
Rossa melihat satu persatu pakaian yang ada di depan nya, Ia tak percaya bahwa ia akan memakai baju yang begitu bagus seperti itu dalam hidup nya. Mengingat kondisi keuangan keluarga nya, rasa nya ia sangat sulit untuk membeli semua pakaian bermerek seperti di hadapan nya saat ini.
Rossa pun terus mencari pakaian untuk nya pakai malam ini, mata nya terhenti pada deretan pakaian yang agak terbuka. "Apa ini? apa ini yang nama nya Lingerie.?" gumam Rossa pada dirinya sendiri, melihat baju tembus pandang itu. "Aku pernah melihat ini di film- film.! tapi, apa aku harus memakai nya?" batin Rossa merasa sangat malu melihat pakaian yang kini ia pegang. Bahkan wajah nya sudah sangat merah, kalau mengingat kejadian di kamar mandi tadi.
"Kau kenapa diam disitu?" tanya Morgan yang melewati Rossa, ia ingin keluar dari walk in closet itu. Mata nya pun berhenti pada tangan Rossa yang memegang pakaian tipis, dan sangat terbuka itu.
Morgan tersenyum, lalu mendekati Rossa dari belakang. "Pakailah yang warna merah, Ku tunggu kau diranjang." bisik nya, tepat di telinga Rossa. Dan berlalu keluar dari walk in closet itu.
Mata Rossa membelalak, mendengar bisikan Morgan di telinga nya yang sudah memanas. Seakan- akan itu adalah tiupan api yang siap menelan dirinya hidup- hidup..
"Aaarg," teriak Rossa, yang menghentakan kaki nya di lantai. Rossa menutup wajah nya yang terasa panas dengan kedua tangan nya, jantung nya terus berdegup seakan- akan ingin keluar dari tempat nya.
Morgan yang mendengar teriakan itu melebar kan tawa nya, ia sangat senang menggoda Istri kecil nya sekarang. "Ayolah gadis kecil tunjukan dirimu, aku sudah tidak sabar melihat mu yang penurut sekarang." ucap Morgan yang duduk di pinggiran ranjang king size nya itu, ia teringat pada pertama kalinya mereka bertemu. Rossa yang terang- terangan dan tidak suka di atur, kini ada dalam genggaman nya.
"Kau itu miliku sekarang, jadi.. hanya boleh menuruti perkataan ku. Bukan nya keinginan mu yang keras kepala itu." ucap morgan terus memandang kehadiran Rossa dari pintu walk in closet, yang tidak jauh dari ranjang nya.
Rossa pun sudah selesai memakai pakaian yang Morgan ingin kan, yaitu.. Lingerie warna merah menyala. "Ya tuhan,.. ini pakaian atau jaring buat menangkap ikan sih? ko gini amat ya?" gumam Rossa yang terus menatap diri nya di cermin.
Hati Rossa terus berdebar, bahkan perut nya seakan- akan sudah terasa di remas- remas. "Ya tuhan.. kenapa aku mempunyai penyakit baru seperti ini? bahkan jantung ku sudah mau melompat keluar, Apa kah aku jantungan seperti ibu ya?" batin Rossa memegang dada nya.
Rossa pun merasa sangat ragu pada diri nya, Ia merasa tidak enak hati karena sudah mencurangi Morgan. Sebab, diri nya sudah tidak lagi perawan. "Bagaimana kalau dia kecewa padaku? apa yang harus aku katakan kalau dia bertanya siapa Pria pertama ku?" batin Rossa menanyai diri nya dengan rasa bimbang, antara harus melanyani suami nya atau harus mencari alasan lagi untuk membatal kan percintaan mereka.
Hati Rossa kembali lagi ketitik yang sangat terpukul, kejadian malam itu benar- benar malapetaka bagi nya.
