Tak Ada Alasan Untuk Bertahan

Tak Ada Alasan Untuk Bertahan
Koma!


__ADS_3

Rommi masuk keruangan kakaknya Rossa, setelah mencuci kedua tangannya yang baru terasa nyeri karena membengkak akibat menyalurkan emosinya tadi. Rommi menatap wajah kakaknya, yang saat ini terlihat sedikit membaik dari yang tadi. Ia tahu kakaknya itu bukan orang yang suka mengeluh dengan apa yang terjadi pada dirinya sendiri, apa lagi menceritakan tentang kesusahan yang ia derita.


Itu sama sekali tidak pernah Rossa katakan pada orang lain, bahkan dengan keluarganya sendiri.


Rommi menyentuh tangan kakaknya, dan mencium punggung tangan itu dengan lembut. Kini Rommi hanya memiliki Rossa, karena Ibu dan Ayahnya sudah tiada lagi didunia ini.


Tanpa sengaja air mata Rommi menetes membasahi pipinya, karena harus mengingat kembali perbuatan orang yang mengaku sebagai suami kakaknya itu. Tapi, ada juga perasaan yang sangat bahagia kalau mengetahui kakaknya Rossa saat ini sedang mengandung.


Tidak apa-apa kalau ayah anak- anak kakaknya tidak bertanggung jawab, akan kehadiran mereka. Rommi menekatkan dirinya akan menjadi ayah untuk semua keponakannya yang akan segera lahir nanti.


Dan lagi ia akan memiliki keponakan- keponakan kecil kembar 3, yang akan menemani mereka saat kesunnyian datang. Saat mengenang orang tuanya yang telah tiada, atau merasa sedikit bingung akan kehidupan.


"Kakak tenang saja, aku akan selalu bersamamu untuk melalui semuanya. Kita dan anak-anak kakak akan hidup bahagia selamanya, walaupun tanpa pria banjingan itu." Bisik Rommi yang kini sedikit terharu akan kehadiran bayi- bayi yang akan lahir nantinya.


Betapa Rommi sudah tidak sabar menanti kehadiran 3 keponakannya itu, yang akan menemani mereka nantinya.


Setelah berkeluh kisah dengan kakaknya, Rommi merasa sudah sangat mengantuk. Ia pun menuju sofa, membaringkankan tubuhnya disana dan menutup mata.


.


.

__ADS_1


Tidak lama setelah Rommi tertidur, Jack juga masuk keruangan itu bersama Vania Bella.


Setelah mendekat dan memperhatikan wajah Rossa, Vania Bella langsung tersenyum pada Jack.


"Apa dia orangnya Jack?." Tanya Vania Bella, menatap wajah pria yang kini juga tersenyum memperhatikan wajah yang sangat cantik itu bagi Jack.


"Hei!.. kenapa kau tersenyum melihat istri Morgan!? Jangan bilang kau juga tertarik padanya?, kalau sampai Morgan tahu bahwa kau juga menyukai istrinya. Kalian berdua akan bertengkar lagi, dan ingat Jack!. Jangan pernah mengambil barang, yang sudah ada pemiliknya." Ucap wanita yang kini masih menatap Jack dengan tajam.


"Aku tahu, tapi mau bagaimana lagi!. Aku sangat menyukainya, dan kau tahu Bella? Kalau dia saat ini tengah mengandung anak kembar 3, andai saja aku yang lebih dahulu bertemu dengannya." Ucap Jack, masih dengan senyum diwajahnya memperhatikan wajah yang kini masih terlelap.


"Triplets? kamu serius Jack?." Teriak Vania Bella, dengan mata yang terbuka lebar.


"Hum, saat ini dia sangat stres. Mungkin karena pekerjaannya atau karena berita yang beredar itu, aku juga tidak tahu. Karena Rossa orangnya sedikit tertutup, dan jarang membicarakan masalahnya atau sekedar bercerita." Jawab Jack, pada Vania Bella yang juga ikut memperhatikan wajah Rossa saat ini.


"Leon memang seperti itu dari dulu, seperti kau tidak kenal sikapnya saja." Balas Jack yang meresa lucu, pada temannya yang sekaligus calon kakak iparnya itu.


"Apa kau ingat Bella! saat dirumah sakit ini kau bersama Morgan disebuah taman?. Dan itu sudah membuat perusahaan Morgan terguncang hebat, bahkan semua orang yang memusuhinya juga ingin segera menggeser jabatannya dari Ceo. Karena memiliki skandal denganmu Morgan hampir didepak keluar dari perusahaannya sediri, bukankah kau seorang model terkenal kelas dunia. Kenapa kau tidak hati- hati, kemana pun kau pergi pasti akan selalu diawasi. Dan juga aku heran dengan manajermu, kenapa dia tidak pernah mendampingimu kemana- mana?." Tanya Jack lagi kepada wanita disampingnya, yang saat ini masih berdiri disamping tempat tidur Rossa.


