
Pagi yang cerah pun mulai menyapa dunia, sepasang suami istri itu masih terlelap dalam mimpi indahnya dengan pelukkan hangat yang tak pernah lepas sedari mereka berdua tidur tadi malam.
Rossa yang kelelahan oleh suaminya itu tidak dapat bangun pagi seperti biasanya, tidurnya sangat nyenyak.
Setelah makan malam tadi malam mereka berdua mengulanginya lagi, kegiatan yang membuat Rossa sangat lelah tapi juga sangat menikmatinya.
Karena sang suami terus memulai permainannya, dan akhirnya melakukan sesuatu sampai mereka berdua merasakan lelah dan tidur dengan nyenyaknya.
.
Tangan Morgan yang ia letakkan diatas perut istrinya merasakan sesuatu yang bergerak, ia pun membuka matanya.
Dan mengerjapkannya beberapa kali agar penglihatannya membaik, ia tersenyum. Karena yang ia lihat pertama kali saat bangun adalah istrinya, ia pun mencium kepala istrinya dari belakang.
Karena saat ini posisi Morgan tengah memeluk istrinya dari belakang, dan mengelus perut besar istrinya dengan perlahan.
Morgan terkadang merasakan pergerakan diperut istrinya, yang membuatnya tersenyum sendiri dan merasa sangat bahagia karena telah berkumpul dengan keluarga kecilnya.
"Kalian jangan nakal sayang, biarkan mommy kalian tidur dengan nyenyaknya. Agar kalian juga kuat dan sehat didalam sana, oh ya.. Selamat pagi anak-anakku sayang, jangan rewel ya agar mommy kalian bisa istirahat dengan nyaman." Bisik Morgan, tangannya masih setia mengelus perut istrinya yang masih bergerak- gerak.
Setelah merasa anak-anaknya dalam perut istrinya tidak lagi bergerak-gerak, Morgan pun duduk dengan perlahan agar tidak mengganggu istrinya yang masih tertidur.
Ia pun membereskan pakaian mereka yang berserakan dilantai, lalu memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari bekas percintaan mereka tadi malam.
Setelah selesai melakukan kegiatan mandinya, Morgan pun memasuki ruangan dapur. Yang juga berada diruangan kamar besarnya itu dilantai 3, ia mencoba memasakkan makanan untuk istrinya yang ia bisa.
__ADS_1
Dan aroma masakan yang ia buat pun membangunkan Rossa, yang saat ini juga merasakan sangat lapar karena jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi.
"Ah, jam berapa sekarang?. Uhh, aroma masakan ini membuatku sangat lapar." Ucap Rossa, yang masih setengah sadar dari tidurnya.
"Eeh ya ampun!, sudah jam 9 lewat! Aku harus menyiapkan sarapan, kenapa aku bisa sangat tidak tau diri seperti ini?!." Gerutu Rossa, setelah melihat jam yang berada diatas nakas.
Baru saja Rossa ingin beranjak dari tempat tidurnya, Morgan sudah keluar dari area dapur dengan sebuah piring dan gelas ditangannya.
"Sayang, kau sudah bangun?.." Ucap Morgan dengan lembutnya pada istrinya, dan senyum diwajah tampannya yang membuat jantung Rossa berdegup kencang saat melihatnya.
"Emm, ma-maaf. A-aku terlambat bangun, aku akan membuatkan makanan untuk kita. Aku mandi dulu, hanya 5 menit oke!." Ucap Rossa, yang merasa dirinya tidak enak hati karena sudah bangun kesiangan.
Sementara Morgan hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya, dan melanjutkan langkahnya ketempat tidur dengan sesuatu ditangannya.
Rossa tertunduk malu, karena suaminya itu menciumnya dalam keadaan yang sangat berantakan setelah bangun dari tidurnya.
"Pipimu memerah sayang, apa kau malu? Hemm? coba katakan!." Tanya Morgan pada istrinya, yang kini hanya duduk menundukkan kepalanya.
Morgan pun juga menundukan kepalanya, untuk melihat wajah malu istrinya yang masih sangat imut menurut Morgan.
Dan benar saja, kini wajah Rossa bersemu merah karena masih merasa cangung pada suaminya itu.
