Tak Ada Alasan Untuk Bertahan

Tak Ada Alasan Untuk Bertahan
Peraturan.


__ADS_3

"Kenapa tuan muda ini terus menatap ku?.. Aku merasa sangat risih dengan tatapan aneh nya, apa kah benar dia yang akan jadi suami ku nanti..? Iih.. ko aku jadi ngeri gini sih liat senyum nya yang seperti itu.. hiii." Batin Rossa mengangkat bahunya ngeri, melihat senyum Morgan yang seperti memikirkan sesuatu.


Dokter Martin yang melihat arah mata morgan, kini mulai menyadari sesuatu.


"Seperti nya kalian berdua sangat cocok, bukan kah ini yang nama nya jodoh.! Yang Satu sangat pemalu dan salah tingkah kala di perhatikan, yang satu nya lagi pria arogan plus tsundere.. Haah,.. aku seperti obat nyamuk saja yang sedang menemani mereka berpacaran. Tidak terlihat, bahkan memanggil tuan muda saja ia tidak mendengar kan ku." batin dokter Martin.


"Tuan muda Morgan" panggil dokter Martin dengan tangan nya yang menepuk bahu Morgan dengan sebelah tangan nya.


"Ya,.. ada apa paman.?" tanya Morgan yang baru sadar akan lamunannya langsung merapikan penampilan nya.


"Tuan muda, kenalkan ini ada lah Rossa Ferdias, calon istri anda yang telah saya bicarakan kemarin malam.! Semua nya sudah saya bicarakan dengan nya, tinggal kalian berdua saja yang saling mengenal satu sama lain. Tapi melihat kalian saling kenal, saya yakin semua nya akan berjalan lancar walau pun pernikahan kalian hanya sebatas bisnis yang saling menguntungkan satu sama lain." Ucap dokter Martin dengan suara lantang dihadapan Morgan dan Rossa.


"Paman,.. selain kontrak pernikahan. Aku juga ada beberapa syarat dan peraturan yang harus dipatuhinya saat masih berstatus istriku." Ucap Morgan.


"Katakan lah tuan muda, nanti saya akan menyuruh Asisten Jo untuk mengeluarkan surat perjanjian nya." Jawab dokter Martin.


"Pertama, aku adalah pihak pertama dan dia pihak kedua."


"Kedua, pihak kedua tidak boleh mencampuri urusan pribadi pihak pertama."


"Ketiga, Pihak kedua tidak boleh ada hubungan dengan pria lain selama masih dalam masa kontrak dengan pihak pertama."


"Keempat, Pernikahan ini tidak boleh dipublikasikan. Atau sengaja dipamerkan dengan orang luar, dengan arti harus di sembunyikan."


"Dan semua keperluan pihak kedua akan dijamin oleh pihak pertama, diluar uang bulanan berupa perhiasan akan di anggap bonus untuk pihak kedua kalau ia benar- benar patuh akan peraturan." Jelas Morgan memperhatikan wajah Rossa yang menatap nya.


Mata kedua nya saling bertemu, Rossa pun menundukan pandangan nya pada Morgan. Karena tak mampu melihat tatapan, dan senyuman yang sengaja Morgan tebarkan kepada calon istrinya saat ini.

__ADS_1


"Baik lah,.. apa kau sudah jelas Rossa?. Dengan peraturan yang tuan muda Morgan sampaikan..?" Tanya dokter Martin.


"Sudah jelas paman, saya akan mengingat nya tuan muda.." Ucap Rossa menundukan kepala nya, pertanda mengerti kepada Morgan.


"Ehemp,.. Baik lah. Sepertinya semua sudah selesai, apa paman sudah sarapan..?" tanya Morgan kepada dokter Martin, tapi mata nya tertuju pada Rossa.


"Kebetulan sekali saya belum sarapan tuan muda, bagaimana kalau kita makan diluar.?" Tanya dokter Martin yang sengaja mengikuti alur cerita Tuan mudanya, agar tidak terlalu terlihat berlebihan.


"Bersyukurlah kau anak muda, aku berbaik hati pada mu untuk membantu kau dekat dengan Rossa.. Sebagai seorang dokter, bagaimana bisa aku tidak sarapan sebelum pergi berkerja.! Apa kau anggap aku ini robot, tidak perlu makan..? Bahkan, aku pun di beri bekal oleh istriku. Dasar tuan muda arogan plus tsundere." batin dokter martin yang agak kesal.


