
Pagi itu kebetulan sekali Dokter Gerry juga baru datang dan ingin bertemu Morgan, Ia langsung menuju ruangan morgan.
Tapi ia melihat ada papanya dan seorang wanita disampingnya di depan pintu ruangan morgan. "Ada apa disana, kenapa papa menutup wajah Jo dengan sesuatu". Gumam dokter gerry.
Ia pun segera mendekat. "Ada apa pa., kenapa papa menutup hidung asisten Jo"..? tanya dokter gerry dari belakang dokter martin/gerdian dan seorang gadis di depan nya.
Dokter Martin/Gerdian dan seorang wanita itu pun menoleh kebelakang mendengar suara dokter gerry. "Ini, asisten Jo tiba- tiba mimisan" ucap dokter Martin yang masih memegang sapu tangan nya diwajah asisten Jo.
Dokter Gerry terkejut melihat seorang wanita di depan nya itu tersenyum manis sambil membungkukan kepala nya sebagai sapaan nya.
...Bukan kah itu gadis malam itu, yang keluar dari kamar hotel morgan.? Apakah ia mau meminta tanggung jawap pada Morgan..? batin Dokter Gerry bertanya- tanya....
Sedang kan Morgan yang didalam merasa heran, kenapa asisten nya itu sangat lama hanya membuka pintu dan mempersilakan orang masuk saja begitu lama.
Morgan pun beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju pintu dimana asisten nya yang tengah berdiri itu terlihat mematung.
"Ada apa Jo, kenapa kau diam mematung seperti ini..? kenapa dengan wajah mu." tanya Morgan disamping nya yang melihat tangan dokter Martin masih memegang sapu tangan nya di wajah asisten Jo.
Lalu mata morgan memandang kearah depan, melihat seorang wanita yang terlihat terkejut melihat nya. Ia pun merasa sangat familiar dengan gadis itu.
Rasa nya aku pernah melihat gadis ini, tapi di mana..? batin morgan berpikir. mata nya masih melihat kearah gadis itu.
Dokter Martin yang merasa tangan nya mulai pegal menahan sapu tangan di wajah asisten Jo, pun melihat Raut wajah Morgan yang seperti berpikir memandang gadis di belangkang nya.
Begitu juga dengan wajah Rossa yang terlihat terkejut melihat wajah Morgan.
"Apa kalian sudah saling kenal"..? tanya dokter martin pada Morgan dan Rossa.
Morgan yang sudah mengingat kejadian ia telah menabrak Rossa sampai menyebab kan ponsel rossa retak pun berkata.. "Kami tidak saling mengenal paman,, tapi aku berhutang sesuatu pada wanita ini". ucap Morgan yang masih melihat raut wajah Rossa yang mulai menundukan wajah nya.
__ADS_1
Sontak saja mata Asisten Jo dan Dokter Gerry pun teralih menuju Morgan.
...Jadi dia sudah tau, siapa yang ia perkosa malam itu..? batin dokter Gerry....
...Berarti tuan muda sudah tau siapa yang ia perkosa malam itu adalah wanita dihadapan nya ini..? batin asisten Jo yang masih mematung ditempatnya....
"Berapa uang yang kau ingin kan sampai menemuiku di sini nona"..? ucap Morgan yang begitu terdengar Arogan.
Rossa yang mendengar ucapan Morgan merasa tersinggung, karena tujuan nya datang bersama paman nya ingin menemui calon suami nya, bukan ingin menagih biayaya perbaikan ponselnya kepada pria dihadapan nya ini.
"Sepertinya tuan salah paham, Saya kesini bukan karena masalah itu, tapi kalau tuan ingin mengganti rugi saya, saya juga tidak keberatan. Lebih cepat, lebih baik." jawap Rossa tersenyum manis seperti ia pertama kali berjumpa dengan Morgan waktu itu.
Mata asisten Jo dan Dokter Gerry pun kembali tertuju pada Rossa yang sedang berbicra dan tersenyum manis pada Morgan.
...Wanita ini selalu saja mengeluarkan kata- kata yang membuat orang merasa bersalah, sangat menarik..! batin Morgan tersenyum memalingkan wajah nya kesamping....