Disaat Rossa yang masih bergelut dengan perasaan nya, tiba- tiba suara keras Morgan yang terbatuk mengaget kan nya. Rossa pun tersadar, bahwa diluar masih ada orang yang menunggu nya. "Astaga.. aku lupa dengan Beruang Kutub ku di luar." ucap nya yang segera merapikan penampilan nya.
Rossa pun berjalan perlahan keluar pintu walk in closet itu, karena masih sangat gugup dan malu. Ini adalah malam pertama nya sebagai seorang Istri, yang harus melakukan kewajiban nya melayani suami nya.
Rossa yang sudah keluar dari gudang nya pakaian itu melihat ke arah ranjang, tapi.. tak ada siapa pun disana!. Ia pun menyapu pandangan nya kesemua ruangan itu, dan melihat suami nya itu berada di balkon yang tengah mengobrol di ponsel nya.
__ADS_1
"Seperti nya urusan bisnis." gumam Rossa yang tersenyum melihat punggung suami nya yang bidang itu. Ia pun duduk di depan meja rias, mengambil tas nya dan memoleskan bibirnya dengan lipstik. Rossa melihat sebuah tas berukuran lumayan besar "Seperti nya ini tas perhiasan." gumam nya lagi sambil menyisir rambut nya.
Morgan yang sudah selesai menelpon di balkon masuk ke dalam kamar, ia melihat Istri yang sudah memakai Lingerie berwarna merah yang ia ingin kan. Morgan pun tersenyum berdiri dibelakang Istri nya menghadap kecermin, "Kau sangat cantik malam ini." ucap nya yang memandang wajah Rossa di kepantulan cermin.
Mata Morgan tertuju pada tas perhiasan yang ia bawa tadi sore, ia menyodorkan nya pada Rossa.
"Apa ini tuan?" tanya Rossa.
"Buka lah" jawap Morgan sambil tersenyum, ia beralih duduk di meja rias di hadapan Rossa.
Rossa membuka satu persatu kotak perhiasan yang ada di dalam tas itu.
"Ini?, Semuanya berlian.?" tanya Rossa memandang dengan mata berbinar wajah Suami nya, dan hanya di angguki Morgan dengan mata berkedip dan seulas senyum dibibir nya.
"Kau suka? tanya Morgan.
"Siapa yang tidak suka perhiasan tuan? Aku sangat menyukai semuanya, apa lagi ini." ucap Rossa mengambil sebuah kotak Cincin.
Hati Rossa menghangat, mendengar ucapan Morgan dengan kata "Pernikahan kita" tapi, ada rasa mengganjal di hati nya. "Kenapa ia memakaikan ku di jari tengah?" batin Rossa bertanya- tanya.
"
"Cincin ini sangat cocok dengan warna kulit mu, sangat cantik." ucap Morgan mencium tangan Rossa yang memakai cincin itu.
Ciuman itu pun semakin naik kepergelangan tangan, dan kepangkal lengan Rossa. Morgan menatap Istri nya penuh hasrat yang sudah di tahan dari tadi.
__ADS_1
"Aku menginginkan mu sekarang, bolehkah?" tanya Morgan yang menatap netra Istri polos nya. Rossa hanya mengnganggukan kepala nya, tanda setuju atas keinginan Suaminya itu.
Morgan mengangkat tubuh Istri nya kedalam pangkuan nya, yang masih duduk di meja rias. Ia mecium lembut bibir merah menggoda itu, yang kini sudah menjadi candu bagi nya.
Ciuman itu berubah menjadi luma*an, Rossa membuka bibir nya dan membalas ciuman suami nya.
Merasa sudah ada balasan dari Rossa, Morgan pun mendalamkan ciuman nya. Tangan nya mulai berkeliaran di area dada, dan menyentuh nya lembut. "Ini? rasa nya begitu kenyal dan kencang." batin Morgan yang merema* kedua benda di hadapan nya.
