
Rossa membuka mata nya perlahan, mengerjapkan nya beberapa kali untuk menjernihkan pandangan nya yang masih buram. Ia pun duduk dan memalingkan wajah nya ke arah sisi kasur sebelahnya yang ditiduri suami nya semalam, tapi tak ada siapa pun disisi sebelah nya itu sudah kosong.
"Jam berapa sekarang? Aah.. ternyata sudah siang." gumam Rossa menggosok wajah nya dengan kedua tangan, setelah melihat kearah jendela yang terlihat sedikit terang. Ruangan itu terlihat gelap, karena Morgan sengaja tidak membuka tirai jendela agar Rossa tidak silau oleh sinar matahari yang masuk kedalan ruangan itu.
Rossa pun beranjak perlahan dan begitu pelan berjalan ingin kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, karena sisi bawah nya masih begitu nyeri. "Astaga!, ternyata begini rasa nya punya suami!. Setelah kenikmatan yang dia berikan, sisa nya penderiaan.." lirih Rossa yang masih melangkahkan kaki nya ke kamar mandi.
Rossa pun masuk ke dalam kolam bundar yang berisi kan air hangat dan beberapa aroma terapi yang baru saja ia tambahkan, ia merasa sedikit nyaman setelah berendam.
Sisi bawah Rossa tidak terlalu sakit lagi setelah lumayan lama berendam, ia memakai semua perawatan yang tersedia di ruangan itu dan memijat tubuh nya sendiri untuk melonggarkan otot- otot nya yang terasa tegang.
"Tubuh ku semuanya terasa remuk, benar- benar melelahkan. Beruang Kutub itu menyerangku tanpa ampun tadi malam bahkan tadi pagi, hais.. tulang pinggang ku. Apa dia juga begitu dengan wanita lain?" tanya Rossa pada diri nya sendiri sambil membayangkan Morgan menyentuh wanita lain, ia pun menggeleng- gelengkan kepalanya. "Aah.. apa yang aku pikirkan? dia kan alergi wanita dan berhubungan intim, mungkin hanya padaku dia tidak Alergi." Ucap Rossa dengan bangga nya pada dirinya sendiri, dan tersenyum senang kala mengingat Morgan tidak bisa bermain dengan wanita lain dibelakang nya. "Apakah aku harus bahagia punya suami yang seperti ini? dia bahkan tidak bisa bermain dengan wanita lain, selain diriku.. hehehe." Tawa Rossa yang tidak perlu khawatir tentang suami nya selingkuh, atau pun bercinta dengan wanita lain seperti yang ia dengar dari berita sebelum ia menikah dengan Morgan.
"Aku tidak tau cara nya bercinta dengan benar untuk melayaninya, apa.. aku harus menonton beberapa film panas dulu ya.?" gumam Rossa, setelah beberapa saat ia berpikir. Ia pun sadar lalu memukul air kolam itu, karena mulai berpikir hal- hal yang vulgar. "Astaga..! kenapa aku berubah jadi wanita mesum begini?" batin Rossa, ia pun menenggelam kan kepalanya dan berteriak di dalam air kolam itu.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya,Rossa pun masuk kedalam walk in closet untuk memilih pakaian yang akan ia gunakan hari ini. "Pakaian ini semuanya mahal- mahal, aku jadi teringat Silla." batin Rossa, ia pun dengan segera memilih satu pakaian yang akan ia kenakan dan sepatu yang sudah tersedia tersusun rapi di ruangan itu.
__ADS_1
Rossa mencari ponsel nya di dalam tas dan menekan tombol power di bagian samping ponsel jadul itu, tapi.. ponsel itu tidak mau menyala. "Seperti nya sudah kehabisan batrai." gumam nya, ia pun mengeluarkan changer ponselnya dari dalam tasnya. Dan melihat ponsel baru nya yang Morgan berikan padanya kemaren beserta buku nikah nya, lagi- lagi Rossa tersenyum. Melihat poto nya yang sudah di edit disamping suaminya itu, dan tanpa sadar Rossa mencium poto suaminya yang tersenyum sangat tampan baginya.
"Aku tidak tau perasaan apa ini? tapi.. rasa nya aku sangat bahagia bersamamu." lirih nya sambil menatap poto suaminya didalam buku nikah, Rossa pun menyimpan nya kembali didalam tasnya dan menaruh tas itu kedalam laci meja rias di depan nya.
Karena perut nya mulai lapar, Rossa pun mulai memoles wajah nya di depan meja rias. Ia tersentak begitu melihat leher nya yang begitu banyak tanda merah kebiruan, bahkan ia sampai merinding melihatnya karena baru pertama kali. "Apa ini bekas ciuman Beruang Kutup itu tadi malam? pantas saja leher ku sangat sakit tadi malam, ternyata dia berbuat begini." gumam Rossa sambil mengambil banyak foundation, ia mencoba menutupinya dengan peralatan makeup yang ada.
Rossa tidak tau harus bilang apa, karena perlengkapan kosmetik di meja rias itu benar- benar kesukaan nya. Kosmetik yang selalu ibu nya belikan untuk merawat wajah nya agar terlihat selalu cerah dan tidak kusam, ia bahkan tidak tau berapa harga kosmetik yang ia pakai itu karena ia memang tidak pernah membelinya. "Apa ini kebetulan saja? kosmetik yang aku pakai di kontrakan dan di sini sama.?" batin Rossa.
Setalah selesai merias wajahnya, Rossa kembali melihat ponsel nya dan menghidupi nya. Setelah layar nya menyala, begitu banyak panggilan suara tak terjawap dan beberapa pesan.
"Ternyata ibu selalu pulang malam lembur satu minggu terakhir karena uang kontrakan belum dibayar? mengapa ibu tidak bilang padaku, bahkan aku juga akan ikut bekerja untuk membantunya kalau tau begini." batin Rossa, ia pun membuka pesan dari teman nya Silla. Rossa tertawa melihat pesan dari sahabat nya itu, yang sangat khawatir pada nya. Ia pun menghubungi Silla, untuk memberitahu kawan nya itu agar tidak khawatir lagi padanya.
"Hallo sill.."
"Rossaaaa... kamu kemana aja? udah 2hari enggak ada kabar, ponsel kamu juga enggak aktiv. Kamu tahu, gimana khawatir nya aku sama kamu?." cerocos Silla yang sangat khawatir dengan Rossa sahabat nya.
__ADS_1
"Iya sorry- sorry.. Aku lagi ada urusan. Eemh.., gimana kalau kita ketemu sekarang di tempat biasa? aku mau cerita sesuatu sama kamu." jawap Rossa agar sahabat nya itu tenang.
"Oke, kamu hutang penjelasan padaku atas ketiadaan mu 2hari ini. Kau tau hari ini kita ada pelajaran dengan dosen galak itu? tapi kau tidak hadir.. maka nilai kita akan nol." bentak Silla.
"Astaga, aku lupa Sill. ya ampun jam berapa sekarang?."
"Sudah jam sebelas sayang, jam pelajaran dengan dosen galak itu jam sembilan tadi pagi. Dan kita ada kesempatan untuk menambah nilai jam satu dan jam 5 sore nanti. Kau tau, aku sampai gemetar mau jawap apa karena kau tidak hadir. Aah.. nanti lah ku ceritakan semuanya, setelah kita bertemu." jawap Silla panjang kali lebar.
"Oke, aku langsung ke kampus deh kalau gitu. See you Silla." ucap Rossa.
"See you Ross." jawap Silla memutus kan hubungan telepon nya.
Bersambung.
Jangan lupa tinggal kan jejak ya..😍 Thank you.😘
__ADS_1