
Rossa dan Morgan pun masuk kedalam kamar utama yang luas itu, dan menuju sofa. Di depan mereka sudah Ada semua aneka makanan yang membuat Rossa semakin merasa lapar, Ia pun mengambil piring Morgan dan berkata..
"Aku akan menyuapi mu tuan, Kau mau lauk yang mana?" Tanya Rossa menatap wajah Morgan dengan kedua alis nya terangkat bersamaan.
"Yang bengkak itu bibir ku, Bukan tangan ku.! Aku akan makan sendiri, Dan kau makan lah yang banyak agar semakin enak di peluk." Ucap Morgan menarik kembali piring yang Rossa angkat dari hadapan nya.
Rossa pun tersipu malu, Kalimat Morgan yang terakhir membuat jantung nya berdebar lagi dan lagi.
Mereka berdua pun menikmati makan malam nya dengan diam, Hanya suara sendok dan piring yang membuat gaduh isi ruangan itu.
Morgan sudah selesai makan malam nya, Hanya Rossa yang masih mengunyah beberapa sendok lagi sisa nasi dan sayur- sayuran beserta lauk di piring nya.
Rossa memang sangat pelan saat makan, karena Ia adalah anak yang cerdas. Maka, Ia tau cara makan yang benar dan terlihat Anggun.
Mata Rossa melirik Morgan di hadapan nya yang beranjak setelah selesai makan, Ia binggung melihat Morgan yang masuk ke suatu pintu di dalam kamar itu. "Kenapa begitu banyak banyak pintu di kamar ini?" batinya bertanya sendiri.
Setelah beberapa menit, Rossa pun selesai makan. Dan ingin membereskan semua sisa makanan Ia dan Morgan, Baru saja Ia ingin mengangkat piring nya kepiring bekas makan Morgan untuk disusun. Morgan pun keluar dari pintu yang Ia masuki tadi, Memakai piyama tidur.
"Kau tidak usah membereskan nya, Biar Pa Lim yang beres kan. Kau cepat kering kan rambut mu yang masih basah itu, Nanti kau masuk angin." Ucap Morgan yang menarik tangan Rossa untuk duduk di depan cermin meja rias.
__ADS_1
"Pa Lim .. Masuk lah." Teriak morgan yang mengejutkan Rossa.
"Iish, Beruang Kutup ini, Mengejut kan orang saja!." Batin Rossa yang melihat pantulan wajah Morgan di depan cermin.
"Tuan.. Untuk masalah itu aku juga bisa membersih kan nya, Tidak usah meneriaki Pa Lim." Ucap Rossa yang memaling kan tubuh nya menghadap Morgan, Dan Ia memeluk perut Morgan yang masih berdiri di hadapan nya manja.
"Itu memang pekerjaan Pa Lim di Villa ini, Sedang kan kau?. Pekerjaan mu di sini melanyaniku, Bukan membersihkan bekas makan kita."Jawap Morgan mengelus rambut Rossa yang masih basah dan mencium nya. "Apa kau bisa masak? Tanya Morgan lagi menatap wajah Rossa di hadapan nya yang duduk di bangku depan meja rias.
"Bisa dong" Jawap Rossa singkat, Yang masih memeluk pinggang Morgan dengan kedua tangan nya dan kepala nya mendongak ke atas menatap Morgan dengan senyum usil nya.
"Masak apa?" Tanya Morgan lagi. "Jangan katakan kau hanya bisa memasak air.?" Sambung nya, Karena melihat senyum usil di wajah Istri nya itu. Morgan pun reflek menggelitiki Rossa karena berani ingin mengusili nya.
"Puffs.. Ahahaha.. Ampun Tuan ... Aahahaha .."
Aroma Lavender ber campur Mawar pun keluar dari tubuh dan rambut Rossa yang terus bergerak karena kegelian, Aroma itu berhasil masuk ke indra penciuman Morgan. Dan membuat nya terbuai akan sesuatu yang Ia ingin kan selama ini, Morgan menghentikan kegiatan nya menggelitiki Rossa.
"Hah.. hah.. hah.. " Suara Rossa yang ngos- ngosan karena kualahan menahan tangan Morgan yang terus menyerang nya sambil tertawa. "Kau itu jahat sekali Tuan,! Lihat? Tali jubah mandi ku sampai copot." Ketus nya pada Morgan, Dengan mata yang melotot dan bibir cemberut nya.
"Tuh kan.. Aku jadi tidak bisa mengikat nya, Apa kau punya jarum dan benang tuan?" Tanya Rossa menatap Morgan yang masih berdiri di hadapan nya.
__ADS_1
"Kau pikir Aku tukang jahit? Hm..? Aku mana ada punya benda bersejarah seperti itu." Jawap Morgan tak acuh, Sambil melipat kedua tangan nya di dada.
"Aduh .. Gimana dong? Aku kan enggak punya baju ganti disini.. Lagian, Kau juga membawa ku kesini belum mengemasi baju- baju ku untuk di bawa." Cerocos Rossa memonyong kan bibir nya.
Morgan pun mencondongkan tubuh nya pada Rossa, Dan membuka kedua tangan nya untuk bertumpu pada meja rias di belakang Rossa. Ia pun mendekatkan wajah mereka berdua dan berkata.. "Apa yang Kau takut kan? Aku bahkan sudah melihat semua nya, Dari ujung rambut sampai ujung kaki mu., Aku bahkan tau, Kau mempunyai tanda seperti noda di bokong mu." Bisik Morgan pada telinga Rossa, Dan lagi- lagi Ia menggigit telinga Rossa yang kenyal itu. Aroma yang keluar dari tubuh Istrinya membuat Morgan semakin menginginkan nya.
Rossa yang sudah terkunci oleh kedua tangan Morgan di kiri dan kanan nya sudah terpojok, Tulang belakang nya sudah bersandar di meja rias. "Tuan.." Nada manja Rossa yang di buat- buat. "Apa kau rela tubuh ku di lihat Orang kalau Aku memakai jubah mandi ini tanpa tali? Kalau aku berdiri, Maka dada ku berserta Aset dibawah nya akan terlihat! Apa Kau mau orang lain melihat nya.? Apa kau rela.?" Tanya Rossa sengaja.
Sontak saja Morgan terhenti, "Tidak!" Jawap Morgan yang menarik kepala nya dari ceruk leher Rossa, Baru saja Morgan ingin memulai aksi nya. Terpaksa berhenti lagi ketika mendengar perkataan Istri nya itu. "Akan Aku Congkel mata siapa saja yang berani melihat nya sampai keluar, Hanya Aku yang boleh melihat mu seperti itu." Ucap nya menatap tajam Rossa.
Morgan pun kembali berdiri dan melangkah kan kaki nya menuju walk-in closet. "Kau cepat lah kemari." Panggil Morgan pada Rossa, yang mengisyarat kan tangan nya. Rossa pun berdiri sambil membungkuskan tubuh nya dengan jubah mandi yang tidak menggunakan tali itu.
Perlahan Morgan membuka ganggang pintu yang dari tadi membuat Rossa penasaran, "Ada apa dibalik pintu itu." Batin Rossa serius.
Mata Rossa membelalak melihat gudang pakaian yang tersusun rapi seperti toko baju itu, Bahkan menurut nya ini adalah syurga nya pakaian. Karena ini baru pertama kali nya Ia melihat Toko ada di rumah sendiri.
"Kau pilihlah pakaian mu di sebelah sini, Dan di sebelah sina pakaian ku." Tunjuk Morgan kepada Rossa.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa tinggal kan jejak yaa..😍 Agar penulis rajin up. See you😘