Tingkah laku Morgan dan Rossa tak luput dari pengawasan mata Asisten Jo dan Dokter Gerry
"Aku menabrak nya dijalan waktu itu, dan tak sengaja layar ponsel nya retak.. nanti kau belikan saja untuknya ponsel keluaran terbaru, agar aku tidak dikejar- kejar oleh nya lagi". ucap morgan yang menyilangkan tangan nya kedada.
Dokter Martin yang merasa tangan nya sudah mati rasa karena kebas pun bicara pada asisten Jo, "Bisa kau pengang sapu tangan ini untuk menutup hidung mu yang bocor itu..? aku sudah tak bisa manahan tangan ku lagi".ujar nya yang melihat wajah asisten Jo.
Bukan nya menanggapi ocehan dokter Martin asiaten Jo malah melanjutkan bicaranya pada Morgan bahwa bukan itu yang ia maksud.
"Bukan itu maksud saya tuan muda, maksud saya wanita malam"... tak sepat meneruskan ucapan nya mulut asisten Jo sudah ditutup dengan tangan Dokter Gerry yang berjalan laju dari belakang.
" Sepertinya hidung mu perlu diperiksa Jo, ayo aku periksa keruangan ku".. ucap dokter Gerry yang menyeret kepala asisten Jo dengan tangannya dileher agar mudah untuk keruangan nya berjalan laju.
Mereka bedua pun segera pergi dari depan pintu kamar yang menyisakan 3orang yang merasa heran akan mereka berdua.
__ADS_1
"Haah.. tangan ku sepertinya mati rasa" ucap dokter Martin yang memijat tangan nya sendiri.
"Apa paman baik- baik saja".? tanya rossa yang juga ikut memijat keduan tangan dokter martin.
"Aku baik- baik saja Rossa, tidak apa- apa sudahlah, Oh iya kita bicara didalam saja tuan muda, ayo Rossa." ucap dokter martin yang membuyarkan lamunan Morgan yang tengah melihat ketulusan perhatian rossa pada dokter martin.
Mereka pun masuk kedalam ruangan rawat inap yang sangat mewah itu, "Baru kali ini aku melihat ada ruangan seperti hotel berbintang di di rumah sakit seperti ini". batin Rossa yang takjub melihat ruangan yang ia masuki sekarang.
"Duduk lah kemari rossa, sampai kapan kau akan terus berdiri begitu"..? ucap dokter martin yang melihat rossa masih berdiri di depan pintu masuk.
"Aah.. iya.. maaf kan aku paman." ucap rossa yang segera duduk di sofa dengan malu nya.
Morgan yang melihat itu tanpa sadar tersenyum lagi, seakan melihat wanita didepan nya ini adalah sesuatu yang sangat menarik bagi nya.
Lain dari wanita- wanita yang ia coba kencani, untuk menghilangkan trauma nya, yang selalu terlihat anggun dan sempurna tanpa ada kesalahan yang tercela.
"Setiap kali bertemu dengan nya selalu saja terlihat seperti ada sesuatu yang ia pikirkan, walaupun ia tengah bicara, tapi matanya terlihat ada sesuatu yang ia pendam.. apakah wanita ini pandai menutupi kesedihan nya"..? batin Morgan yang hanyut dalam pikiran nya sediri tanpa sadar, Dokter Martin yang sedari tadi berbicara pada nya terus memanggil nya.
"Tuan muda.. tuan muda.. apa ada mendengar saya"..? tanya dokter martin beberapa kali pada morgan yang terus melihat kearah rossa yang terlihat salah tingkah.
..."Pufss..Lihat lah.. pipi nya bersemu merah, apakah ia malu aku menatap nya..? kenapa ia sangat menggemas kan, rasa nya aku ingin selalu dekat dengan nya"..! batin morgan yang hanyut oleh pesona wanita cantik dihadapan nya saat ini....
.
Bersambung.
.
***KALAU SUKA DENGAN CERITA INI LEMPARKAN BUNGA DAN VOTE YAA AGAR AUTHOR SEMANGAT.👍😍
__ADS_1
Terima kasih.😘***