Tak Ada Alasan Untuk Bertahan

Tak Ada Alasan Untuk Bertahan
Bukan Tamu?


__ADS_3

Waktu yang diberikan 3 hari untuk Rossa berkemas malah hanya diberikan 2 hari saja, sebab pernikahan putri menteri yang akan berlangsung hanya tinggal 2 hari lagi. Dan oleh karena itu juga, pihak perusahaan ingin segera membawa Rossa kenegara J untuk menghitung semua keperluan yang akan disediakan nantinya.


Padahal Rossa sudah mengirim semua yang akan diperlukan untuk pembuatan perhiasan itu, tapi putri menteri itu tidak ingin ada kesalahan dalam pembuatan. Ia hanya ingin dibuat langsung oleh perancangnya sendiri, agar menghindari terjadinya pembuatan ulang kalau ada kesalahan.


Rossa sedikit bingung dengan putri menteri itu, sebab dirinya bukanlah perancang terkenal. Yang namanya saja mungkin baru pertama kalinya orang- orang tahu saat mengikuti lomba.


Tapi putri menteri itu malah menginginkan desainnya, yang baru pertama kali ia buat dan terpilih menjadi juara pertama dalam dunia bisnis.


"Bagaimana, apa semuanya sudah siap? " Tanya Rossa pada Rommi yang kini mendorong kopernya.


"Sudah kak, eh kenapa kakak hanya membawa koper kecil? Bukankah kita akan lama disana, dan kakak juga sedikit gemuk sekarang. " Ucap Rommi melihat kearah perut Rossa yang sedikit membuncit.


"Nanti aku beli pakaian disana saja, pakaianku disini terasa tidak nyaman karena terasa sedikit sesak." Ucap Rossa, yang masih sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang lebih penting untuk pekerjaannya.


Rossa belum ingin berkata jujur pada adiknya itu, sebab dirinya sangat malu. Kalau harus menceritakan asal usul kandungannya, karena ia saat ini sudah tidak lagi bersuami.


Terlebih lagi, Rossa tidak pernah mengatakan kalau dirinya pernah menikah pada adiknya itu. Karena pernikahannya dengan Morgan memang sengaja disembunyikan, jadi Rossa hanya menunggu waktu yang tepat agar dirinya siap menceritakan asal usul anak- anaknya kelak.


Saat ini Rossa hanya asyik memindahkan dukomennya, agar tidak salah tempat dalam kopernya.


Dan tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari luar, Rommi pun berajak dari tempat duduknya untuk membuka pintu.


"Kau? kenapa datang kesini. Ini bukan waktu yang tepat untuk bertamu, pergilah!." Ucap Rommi sedikit ketus kepada Jack yang baru saja sampai didepan pintu.


"Sebentar! aku hanya ingin bertemu Rossa." Ucap Jack menahan pintu yang ingin Rommi tutup.


"Ada apa lagi? katakan padaku. Biar aku saja yang sampaikan, lagi pula kami juga ingin berangkat." Ucap Rommi yang hanya mengeluarkan kepalanya dari pintu yang ingin ia tutup.

__ADS_1


"Siapa yang ada diluar Rommi? kenapa tidak disuruh masuk tamunya?" Tanya Rossa dari dalam.


"Ah bukan tamu kak, cuman peminta sumbangan!" Ucap Rommi menoleh dibalik pintu, sedikit berteriak kepada Rossa yang berada didalam .


Dan kesempatan itupun langsung Jack gunakan sebaik mungkin, untuk memanggil Rossa.


"Rossa, Rossa ini aku Jack! Rossa, apa kau mendengarku?." Teriak Jack dari luar, dan itu pun membuat Rommi semakin emosi kepada Jack. Karena dengan sengajanya berteriak memanggil kakaknya yang ada didalam.


"Kau!.." Ucap Rommi yang sudah terlanjur emosi pada Jack.


"Apa?.. kau bahkan tidak punya sopan santun dengan orang yang lebih tua dirimu." Ucap Jack menatap jengah pada pada Rommi.


Dan tidak lama setelah itu, Rossa juga ikut membukakan pintu. Yang sedari tadi Rommi tahan, agar Jack tidak masuk kedalam rumahnya.


"Eh tuan Jack? aku kira siapa tadi yang berteriak memanggil ada apa tuan mencariku?." Tanya Rossa bingung melihat ekspresi Jack dan Adiknya yang saling menatap satu sama lain.


"Kenapa membawanya masuk kak, kita kan mau berangkat!." Tanya Rommi pada Rossa, yang malah membawa tamunya masuk kedalam rumahnya.