Sekujur tubuh Rossa menegang, apalagi saat Suami nya merema* kedua bendanya itu. Ia sudah tak sadar telah mengeluarkan lenguhan dari bibir nya yang masih betaut akan ciuman panas mereka berdua. " Uuh, Eem." desah nya.
Ini memang bukan yang pertama Rossa melakukan hubungan intim, tapi.. melakukan nya dengan kelembutan seperti ini baru kali ini ia rasakan. "Sungguh sangat menyenangkan dan nyaman." batin Rossa. Ia pun mengalungkan tangan nya keleher Morgan.
Lenguhan yang keluar dari bibir Istrinya, menambah gairah Morgan untuk terus menyetuh tubuh Istrinya. Ia pun mengangkat tubuh Rossa dan berjalan menuju ranjang kebesaran nya.
Dengan perlahan Morgan meletakan tubuh Rossa di atas kasur, Ciuman mereka pun terlepas. Morgan melepaskan piyama tidur nya sambil menatap wanita dihadapan nya yang begitu sangat menggoda, Ia sudah sangat menegang dan sudah tidak tahan untuk melepaskan hasrat nya yang tertahan sedari tadi.
Apalagi virus ditubuh nya yang sudah datang menyerang nya, membuat nya sangat tersiksa kalau menahan nya lebih lama lagi.
Morgan kembali mencium bibir Istrinya, dan turun ke leher. Meninggal kan beberapa jejaknya yang pertama kali, tangan nya kembali pada dua benda yang kenyal itu dan merema* nya dengan lembut. "Sungguh ukuran yang sangat pas" batin Morgan tersenyum penuh kemenangan. Ia pun menurun kan tali Lingerie yang dipakai Istrinya, kini.. sudah terlihat jelas kedua benda kenyal itu. "Rasa nya aku seperti mimpi saja melakukan ini, kalau ini mimpi. Aku tidak ingin bangun selama nya." batin Morgan, yang langsung menerkam Istri nya itu. Dan mereka pun melakukan yang pertama kalinya setelah menikah, meski pun sudah pernah melakukan nya tanpa sadar dan tak mengenal satu sama lain.
Mereka sudah melakukan nya berkali- kali, bahkan Rossa sudah sangat lelah dan tak punya tenaga lagi. Segala gaya sudah mereka coba dan mereka lakukan, entah sudah jam berepa sekarang Rossa pun tak tau.
Morgan yang begitu bersemangat akhirnya tumbang juga di samping Rossa, Ia menarik selimut untuk mereka berdua dan kembali memeluk Rossa sambil berkata! "Aku akan membayarmu dengan mahal, terima kasih telah ada untuku." ucap Morgan mencium kepala Istri nya. Rossa merasa seperti Deja vu, akan kata- kata Morgan barusan.
Rossa ingat kala Ia bersama dengan Pria di kamar hotel Lois nomor 117, "Mungkinkah Dia?" tanya Rossa dalam hatinya menatap wajah Morgan, yang ternyata sudah tertidur pulas di samping nya. "Heeh.. bicara apa aku barusan? mana mungkin Dia orangnya" batin Rossa tertawa pilu dihati nya, karena saat Morgan pelepasan. Ia menyebut nama Vania di setiap desahan nya, hati Rossa tiba-tiba sangat kacau akan nama wanita lain yang Morgan sebut kala bercinta dengan.
Ia pun membelakangi Morgan yang memeluknya, tanpa sadar Rossa menitikan kan air mata nya. "Kenapa rasa nya hati ini sakit? Kala Dia menyebut nama wanita lain di atasku? Bodoh, dasar Morgan bodoh." kesal Rossa dalam hati nya yang merasa sangat sakit sampai ia tertidur.
Bersambung.
__ADS_1
Bonus part sangat panjang guys, karena ngga up 2hari๐ Jangan lupa tinggalkan Like, Komen, Favorit dan Hadiah+Vote nya yang kalian dapat yaa..๐ See you๐