Tak Ada Alasan Untuk Bertahan

Tak Ada Alasan Untuk Bertahan
Suami Istri Mengobrol.


__ADS_3

Apartemen FL luar negeri.


Sejak kejadian dipesawat nya, beberapa jam yang lalu. Kini Morgan hanya berdiam diri dikamar Apartemenya.


Sampai kini, Morgan masih merasa mual. Entah kenapa dirinya sangat tidak menyukai petty, yang ada didalam burger.


Begitu juga dengan minuman bersoda, Morgan sangat menghindarinya dari dulu. Karena kalau ia minum minuman bersoda, maka ia akan bersendawa dan sering kentut tidak teratur. Itulah sebabnya ia sangat tidak suka, dengan minuman bersoda. Tapi karena dirinya tidak sadar saat itu, Morgan jadi memakan semua makanan yang tidak ia sukai.


"Apa dia sudah pulang sekarang?" tanya Morgan pada asisten Jo yang kini masih termenung.


Morgan melirikan matanya pada asistenya itu, karena tak kunjung menjawab pertanyaanya.


"Jo" panggil Morgan lagi. Tapi asistenya itu masih dalam lamunanya, dan tidak mendengar sama sekali panggilan Morgan.


"Apa yang dia pikirkan?" gerutu Morgan melihat ekpresi asistenya yang sangat serius saat ini.


Plak..


Suara tangan asisten Jo yang ditepuknya bersamaan, dengan wajah yang bersinar. Kini Jo sudah mendapatkan ide yang sangat brilian, ia sudah paham dengan suasana hati tuan mudanya yang gampang marah itu.


Asisten Jo akan berinisiatif untuk menelpon nyonya muda, supaya amarah tuan mudanya sedikit mereda.


"Tuan muda, bagaimana kalau kita menghubungi nyonya saja?." tanya asisten Jo antusias.


Morgan mengerutkan keningnya, melihat wajah Jo yang begitu bersemangat saat ini.


"Apa maksudmu?" ucap Morgan malah balik bertanya.


"Maksud saya, bagaimana kalau kita menghubungi nyonya muda tuan. Yaa, seperti bertanya kabarnya atau nyonya sudah makan atau belum." ucap asisten Jo bersemangat.


"Kita!" ucap Morgan menatap tajam asistenya itu.


"Ahahaha, maksud saya anda tuan muda. Bagaimana kalau anda yang menghubungi nyonya muda, seperti bertanya kabarnya. Apa nyonya sudah makan atau belum, saat ini. Karena mungkin saja nyonya sedang ketakutan sekarang, sebab diVilla tidak ada orang." Ucap asisten Jo sengaja, agar tuan mudanya tidak marah lagi.


Morgan pun termenung, seperti memikirkan sesuatu. "Perkataan Jo benar juga, kenapa aku tidak berpikir seperti itu?." batinya.


"Kalau begitu, kau cepat keluar dari sini." ucap Morgan yang tidak terlalu marah lagi.


"Baik tuan muda, dengan senang hati." jawab asisten Jo tersenyum puas.

__ADS_1


Setelah kepergian asistenya Jo, Morgan meraih laptop dan penselnya untuk melihat keberadaan istrinya di Villa saat ini.


Morgan duduk kursi kerjanya didalam kamar itu, lalu menghubungkan kamera cctv divillanya kelaptopnya. Sungguh Morgan merasa berdebar, saat melihat kegiatan istrinya itu divilla.


Rossa baru saja selesai mandi, dan memakai sebuah Lingerie warna merah kesukaan Morgan.


Melihat itu, Morgan menelan salivanya dengan susah payah. Karena melihat kulit putih istrinya yang begitu menggoda, ditambah lagi dengan Lingerie warna merah menyala itu.


"Kenapa dia memakai itu disaat aku tidak ada?." gerutu Morgan. Ia pun meraih ponselnya untuk menghubungi istrinya, yang kini masih didepan meja rias untuk memakai skincarenya.


Rossa mendengar suara ponselnya berbunyi, dan ia langsung mencari keberadaan ponsel itu yang ternyata ada di hadapan nya sendiri. Diraihnya ponsel pemberian suaminya yang tergeletak di meja rias itu, Rossa melihat nama pemanggil dilayar ponsel yang tertulis Suamiku.


Deg.


Jantung Rossa berdebar hebat, melihat nama pemanggil itu. " Apa dia yang menuliskan nama ini?" batin Rossa. Ia tersenyum lalu menggeser simbol hijau diponsel itu.


"Tuan..?" ucap Rossa.


"Apa yang sedang kau lakukan.?" ucap Morgan yang masih melihat layar laptopnya.


