Tak Ada Alasan Untuk Bertahan

Tak Ada Alasan Untuk Bertahan
Akan Menunggu.


__ADS_3

"Tidak usah khawatir! walaupun ini yang pertama kalinya kami menaiki pesawat. Kami bukan orang udik! kau urus saja urusanmu sendiri." Sela Rommi pada Jack, karena Rommi sangat tidak menyukai Jack yang terlihat begitu menyukai kakaknya Rossa.


"Rommi! kenapa berbicara seperti itu? Minta maaf pada tuan Jack sekarang juga! atau kau tinggal saja disini saja sampai kau lulus sekolah." Ucap Rossa pada adiknya Rommi, yang tidak seperti biasanya selalu sopan pada orang lain.


Mata Rommi membelalak mendengar ucapan kakaknya Rossa, sebab kalau Rossa sudah berkata seperti itu. Maka ia akan benar-benar ditinggal, sampai lulus menyelesaikan sekolahnya dinegara A.


"Iya-iya,.. aku minta maaf kak." Ucap Rommi sedikit kecil suaranya, karena melihat Jack menyeringai melihatnya saat ini.


"Rommi! kau sudah besar. Bukan seperti itu caranya meminta maaf, ulang minta maaf yang benar!." Ucap Rossa lagi pada adiknya, yang kini Rommi sudah mencibirkan bibir bawahnya maju kedepan.


Dan dengan berat hati Rommi meminta maaf kepada Jack, agar dirinya bisa mengikuti kakaknya keluar negeri.


"Maaf tuan muda Jack, aku salah! Mohon tuan tidak memasukkan kedalam hati, atas sikapku yang tadi." Ucap Rommi dengan mata yang sengaja ia sipitkan menatap Jack dengan tajamnya.


" Haah, ternyata anak ini sengaja memusuhiku. Aku jadi semakin tertarik memiliki adik ipar seperti ini, bagaimana hari-hari kami akan selalu ada keributan. " Batin Jack dengan bibir yang terangkat keatas.


"Tidak masalah, aku bukan orang yang perhitungan dengan hal sepele seperti itu. Wajar saja kalau kau ingin melindungi kakakmu, aku yakin kau orang baik." Ucap Jack menyeringai, melihat wajah Rommi yang sudah memerah karena emosi.


"Kau dengar itu Rommi? tuan Jack sangat baik hati. Tapi kau sangat tidak sopan padanya, mulai sekarang jangan mengganggu tuan muda Jack lagi." Ucap Rossa pada adiknya, sambil menoleh kearah Rommi yang duduk disofa palingng ujung.


"Tidak apa-apa Rossa, dia masih kecil. Jadi lupakan saja, oh iya.. Bagaimana kalau kalian ikut di jet pribadiku saja, aku hanya sendiri." Ucap Jack, menawarkan keinginannya pada Rossa agar mereka bisa pergi bersama.


"Eh, jet? Kedengarannya boleh juga, kapan berangkatnya?." Tanya Rossa pada Jack.


"Kapan kalian siap? aku akan menunggu." Jawab Jack, menatap wajah wanita yang ia kagumi.

__ADS_1


"Semuanya sudah siap, hanya saja bagaimana dengan tiket yang diberikan perusahaanku?." Tanya Rossa pada Jack, sambil menoleh kearah pria itu yang juga sedang menatapnya dengan senyuman kagum.


"Tidak masalah, kau bisa mengembalikannya pada mereka nanti. Apakah sekarang sudah siap? bagaimana kalau kita berangkat sekarang!." Ucap Jack bertanya.


"Eh iya, semua sudah siap. Bagaimana dengan tuan Jack sendiri? kami yang mengikutimu yang harusnya bertanya." Ucap Rossa terkekeh, menutup mulutnya dengan sebelah tangan.


Jack tersenyum melihat Rossa yang kembali ceria, hati mulai berdebar melihat senyum manis Rossa yang selalu membuatnya rindu.


"Aku sudah siap, dan jangan panggil aku tuan lagi oke! Sudah cukup aku memperingatkan ini padamu." Ucap Jack, menatap wanita yang menjadi alasan rindu dihatinya itu.


"Iya-iya Jack, okey." Sahut Rossa masih terkekeh. Lalu berdiri dari sofa,mempersiapkan kopernya.


