Tak Ada Alasan Untuk Bertahan

Tak Ada Alasan Untuk Bertahan
Sangat cerewet!


__ADS_3

"Kakak kenapa? kenapa sampai jatuh!?." Tanya Rossa bingung, melihat dokter Gerry yang sangat terkejut melihatnya.


"Ah, a- aku tidak apa-apa!. Kenapa kau tiba-tiba ada dibelakangku? membuatku terkejut saja!." Ucap dokter Gerry, yang kini berdiri dari lantai langsung melihat keadaan Morgan.


"Aku hanya ingin menyerahkan pakaiannya saja kak, apa kakak butuh bantuan?." Tanya Rossa pada dokter Gerry.


"Tidak perlu, aku bisa mengatasinya. Kau lanjutkan saja makannya, dan jangan lupa untuk meminum susu dan vitaminmu." Ucap dokter Gerry, yang pura-pura sibuk melihat semua alat yang terpasang ditubuh sahabatnya itu.


"Baiklah kak, aku akan meminumnya. Tapi kalau untuk susu, aku tidak mau minum kalau bukan kakak yang membuatnya atau Rommi!." Ucap Rossa menunduk, karena selama ini dokter Gerry lah yang selalu membuatkannya susu ibu hamil atau Rommi.


Karena entah kenapa, Rossa merasa mual atau tidak mau minum susunya kalau tidak dibuatkan oleh 2 orang itu. Munkin pembawaan anaknya yang ingin diperhatikan, karena sang ayah tidak bisa memanjakan mereka.


Dokter Gerry tertegun seketika, saat mendengar ucapan Rossa padanya. Karena selama ini Rossa selalu memintanya untuk membuatkan susu ibu hamil, tapi saat ini waktunya tidak tepat. Karena Morgan sudah sadar, dan bisa saja sahabatnya itu salah paham akan ucapan Rossa tadi.


"Itu,.. kau bisa meminta yang lain membuatkannya untukmu. Aku sedang sibuk sekarang, sekarang lanjutkan makanmu saja." Ucap dokter Gerry, yang berpura-pura sibuk agar Rossa cepat pergi.


"Aku tidak mau meminumnya, kalau bukan kakak atau Rommi yang membuatnya. Kakak tahu kan kalau Rommi harus pergi sekolah pagi tadi, dan lupa membuatkannya untukku." Jawab Rossa, yang kini mulai ingin menangis dengan suara pelan dan bergetar.


"Astaga! tapi aku tidak bi-." Ucapan dokter Gerry terhenti saat melihat Morgan menatapnya dengan tajam, saat mata mereka tidak sengaja bertemu dan Morgan memejamkan matanya kembali setelah itu.


"Haissh, baiklah aku akan membuatkannya untukmu. Tapi sekarang lanjutkan saja makanmu dulu, setelah itu aku buatkan." Ucap dokter Gerry lagi dengan nada pasrah.


Dan Rossa pun langsung menganggukan kepalanya senang, setelah mendengar ucapan dokter Gerry padanya.


"Terima kasih kak, kau memang yang terbaik." Ucap Rossa senang, lalu kembali ketempat duduknya disofa melanjutkan makannya bersama kedua mertuanya.

__ADS_1


"Haah ada- ada saja, aku tidak tahu kalau ibu hamil sangat cerewet sekali seperti dia." Ucap dokter Gerry, dan kembali memasangkan pakaian Morgan.


"Apa aku sudah lama tidak sadar dan terbaring disini? terakhir kalinya yang kuingat hanya malam aku kecelakaan saat mencari Rossa." Tanya Morgan pada dokter Gerry, dengan suara pelan.


"Tentu saja sangat lama, kau tidak lihat perut Rossa sudah sebesar itu menunggumu untuk sadar?. Kau pikir baru kemaren? dan asal kau tahu saja aku bahkan bekerja 2 kali lebih banyak. Karena merawatmu, dan merawat Rossa." Ucap dokter Gerry, yang sudah sangat kesal karena mengingat kembali perbuatan Rossa yang sangat cerewet menurutnya.


"Apa dia selalu disisiku saat aku tidak sadarkan diri?" Tanya Morgan pada dokter Gerry, tapi matanya kembali melihat sang istri yang begitu akrab dengan kedua orang tuanya.


"Ya, dia ada disini setelah kita berada satu minggu disini. Begitu banyak yang terjadi saat kau sedang koma, tapi syukurlah kau sekarang sudah sadar." Jawab dokter Gerry.


"Memangnya kita sekarang berada dimana? dan apa maksudmu begitu banyak yang terjadi!?." Tanya Morgan kembali menatap wajah dokter Gerry, dengan penuh selidik.


"Ceritanya panjang dan kita saat ini berada dinegara J, aku akan mengatakan yang paling intinya saja padamu. Tapi apa kau sudah siap mendengarkannya? karena ini semuanya berkaitan dengan istrimu Rossa!" Ucap dokter Gerry, yang juga menatap wajah Morgan.


