yang ia tempati itu terbuka, dan dengan sedikit berlari kecil Rossa keluar dari kamar itu untuk mencari Rommi dan juga Jack.
"Rommi, Jack! Dimana kalian? Rommi.. Apa kalian mendengarku!" Ucap Rossa sedikit berteriak sambil melihat ruangan disekelilingnya, yang terlihat mewah dan semua yang ada didalam ruangan itu adalah barang mahal.
__ADS_1
"Eh, ini bukannya foto Jack? Dan ini sepertinya teman- temannya, dan ini..." Ucapan Rossa terhenti saat melihat lebih nyata lagi foto yang berjejer di atas nakas, yang juga ada foto Morgan bersama teman-temannya yang lain dan tidak ketinggalan juga ada Vania Bella disamping mereka berfoto.
Rossa tersenyum pahit melihatnya, betapa 2 insan itu seperti tidak terpisahkan dari dulu sampai sekarang. Yang tidak akan lama lagi akan melangsungkan pernikahan, yang begitu mewah dan megah hanya orang-orang kaya yang sederajat saja yang bisa hadir diacara pernikahan itu.
"Mereka memang berjodoh, sama-sama kaya dan mempunyai status latar belakang yang sederajat. Semoga bahagia dengan keluarga kecilmu Morgan, seorang anak yang kau inginkan sudah hadir dirahim wanita yang kau cintai... Aku akan selalu berdoa untukmu agar kau mendapatkan kebahagiaanmu, dan selamat menempuh hidup baru bersama orang yang kau cintai. Terima kasih banyak karena pernah datang dalam kehidupanku, terima kasih banyak karena pernah singgah dihatiku. Aku akan selalu mengingatmu, mengingat caramu mencintai ku walau hanya ucapan bohong semata. Aku, aku mencintaimu Morgan! Aku sangat merindukanmu, selama ini betapa tersiksanya aku setelah melihatmu dengannya malam itu. Tapi aku sadar, aku tidak pantas berada didalam hubungan kalian berdua. Karena Tak Ada Alasan Untuk Bertahan bersamamu, aku bukan orang yang baik untukmu. Meskipun aku mencintaimu, dan kau pun mencintaiku. Tapi aku memiliki anak dari pria lain, andai saja ini anakmu. Aku akan tetap bertahan bersamamu apapun yang terjadi, karena aku mencintaimu Morgan. Aku mencintaimu! dan kau berhak mendapatkan wanita yang lebih baik dariku." Batin Rossa, yang menangis pilu melihat foto Morgan bersama Vania Bella disaat masih memakai pakaian sekolah menengah atas.
Tubuh Rossa seakan tidak bertenaga, kakinya lemah tidak mampu menahan tubuhnya. Dan dengan perlahan Rossa bertumpu didinding untuk berjalan kearah sofa, karena ia merasa perut bagian bawahnya sedikit kram dan sakit.
Jack yang baru sampai sedikit terkejut melihat Rossa yang berlinang air mata, barang belanjaan yang baru ia beli langsung Jack lempar kesembarang arah dan berlari menghampiri Rossa yang kini memegang perutnya.
"Kau kenapa Rossa? kenapa kau menangis!?" Ucap Jack sedikit meninggikan suaranya, dan itu membuat Rommi yang berada di dalam kamarnya langsung keluar menghampiri mereka.
"Perutku, perutku sakit Jack.." Lirih Rossa memejamkan matanya, sambil menggigit bibir bawahnya agar rasa sakit yang ia rasakan bisa berkurang.
........
.......
...Maaf yaa kalau ceritanya slow🤧, karena Authornya nggak mau loncat² bikin cerita. Nanti jadi gagal fokus,nggak tahu alurnya. Dan terima kasih dukungannya😘See you all.....
__ADS_1