Tak Ada Alasan Untuk Bertahan

Tak Ada Alasan Untuk Bertahan
Dasar Wanita Genit!


__ADS_3


Rossa sudah selesai berhias, dan menutupi semua tanda yang suami nya buat semalam.


Semua yang Rossa pakai terlihat sangat berbeda dari yang biasa nya ia pakai, dari pakaian, perhiasan, bahkan tas dan sepatu yang akan ia pakai nanti terlihat sangat mahal.


Ia pun keluar dari kamar utama dengan membawa tas selempang, yang tentu nya tas bermerek dan mahal.


Begitu Rossa membuka pintu kamar utama, Pa Lim dan beberapa maid sudah berjejer rapi di depan kamar itu.


Rossa pun terperanjat, melihat beberapa wanita paruh baya yang menggunakan baju seragam yang sama di depan nya.


"Selamat pagi nyonya muda" ucap mereka serempak, begitu melihat istri majikan mereka keluar dari kamar utama lantai dua itu.


Rossa menatap wajah mereka bergantian, dari Pa Lim dan 4 wanita lain nya di samping Pa Lim. "Pa-pagi juga semuanya." jawap Rossa tergagap, sambil menundukan kepala nya. Karena kebiasaan nya, yang selalu menghormati orang yang lebih tua dari nya.


Semua orang yang ada di hadapan Rossa pun terkejut, melihat sikapnya kepada mereka yang hanya seorang Maid. "Apa yang anda lakukan nyonya? jangan seperti ini!" seru Pa Lim, yang juga terkejut melihat sikap Rossa pada mereka.


Ingin rasanya Pa Lim menyentuh kedua bahu nyonya mudanya, agar tidak menunduk kan kepalanya pada mereka. Tapi tangan nya hanya mengayun di udara, karena mengingat status nya yang hanya seorang Asisten rumah tangga di Villa itu.


"Nyonya tidak perlu menundukan kepala seperti ini!" seru Pa Lim pada nyonya muda nya. "Mereka semua hanyalah pembantu di Villa ini nyonya, dan saya akan memperkenalkan mereka semua kepada nyonya." ucap Pa Lim tak enak hati. "kalau tuan muda Morgan melihat semua ini, maka semua maid ini akan dipecat hari ini juga." batin Pa Lim bergumam gundah.


"Tidak apa- apa Pa Lim" sahut Rossa dengan suara lembut dan senyum manis nya, pada semua orang di depan nya. "Sudah seharus nya yang muda menghormati yang lebih tua dari dirinya, apalagi mereka semua seorang wanita yang telah melahirkan anak- anak penerus dimasa depan." sambung Rossa.


"Tapi nyonya, kalau tuan muda tahu. Mereka semua akan dipecat! termasuk saya!" seru Pa Lim sambil membenarkan letak kaca mata nya, Karena mereka tepat dibawah kamere cctv.

__ADS_1


Rossa pun baru sadar, kalau diri nya belum mengenal suaminya lebih dalam lagi. Termasuk sifatnya yang selalu berubah- ubah setiap saat.


Sehingga membuat nya merasa bersalah pada semua Maid di hadapan nya, termasuk Pa Lim. "Aah, baik lah. Kalau begitu aku minta maaf!" ucap Rossa dengan menundukan lepala nya lagi.


"Ti- tidak! nyonya, kami lah yang salah. Anda jangan menunduk lagi!" Seru Pa Lim yang mulai mengeluarkan keringat dingin diwajah nya, sambil mengangkat tangan mengatakan jangan lakukan itu lagi. Karena sangat ingin membenarkan tubuh nyonya nya, yang membungkuk pada mereka.


"Aah, iya. Aku lupa lagi! hehehe." ujar Rossa yang tak dapat membuang sikap alamiah nya yang sudah mendarah daging padanya.


Semua orang pun merasa hangat akan adanya nyonya muda mereka di Villa itu, karena mereka baru pertama kali melihat orang yang begitu sopan dan menghormati mereka sebagai maid.


