Tak Ada Alasan Untuk Bertahan

Tak Ada Alasan Untuk Bertahan
Curiga!


__ADS_3

Setelah memasuki ruangan tempat Rossa dirawat, dokter Gerry membaringkannya dengan perlahan.


"Kenapa dia bisa ada disini? " Tanya dokter Gerry pada Asisten Jo.


"Nyonya Rossa perancang perhiasan mewah, yang dipesan oleh nona Vania Bella tuan. Karena itu nyonya Rossa ada disini, dan ini adalah adiknya tuan muda Rommi." Jawab Asisten Jo.


"Lalu, kenapa bisa masuk rumah sakit. Bukankah Vania Bella memesan perhiasannya untuknya menikah, berarti perhiasan itu belum tersedia atau bagaimana?." Tanya dokter Gerry, yang kini tangannya mulai memeriksa denyut nadi Rossa.


Dan alangkah terkejutnya dokter Gerry, saat mengetahui kalau denyut nadi Rossa seperti orang yang sedang mengandung.


"Ini! sebentar aku periksa lebih lanjut." Ucap dokter Gerry yang sangat terkejut, dan keluar ruangan untuk memanggil teman dokternya yang lain.


"Ada apa dengannya, kenapa dia sangat terburu- buru." Ucap Jo,melihat kepergian dokter Gerry.


Tidak lama kemudian dokter Gerry datang membawa rekannya, yang juga bertugas sebagai dokter kandungan dirumah sakit itu.


"Tolong kau periksa dia, apakah dugaanku benar?." Ucap dokter Gerry, yang sudah tidak sabar ingin mengetahui hal yang ia curiga tadi.


"Sebentar, saya periksa dulu dokter Gerry. Tapi untuk memastikannya, kita bisa bawa pasien keruangan saya bagaimana." Tanya dokter kandungan, yang dibawa oleh dokter Gerry tadi. Melihat kesemua orang dihadapannya, karena merasa bingung harus gimana.


"Memangnya ada apa dengan kakakku, apa terjadi sesuatu dokter?." Tanya Rommi yang sangat khawatir, karena kakaknya malah ingin dibawa keruangan lain.


"Tidak, hanya ingin memastikan sesuatu saja. Ayo kita dorong tempat tidurnya saja, agar pasien tidak kelelahan." Ucap dokter Gerry yang sangat bersemangat, akan sesuatu yang ia yakin itu memang benar.


Mereka mendorong brankar yang Rossa tempati, keruangan dokter kandungan tadi. Dan tidak lama dokter itu pun memeriksa perut Rossa dengan sebuah alat, agar memastikan sesuatu yang dokter Gerry curigai.


"Ada apa, apa kau curiga nyonya sedang mengandung?" Tanya Asisten Jo, berbisik ditelinga dokter Gerry


"Hm, kalau tidak salah Rossa saat ini sedang hamil. Tapi kita lebih baik melihatnya langsung, dari pada harus main tebak-tebakan yang tidak jelas." Ucap dokter Gerry, yang juga memelankan suaranya.

__ADS_1


"Apa kalian tidak punya hati? kakakku sedang pingsan. Tapi kalian malah membawanya kesini, lalu apa yang dokter ini lakukan?" Tanya Rommi, melihat dokter wanita itu mengangkat pakaian kakaknya.


"Tenang saja, Rossa tidak akan apa- apa. Dia dokter kandungan, oh iya. Apa kau tahu sesuatu, apa saat ini Rossa sering mual atau kelihatan lelah?" Tanya dokter Gerry pada Rommi, dengan penuh selidik.


"Kakak tidak pernah mual, hanya saja sering kelihatan lelah karena dia saat ini sedang mengandung anak kembar tiga (triplets).


"APA!!!" Seru dokter Gerry dan Asisten Jo bersamaan, karena disaat menyebut 'sedang mengandung anak kembar tiga' suara Rommi sedikit kecil. Membuat dokter Gerry dan Asisten Jo, mendengarnya samar-samar dan penasaran. Sehingga tidak melihat dilayar, yang menunjukkan sesuatu yang sesungguhnya.


"Selamat tuan, nyonya ini mengandung anak kembar. Lihatlah dilayar, mereka ada tiga orang. Sekali lagi selamat tuan, kalau boleh tahu siapa suami nyonya ini?" Tanya dokter perempuan itu, melihat 3 pemuda dihadapannya bergantian.


"Dia nyonya Morgan Lois dokter, mohon jaga beliau dengan baik." Jawab Asisten Jo, menundukan kepalanya hormat.


"Benarkah, maafkan saya kalau tidak mengetahuinya tuan. Saat ini beliau sangat lemah, apa nyonya muda mengalami stres atau ada masalah tuan?" Ucap dokter wanita itu bertanya.


