
"Sekarang kakak harus menjaga diri dengan baik, karena didalam perut kakak ada kehidupan lain yang harus kakak rawat. Pasti kakak ipar akan sangat senang, kalau tahu kakak saat ini sedang mengandung anaknya. Jadi kakak harus memberikan semangat untuk kakak ipar agar segera sadar, agar kalian berdua bisa melanjutkan rumah tangga yang bahagia bersama keponakan kecilku nanti." Ucap Rommi dengan penuh haru, karena sudah membayangkan akan memiliki 3 keponakan sekaligus.
Rossa menghapus air matanya, dan duduk dengan menundukan kepalanya karena tidak mampu ingin mengeluarkan kata-katanya saat ini.
Apa lagi adiknya Rommi mengira, anak yang ia kandung adalah milik Morgan. Hati Rossa seakan tertusuk kembali mengingat malam itu, malam dimana dirinya kehilangan mahkotanya.
"Rommi, kakak mau bicara sesuatu padamu. Agar kau tahu apa yang sebenarnya terjadi, sehingga aku dan Morgan tidak dapat bersama." Ucap Rossa dengan suara yang sudah sedikit serak, karena menangis kembali.
Dokter Gerry yang baru saja sampai didepan pintu ruangan rawat inap Rossa menghentikan langkahnya, karena mendengar Rossa seperti ingin berbicara pada adiknya Rommi.
"Sebenarnya anak yang aku kandung bukan anak Morgan! aku.. Aku tidak tahu siapa ayah bayi yang ada didalam kandunganku ini Rommi, karena sebelum aku menikah dengannya.. Aku- aku diperkosa! dan aku tidak tahu siapa pria malam itu!." Ucap Rossa terang-terangan dalam tangisnya, karena ia kembali merasa kemasa yang paling tertekan dalam hidupnya.
Karena setelah malam itu, Rossa selalu merasa bersalah pada orang yang akan menjadi suaminya nanti. Karena dirinya sudah tidak lagi suci dan sempurna, seperti gadis remaja lainnya yang masih mempunyai kehormatan sebagai seorang wanita baik-baik.
Rommi tertegun mendengar ucapan kakaknya, tubuhnya mematung seakan napasnya tidak lagi keluar masuk dari indera penciumannya.
Melihat ekspresi adiknya Rommi seperti itu, Rossa paham kalau adiknya saat ini merasa syok. Ia tahu adiknya itu akan malu mengakui bahwa dirinya adalah kakaknya.
__ADS_1
Rossa kembali meneteskan air matanya, hatinya kembali terasa sesak. Sampai- sampai bibirnya bergetar menahan tangisnya, ia tahu hal ini pasti akan terjadi cepat atau lambat.
Karena sepandai- pandainya ia menyimpan rahasia ini, suatu saat pasti akan terbongkar juga. Dan itu akan lebih rumit kalau semuanya tidak ia ungkapkan dari sekarang, dan anak-anaknya pasti akan menderita kalau tidak diakui sebagai keluarga Lois saat besar nanti.
"Dimalam sebelum Ibu koma, aku pergi ke acara kampus. Pada saat itu aku pergi ketoilet, tapi tiba-tiba ada 2 orang laki-laki berbadan besar menggunakan obat bius menangkapku, setelah sadar aku sudah berada diatas tempat tidur. Seluruh tubuhku tidak bisa digerakkan, apalagi ingin berteriak, berbicara saja tidak bisa. Dan tidak lama setelah itu juga datang seorang pria yang aku sendiri tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, dan pria itu sendiri sepertinya juga sama sepertiku yang juga diberi obat pembangkit gairah pada lawan jenisnya. Dan malam itu pun terjadi begitu saja,, sampai akhirnya aku bisa menggerakkan seluruh tubuhku dan pergi dari kamar hotel itu meninggalkan pria yang sama sekali tidak aku kenal." Ucap Rossa dengan isak tangisnya, mengingat kejadian yang pernah menimpanya beberapa bulan lalu.
"Apakah yang kau maksud hotel FLM bintang lima dengan kamar hotel 117?." Tanya dokter Gerry masuk kedalam ruangan Rossa, dan membuat adik kakak itu menoleh bersamaan kearah dokter Gerry.