"Ehem"


Suara Pa Lim memperingati ke empat maid itu, yang baru saja ia panggil kemaren. Para maid itu adalan orang yang pernah Pa Lim pilih menjadi Maid keluarga Lois, tapi mereka tidak pernah bertahan lama. Karena mereka selalu bermasalah dengan nyonya pertama keluarga Lois.


"Nyonya muda mau pergi kemana membawa tas seperti ini? tanya Pa Lim mengelihkan pembicaraan.


"Kalau begitu, biar saya antar nyonya! Tuan muda sudah menyuruh saya untuk mengantar kemana pun anda pergi!." seru Pa Lim.


"Dan ini untuk anda nyonya,Tuan muda yang memberikan ini untuk anda." sambung Pa Lim yang menyodor kan sebuah nampan berisi sebuah kartu kredit berwarna gold dan 2 gepok uang tunai pada nyonya nya.


Rossa menganga melihat uang dan kartu kredit dihadapan nya saat ini, tak pernah terbayangkan kalau ia akan memiliki uang sebanyak itu sekarang. "Kenapa semua nya terasa seperti mimpi?" batin Rossa yang ingin menangis.


"Nyonya muda! kenapa anda menangis?" tanya Pa Lim yang mulai panik, karena ia tahu. Saat ini tuan mudanya sedang mengawasi mereka dari kamera cctv saat ini.


"Aku tidak menangis Pa Lim, ini mataku kelilipan." jawap Rossa menghapus air bening di ujung matanya.

__ADS_1


"Aku akan mengambil uang dan kartu ini, terima kasih Pa Lim." ucap Rossa sambil memasukan uang dan kartu kredit itu kedalam tas nya dengan senyum yang sangat cerah.


☘Sementara disisi lain.☘


Braak.. suara meja dipukul kuat.


"Dasar wanita genit, selalu tersenyum pada semua pria! Bahkan dengan Pa Lim yang sudah tua itu dia tersenyum sangat manis! Sial" teriak Morgan, yang sedari tadi melihat percakapan mereka di ponsel nya secara khusus.


Asisten Jo yang dari tadi berdiri didepan meja kerja Morgan, menunggu tuan muda nya menandatangani beberapa berkas hanya memijat kepala nya. Mendengar ocehan dan makian tuan muda nya pada Pa Lim dan Maid baru di Villa tuan muda nya.


"Aku tidak tau, apa nama nya yang sedang tuan muda rasakan saat ini? Apakah itu cinta? atau hanya kecemburuan nya yang Posesif?." batin Asisten Jo merasa heran pada tuan mudanya, bahkan dirinya dilarang untuk sementara waktu bertemu Istri tuan mudanya itu.


"Maaf tuan muda!" seru Asisten Jo pada Morgan. "Ini sudah hampir jam makan siang, apa.. anda akan pergi makan siang dengan anak keluarga Yan?" tanya Asisten Jo pada tuan nya.


"Kenapa kau tidak katakan dari tadi?" bentak Morgan pada Jo, Morgan masih meresa sangat kesal melihat senyum Istri nya yang membuat nya uring- uringan di kantor saat ini. Karena sudah sangat merindukan Istri kecil nya itu, padahal baru beberapa jam saja tidak bertemu.


"Ayo jalan!" bentak Morgan lagi pada Asisten Jo.


"Aku bahkan sudah setengah jam berdiri dihadapan nya tanpa duduk, ia bilang tidak mengatakan dari tadi! Apa aku ini hantu? yang tidak terlihat dan tidak terdengar kalau berbicara?"


Asisten Jo hanya bisa menggerutu dalam hatinya, tapi tak berani menyampaikan keinginan hati yang selalu disalahkan.


"Awas kau Gadis kecil ku! tidak akan kubiarkan kau tidur malam ini!" batin Morgan.


Bibir nya tersenyum menyeringai, kala mengingat istrinya yang kualahan melayaninya tadi malam dan tadi pagi.

__ADS_1


"Aarg.. kenapa aku jadi memikir kan itu saat ini? semakin aku memikirkan nya, aku semakin mengingin kan nya!" Morgan mengusap wajah nya kasar sampai kerambutnya, saat mengingat percintaan nya bersama Rossa tadi malam.


__ADS_2