
"Sa- saya, hanya ingin menyimpan sepatu nyonya ketempatnya tuan." ucap Jo terbata.
"Lepas!, biar aku saja yang menyimpan nya. Jangan sekali- kali kau menyentuh barang istriku, cepat kemasi kertas- kertas ini." bentak Morgan pada Asisten nya itu.
"Baik tuan." sahut Jo.
Jo pun berjongkok mengumpulkan satu persatu kertas yang berserakan dilantai, tanpa melihat kertas apa yang tengah ia kumpulkan itu.
Morgan yang ingin mengambil sepatu Rossa, tidak sengaja melihat gambar yang ada dilantai dekat sepatu istrinya. Di raihnya kertas itu, dan meneliti setiap tulisan yang bersangkutan dengan sebuah benda didalam kertas itu.
"Ini.., sebuah kalung!?." ucap Morgan masih fokus pada kertas itu.
Mendengar tuan nya berbicara, Jo pun mendongakan kepalanya ke atas.
"Iya tuan muda?." tanya Jo. Ia pikir Morgan tengah berbicara padanya, sebab itu ia memperjelas pendengaran nya dengan bertanya pada tuanya.
"Hum.., ada apa?." ucap Morgan malah bertanya balik.
".........?" Jo merasa bingung!, tapi hanya diam saja tanpa komentar.
"Cepat kau kumpulkan kertas ini, aku ingin melihat semuanya." ucap Morgan. Ia menyerahkan kertas tadi ke Asisten nya dan meraih kedua sepatu istrinya, lalu meletakan nya ke lemari sepatu dekat pintu.
Morgan berjalan kearah anak tangga, untuk naik kelantai dua kamarnya.
"Tuan!, dimana saya meletakan semua kertas ini?" tanya Jo pada tuan nya.
"Kau letakan diruang bacaku, aku ingin memanggil istriku dulu untuk makan malam." jawab Morgan. Ia pun berlalu naik kelantai dua, untuk memanggil istrinya.
"Baik, tuan!." balas Jo menundukan kepalanya.
"Sepertinya tuan muda mulai memperhatikan nyonya muda, syukurlah. Aku juga turut bahagia untuk mereka, semoga saja ini menjadi awal hubungan mereka untuk lebih baik lagi. Karena yang kulihat, tuan muda selalu tergesa- gesa ingin kembali kepada nyonya muda selama diluar negeri. Sampai- sampai, dia menghentikan terapinya yang hanya tinggal dua minggu lagi." batin Jo.
Jo kembali melihat kertas ditangan nya, dan ia pun terkejut melihat beberapa gambar dikertas itu.
"Ini.., bukan kah desain perhiasan ini. Mirip dengan desain perhiasan yang tuan muda simpan selama ini, apa jangan- jangan nyonya muda adalah..!?" gumam Jo.
__ADS_1
Jo pun ikut menaiki anak tangga, karena ingin segera meletakan semua kertas gambar nyonya mudanya keruang baca tuannya.
Dan disaat ia sudah berada dipuncak tangga ingin turun, karena sudah meletakan kertas yang ia bawa tadi di ruang baca tuan nya.
Terdengar suara tuan mudanya memanggil namanya dengan nyaring, seperti meminta pertolongan dari arah kamar utama lantai dua itu..
Dengan segera, Jo pun berlari kearah kamar utama.
Setelah sampai didepan kamar, Jo dengan perlahan mendorong pintu kamar itu yang sudah terbuka sebagian.
"Tuan muda!, apa anda memanggil sa-" Tidak sempat meneruskan pertanyaan nya, kata- kata Jo langsung disela oleh Morgan!.
"Cepat panggil Gerry kemari, istriku!. Di-dia, dia berdarah!." ucap Morgan dengan paniknya.
Morgan terus menggosok tagan istrinya, ia sangat panik!. Hingga tidak tahu, harus berbuat apa. Bahkan ia langsung meletakan Rossa di atas tempat tidur, dengan pakaian bawah Rossa yang terlihat mengeluarkan darah seperti datang bulan.
Jo yang juga ikut panik melihat tuan mudanya, langsung merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel.
Dan dengan sekali panggilan, nomor yang dituju langsung menyambut panggilan Asisten Jo. Karena dokter Gerry sangat tahu, kalau Asisten sahabatnya itu menghubunginya. Pasti itu adalah hal yang penting, dan darurat.
