
Rossa kini sudah bersiap- siap untuk berangkat kekantor, dan keluar dari apartemennya menuju lift.
Tapi pikirannya masih melayang jauh, karena pagi ini ia mendapatkan tanda merah dileher sampai dadanya. Ia tidak tahu tanda merah itu dari mana asalnya, apakah digigit serangga atau digigit hewan lainnya ia pun tidak tahu!.
Tapi yang jelas itu seperti bekas kissmark, yang biasanya ia dapatkan dari suaminya saat masih mempunyai suami. Tapi, saat ini dirinya tidak punya suami!. Alias janda kaya, bergelimang harta.
Dengan keahlian Rossa merias wajahnya, tanda seperti kissmark itu ia tutupi memakai fondation agar tidak terlihat lagi diarea lehernya.
Rossa terkekeh saat mengingat statusnya kini telah menjadi seorang janda, apalagi kalau anak- anaknya nanti telah hadir kedunia. Ia akan menjadi single parent, yang akan sangat sibuk dengan anak-anaknya kelak. Rossa yang hanyut akan pikirannya sendiri tidak sadar, bahwa didalam lift itu ada orang lain selain dirinya dibelakang.
Orang itu hanya memperhatikan tingkah Rossa didepannya, yang kadang tertawa dan selanjutnya kelihatan sedih sesekali mengelus perut ratanya.
"Siapa wanita ini? apakah penghuni apartemen ini juga!?. Tapi, kenapa aku baru melihatnya?" Batin pria yang ada dibelakang Rossa saat ini.
Setelah lift sudah sampai dibawah, Rossa lansung kearea parkiran menuju mobilnya.
Sementara pria dibelakangnya hanya mengikuti dari belakang, karena mobilnya juga ada tepat disamping mobil Rossa. Jadi, mau tidak mau ia seperti membuntuti Rossa. Padahal tujuan mereka hanya ingin kemobil masing- masing, karena mobil mereka berdekatan.
Setelah memasuki mobilnya, tiba- tiba mobil Rossa tidak bisa distarter. Ini baru pertama kalinya Rossa mengalaminya, ia bingung harus bagaimana. Sebab ia tidak tahu sama sekali masalah mesin, Rossa keluar dari mobilnya lalu melihat kearah jam tangannya yang kini sudah memasuki jam kerja.
Dengan sedikit tergesa- gesa Rossa berjalan ingin keluar area parkir, tapi tiba- tiba sebuah mobil sport mewah berhenti disampingnya dan membukakan pintu.
"Hei Nona.." Ucap pria itu yang menundukan sedikit kepalanya, melihat kearah wajah Rossa.
Rossa melihat kesana kemari mencari orang lain yang mungkin ada disekitarnya, karena ia tidak tahu siapa orang yang berada didalam mobil itu saat ini. Dan menyapa siapa sebenarnya, kalau bukan dirinya.
"Kau memanggilku?" Tanya Rossa menunjuk wajahnya sendiri sedikit menunduk, dihadapan pria yang ada dalam mobil itu.
"Pertanyaan bodoh! pffps.. Baru kali ini aku bertemu wanita yang tidak berteriak histeris melihat wajahku, dan dia yang pertama!." Batin pria itu sedikit tersenyum menyeringai, karena selama ini ia selalu dikejar para wanita. Bahkan banyak wanita yang rela ingin tidur dengannya, walau hanya satu malam saja.
__ADS_1
Jeck Moan, tuan muda kedua keluarga Moan. Yang memiliki kekayaan tidak kalahnya seperti keluarga Lois, cabang bisnis ada dimana- mana tapi ia lebih suka menjadi model atau brand ambassador bermerek disela kegiatannya menjadi seorang CEO.
"Siapa lagi kalau bukan kau? cepat masuk!" Ucapnya pada Rossa.
"Eh, sebentar tuan. Saya ti-" Belum sempat Rossa melanjutkan kata- katanya, mobil dibelakang mereka sudah membunyikan klakson beberapa kali.
"Kau dengar itu? cepat masuk." Ucap pria itu lagi, baru kali ini ia memaksa seseorang masuk kedalam mobilnya. Karena biasanya hanya orang- orang tertentu saja yang bisa bersamanya, apa lagi mengobrol satu mobil seperti saat ini.
