
Setelah pintu kamar tertutup rapat, karena suaminya sudah keluar. Rossa menangkup pipinya dengan kedua tangan, sungguh ia merasa wajahnya sangat panas saat ini.
Perasaan ini baru pertama kalinya ia rasakan, bahkan dengan cinta pertamanya Alvan saja Rossa tidak pernah segugup ini.
"Astaga.., kenapa dia terlihat sangat tampan!. Apa mataku yang bermasalah ya?, melihatnya pagi ini aku rasa. Aku.., ah tidak boleh!.." Ucapnya, Rossa merasa dirinya sedikit aneh beberapa minggu ini. Ia sangat merindukan Morgan, bahkan memikirkannya siang dan malam. Tapi disaat dirinya sangat merindukan Morgan, ia teringat dengan Rommi adiknya.
Yang berparas sedikit mirip dengan suaminya itu bahkah postur tubunya pun sangat mirip, setelah bertemu Rommi atau berbicara melalui telepon. Rossa merasa rindunya pada Morgan langsung terobati, oleh karena itu dirinya selalu membawa Rommi jalan- jalan ketaman diakhir pekan. Dan bisa melupakan Morgan untuk sesaat, ketika dirinya merindukan suaminya itu.
Rossa masih hanyut dalam lamunannya, mengingat kembali ketika ia menghabiskan waktu bersama Rommi. Sampai- sampai tidak tahu atau mendengar, seseorang berbicara padanya.
"Sayang.., apa kau ingin kekamar mandi?." Tanya Morgan menghampiri istrinya, yang kini hanya senyum- senyum sendiri tanpa alasan.
"Sayang.., hei!.." Ucap Morgan sambil melambaikan tangannya didepan wajah Rossa.
"Eeh.., kau- kau sudah kembali?." Tanya Rossa, yang sangat terkejut oleh kedatangan suaminya itu.
Morgan mengerutkan alisnya, mendengar pertanyaan istrinya itu padanya. Ia pikir Rossa tengah menunggunya saat ini, tapi ternyata hanya senyum- senyum tidak jelas!.
"Apa dia sedang memikirkan pria lain?, atau jangan- jangan!. Pria yang dia sebut kemaren ditelepon itu?, apa yang harus aku lakukan kalau itu memang benar!." batin Morgan.
"Apa yang kau pikirkan?, kenapa senyum- senyun tidak jelas?." Ucap Morgan terlihat santai, tapi didalam hatinya bagaikan harimau yang meronta dan mengamuk mengetahui istrinya memikirkan pria lain.
"Ah, tidak!. Aku hanya memikirkan hal tadi malam, apa aku sangat merepotkan suamiku?." Tanya Rossa dengan suara lemahnya memandang wajah Morgan, dan dengan seketika wajah Morgan langsung bersemu merah. Karena istrinya itu menyebutnya, Suamiku!.
Morgan langsung memeluk Rossa yang masih duduk di atas tempat tidur, betapa dirinya sangat bahagia. Ternyata istrinya sedang memikirkannya saat ini, dan dugaannya tentang istrinya ternyata salah.
"Aah, sayang.. Aku mencintaimu, teruslah memanggilku seperti itu." Ucap Morgan yang masih memeluk erat istrinya, karena merasa sangat bahagia.
__ADS_1
"Dia- dia, mencintaiku?. Apa aku tidak salah dengar, apa ini nyata?." batin Rossa. Dirinya masih merasa sangat syok, karena pernyataan suaminya itu. Rossa masih belum siap untuk menerima kalau ini hanyalah lelocun, sedangkan suaminya itu sudah mempunyai kekasih lain dihatinya. Dan mungkin, dalam waktu dekat ini mereka akan segera menikah.
"Sadarlah Rossa, mungkin dia hanya merasa sangat bahagia karena kau sudah tidak sakit lagi. Sadarlah akan statusmu, kau hanyalah istri kontrak yang akan berahir setelah waktunya tiba.." Gumam Rossa dalam hatinya, dan ia pun mengangkat tangannya untuk membalas pelukan suaminya itu dengan tersenyum getir.
Tok.. tok.. tok.. tok..
Suara pintu diketuk dari luar, dan terdengar suara seseorang yang tidak asing berbicara memanggil suaminya.
"Tuan muda, makanannya sudah siap. Apa kami bisa masuk sekarang?." Suara Pa Lim, yang sudah lama tidak pernah datang kevilla itu lagi.
