
Silla hanya menganggukan kepalanya saja mendengar ucapan Rossa, hal yang membuat Silla terdiam adalah kehidupan rumah tangga sahabatnya itu.
Karena yang ia tau Morgan dan Rossa hanyalah menikah kontrak, apa lagi saat ini Rossa sedang mengandung entah anak siapa.
"Sayang,, kau mau kemana?." Tanya Morgan memeluk istrinya dari belakang, lalu mencium belakang kepala istrinya.
"Oh iya!, suamiku!. Kenalkan dia Silla, sahabatku!." Ucap Rossa pada suaminya, mengenalkan sahabat karibnya kepada Morgan suaminya.
"Halo." Ucap Morgan mengulurkan tangannya sambil tersenyum, kepada Silla sahabat karib istrinya.
"Cihh,, ingin sekali aku tonjok wajah tampan mu ini! Kalau saja disini tidak ada Rossa, sudah kujadikan kau samsak. Supaya tidak bisa lagi menyakiti perasaan Rossa sahabatku ini!." Batin Silla, lalu mengulurkan tangannya juga kepada Morgan. Dan tidak tanggung- tanggung, Silla dengan sekuat tenaga meremas tangan Morgan dengan sengajanya.
Karena terlalu gemas dengan cerita sahabatnya Rossa dulu!, yang menurut Silla Morgan itu sudah mempunyai istri selain Rossa.
"Malang sekali nasib sahabatku ini, tapi dia masih bisa sebahagia itu!. Apa uang perbelanjaan Rossa ditambah? atau pria ini memberinya cinta yang sempurna supaya Rossa tetap ada disisinya?. Tapi Rossa bukan orang yang haus akan uang saat ini,, apa lagi dia juga sangat terkenal karena rancangan- rancangannya yang luar biasa!. Tapi kenapa mereka terlihat sangat harmonis sekali?, seakan- akan tidak ada masalah atau pun beban!!." Batin Silla lagi berpikir dengan keras, karena melihat keharmonisan sahabatnya itu saat ini.
Apa lagi saat ini Rossa terlihat sangat bahagia sekali, tawa candanya seakan tidak ada beban sama sekali.
Membuat Silla semakin penasaran akan rumah tangga sahabatnya itu, kenapa bisa Rossa tidak sakit hati karena kabar Morgan yang telah menikah beberapa bulan yang lalu.
Sedangkan saat ini, Morgan mengerutkan keningnya. Karena tangannya masih dicengkram erat oleh sahabat istrinya itu, bukannya Morgan kesakitan!. Tapi semakin lama cengkraman tangan sahabat istrinya itu, semakin erat. Membuat Morgan serba salah ingin menarik tangannya, atau harus menunggu dilepaskan. Dan entah sampai kapan akan dilepaskan, karena perasaan risih Morgan kini mulai meningkat karena tangannya terlalu erat digenggam oleh tangan kecil sahabat istrinya itu.
__ADS_1
"Apa kau tertarik padanya? sampai-sampai sedari tadi tangannya enggan kau lepaskan!. Ingat dia sudah mempunyai istri! dan istrinya itu sahabatmu sendiri!!." Ucap Jack yang kini berada disamping Silla, dan matanya langsung menatap wajah Silla dengan kening terangkat.
Dengan spontan Silla langsung melepaskan tangan Morgan dari cengkramannya, bukannya dia takut Rossa akan marah padanya! Tapi takutnya orang yang cengkram tangannya gede rasa, sehingga salah paham dan itu membuat Silla meresa jijik sendiri kalau sampai dirinya disebut ingin melayu Morgan.
Apa lagi ingin merebutnya atau semacam tertarik pada Morgan!, sama sekali tidak pernah ada dalam benak Silla dan sama sekali tak pernah terlintas sedikit pun!!.
"Najis gue suka sama laki orang!, iya kali gue gila suka sama pria enggak konsisten pada kehidupannya sendiri!!." Ucap silla sengaja menyindir Morgan yang kini menggegam tangannya sendiri, melihat kearah Silla sahabat karib istrinya itu.