"Aku sedang berbicara padamu tuan." jawab Rossa dengan senyumnya.


Bibir Morgan terangkat keatas oleh jawaban istrinya, padahal ia hanya mengikuti saran asistenya tadi. Dan ternyata bisa membuat hatinya berdebar, dengan hanya melihat istrinya malam ini.


"Apa kau sudah makan.?" tanya Morgan pada istrinya. Seperti yang Jo katakan tadi, Morgan menanyai Rossa.


"Sudah, tadi makan diluar setelah berbelanja." jawab Rossa. Ia tak menyangka, Beruang kutubnya bisa sehangat ini padanya.


"Kalau tuan?, apakah sudah makan disana?." tanya Rossa.


"Sudah, hanya saja aku muntahkan lagi." jawab Morgan.


"Kenapa?, apa tuan sakit hingga memuntahkan makanan?." tanya Rossa khawatir. Rossa beranjak dari kursi meja riasnya, menuju tempat tidur. Rossa berbaring terlentang, hingga terlihatlah keindahan tubuhnya. Dan dua aset milik Rossa yang begitu menonjol keatas, terlihat sangat sempurna.


Morgan tersedak air liurnya sediri, dua aset milik istrinya itu tidak menggunakan penghalang apapun selain Lingerie itu.


Melihat istrinya yang berbaring terlentang seperti itu, Morgan sontak menegang. Salivanya terasa sangat masam, karena menginginkan sesuatu yang manis. Seperti bibir istrinya saat ini, yang terlihat merah begitu menggoda sama seperti Lingerie yang Rossa pakai.


"Tuan.., apa kamu masih disana?." tanya Rossa. Karena terdengar sangat sunyi, tidak ada jawaban dari suaminya itu.

__ADS_1


"Tuan..?" panggil Rossa lagi.


Morgan yang baru sadar atas panggilan Rossa langsung berdehem, betapa ia sangat menginginkan istrinya itu saat ini.


"Ehemp, ya." sahut Morgan.


"Kau tadi bilang apa?" tanyanya lagi.


"Aku tanya, apakah tuan sakit. Hingga memuntahkan makanan tuan, setelah makan?." ujar Rossa mengulangi pertanyaanya.


"Tidak, hanya saja aku tidak suka makananya." jawab Morgan.


"Memangnya makanan apa, yang tidak tuan sukai?. Aku akan mengingatnya, supaya kelak tidak salah masak untuk tuan." ucap Rossa.


Deg.. deg.. deg..


Jangtung Morgan berdebar, saat istrinya itu mengatakan ingin memasak untuknya. Lagi- lagi bibirnya tersenyum, entah kenapa ia merasa mereka seperti sepasang suami istri yang sudah lama menikah.


"Benarkah, apakau bisa memasak?. tanya Morgan.


"Tentu saja bisa, hanya saja aku takut tuan tidak menyukainya." jawab Rossa.


"Aku akan memakan apapun yang kau masak, asalkan jangan sosis dan petty. Atau daging yang dihancurkan, aku sangat tidak menyukainya." ucap Morgan. Entah kenapa, dirinya mengatakan hal- hal yang tidak ia sukai pada istrinya saat ini. Padahal, ia sangat jarang berbicara atau pun mengobrol seperti ini pada siapapun.


"Kalau sayuran, apakah ada yang tuan tidak sukai?." tanya Rossa lagi.


"Entahlah, aku tidak terlalu tau tentang sayuran. Tapi, ada satu sayuran yang sangat aku hindari." jawab Morgan


"Apa?" tanya Rossa penasaran. Rossa membalikan tubuhnya menjadi bertelungkup, sambil meletakan ponselnya diatas tempat tidur.


"Cabai, atau makanan yang pedas. Aku tidak bisa memakanya, karena alergi." jawab Morgan.


Kini Morgan sedikit merasa tenang, karena ia hanya melihat punggung istrinya dari layar laptop yang selalu ia pandangi saat ini.


"Kenapa orang ini sangat banyak sekali yang dia hindari, dari wanita sampai makanan. Semuanya bisa membuatnya mual dan alergi, apa dia merasa jijik atau semacamnya ya?." batin Rossa berpikir. Rossa pun memejamkan matanya, dan tanpa sengaja tertidur.


"Kenapa kau melamun?" tanya Morgan. Yang melihat istrinya itu masih bertelungkup, tanpa bergerak ataupun berbicara padanya.


.......

__ADS_1


.......


Jangan lupa tinggalkan jejak yaa😍 Like, komen dan favorit agar tau up selanjutnya. Terima kasih sudah mampir.😘


__ADS_2