Morgan menganggukan kepalanya, tanda setuju akan ucapan dokter Gerry padanya.


"Apa kau bilang? Ibunya Rossa sudah meninggal!? Lalu bagaimana dengan Rossa? apa dia baik-baik saja!?" Tanya Morgan masih dengan nada pelan, tapi begitu khawatir karena dirinya tidak ada saat Rossa membutuhkan sandaran.


"Sepertinya yang kau lihat sekarang, dia baik-baik saja. Tapi tidak pada saat itu, untung saja Jack bersamanya dan merawatnya dengan baik." Ucap dokter Gerry.


"Ya, aku ingat saat itu Jack mengejarnya. Lalu, bagaimana dia tahu aku dirawat disini? Apa kalian menjemputnya, agar merawatku?. Gerry, apa anak yang Rossa kandung saat ini anakku?." Tanya Morgan bertanya pada dokter Gerry, lalu melihat kembali kearah istrinya itu.


Morgan tahu saat itu Rossa menutup diri, dan ingin cepat bercerai darinya. Morgan bertanya-tanya, apakah Rossa ingin cepat bercerai darinya karena ingin kembali pada Alvan? Dan melanjutkan hubungan mereka yang sempat terhenti, karena tidak mendapat restu dari orang tua Alvan.


"Pertanyaan bodoh macam apa itu, tentu saja anakmu! Kau pikir itu anak gorila!, atau perut Rossa bisa membesar sendiri?." Ucap dokter Gerry kesal, mendengar pertanyaan bodoh Morgan padanya.

__ADS_1


"Gerry, apa kau tahu? Sebelum kami menikah, Rossa pernah menjalin hubungan dengan Alvan. Aku berpikir, bisa saja Rossa menutup diri dariku karena masih memiliki perasaan pada Alvan." Ucap Morgan sendu, karena membanyangkan anak diperut Rossa bukan miliknya.


Melainkan anak Rossa bersama orang lain, atau malah sebaliknya milik Alvan.


"Tidak mungkin! kalau Rossa mencintai orang lain? Kenapa dia masih merawatmu disini seperti menunggu orang mati!, bahkan orang mati saja tidak merepotkan sepertimu karena langsung dimakamkan!." Ucap dokter Gerry bertambah kesal, karena dari tadi Morgan hanya bertanya hal yang menurutnya sangat tidak penting!.


"Apa mungkin kau ingin bertanya!, kalau anak yang Rossa kandung bukanlah anak mu?." Tanya dokter Gerry yang sudah mengerti alur pertanyaan Morgan padanya.


"Entahlah Gerr, saat itu dia sudah tidak perawan lagi. Mungkin itu ka-." Ucapan Morgan terhenti karena dokter Gerry sudah memotong ucapannya.


"Apa aku boleh memukulmu? tidak apa-apa gajih ku potong selama satu tahun sekalipun asalkan aku puas memukul!." Ucap dokter Gerry, kerena kepalanya sudah berdenyut mendengar ucapan Morgan seperti meragukan perasaan Rossa padanya.


"Kau mau mati?." Jawab Morgan dengan tatapan tajam kearah dokter Gerry.


"Ternyata otakmu masih bagus, tapi kenapa kau masih meragukan Rossa?. Dan asal kau tahu saja! wanita yang kau perkosa malam itu adalah Rossa! Istrimu saat ini, itulah kenapa dia sudah tidak perawan lagi setelah kalian menikah. Kau ingatkan bercak darah dan rambut yang kau suruh Jo menyimpannya untuk barang bukti, kalau nanti ada seorang wanita yang mengaku sebagai wanita malam itu?. Kau tinggal menyuruh Jo memeriksanya, karena wanita malam itu yang aku dan Jo antar memanglah Rossa. Dan apa kau tahu betapa hancurnya dia setelah malam itu? bahkan dia rela menjadi pelacurmu hanya karena dirinya sudah tidak lagi perawan!." Ucap dokter Gerry, yang sudah tidak sabar memberi tahu Morgan yang sesungguhnya terjadi pada mereka.


Morgan tertegun!, wajahnya berubah sayu saat mendengar ucapan sahabatnya itu. Betapa berita ini membuatnya merasa terkejut sampai napasnya terasa berhenti, karena semuanya seperti sudah dirancang dengan sangat rapi dalam bungkus yang indah tanpa bisa ia tebak apa yang ada dalam rencana tuhan untuknya.


Dan tanpa sadar, air mata Morgan kembali mengalir karena terharu. Bahwa wanita malam itu adalah Rossa, istrinya sendiri yang sangat ia cintai.


Bahkan mereka akan segera memiliki anak, yang ia belum tahu apakah calon anaknya laki-laki atau perempuan.


........


.......

__ADS_1


...See you all. ...


__ADS_2