"Sayang!, sayang kau kenapa!?. Jangan membuatku panik, dimana yang sakit?. Dan kenapa kau berdarah?, lihat wajahmu sangat pucat!. Sayang bicaralah!, katakan padaku apa yang sakit?." Seru Morgan masih dengan paniknya. Ia terus menggenggam tangan Istrinya erat, karena istrinya itu terus merintih kesakitan.
Rossa membuka matanya yang terpejam menahan sakit perutnya, dipandangnya wajah suaminya yang terlihat panik. Rossa tersenyum, baru kali ini ia melihat suaminya itu mengkhawatirkan nya.
"Aku tidak apa- apa, ini hal biasa yang aku alami ketika datang bulan." ucap Rossa lirih.
"Lalu aku harus bagaimana agar sakitmu hilang, apa aku harus meniupnya agar tidak terlalu sakit?." tanya Morgan pada istrinya dengan polos.
Rossa malah ingin tertawa disela sakit perutnya yang terasa melilit, karena mendengar pertanyaan suaminya itu.
"Apa dia sepolos ini?, tuan muda datar dan dingin ini tidak tahu masalah wanita?. Bukankah hal ini sudah dibahas saat sekolah menengah pertama, oleh guru pengajar?!." batin Rossa.
"Tidak, tidak perlu!. Aku memang begini kalau datang bulan, hanya saja kali ini lebih sakit dari biasanya." lirih Rossa yang hampir tidak terdengar oleh Morgan.
"Baiklah, tapi wajahmu sangat pucat. Aku tidak tega, melihatmu kesakitan seperti ini. Bertahanlah sebentar lagi, Gerry akan memeriksamu dan memberi obat pereda nyeri." balas Morgan pada istrinya.
__ADS_1
Morgan masih menggenggam tangan Rossa, dan sesekali mencium tangan istrinya dengan lembut.
.
...Flashback on....
...☘Yang terjadi, beberapa saat lalu.☘...
Ditengah rasa sakitnya, Rossa menuju pintu bathroom dengan perlahan sambil memegang perutnya. Tangan nya mengulur ingin membuka pintu bathroom, tapi tanpa diduga!. Rasa sakit diperutnya malah semakin menjadi!. Sampai- sampai Rossa terjatuh kelantai, dan merintih kesakitan.
Bersamaan dengan itu, Morgan juga mendorong pintu kamar mereka. Dan ingin memanggil istrinya untuk makan bersama, dilantai bawah. Tapi.., belum sempat Morgan mengeluarkan suaranya. Ia sudah dikejutkan melihat istrinya itu meringkuk, tidur menyamping dengan perut dan lutut yang tertekuk seperti bayi dilantai!.
"Sayang!." Seru Morgan!, tanpa sadar memanggil istrinya begitu saja. Karena ia sangat terkejut, apa lagi yang ia lihat saat ini adalah belakang istrinya.
Dengan segera Morgan mendekati Rossa yang masih merintih kesakitan, dan betapa terkejutnya ia melihat wajah istrinya begitu pucat bahkan berkeringat dingin didahinya.
Morgan mengangkat tubuh Rossa kepangkuan nya, ia menyentuh wajah itu dan menggoyangkan nya beberapa kali agar bisa mendengarnya berbicara.
"Sayang!, sayang!. Kau masih mendengarku?, sayang!." ucap Morgan berkaca- kaca.
Rossa masih sadar!, hanya saja ia tidak dapat menahan rasa sakitnya saat ini. Dengan segera Morgan mengangkatnya berdiri menuju tempat tidur, membaringkan istrinya itu dengan perlahan. Tapi lagi- lagi Morgan terkejut, karena merasa ada sesuatu yang hangat mengalir di tangan nya.
"Kau!, kau berdarah..!" ucap Morgan dengan sangat paniknya. "Ada apa denganmu!, apa ada yang luka?." tanyanya lagi.
Rossa hanya menggelengkan kepalanya, sebagai jawaban.
...☘Flashback off.☘...
.
Kini dokter Gerry sudah berada diruang kamar utama sahabatnya, yang tidak lain adalah tuan muda Morgan. Ia membuka tas kerjanya untuk mengambil beberapa alat, yang akan ia gunakan untuk memeriksa istri sahabatnya itu.
.......
.......
__ADS_1
...Perjalanan cinta, baru dimulai..❤❤...