Jack melihat kearah perut Rossa yang sedikit membuncit, senyum Jack langsung lenyap! Karena ia tahu, siapa ayah bayi yang ada didalam sana.


Melihat ekspresi wajah Jack yang menatap kakaknya seperti itu, Rommi sudah tahu apa yang terjadi saat ini pada teman pria kakaknya itu. Rommi tahu kalau Jack menyukai kakaknya, sebab itulah dirinya tidak menyukai Jack dari awal. Karena Rommi sudah tahu kalau kakaknya Rossa sudah menikah dengan pria lain, yaitu dengan Morgan.


"Rommi! apa yang kau lakukan? Cepat siap-siap, kita sudah ditunggu tuan Jack!." Ucap Rossa pada adiknya yang masih sibuk melamun, sambil menatap jengah pada Jack.


"Iya kak, ini juga mau siap-siap!." Jawab Rommi, pada kakaknya Rossa.


"Kenapa orang itu tidak datang lagi? dan sampai Ibu meninggal pun dia tidak datang! Apa benar yang ada disemua berita itu katakan, kalau dia akan segera menikah dengan orang lain? Lalu, bagaimana dengan kakak? Apa dia benar-benar ingin menduakan kakak, demi kekasih masa kecilnya itu?." Batin Rommi, yang kini hanyut dalam pikirannya. Sambil menatap kakaknya iba, karena ia merasa orang yang mengaku sebagai suami kakaknya itu tidak pernah lagi muncul dihadapannya sampai sekarang.


...☘☘☘Flashback Rommi. ☘☘☘...


Saat itu Rommi meminta izin untuk pulang kerumah sakit menemani Ibunya, pada wali kelas. Dan iapun datang kerumah sakit pada tengah hari sesuai jam makan siang, ketika Rommi ingin mendorong pintu ruangan rawat inap Ibunya.

__ADS_1


Samar- samar Rommi mendengar seseorang sedang berbicara dalam ruangan Ibunya, padahal waktu itu Ibunya masih koma.


Rommi tahu suara itu sangat asing baginya, bahkan ini baru pertama kalinya ia mendengar suara pria yang sedang berbicara pada Ibunya yang masih koma itu.


Rommi mendorong sedikit pintu ruangan agar mencuri dengar obrolan pria yang masih setia bercerita pada Ibunya, yang ternyata adalah suami dari kakaknya sendiri.


Sampai akhirnya pria itu sudah selesai berbicara pada Ibunya, dan meminta izin untuk pamit kembali bekerja. Dan menjanjikan untuk datang lagi besok saat jam makan siang, dan itu pun berlangsung setiap hari Rommi lakukan. Karena ingin mencuri dengar dari pria yang mengaku sebagai suami kakaknya itu.


Dan Rommi hanya berpura-pura tidak tahu saja, saat kakaknya itu memcicil sebuah apartemen dan mempunyai mobil sendiri. Karena kakaknya berkata itu semua hanyalah cicilan, dan akan dibayar dengan gajihnya yang sudah cukup lumayan untuk mereka bertahan hidup.


Tapi disaat kabar yang beredar dimedia sosial itu sangat ramai mengatakan, kalau seorang model terkenal itu ingin menikah. Dan pria yang akan menjadi calon suami model itu adalah orang yang mengaku sebagai suami kakaknya, pria itu tidak pernah lagi kerumah sakit dan sampai Ibunya meninggal.


Pria itu tidak pernah lagi muncul dihadapannya, membuat Rommi sedikit merasa kecewa pada pria itu yang tidak lain adalah Morgan Lois.


Itu juga sebabnya, Rommi tidak ingin Jack mendekati kakaknya apalagi sampai menjalin hubungan. Karena ia sudah mempunyai kakak ipar yang sangat perhatian pada keluarganya, walaupun itu hanya beberapa hari saja.


Rommi akan menjaga kakaknya dari pria lain, demi pria yang selalu menemani Ibunya yang masih koma waktu itu.


Dan juga, Rommi mempunyai sebuah surat. Yang Ibunya titipkan 1 hari sebelum meninggal pada Rommi, untuk diberikan kepada orang yang mengaku sebagai suami kakaknya itu.


........


.......


...See you all🤧...

__ADS_1


__ADS_2