"Apa yang kau maksud pria tidak konsisten itu Morgan? kalau kau menyebutkan sesuatu itu harap disertai namanya nona muda. Dan barusan kau berbahasa cukup santai,, aku ingin setiap kali kita bertemu bisa seperti tadi berbicara dengan bahasa yang santai dan tidak perlu formal lagi." Ucap Jack kepada Silla, dengan senyum menyeringai mengejeknya.
"Oh maaf tuan muda Jack Moan!, saya tidak menyebut nama orang karena saya yakin orang tersebut akan tahu diri!. Dan menurut kode etika, ketika kita menyinggung sesuatu hal!, harap tidak usah menyebut merek!. Karena kita ini pebisnis, bukannya mau promosi jualan." Ucap Silla membalas ucapan Jack padanya, dan itu membuat Jack sedikit tersenyum.
Karena baru pertama kalinya ia mendengar Silla berbicara sangat santai dalam berbahasa, padahal mereka sudah sangat sering bertemu karena urusan bisnis. Tapi kali ini Jack merasa sedikit berbeda kepada Silla, entah itu karena ada Rossa dihadapannya atau memang ada rasa ketertarikan pada Silla ia pun tidak tau!.
Mata Morgan dan Jack serempak bertatapan, bagaikan ada petir yang keluar dari mata kedua pria itu. Yang saat ini terlihat saling menyipitkan matanya masing-masing, kilatan- kilatan persaingan seakan timbul saat kedua mata itu bertemu. Membuat orang lain yang melihatnya bertanya-tanya, sedang apakah mereka berdua saling menatap satu sama lain.
"Eeh,, kenapa kalian berdua masih disitu!? Kalau mau ikut cepat sedikit, kalau tidak mau ya sudah!. Sampai besok bertatapan saja sampai mata kalian keluar, kapan perlu sampai tahun depan!." Teriak Silla pada kedua pria, yang tidak lain adalah Morgan Lois dan Jack Moan.
"Hmmppp!!!." Suara yang keluar dari mulut kedua pria itu, saling membuang muka lalu mengikuti Rossa dan Silla yang kini sudah duduk dikursi dan sebuah meja bundar ditempat ramai itu.
Setelah keduanya duduk mengikuti Rossa dan Silla tadi, mereka pun memesan makanan sesuai selera masing-masing.
__ADS_1
Baru saja Rossa dan Silla ingin mulai bercerita sambil menunggu makanan mereka datang, tiba-tiba ada seorang pria berjas hitam berkaca mata menghampiri meja mereka.
"Tuan muda Morgan, ada yang ingin saya sampaikan." Ucap pria berbadan tegap dan besar itu, disamping Morgan.
Morgan pun memalingkan wajahnya kesamping, melihat orang yang tadi berbicara padanya.
Morgan melihat ada tanda pengenal dijas pria tersebut, yang itu berarti lambang pengawal keluarga Lois.
"Bicarakan saja disini, karena aku ingin menemani istriku makan malam disini. Dan lagi pula aku tidak punya waktu untuk melakukan hal lain, jadi sampaikan saja disini agar semua orang juga bisa mendengarnya." Ucap Morgan pada pria itu, lalu menyilangkan kedua tangan kedadanya.
"Tapi tuan!,, ini sangat-.." Ucap pria itu terhenti, saat ponselnya berdering disaku jasnya.
"Permisi sebentar tuan, saya mengangkat telepon terlebih dahulu." Ucap pria tersebut menundukan kepalanya kebawah, pada semua orang dihadapannya.
Morgan tidak perduli pada pria tersebut, karena saat ini dirinya dalam mode on cemburu pada istrinya, yang sangat asyik berbincang- bincang pada sahabatnya sendiri dan melupakan dirinya.
Sedangkan Jack sedari tadi memperhatikan pria tersebut, karena kedatangan mereka kepantai ini bukan untuk reuni pertemanan antara dirinya dan sahabatnya yang lain!.
Melainkan diundang dalam sebuah acara pesta besar dari keluarga Lois, yang dirinya sendiri pun tidak tahu acara apa sebenarnya.
Dan pertama kali mereka datang tadi sudah disambut begitu hangat oleh para pengawal keluarga Lois, yang entah ada acara pesta apa dirinya sungguh sangat tidak tau!.
__ADS_1
...☘☘☘...
...See you geng's 🤗...