Tak Ada Alasan Untuk Bertahan

Tak Ada Alasan Untuk Bertahan
Berfoto Ria


__ADS_3

Rossa tersentak kaget, mendengar ucapan Morgan yang meninggikan suaranya. hatinya tiba- tiba merasa nyeri, hanya karena persoalan sepele ia telah menyinggung Harimau yang sedang tidur.


Heeh.. Rossa.. rossa.. kau harus tau posisi mu itu apa..? kau bukan pemeran utama seperti ditokoh- tokoh Novel yang selalu kau baca siang dan malam itu. batin rossa menegarkan dirinya, ia harus bisa menguasai perasaan nya sediri saat ini, bukan nya menunjukan kepribadian dan emosi keseharian nya, kepada tuan muda di hadapan nya ini.


Ia harus selalu membenarkan apapun yang tuan muda itu ucapkan padanya dan atau lebih tepatnya harus mengalah.


Ayo rossa, cepat jinakan harimau yang sudah terbangun ini, atau kau akan digigit... batinya. Aku harus seperti wanita perayu atau harus genit sedikit kah..? agar dia tidak marah lagi.. batin rossa yang berperang melawan ego nya sendiri kalau harus bertingkah manja atau genit di hadapan calon suami nya ini.


"Aah.. tuan muda.. sepertinya anda salah paham.. saya tidak bermaksud mengalihkan pembicaraan, saya hanya bertanya.. apakah tuan muda sering kesini, itu.. karena saya mau ikut lagi kesini kalau tuan tidak keberatan membawa saya.. hehehe.." jelas rossa tertawa canggung karena mengeluarkan suara manja yang dipaksakan.


Yaa ampuun..! aku melakukan ini untuk yang pertama kali nya bertingkah layak nya wanita genit..! hanya untuk menyenangkan hati pria arogan ini, aku harus membuang harga diriku.. batin rossa yang kesal, mengutuk dirinya sendiri.


"Benarkah begitu..? baiklah. Aku akan sering- sering membawamu kesini kalau kau menyukai nya.." sahut morgan tersenyum puas.


Wanita ini,..! kenapa berbeda sekali dengan pertama kalinya kami bertemu..? bukan kah ia sangat blak- blakan kalau ada yang tidak ia sukai..?


Tapi.. seperti nya tidak buruk juga, aku akan melayani mu gadis kecilku,, sampai kapan kau kuat akan api yang telah kau nyalakan ini.. Sangat menarik.. batin morgan. tanpa sadar bibirnya tersenyum menyeringai pada wanita dihadapan nya saat ini.


"Saya ingin permisi ketoilet sebentar tuan muda.." ucap rossa berdiri membawa tas nya.


"Humhp.. pergi lah.. kalau kau tidak tau arah nya, tanyakan saja pada pegawai disana." tunjuk Morgan pada salah satu pegawai restoran itu.


"Baik lah, terima kasih tuan." ucap rossa dengan senyum yang merekah indah.. Senyuman yang lagi- lagi sangat menawan bagi morgan.


*Deg..


Deg..


Deg..

__ADS_1


Morgan memegang dada nya.. "kenapa jantung ku berdebar..? apakah pengaruh obat penawar tadi malam sudah habis..? tapi,, ini belum 24jam.. batin morgan. sambil mengelus dada nya.


Kau pikir aku tidak tau kalau kau pura- pura pergi ketoilet hanya untuk berfoto dengan ponsel jadulmu nan rusak itu..


Kenapa kau tidak bisa bersabar sebentar.. aku bahkan sudah memesan kamera yang bagus untukmu dan ponsel baru.. gumam morgan dalam hatinya sambil memandang foto rossa yang sengaja ia ambil secara diam- diam tadi, ketika rossa lengah*.



Tak lama kemudian Asisten Jo pun datang dengan membawa 3 buah paper- bag di tangan nya.


"Tuan muda, maaf aku sedikit terlambat." ucap asisten Jo menundukan kepala nya.


"Kau bilang sedikit terlambat..? ini hampir 30 menit, kau bilang hanya sedikit..? bonus mu aku potong bulan ini.." ucap pria arogan itu pada asisten Jo.