"Sayang.., kita makan dulu. Bukankah kau sangat lapar, aku sudah memanggil koki untuk memasakan makanan favoritmu." Ucap Morgan melepaskan pelukannya, lalu berjalan kearah pintu yang terbuka sedikit untuk membukanya lebih lebar lagi dan seperti berbicara dengan beberapa pelayan didepan pintu.
Morgan pun kembali lagi kearah Rossa, setelah berbicara kepada Pa Lim dan beberapa pelayan tadi di depan pintu.
"Apa kau ingin kekamar mandi?" tanya Morgan pada istrinya dengan nada yang sangat lembut.
Belum sempat Rossa berdiri tegak, Morgan sudah mengangkat dan menggendongnya ala bridal style menuju bathroom.
"Aah.., suamiku apa yang kau lakukan?. Aku bisa berjalan sendiri, turunkan aku!." Pekik Rossa, yang merasa terkejut akan kelakuan suaminya itu.
"Tidak.., biarkan aku melayani istriku ini." Jawab Morgan dengan santainya.
Rossa langsung membenamkan kepalanya didada bidang suaminya karena malu, ia takut akan bertambah malu kalau sampai suaminya itu melihat wajahnya yang terasa memanas. Dan itu mungkin akan terlihat sangat merah, kalau suaminya sampai melihat.
"Sayang.., apa kau menggodaku?." Tanya Morgan sengaja, lalu mencium puncak kepala istrinya.
Rossa hanya menggelengkan kepalanya, sebagai jawaban.
__ADS_1
Dan kelakuan Rossa seperti itu semankin membuat Morgan menegang, sisi bawahnya langsung bangun dari tidur tenangnya. Sudah susah payah Morgan tahan sedari ia bangun tadi, karena melihat pakaian istrinya terbuka dibagian perutnya sampai atas. Menunjukan kulit putih bersih seperti susu itu, tapi... Karena melihat tangan istrinya masih terpasang jarum infus, Morgan sadar kalau istrinya masih datang bulan. Dan tidak dapat melayaninya untuk bercinta, ia pun melepaskan jarum infus yang terpasang di tangan istrinya yang masih terlelap itu. Dan setelah selesai, Morgan beranjak dari tempat tidur. Lalu melepaskan hasratnya di bathroom, dengan membayangkan kalau ia sedang bercinta dengan istrinya.
Kini mereka berdua sudah berada dibathroom, Morgan langsung mendudukkan istrinya di bathtub. Dan melepaskan pakaian istrinya satu persatu, Morgan tau istrinya itu ingin protes padanya. Tapi ia langsung mengecup singkat bibir istrinya, agar tidak mencegahnya untuk melakukan hal itu.
"Kau sekarang sedang sakit, biarkan aku mengurusmu!." Ucap Morgan masih dengan suara lembutnya, tapi tak dapat ia pungkiri. Bagian bawah nya meronta, melihat tubuh polos istrinya yang begitu menggoda.
"Tapi suamiku!, aku sedang itu. Emm.. datang bulan." Ucap Rossa dengan suara kecil dan malu- malu, karena sedari tadi ia merasakan benda pusaka milik suaminya itu sudah mengeras saat menurunkannya dibathtub.
"Pfuffs.., kenapa kau sangat manis pagi ini?. Aku semakin tidak bisa jauh darimu, rasanya hampir mati saja." Ucap Morgan menahan tawanya, karena istrinya itu terlalu menggemaskan baginya.
Cup..
Kecupan itu berhasil mendarat lagi di kening Rossa, dan lagi- lagi wajah Rossa terasa panas karena ulah suaminya itu.
"Baiklah ratuku, aku akan menunggumu diluar. Kalau kau sudah selesai, panggil aku ya.." Ucapnya pada sang istri, dan hanya dijawab dengan anggukan kepala dari Rossa.
Morgan pun beranjak, lalu berjalan keluar dari bathroom meninggalkan istrinya. Ia berjalan kearah tempat tidur, dan menjatuhkan tubuhnya dengan terletang.
Senyum merekahnya tak henti- hentinya mengembang dibibir tebal sensualnya, sungguh saat ini ia sangat bahagia memiliki Rossa.
Karena hatinya yang telah lama kosong, kini ada sosok Rossa yang tidak sengaja hadir dalam kehidupannya sebagai istri kontrak yang ia bayar. Meskipun pada awalnya, Morgan merasa kecewa karena Rossa sudah tidak perawan lagi ketika ia memilikinya.
.......
.......
...Bambang Morgan kecewa karena Rossa tak lagi perawan..???🤧🤧...
__ADS_1