
Morgan baru sadar, kalau mulut nya di usap dengan sebuah tisu dengan sangat lembut oleh seseorang di hadapan nya.
Ia pun mengalihkan pandangan nya dari Rossa, kepada orang yang telah mengusap bibir nya dengan lembut itu.
Mata Morgan pun bertemu dengan mata wanita berparas cantik dihadapan nya saat ini, Nona muda dari keluarga Yan itu.
Wanita itu tersenyum sangat manis pada Morgan, tapi hanya dibalas dengan kedataran dan tatapan dingin oleh Morgan.
Morgan menepis tangan wanita dihadapan nya itu dengan pelan. "Maaf, Nona Yan. Jangan bersikap berlebihan di diluar seperti ini, kalau kau tidak mau terkena Skandal dengan ku.!" Ucap Morgan memperingati Nona muda dari keluarga Yan itu, yang sengaja mencari perhatian Morgan padanya saat ini.
Asisten Jo yang duduk di kursi lain, dari tadi hanya memperhatikan sekitar mereka. Dan matanya tidak sengaja melihat Nyonya mudanya bersama teman- teman nya juga ada disana.
Dan ia juga melihat paparazi, yang mengikuti tuan mudanya dari tadi.
Asisten Jo segera mendekati tuan mudanya, untuk membisikan sesuatu yang ia lihat saat ini. Morgan yang mendengar penjelasan Asisten nya, hanya di mengaguki nya mengerti akan bisikan Jo barusan.
Hatinya yang tadi sudah ingin meledak, melihat Rossa bersama seorang pria langsung mendingin.
Tak ada lagi kemarahan dalam hatinya, karena Asisten Jo mengatakan bahwa orang yang bersama Nyonya muda nya sekarang adalah sahabat yang sudah Rossa anggap seperti saudaranya sendiri.
"Baiklah, Nona Yan. Sepertinya makan siang kita sudah cukup sampai disini, masalah kerja sama antara perusahaan kita juga sudah terselesaikan. Apa Nona Yan mau jalan- jalan sebentar bersamaku?" tanya Morgan pada wanita dihadapan nya saat ini.
Nona muda Yan yang mendengar ucapan Morgan, langsung menjawap pertanyaan itu dengan segera.
"Iya!" seru nya tersenyum cerah. Sebagai seorang wanita normal, nona muda dari keluarga Yan itu sangat menginginkan kesempantan ini datang pada nya. Dan sekaranglah waktu yang ia tunggu- tunggu, bahkan ia juga sudah menyewa paparazi untuk mengikuti mereka di restoran saat ini.
"Kita mau kemana tuan muda?" tanya nona muda itu pada Morgan.
"Panggil saja Morgan, dan namamu.?" Morgan malah bertanya kembali pada nona muda Yan, yang ia sendiri tidak tau namanya.
"Sa- saya.. nama saya Raya tuan mu- eeh.. Mor- Morgan." jawap nya gugup, oleh pesona Morgan yang sangat berkarisma di mata nya.
__ADS_1
"Kalau kau mau jalan- jalan kemana? tanya Morgan, tapi mata menatap tajam ke arah istrinya yang sedang asyik menyantap makanan dihadapan mereka saat ini.
Sedangkan Rossa tidak perduli pada Morgan saat ini, karena menurut Rossa. Ia tidak boleh ikut campur pada urusan Morgan saat ini, apalagi menyangkut urusan pribadi Morgan.
Walau pun mereka sebagai pasangan suami istri, Rossa masih mengingat dengan jelas. Kemarahan Morgan pada nya waktu itu, karena mengungkit tentang skandal nya dengan para wanita yang berbeda- beda.
Rossa sangat menikmati makanan yang ada dihadapan nya saat ini, bahkan kerang nya sudah hampir habis karena memang ia sudah lama tidak makan kerang favoritnya itu.
Silla yang berada di samping Rossa tak sengaja melihat kearah meja Morgan, dan ia melihat dengan jelas kalau Morgan saat ini sedang melihat kearah meja mereka.
Dan mata itu tertuju pada Rossa sahabatnya, lama Silla memperhatikan arah mata Morgan yang tidak berpaling sedikit pun dari meja mereka.
"Kenapa tuan muda Morgan selalu memperhatikan Rossa? ada hubungan apa mereka berdua.?" batin Silla bertanya- tanya.
Sedangkan Rossa hanya asyik menikmati makanan nya.