"Kakak tahu dari mana? kalau itu hotel FLM dengan nomor kamar 117?." Ucap Rossa malah bertanya.
Sekaligus merasa malu, karena aibnya kini bukan hanya dirinya saja yang tahu. Tapi kini orang luar juga mengetahuinya, seperti dokter Gerry.
Dokter Gerry menarik sebuah kursi, agar bisa duduk samping tempat tidur Rossa.
"Apa kau ingin tahu, siapa pria malam itu? Ah maaf, bukan maksudku menguping pembicaraan kalian tadi. Tapi sepertinya kau sangat benar- benar tidak tahu siapa sebenarnya pria itu bukan? kebetulan aku sangat tahu kejadian malam itu." Ucap dokter Gerry.
"A- apa?." Tanya Rossa terbata, mendengar ucapan dokter Gerry padanya.
__ADS_1
"Iya, akulah salah satu pengantar gadis itu pulang saat malam itu. Dan pria yang sudah merenggut atau bisa dibilang yang telah memperkosamu adalah Morgan Lois, suamiku saat ini. Yang telah terbaring lemah tak berdaya saat ini, dan dia sangat mencintaimu Rossa." Ucap dokter Gerry pada Rossa.
Rossa menutup mulutnya tidak percaya, ia tahu dokter Gerry saat ini pasti sedang bercanda dengannya. Dan sengaja mengatakan bahwa ia tahu kejadian malam itu, agar dirinya tidak pergi dari Morgan.
"Jangan mengatakan omong kosong kak, aku tahu kalian sangat dekat dengannya. Tapi maaf, anak- anakku ini tidak ada sangkut pautnya dengan Morgan." Ucap Rossa, yang kini kembali meneteskan air matanya.
"Aku tidak mengatakan omong kosong belaka Rossa, pria malam itu memang Morgan. Saat itu dia dijebak! dan kau juga dijebak oleh orang yang sama. Kalau kau tidak percaya, aku punya buktinya." Ucap dokter Gerry mencari ponselnya dalam saku celananya, dan memutar sebuah video. Yang menunjukkan kalau Rossa keluar dari kamar 117 itu dalam keadaan kacau, dan sebuah video lagi yang menunjukkan keadaan Morgan setelah bangun diatas tempat tidur. Dari kamera tersembunyi, yang mereka temukan didalam kamar itu.
"Itu benar kakak ipar kak, kalian berdua memang jodoh. Dan anak-anak dalam kandunganmu adalah anaknya, kau harus percaya itu." Ucap Rommi pada kakaknya, yang saat ini masih menangis tidak percaya setelah melihat tayangan video pendek yang dokter Gerry tunjukkan padanya.
"Benar Rossa, malam itu saat kau pulang dan masuk kedalam mobil Asisten Jo. Kami berdualah yang mengantarkanmu pulang, aku dan Jo tidak punya waktu mengatakan yang sebenarnya pada Morgan. Bahwa wanita malam itu adalah kau, istrinya sendiri. Yang kebetulan papaku jodohkan pada Morgan, bukan maksud kami menutupi semua ini dari Morgan.
Tapi setiap kali kami ingin memberi tahukannya tentang malam itu, Morgan tidak ingin membahasnya. Karena dia tidak mau kau terluka, seandainya wanita malam itu malah mengandung anaknya dan itu bukan kau. Itulah yang Morgan takutkan, dan dia ingin memperbaiki kesalahan dalam hubungan kalian. Karena dia benar-benar mencintaimu Rossa!, dan beberapa waktu lalu dia diam-diam mempersiapkan pernikahan kalian dengan mewah dihotel FLM. Yang orang kira itu adalah untuk Vania Bella, mantan kekasihnya dulu. Padahal itu adalah untuk istrinya tercinta, yaitu Rossa Ferdias Morgan Lois." Ucap dokter Gerry, yang menjelaskan tentang hubungan rumit diantara Rossa dan sahabatnya itu saat ini.
Rossa menutup wajahnya dengan kedua tangannya, berita ini membuatnya merasa terkejut!. Entah ia harus tertawa atau menangis saat ini, karena ternyata pria malam itu adalah Morgan Lois suaminya yang sudah ia ceraikan beberapa waktu lalu.
........
__ADS_1
.......
...Maaf belum bisa double up..See you allš¤§...