Tak Ada Alasan Untuk Bertahan

Tak Ada Alasan Untuk Bertahan
Aroma Ini?


__ADS_3

Rossa pun keluar dari dalam rumah sahabatnya, yang hanya menggunakan baju tidur bertangan pendek dan celana pendek milik sahabatnya Silla. Ia tidak sempat lagi memperhatikan dirinya, karena sangat terburu- buru untuk turun dari lantai 2 rumah itu.


"Selamat malam nyonya muda." Ucap asisten Jo menundukan kepala nya didepan pintu mobil, yang sudah ia buka untuk Rossa.


"Selamat malam juga Jo." jawap Rossa yang langsung masuk kedalam mobil dan duduk dikursi penumpang.


Jo pun masuk kedalam mobil setelah menutup pintu untuk nyonya mudanya, dan langsung menyalakan mobil berlalu pergi dari kediaman sahabat nyonya mudanya itu.


Dalam perjalanan, Rossa hanya merasa gelisah. Ia tidak tau apa yang membuat perasaan nya seakan- akan ada sesuatu yang terjadi, saat ini.


"Aku sangat khawatir malam ini, tapi aku tidak tau apa yang aku khawatirkan. Perasaan ini, rasa nya sungguh mengganguku." batin Rossa.


Mata asisten Jo selalu mengawasi prilaku nyonya muda nya itu, yang nampak sedang gelisah saat ini.


"Jo" panggil Rossa pada asisten suaminya itu.


"Ya nyonya."


"Apa tuan muda sangat marah, karena aku tidak pulang sore tadi?." tanya Rossa hati- hati.


"Tidak nyonya." jawap Jo singkat.


"Haah.. syukuralah kalau begitu." ucap Rossa yang mengelus dadanya. Ada sedikit rasa tenang dihati Rossa, kalau Beruang Kutub nya itu tidak marah.


"Kita sudah sampai nyonya." ucap Jo yang sudah memasuki area parkiran rumah sakit.


"Hah, sudah sampai?. kenapa ini seperti bukan diVilla?" tanya Rossa yang keluar dari pintu penumpang, karena Jo sudah lebih dulu membukakan untuknya.


"Ini memang bukan diVilla nyonya." jawap Jo lagi.


"Apa, bukan diVilla?. Lalu dimana ini, seperti rumah sakit saja." Ucap Rossa yang melihat tempat parkiran mobil mereka saat ini.


"Benar nyonya, ini rumah sakit" jawap asisten Jo.


"Hah..? rumah sakit! untuk apa kita kemari Jo." tanya Rossa yang lagi- lagi tercengang.


"Nyonya akan tau, kalau sudah masuk kedalam." Ucap asisten Jo lagi, sambil membuka tangan nya sebelah untuk mempersilakan nyonya mudanya berjalan.


Rossa hanya mengikuti asisten Jo, untuk berjalan masuk kedalam rumah sakit itu. Pikiran menjadi bingung, padahal dirinya buru- buru ingin Jo menjemputnya agar cepat sampai di Villa. Tapi asisten suaminya itu malah membawanya kerumah sakit, dan lagi- lagi Rossa tercengang melihat tempat yang mereka masuki saat ini.


"Kenapa Jo membawaku keruangan bagian jantung? bukan kah ini satu jurusan dengan tempat ibu dirawat?." gumam Rossa dalam hatinya.

__ADS_1


"Nyonya muda, kita sudah sampai." ucap asisten Jo yang ingin membukan pintu ruangan kamar pasien VIP itu.


Rossa masih mematung di tempatnya berdiri saat ini, ia sangat binggung dan mencari jawaban dengan cara menatap asisten Jo sambil mengerutkan keningnya.


"Sebenarnya tuan muda tadi sangat marah nyonya muda, dan entah kenapa tuan muda tidak sadarkan diri setelah berbicara dengan Pa Lim karena tidak dapat membawa anda pulang." jawap asisten Jo sambil menundukan kepalanya.


Rossa reflek menutup mulutnya, karena terkejut. Perasaan gelisah yang dari tadi ia rasakan, berubah menjadi rasa bersalah terhadap suaminya. Karena Rossa sangat tau kesakitan yang suaminya rasakan sangatlah menyiksanya, bahkan bisa merenggut nyawa suaminya itu.


"Ya ampun Jo, kenapa kau tidak bicara dari tadi? lalu bagaimana keadaan nya sekarang?." tanya Rossa yang terlihat panik.


"Anda bisa melihatnya didalan nyonya, dan menanyakan keadaan tuan muda pada dokter Gerdian." jawap asisten Jo lagi.


Rossa pun langsung masuk kedalam ruangan Morgan, yang masih ada Pa Lim menunggunya didalam.


"Nyonya muda!" seru Pa Lim. Ketika pintu kamar terbuka, dan melihat Rossa yang telah datang.


"Pa Lim, bagaimana keadaan tuan muda saat ini?." tanya Rossa langsung menghampiri Morgan, yang masih tak sadarkan diri di atas tempat tidur.


Pa Lim yang tadi duduk disofa kini mendekati nyonya mudanya, dan mulai menceritakan yang terjadi sampai membuat tuan muda nya tak sadarkan diri.