"Tapi tuan, saya baru selesai dari kantor pencatatan sipil, dan langsung ke toko mencari kamera dan ponsel yang anda inginkan, dan perjalanan nya cukup jauh.. lalu saya kesini juga sangat macet.." jawap asisten Jo membela diri..


"Kau sudah pengurus buku nikah ku..?" tanya morgan yang sedikit berbinar mendengar sesuatu yang ia perintah kan tadi pagi pada asisten nya itu.


"Sudah tuan muda, semuaya beres."


"Haah.. apakah aku tidak salah lihat..?" asisten Jo mengucek kedua matanya yang membola melihat wajah bahagia tuan muda nya.. kenapa tuan muda senang sekali aku sudah mengurus buku pernikahan nya dengan nona rossa..? apakah ia sudah jatuh cinta pada nona rossa..? batin asisten Jo yang juga ikut berbunga- bunga melihat tuan mudanya bahagia seperti ini..


*Setelah sekian tahun tidak pernah ada senyum hangat diwajah tuan muda nya, kini senyum hangat itu telah kembali kerena kehadiran seorang wanita yang tidak sengaja dijodoh kan hanya karena kesalahan.


Baiklah nona rossa, aku akan menerima bonus bulananku di potong bulan ini, karena kau telah mengembalikan senyum tuan muda lagi.. tampa sadar asisten Jo menitikan air matanya terharu, melihat senyum tuan muda nya telah kembali*.


Bersamaan dengan itu rossa juga telah kembali, yang katanya ketoilet tapi sudah 20 menit lamanya.. padahal yang terjadi adalah berfoto ria bersama pelayan restoran itu.


"Eeh.. bukan kah anda yang membuka kan pintu kamar di rumah sakit tadi pagi..?" tunjuk rossa pada asisten Jo yang tersenyum menundukan kepala nya seraya menghapus air mata haru nya, akan kedatangan rossa dalam kehidupan tuan nya.

__ADS_1


"Benar nona, saya adalah asisten pribadi tuan muda Morgan., panggil saja saya Jo. ucap asisten Jo masih menundukan kepala nya.


"Ooh begitu.. baik lah Asisten Jo, senang mengenal mu, aku Rossa Ferdias. Panggil saja rossa mohon arahan nya yaa.." ucap rossa yang mengulurkan tangan nya pada asisten Jo, dengan senyum yang merekah indah di wajahnya.


Lagi- lagi asisten jo merasa sesuatu yang mengalir di hidung nya terasa hangat. Jangan- jangan aku mimisan lagi batin asisten Jo yang langsung mengambil sapu tangan disaku jas dalam nya. Benar saja, setelah melihat sapu tangan nya asisten jo pamit mengundurkan diri untuk ke toilet.


"Saya Permisi ketoilet sebentar tuan muda, nona rossa." ucap asisten Jo berlalu pergi.


Rossa merasa binggung dengan asisten Jo yang tiba- tiba menutup wajah nya dengan sapu tangan.


Kenapa dengan asisten Jo itu, tadi aku melihat nya mengeluarkan air mata.. apakah dia menangis..? batin rossa.


Mata rossa tertuju pada tuan muda di hadapan nya saat ini, terlihat sangat menyeram kan.. bahkan matanya seperti ingin memakan rossa hidup- hidup..


Astagaa.. Hiii.. kenapa lagi dengan tuan muda ini, kenapa dia terlihat sangat marah..? apa aku terlalu lama meninggalkan nya berfoto ria tadi..? batin rossa ketakutan membuat nya merinding melihat sosok pria di hadapan nya itu.


"Apa kau sudah selesai berkenalan dengan asisten ku tadi..? apa kau masih ingin menunggu nya untuk berkenalan lagi..?" tanya morgan dengan raut wajah yang sudah sangat marah bahkan ia juga mengebrak meja dengan kedua tangan nya.


Ada apa dengan tuan muda ini.. kenapa suasana hatinya cepat sekali berubah..? bahkan aku meninggalkan nya tadi baik- baik saja. Kenapa sakarang berbicara begitu menyeram kan.. batin rossa yang semakin gemetaran.


.


Bersambung.


.


***Kalau suka dengan cerita ini..yuk lemparkan bunga atau secangkir kopi, agar author tidak mengantuk..😁👍


Terima kasih yang sudah Vote, like dan komen..semoga kalian semua terhibur..😍💚***

__ADS_1


__ADS_2