...☘☘☘...


Di tempat lain.


"Aduh tuan Gerry, leher saya sakit. Tolong lepaskan, saya tidak bisa bernapas." Ucap Asisten Jo yang meronta- ronta dalam dekapan satu tangan dokter Gerry yang menyeret nya.


Orang- orang pun melihat kearah dua pria itu, yang masih asik dengan obrolan mereka berdua.


Tapi...


Pandangan orang lain yang melihat mereka berdua, seperti kekasih yang telah kepergok selingkuh.


"Ya ampuun..tampan sekali dokter muda itu, rasanya aku ingin berkenalan dengan nya.." Ucap keluarga pasien, seorang wanita muda yang tertarik oleh ketampanan dokter Gerry.


"Apa kau tidak lihat dia sepertinya sedang marah pada laki- laki yang ia seretnya itu..?" Orang satu.


"Mungkin kah itu kekasih nya..?" Orang dua.

__ADS_1


"Kau jangan sembarangan bicara".. Ucap wanita muda yang kesal, karena kenyataan posisi dokter Gerry dan asisten Jo terlihat agak estrim.


Seorang perawat yang melihat keada'an itu pun tak berani menyapa dokter Gerry, padahal ia inggin mengingatkan jadwal operasi pagi ini.


"Anda dengar itu tuan muda Gerry, maka cepatlah lepaskan saya. Atau, citra anda sebagai dokter muda yang berbakat akan berganti menjadi dokter muda penyuka sesama jenis!." Ucap Asisten Jo menahan kesal sedari tadi.


"Diam.., nah masuk lah" Ucap dokter Gerry yang sudah sampai di pintu ruangan nya".


Asisten Jo pun menjatuhkan dirinya kesofa, sementara dokter Gerry masih berjalan kesana kemari. Memikirkan sesuatu yang sedari tadi, mengganggu pikirannya.


"Kenapa anda menahan saya, memberitahu kan wanita itu kepada tuan muda Morgan?" Tanya Asisten Jo kepada dokter Gerry.


"Kau lihat waktunya tidak tepat tadi?" Jawab dokter Gerry, yang juga duduk di salah satu sofa di ruangannya.


"Untuk sementara, biar kan morgan tidak tahu dulu. Siapa wanita yang malam itu bersama nya, aku khawatir. Itu akan menjadi sebuah jebakan, kalau ia mencari wanita itu.. Lalu, kenapa wanita itu ada didepan pintu kamarnya tadi"..? Tanya dokter Gerry.


"Wanita itu datang bersama tuan Gerdian, kemungkinan wanita itu-" Belum sempat selesai Asisten Jo berkata, dokter Gerry lebih dahulu mengetuk kepala Asisten Jo. dengan tulang jari tengah nya, dikepala asisten Jo.


"Aww.." Ringisan Asisten Jo sambil menggosok kepala nya, yang di ketok.


"Mana mungkin itu wanita papaku, kau jangan berpikiran yang aneh- aneh. Atau ku geliding kau di rel kereta api!, mau?" Ancam dokter Gerry pada Asisten Jo terlihat murka.


"Maksud saya bukan seperti itu tuan muda Gerry, anda salah paham.."


"Saya dengar dokter Gerdian menjodohkan keponakannya pada tuan muda Morgan, bisa jadi wanita itulah orangnya. Untuk sementara,.. tuan muda Morgan akan menikahi wanita itu, agar tuan muda Morgan bisa melewati masa sulit nya. Ketika rasa inginnya kepada wanita, bisa dipenuhi dengan ia menikahi wanita itu.. Kalau tidak, nama baik tuan muda Morgan bisa saja hancur seketika. Kalau dia ketahuan memperkosa wanita, beberapa hari lalu di hotel. Dengan dia sudah menikah, walau publik pun mengetahui nya telah berbuat melanggar hukum malam itu. Hanya perlu memperlihatkan buku nikahnya saja untuk publik, dan mengatakan bahwa itu adalah istri nya sendiri.. Bukan orang lain, maka orang yang ingin menjebaknya akan segera ketahuan. Karena tidak berhasil menggunakan cara ini, pasti orang itu akan menggunakan cara lain lagi untuk menjatuhkan tuan moda Morgan!." Ucap Asisten Jo menjelaskan pada Dokter Gerry.


........

__ADS_1


.......


__ADS_2