Mau tidak mau Rossa pun masuk kedalam mobil pria yang tidak ia kenali sama sekali itu, karena jam kerjanya sudah lewat 5 menit. Walau dirinya mencari sebuah taksi, mungkin akan memakan waktu lama lagi setelah ia berjalan keluar dari area parkir.
Mobil itu pun langsung berangkat, setelah Rossa memasukinya.
"Maaf tuan, sebenarnya kamu siapa? Dan kenapa kamu menyuruhku masuk kedalam mobilmu, apa kamu mengenaliku?." Tanya Rossa pada pria itu, sambil memperhatikan wajah itu dari samping tempat duduknya.
"Kau tidak mengenaliku?" Ucap pria itu malah balik bertanya pada Rossa, yang hanya memandang lurus kedepan jalan.
Rossa hanya menggelengkan kepalanya, karena seperti biasa Rossa akan selalu waspada pada orang yang baru ia kenali.
"Temani aku makan dulu, kita akan mengobrol sambil sarapan." Ucap pria itu lagi.
"Ah, maaf tuan!. Sepertinya aku tidak bisa menemanimu sarapan, karena aku sudah sangat terlambat pergi kekantor." Jawab Rossa, yang segera membuka pintu mobil ingin keluar.
"Ck, baru pertama kali aku ditolak oleh seorang wanita!. Apa mata wanita ini tidak normal?, sehingga tidak bisa melihat ketampananku!." Batin Jack, yang merasa tidak ada artinya dimata wanita disamping nya saat ini.
"Tunggu sebentar, dimana kantormu?. Aku akan mengantarmu kalau tidak jauh." Tanya Jack.
"Eh,.. tidak perlu tuan!. Aku bisa naik taksi saja, tuan lanjutkan saja sarapannya." Ucap Rossa, yang lagi- lagi menolak pria itu.
Thackk...
Suara pintu mobil itu terkunci, dan Rossa pun tidak dapat membukanya.
__ADS_1
"Kau pilih saja,.. ingin aku mengantarmu!. Atau kita akan tinggal dimobil ini, seharian." Ucap pria itu berwajah datar, menatap Rossa.
"Ada apa dengan pria ini? kenapa sangat pemaksa!. Bahkan sifatnya sangat mirip dengan beruang kutubku, eeh salah- salah. Tepatnya mantan suami, tapi masih jadi beruang kutub dalam hatiku." Batin Rossa yang sudah mulai kesal, pada pria disampingnya saat ini.
"Baik lah tuan, kalau begitu... Mohon tuan mengantarku keperusahaan Cabang SS Gruop." Balas Rossa dengan senyum manisnya. Dan hanya dilirik oleh pria itu dengan ujung matanya, karena saat ini dada pria itu malah berdebar dan semakin berdebar melihat senyum wanita disampingnya saat ini.
Mobil pria itu pun langsung meluncur ketempat yang Rossa sebut tadi, dan hanya dalam sepuluh menit. Mereka sudah sampai didepan kantor cabang SS Gruop, tempat Rossa bekerja.
"Terima kasih tuan, oh iya. Namamu siapa tuan, lain kali aku akan mentraktirmu makan." Ucap Rossa yang sudah keluar dari mobil itu, dan berbicara lewat jendela mobil.
"Ini, simpan baik- baik kartu namaku." Ucap Jack menyodorkan sebuah kertas persegi dihadapan Rossa.
"Baik lah, kenalkan namaku Rossa." Balas Rossa tersenyum manis pada pria itu, yang kini mengulurkan tangannya kedalam mobil.
"Humm.." Suara pria itu berdehem menetralkan perasaannya, karena melihat senyum Rossa yang terlihat tulus. Tanpa dipaksa- paksa seperti wanita lain, yang biasa bertemu dengannya.
"Namaku Jack, Jack Moan." Ucapnya menyambut tangan Rossa dihadapannya.
.
Tanpa mereka berdua sadari, tidak jauh dari mobil Jack Moan. Ada sepasanya mata yang menatap tajam kearah mereka berdua, serta rahang yang sudah mengeras sedari tadi.
Mata itu selalu mengikuti dari belakang, saat mobil Jack Moan masih berada di area parkir tadi.
Dan kini, orang yang ada di mobil membuntuti Jack dan Rossa saat ini. Seperti menghubungi seseorang. Dan setelah sambungan teleponnya diangkat, orang itu pun langsung memarahi orang yang ia hubungi saat ini.
........
.......
...See you all😘...
__ADS_1