"Entahlah Jack, aku juga tidak tahu apa yang terjadi saat ini. Kenapa berita pernikahanku begitu tertuju pada Morgan? aku bingung harus bersikap bagaimana kemedia. Sebab Morgan selama ini juga diam saja, bahkan dia malah membuat skandalnya sediri. Sepertinya Morgan sedang melindungi seseorang, karena yang kulihat Morgan sangat khawatir pada istrinya." Ucap Vania Bella.


"Apa maksudmu, aku tidak mengerti? Kita bicarakan diluar saja, biarkan Rossa beristirahat." Ucap Jack pada Vania Bella, yang hanya menganggukan kepalanya saja pada Jack.

__ADS_1


.


.


Kini Jack dan Vania Bella sudah berada disebuah cafe, saling mengobrol dan berbagi cerita. Yang mana mereka sendiri masih belum bisa memastikan, bahwa apa yang sebenarnya terjadi pada Morgan dan juga istrinya saat ini.


"Oh ya Jack, dimana Morgan? Setelah bertemu malam itu aku tidak tahu lagi kabarnya. Bahkan malam itu dia ingin mengenalkanku pada istrinya, tapi setelah sekian lama aku menunggu dia dan istrinya juga tidak datang. Saat itu aku juga sedang menginap dihotel keluarga Lois bersama Leon, karena merasa lapar aku turun mencari makanan dan ternyata diwaktu yang sama malah bertemu Morgan. Setelah itu aku tidak tahu lagi kabarnya, katanya istrinya sedang ketoilet tapi lama banget sampai aku suruh dia menyusulnya." Ucap Vania Bella, sambil memakan kue dihadapannya.


"Apa maksudmu sekitar satu minggu yang lalu?" Tanya Jack.


"Hemm, setelah malam itu. Paginya aku dan Leon langsung kenegara ini untuk mempersiapkan pernikahan kami disini, padahal aku mau mengucapkan terimakasih pada Morgan. Yang selalu menemaniku mencari keperluanku disaat dinegara A, tapi Morgan saat itu juga sedang mempersiapkan pernikahannya. Dia bilang mau membuat acara pernikahannya yang sangat mewah untuk istrinya, dan ingin memulai semuanya dari awal kembali. Karena awal pernikahan mereka tidak ada yang spesial, jadi Morgan memintaku untuk memilih pakaian pengantin wanita untuknya dan beberapa perhiasan." Ucap Vania Bella menjelaskan pada sahabat, sekaligus calon adik iparnya.


"Morgan kecelakaan, dan saat ini dia sedang koma!. Tapi Ayahnya meminta semua orang untuk tidak mengatakan yang sebenarnya terjadi, dan memberi tahu para pemegang saham bahwa saat ini Morgan sedang menjalani perjalanan bisnis kenegara lain." Jawab Jack, sambil menyeruput kopinya.


"Apa! bukankah malam itu dia baik-baik saja. Kenapa bisa koma, dan bagaimana dengan istrinya. Apa dia tahu kalau Morgan sedang koma? dan untuk apa istri Morgan datang kenegara ini?." Pekik Vania Bella, yang sangat terkejut mendengar sahabatnya itu mengalami kecelakaan.


"Rossa tidak tahu apa-apa, aku takut malah menjadi beban kalau ia tahu Morgan sedang koma. Karena saat ini Rossa sedang mengandung, dan bisa membuatnya lebih stres lagi kalau tahu Morgan kecelakaan dan koma saat ini. Lagi pula Rossa datang kenegara ini juga karenamu, kau yang sangat tertarik dengan rancangan perhiasannya. Dan meminta dia untuk cepat datang kenegara ini, karena dialah perancang perhiasan itu." Jawab Jack, pada Vania Bella.


"Benarkah? kenapa sangat kebetulan sekali. Aku tertarik dengan rancangannya karena dulu Morgan pernah menunjukan sebuah gambar padaku saat kita masih remaja, gambar itu sangat mirip dengan rancangan Rossa istrinya Morgan. Jadi aku juga sangat ingin memilikinya, karena bentuk perhisan yang Rossa rancang sangat unik dan sama persis dengan gambar yang Morgan tunjukkan dulu padaku." Ucap Vania Bella menjelaskan kepada Jack, tentang ketertarikannya pada rancangan Rossa.


........

__ADS_1


.......


...See you all🤧 terima kasih banyak givnya..Semoga berkah selalu, dan selalu memberikannya setiap hari buat Author recehan ini😜😘 Dan terima kasih banyak masih setia bersama RosGan🤗😘...


__ADS_2