Apa lagi saat ini, suaminya itu memasak untuknya. Sungguh keajaiban yang tidak terkira, seorang Morgan Lois satu-satunya putra ternama didunia bisnis memasakkan makanan untuk istrinya. Sungguh sangat keajaiban dunia, tapi!.. Bagaimana dengan rasanya? apakah bisa diandalkan?.
"Sayang ayo buka mulutnya, aku akan menyuapimu. Oh ya, tadi hampir saja aku menambahkan udang didalam nasi goreng ini. Tapi karena aku ingat kau alergi terhadap udang, aku tidak jadi menambahkannya. Dan sebagai gantinya, aku menambahkan beberapa kerang dan cumi segar kesukaanmu." Ucap Morgan dengan lembutnya, membuat hati Rossa semakin meleleh dibuanya.
__ADS_1
"Kau tau?, kalau aku alergi terhadap udang!?." Tanya Rossa bingung melihat ekspresi, suaminya yang kembali tersenyum padanya.
"Ya, aku tau setelah kau meminta cerai dariku waktu itu. Aku terlambat mengetahui kalau kau alergi terhadap udang dan kepiting, waktu itu ak-." Ucapan Morgan terhenti, karena Rossa sudah menutup mulut suaminya dengan jari tangannya.
"Yang lalu biarlah berlalu, dan sekarang adalah masa depan kita.. Dan sekarang ayo kita makan, nanti makanannya dingin." Ucap Rossa pada suaminya sambil tersenyum manis.
Morgan merasa dada seketika sesak karena mendengar ucapan istrinya, karena dulu dirinyalah yang memaksa istrinya untuk memakan udang dan kepiting. Yang ia kira adalah makanan favorit istrinya, tapi malah sebaliknya. Makanan itu adalah racun, yang bisa membunuh istrinya kalau tidak segera diobati.
Morgan meletakkan piring yang ia pegang tadi keatas nakas, setelah itu ia pun langsung memeluk Rossa dengan hati yang yang entah itu apa?. Tapi yang pasti, dirinya ingin meluapkan semua rasa yang ada dalam hatinya kepada istrinya yang semakin membuatnya tergila-gila dan jatuh cinta berkali-kali.
"Maaf sayang, maaf. Kalau dulu aku sangat kasar padamu, tapi jujur saja.. Sejak pertama kali kita bertemu, hatiku merasa ada sesuatu seperti magnet. Yang membuatku ingin selalu bersamamu, kau tau kalau kepergianku selama dua bulan dulu untuk menyembuhkan penyakit yang aku derita?. Tapi setelah sekian lama aku berobat, yang ada dalam hati dan pikiranku hanya kau!. Rasanya aku sudah ingin gila, dan setelah 2 bulan menjalani pengobatan dirumah sakit. Satu minggu kedepannya aku akan dinyatakan sembuh dari dokter terhebat dinegera itu, tapi aku sebaliknya baru sadar. Bahwa obat yang aku cari adalah kau!, Istriku, cintaku.. Yang sekarang telah mengandung anak-anakku, bukannya obat luar negeri yang membutuhkan waktu 2 bulan 14 hari untuk menyembuhkanku. Dan lihatlah sekarang, hanya kau yang aku inginkan. Dan selamanya hanya Rossa Ferdias istri Morgan Lois." Ucap Morgan dengan air mata bahagianya, yang tak dapat ia tahan.
"Eeh, dia menangis?. Astaga Beruan Kutubku menangis?." Batin Rossa tak percaya melihat suaminya itu mengeluarkan bulir -bulir bening dari netranya.
"Suamiku sayang, semuanya sudah berlalu. Dan biarkan saja menjadi kenangan, yang penting sekarang adalah masa depan kita. Dan jangan lupa, tidak lama lagi anak-anak kita akan segera datang. Jadi jangan bersedih lagi, ayo senyum papi sayang." Ucap Rossa, sambil mencubit kedua pipi suaminya gemas.
Morgan tersenyum melihat istrinya itu, dirinya tidak tahu harus bagaimana lagi saat ini. Karena yang ia tau, cintanya semakin besar untuk istrinya ini. Dan selalu bertambah seiring berjalannya waktu, yang tuhan berikan padanya.
.
...☘☘☘...
.
...See you geng's 😘...
__ADS_1