"Dokter sudah memberikan tuan muda beberapa suntikan obat dalam infusnya, dan mungkin akan sadar satu atau dua jam lagi nyonya muda." ucap Pa Lim setelah selesai menceritakan yang terjadi pada tuan mudanya.


"Kalau begitu saya undur diri nyonya muda, saya akan menyuruh 2 orang pengawal untuk berjaga didepan kamar. Kalau nyonya ada sesuatu yang dibutuhkan, anda bisa memanggil meraka." Ucap Pa Lim pada nyonya mudanya, yang terlihat menatap wajah tuan mudanya saat ini.


"Sepertinya aku harus cepat keluar dari tempat ini, dan memberikan ruang untuk nyonya dan tuan muda." batin Pa Lim yang menundukan kepala nya, berlalu keluar dan menutup pintunya.


Kini hanya Rossa dan Morgan diruangan itu, Rossa meraih tangan Morgan yang besar dan menggegamnya lembut.


"Aku minta maaf, tidak bisa jadi istri yang sempurna untukmu. Tapi aku akan merawatmu dengan baik, karena kau adalah penolongku." lirih Rossa dan meletakan tangan Morgan dipipinya.


Tiba- tiba Morgan berteriak dengan mata masih tertutup, ia terus mengatakan "Jangan" dalam igauan nya. Sontak saja Rossa merasa panik, dan menggenggam tangan Morgan dengan erat.


Rossa menyentuh pipi Morgan dan memanggil nya agar segera sadar, namun Rossa malah semakit terkejut. Karena pipi Morgan terasa sangat panas, Rossa ingin beranjak dari tempatnya untuk menekan tombol memanggil dokter disebelahnya duduk saat ini. Tapi tangan malah digenggam erat oleh tangan besar pria dihadapan nya itu, yang membuatnya tidak dapat bergerak untuk memanggil dokter.


Setelah beberapa saat, Morgan kembali tenang dan tertidur lagi. Rossa pun beranjak untuk memanggil dokter dengan menekan tombol disebelahnya.


Tak menunggu lama, dokter Martin pun masuk kedalam ruangan Morgan bersama putranya dokter Gerry.


"Apa kau sudah lama ada disini?" tanya dokter Martin pada Rossa.


"Lumayan paman, tadi tubuhnya sangat panas. Jadi aku memanggil dokter, untuk memeriksanya." jawap Rossa langsung pada intinya.

__ADS_1


"Ini memang efek dari virus yang ada dalam tubuhnya, tapi jangan khawatir. Kami sudah memberikan obat penawarnya, dalam infus." Ucap dokter Martin pada Rossa, dan tangan nya yang masih sibuk pada peralatan medisnya.


"Terima kasih paman." ucap Rossa.


"Jangan sungkan, ini memang tugasku. Oh ya, kenalkan ini putra paman." sahut dokter Martin.


Gerry pun mengulurkan tangan pada Rossa, dan disambut Rossa dengan senang hati.


"Kau bisa memanggil ku Gerry saja." ucapnya tersenyum pada Rossa.


"Rossa.., senang mengenal kakak." jawap Rossa tersenyum manis.


"Baiklah, ini sudah pukul 2 pagi. Kau lebih baik juga beristirahat di sofa ini, dilemari itu ada selimut untukmu ambilah." ucap dokter Martin menunjuk sebuah lemari pada Rossa.


"Baiklah, terima kasih banyak paman." sahut Rossa lagi, dan melihat kedua dokter itu keluar dari ruangan suaminya saat ini.


Rossa yang sudah merasa lega, duduk dikursi samping tempat tidur Morgan saat ini. Ia merasa sangat mengantuk, karena sekarang sudah lebih dari tengah malam bahkan sudah dini hari. Ia pun meletakan kepalanya diranjang Morgan sambil memegang tangan suaminya itu, dan tertidur.


.


.


Morgan merasa tangan terasa kebas, entah ia bermimpi atau nyata. Tapi tangan nya seperti di tindih sesuatu saat ini, ia pun membuka matanya perlahan dan melihat ke sekelilingnya.


"Ini seperti rumah sakit" batin nya. "Dan, aroma ini?" Morgan pun pun duduk, mencari aroma lavender yang mengalahkan bau obat- obatan diruangan itu. Yang sangat dekat, dengan indra penciuman nya sekarang.


Morgan tercengang, melihat sosok istrinya yang sedang tidur memeluk tangan nya sambil duduk dikursi sebelahnya.


Tiba- tiba hati Morgan terasa menghangat, Ia pun tersenyum melihat wajah polos yang terlihat kelelahan itu. Dan mencium pucuk kepala istrinya, dengan perlahan Morgan mengangkat tubuh istrinya untuk naik keatas ranjangnya dan mereka berdua pun berbaring diranjang pasien yang sempit itu.


Morgan pun menghadapkan wajah istrinya itu kearahnya, dan mencium satu persatu yang ada diwajah istrinya saat ini. Dan sampai lah dibagian favoritnya, yaitu bibir istrinya yang terlihat terbuka sedikit.


.


.


Jangan lupa tinggal kan jejak yaa😍 kamu tau, hari ini ada vote gratis dari MT?. Caranya cukup tekan vote dibawah ini, dan kamu punya 1 untuk di berikan pada karya yang kamu sukai seperti dibawah ini.Terima kasih yang sudah vote😘


.


__ADS_1


__ADS_2