"Tidak apa-apa, lagi pula masih ada 1 jam lagi." Jawab Rossa.


Jack pun masuk kedalam, dan langsung dibuatkan teh hangat oleh Rossa.


"Ada apa tuan mencariku, dan dari mana tuan tahu alamat rumahku ini?." Tanya Rossa pada Jack yang sudah duduk di sofa, karena selama ini mereka berdua selalu bertemu dikantor atau hanya diapartemen mewah yang Morgan berikan padanya.


"Apa yang tidak kutahu darimu Rossa? Semuanya aku tahu. Termasuk hari ini kau akan terbang kenegara J bukan? kebetulan aku juga akan berangkat kenegara J hari ini. Dan ayo kita berangkat bersama, aku akan bersamamu karena ini baru pertama kalinya untukmu bepergian bukan?." Ucap Jack, ia tahu kalau Rossa baru pertama kalinya menaiki pesawat dan sama halnya dengan adiknya Rommi.


"Eh benarkah? bukankah waktu itu kau bilang 5 hari lagi!." Tanya Rossa pada pria yang kini duduk disampingnya.

__ADS_1


"Iya, tapi aku hanya 2 hari saja disana. Setelah itu harus kembali lagi kenegara ini." Jawab Jack pada Rossa, karena ia merasa sedikit khawatir pada Rossa yang baru pertama kalinya menaiki pesawat. Apa lagi saat ini Rossa sedang mengandung anak sahabatnya itu yang tidak lain adalah Morgan.


Jack sudah mencari tahu semuanya tentang Rossa, dari malam Rossa pergi keacara kampusnya malam itu. Dan tidak ada lagi rekaman cctv yang merekamnya keluar dari gedung kampus itu karena sudah dihapus. Ia sengaja menyuruh ahli komputer untuk mengembalikan lagi semua rekaman cctv yang sudah dihapus, dari malam Rossa berada di gedung kampus dan menelusuri setiap jalan yang yang membawa Rossa pergi kehotel bintang lima FL.


Yang tidak lain adalah hotel keluarga Lois milik Morgan, dan kamar yang penculik itu tuju adalah kamar Morgan di nomor 117.


Jack yakin, kalau yang melakukan ini hanya ada satu orang. Yang menurutnya sangat ingin menghancurkan Morgan, untuk memiliki harta warisan keluarga Lois yang sangat melimpah.


Orang itu adalah Miranda! kakak tertua Morgan yang haus akan kekayaan keluarga Lois. Karena Miranda hanyalah anak angkat yang tidak sengaja menjadi nyonya muda, dan dianggap anak oleh orang tua Morgan. Yang sudah mengadopsinya, sewaktu Miranda masih berusia 13 tahun.


Tapi ternyata Miranda malah ingin menguasai harta keluarga Lois, karena saat itu papa dan mamanya Morgan belum diberikan keturunan.


Orang tua Ferino (papanya Morgan) pun memaksa Ferino agar menikah lagi agar mempunyai keturunan, dan dengan berat hati Ferino pun menuruti kehendak orang tuanya untuk menikah dengan Alicia.


Alicia adalah anak sahabat orang tuanya Ferino, yang ternyata sudah mengandung anak pacarnya yang tidak bertanggung jawab atas kehamilan nya. Itulah sebabnya Alicia setuju saat ia menikah dengan Ferino, karena anaknya akan mempunyai ayah walau pun harus menjadi istri kedua Ferino Lois.


Dan setelah sekian lamanya menunggu, akhirnya Ferino dan Mardiana memiliki Morgan. Yang membuat Miranda merasa tersisih akan kehadiran Morgan dikehidupannya, Miranda mulai merencanakan sesuatu agar posisinya tidak berubah dikeluarga Lois dan ingin membuat Morgan menjadi orang yang keterbelakangan.


Tapi itu semua sia-sia, karena disaat Morgan kecil pernah mengalami hal yang tidak diinginkan disaat masih duduk ditaman kanak-kanak. Ferino memutuskan agar Morgan selalu diawasi dan dijaga oleh beberapa orang pengawal, saat menempuh pelajaran dirumah saja (homeschooling) .


Tapi disaat Morgan menginjak masa remaja, ia juga menginginkan bersekolah bebas seperti teman- temannya. Karena disaat itu Morgan sedang jatuh cinta pada seorang wanita, yang tidak lain adalah Vania Bella teman masa kecilnya saat masih duduk ditaman kanak-kanak.


........


.......


...See you all ❤...

__ADS_1


...Awal mula cerita....


__ADS_2