"Kak Samuel!" seru Rossa.
"Aku boleh tambah enggak, kerang nya.?" tanya Rossa yang makan dengan anggun nya.
"Boleh, pesan saja yang kau suka.!" jawap Samuel. Ia sangat mengagumi ke anggunan Rossa kala makan, tidak seperti adiknya yang disebelah Rossa. Makan pun melihat kesana kemari, dan mengisi mulutnya dengan makanan sampai penuh. Samuel hanya menggelengkan kepalanya, melihat perbedaan antara Rossa dan adiknya Silla.
"Dia masih sama seperti dulu, masih sangat rapi dan tetap cantik saat makan." batin Samuel. Yang menatap wajah Rossa mengunyah makanan dimulutnya.
"Apa ada sesuatu di wajahku kak?" tanya Rossa yang tak sengaja melihat mata Samuel menatap wajahnya.
"Tidak ada, aku hanya takut kau melupakan alergimu pada udang dan kepiting ini." tunjuk Samuel pada udang di hadapan nya, dan kepiting yang sedang Silla makan saat ini.
Rossa tersenyum pada Samuel, karena Samuel masih mengingat. Kalau ia alergi udang dan kepiting, yang bisa menyebabkan ruam dan gatal- gatal kala menyentuh nya.
"Kakak masih mengingat itu?" tanya Rossa yang menghentikan makan nya kala sedang berbicara di tengah makan.
__ADS_1
"Tentu saja aku ingat, aku bahkan sudah lama tidak makan udang saat di luar negeri." jawap Samuel.
"Apa hubungan nya alergiku dengan kakak yang tidak makan udang?" tanya Rossa lagi.
" Itu karena setiap kali aku melihat udang, aku merasa bersalah padamu.!" Sahut Samuel mengacak rambut Rossa yang terurai bergelombang itu.
Rossa terkikik mendengar jawaban dari Samuel, ia ingat waktu makan malam bersama Samuel dan Silla 2 tahun yang lalu. Rossa tidak sengaja memakan nasi goreng buatan Samuel, yang sangat banyak bertabur udang kesukaan Samuel. Itu lah sebabnya, Samuel sangat ingat kejadian yang mengalami Rossa waktu itu dirumah nya.
Silla yang berada di samping Rossa hanya diam, memperhatikan tingkah kakak nya pada sahabatnya itu. Tapi yang menarik perhatian Silla adalah, tingkah Morgan saat ini.
Morgan beranjak dari kursi, dan ingin melangkah ke arah meja Rossa. Kala melihat seorang pria menyentuh kepala Rossa, tapi.. Asisten Jo mencekal lengan tuan mudanya. Agar tidak meneruskan langkah nya, menuju meja nyonya muda nya saat ini.
"Tuan, begitu banyak orang disini. Dan juga ada paparazi yang nona keluarga Yan sewa untuk mengikuti anda saat ini!, kalau ada yang tau posisi nyonya muda Rossa itu ada istri anda! Maka ia akan menanggung semua kebencian dari publik." bisik Asisten Jo pada tuan mudanya.
Morgan hanya diam beberapa saat, dan memperhatikan istrinya itu meneruskan makan nya.
"Aku hanya ingin ke kamar mandi." jawap Morgan dengan santainya.
Morgan pun melepaskan tangan Asisten nya itu dari lengan nya, dan meneruskan langkahnya menuju kamar mandi yang melewati meja Rossa dan teman- teman nya saat ini.
Rossa yang meneruskan makan nya, hanya menunduk. Melihat piring dihadapanya, Sehingga tidak tahu kalau Morgan melewati meja mereka saat ini.
Morgan yang melewati meja Rossa dan kedua sahabatnya itu, melirik makanan yang ada diatas meja mereka. Ia tersenyum melihat makanan yang ada di hadapan istri nya itu adalah udang dan kepiting, dan porsi nya sangat jombo.
"Ternyata dia suka udang dan kepiting! aku akan menyuruh maid di Villa nanti malam memasak udang dan kepiting yang sangat banyak untuk nya." batin Morgan membanyangkan. Kalau istri nya itu akan berterima kasih padanya, karena sudah tahu makanan favoritnya saat ini.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa😍 agar author semangat up nya..😅 See you😘
__ADS_1
Mampir juga ke novel baru Author ini yaa dan jangan lupa tinggal jejak disana..👍😍