"Wajar saja nyonya seperti ini dokter, sebab tuan muda masih koma. Tolong rawat nyonya sebaik mungkin, karena yang ada dikandungannya adalah anak-anak tuan muda Morgan Lois. Penerus keluarga Lois satu-satunya, yang akan melajutkan tahta keluarga Lois nantinya." Ucap Asisten Jo, agar semua orang tahu kalau Rossa adalah nyonya mudanya.


Mereka pun mengikuti dokter itu, keruangan lain. Agar Rossa bisa dirawat dengan baik, dan cepat sadar dari pingsannya saat ini.


.


.


Pagi pun telah datang menyapa dunia, dan Rossa pun telah bangun dari tidur panjangnya yang sengaja diberi obat tidur dalam infusnya agar dapat beristirahat dengan cukup.


Baru saja ia ingin duduk, tapi adiknya Rommi sudah mengangkat tubuh kakaknya agar bisa bersandar dikepala brankar tempat tidurnya.


"Kakak sudah merasa baikan? atau ada yang masih sakit." Tanya Rommi, melihat wajah kakaknya.


"Aku hanya merasa pusing sedikit, eh.. Dimana ini Rommi? kenapa tempat ini lain dari yang pertama aku tempati. Apa ini rumah sakit, atau hotel bintang lima?." Ucap Rossa melihat kesekelilingnya, dengan takjub.

__ADS_1


"Ini masih dirumah sakit kak, apa kakak mau makan sesuatu?" Tanya Rommi pada Rossa, yang terlihat masih memandangi ruangan itu.


"Ah iya Rommi, aku merasa sangat lapar. Bisakah kau mencarikan bubur ayam untukku, aku sangat ingin memakannya. Oh iya, dimana tuan Jack." Ucap Rossa, langsung bertanya pada adiknya itu.


"Aku tidak tahu kak, dari kemaren dia tidak datang. Atau bisa juga dia tidak tahu, kalau kakak dirawat diruangan ini." Jawab Rommi.


"Benar juga, kenapa aku bisa ada disini. bukankah kemaren ada diruangan lain, dan tempat ini terlihat sangat mewah. Pasti sangat mahal, dan itu memerlukan banyak uang untuk membayarnya." Ucap Rossa, seperti nampak berpikir.


"Ah, bukankah kau bilang orang yang sedang koma itu Morgan Lois?" Tanya Rossa kembali melihat kearah adiknya Rommi.


"Itu, itu eem.. Sebentar kak, aku suruh orang carikan kakak makanan dulu." Ucap Rommi beranjak dari tempatnya berjalan keluar.


Rommi meminta pengawal yang Asisten Jo perintahkan untuk selalu berjaga diluar ruangan Rossa, agar mencari makanan untuk kakaknya. Dan kembali kedalam ruangan, untuk menemani kakaknya.


"Rommi, apa orang yang berbaring koma itu kau mengenalinya?" Tanya Rossa kembali, melihat kearah adiknya.


"Itu, eem.. Itu kakak ipar kak, suami kakak. Morgan Lois, dia ternyata bukan orang yang akan menikah dengan Vania Bella. Kakak ipar kecelakaan malam itu karena mencari kakak, dan sekarang dia koma." Ucap Rommi pada kakaknya.


Rossa tertegun, lidahnya kelu saat mendengar bahwa pria itu koma karena kecelakaan mencarinya malam itu. Rossa menutup mulutnya dengan derai airmata yang jatuh begitu saja, tanpa ia kehendaki. Ia tidak tahu harus percaya atau tidak apa yang adiknya katakan, karena perasaannya saat ini sangat kacau.


"Kakak harus kuat, karena dalam perut kakak masih ada anak-anak kakak yang harus diperhatikan. Kalau kakak ipar tahu kakak sedang mengandung, dia pasti sangat senang. Jadi kakak harus merawat mereka dengan baik, dan memberi semangat untuk kakak ipar agar segera sadar dari koma." Ucap Rommi, agar kakaknya terus semangat dan tidak merasa bersalah karena kecelakaan yang menimpa Morgan.


Rommi memeluk kakaknya agar bisa kuat, ia tahu kakaknya pasti merasa bersalah karena salah paham. Karena dirinya juga merasakan hal yang sama pada Morgan, karena tidak tahu hal yang sebenarnya terjadi saat berita itu tersebar dimedia sosial begitu saja. Rommi berjanji akan menemani kakaknya, dan terus memberi semangat agar salah paham antara kakaknya dan Morgan cepat selesai.


........


.......


...See you all ❤ ...

__ADS_1


__ADS_2